Another World, Part12

“Huhh..apa itu??!”

Uma melihat kera-kera yang terjatuh tadi.Ada yang aneh dengan mereka.Beberapa dari mereka

mmengeluarkan cahaya dari luka goresan akibat terkena pusaran angin milik Uma.

“Oyy,Gha…udah belum..??!!”teriak Uma.

“Udah.”sahut Sagha.

“Aktifin sekarang!!”ucap Uma seraya berlari ke arah Sagha.

Sesampainya disana..

“Ada apaan,Ma?”

WUSSHH
 WUSSHH
 WUSSHH

BLARR
 BLARR
 BLARR

“Eh..eh…apaan tuh..??!!”tanya Sagha kaget.

Tiba-tiba puluhan bola api(yang sebenarnya tidak terlihat)membentur perisai buatan Sagha.

“Gila..mendadak banget.”

“Karena itu gua nyuruh lo buat siap-siap dari tadi.”

Beberapa saat kemudian serangan-serangan itu berhenti.

“Haahh…akhirnya mereka kehabisan korek.”ucap Sagha.

“Bercanda mulu lo.”

Lalu Uma kembali berdiri tegak.

“Air.”ucapnya.

Sagha yang paham maksud Uma langsung menggambar segel yang mengeluarkan air.

WRRRRR

Perpaduan pusaran angin dan air terbentuk.Lalu Uma melemparkannya ke arah makhluk-makhluk itu.

BLARRR
 BLARRR

“Ternyata benar….”batin Uma.

Mereka mengalami hal yang sama seperti kera-kera tadi.

“Gha..kita jangan sampai ngebunuh mereka.”ucap Uma.

“Kenapa?”tanya Sagha.

“Lihat,mereka nggak semuanya negatif.”

“Lah.??Kok bisa??”

Kemudian Uma mendekati Sagha.

“Lo inget kan waktu di gedung bekas pabrik?”

“Iya,gue inget.”

“Sekarang,lo siap-siap buat segel yang sama kayak waktu itu.”pinta Uma.

Lalu ia berbalik.

“Gue akan mancing mereka.”

Uma berlari ke arah makhluk-makhluk itu.

“Ayo..!!Serang aku..!!”

“GRRRRRR….”

WUSSHHH
 WUSSHHH

Dengan sigap Uma menghindari serangan-serangan itu.

“Gha….”

“Okee….”sahut Sagha.

SYUUUTTT

Sagha menangkap serangan-serangan itu dan memasukkannya ke dalam segel.

~o0o~

“Hosshh..hosshh…apa mereka…masih jauh..??”

Eka berhenti di bawah pohon.Tampak keringat bercucuran di wajahnya.Lalu ia mendengar sesuatu.

“Suaranya kayak….”

Eka berjalan mengikuti sumber suara yang didengarnya.

“Huufftt…ternyata bener.”

Sebuah sungai yang mengalir,itulah yang Eka temukan.Airnya begitu jernih.Lalu Eka membasuh wajahnya disana.

~o0o~

“Aaahh..bosen kalau gini terus….”keluh Beby.

“Trus kamu mau ngapain,Beb?”tanya Viny.

“Gimana kalau kita ikut nyari Uma sama Sagha?”

“Gimana caranya,Beb?Fotonya cuma ada satu dan dibawa sama Dzikri.”

“Oh iya-ya.”

Tak lama kemudian Dzikri kembali dan menghampiri mereka.

“Gimana,Dzik?”

“Aku udah tanya ke orang-orang.Kayaknya mereka berdua pergi nurut jalan ke timur sekolah.”jawab Dzikri.

“Ya udah.Kalau gitu,ayo kita cari mereka.”ajak Beby.

“Eh..eh…tunggu dulu.”cegah Dzikri.

“Apaan lagi?”

“Capek kali,Beb.Istirahat dulu lah.”

Dari nafasnya,Dzikri memang telihat kelelahan.Ia pun duduk di bangku yang masih kosong.

~o0o~

Uma terus bergerak untuk memancing makhluk-makhluk itu agar menyerangnya.Semenara itu Sagha menangkapi serangan-serangan mereka.

“Ma..kayaknya gerakan mereka makin lemot.Baterainya mau abis kali.”ucap Sagha.

“Bercanda mulu lo.Konsen!!Kalau sampai kena,gw tinggalin lo disini biar jadi sodara mereka.”ucap Uma.

HAP

Sagha menangkap beberapa bola api.

“Huufftt..tega lo sama gw.Kalau beneran terjadi,gw hantuin lo seumur hidup.”ucap Sagha.

“Biarin,orang gesrek kayak lo nggak bakal ada serem-seremnya kalau jadi setan.”ucap Uma.

“GRRRR….”

Tiba-tiba sesosok kakek-kakek bertaring berdiri di depan Sagha.”

“Aaaaa….”

Karena kaget Sagha langsung lari.Sosok kakek itu pun mengejarnya.

SYUUUTTT

Tetapi kakek itu malah terjebak di segel buatan Sagha.

“Huffftt…hampir aja.”

Sagha pun mendekati kakek itu.

“GRAAARRRHH….”meronta-ronta.

“Maaf ya,kek.Kalau aja kakek ini orang,pasti saya bantuin.Sayangnya kakek setan.Jadi ya..gimana lagi?Daripada ntar saya mati kakek cekik.”ucap Sagha.

“Oyy..Gha!!Udah ngobrolnya..??!!”teriak Uma.

“Saya tinggal dulu ya,kek.”

Lalu Sagha kembali ke posisi semula.

HAPP

Tiga tombak berapi ia tangkap dan dimasukkan ke segel.

“Mundur!!”ajak Uma.

Mereka pun agak menjauh dari tempat itu.Uma menempelkan kedua terlapak tangannya lalu ia arahkan ke depan.

WUSSSSHHH….

Angin kencang berhembus dan sepertinya angin itu mengumpulkan makhluk-makhluk itu menjadi satu.

“Udah,lo keluarin semuanya tapi tetep kontrol.Jangan sampai ngebunuh mereka.”

“Siip.”sahut Sagha.

Ia pun membuka segel berisi kekuatan dari makhluk-makhluk itu.

WOARRRRR

“GRAAAARRRRHHHH…..”

~o0o~

“Udah hari kedua semenjak mereka berangkat.”ucap Harris.

“Mmmm…kira-kira,mereka lagi apa ya?”tanya Melody.

“Entahlah,ayah juga nggak tau.Ya…semoga mereka baik-baik aja.”

Melody hanya bisa mengangguk.

~o0o~

TAP
TAP
TAP

“Stop..!!!”ucap Dzikri tiba-tiba.

BRUKKK

Beby menubruknya dari belakang.

“Aduhh..kenapa sih,Dzik?”tanyanya kesal.

“Ini kan…jalan ke hutan??”

“Hutan?Kok kamu tau?”tanya Viny.

“Iya,dulu aku pernah lewat jalan ini.Tapi awalnya bukan dari sekolah.Kalian lihat gang utara jalan yang ada gapuranya tadi,dulu aku lewatnya sana.”

Mereka semua mengangguk-angguk.

“Ya udah,tunggu apa lagi?Ayo kesana!!”Beby hendak berlari.

“Eh..eh..jangan!!”cegah Dzikri.

“Kenapa?”

“Bahaya,Beb.Kamu kan cewek,bahaya kalau masuk hutan.”

“Bahaya apa?Macan?Singa?Aaahh..aku nggak takut.”ucap Beby.

“Bukan itu.Ntar kalau ada monyet yang naksir kamu gimana hayo??”ucap Dzikri.

“Bffffttt….”Viny dan Shania menahan tawa.

“Dzikri…!!!”teriak Beby kesal.

Lalu ia memukuli Dzikri.

“Ampun…Ampun,Beb….”pinta Dzikri.

“Rasain nih..!!!”

“Udah-udah.Kalian ribut mulu.”lerai Shania.

“Dia nih yang mulai.”Beby menunjuk Dzikri.

“Bercanda kali,Beb.”ucap Dzikri.

“Gimana nih,lanjut nggak?”tanya Viny.

“Hmmm….”

~o0o~

WUSSSSHHHH

Pusaran angin berhenti.

“Lihat itu.”ucap Uma.

Ternyata benar yang dikatakannya.Tidak semua makhluk itu beraura negatif.

“Hmmm…kok bisa ya?”tanya Sagha.”

“Gha,lo kurung mereka yang negatif.”

“Oke.”

Sagha menggambar sebuah segel.

SYUUUUUTTT

Makhluk-makhluk yang beraura negatif tertarik ke dalam segel itu.

TAP
 TAP
 TAP

Uma mendekati makhluk-makhluk lain yang beraura positif.

“Kalian baik-baik saja?”tanyanya.

“Hmmm…manusia..siapa kalian sebenarnya?”tanya sosok berjubah putih.

“Kami berasal dari kota di sebelah barat hutan ini.”jawab Uma.

“Lalu..apa tujuan kalian datang kemari?”

Lalu Uma menceritakan tujuan mereka pergi ke hutan itu.

“Begitu ya?Tidak kusangka,ada manusia seperti kalian.”

“Ohiya,aku ingin bertanya.Kenapa kalian bisa berubah?”tanya Sagha.

“Itu bukan keinginan kami.Kami dipaksa untuk menjadi seperti itu.”

“Dipaksa?Oleh siapa?”

Sosok itu menceritakan semua yang mereka alami.

“Jadi..makhluk itu yang membuat kalian….”ucap Sagha.

“Kalian tau makhluk itu?”

“Ya…karena makhluk itu juga yang telah menyandera teman kami.”ucap Uma.

“Begitu ya?Tapi..terima kasih.Berkat kalian kami bisa kembali seperti semula.”

“Sama-sama.”

“Ukk..ukk..Akk..akkk….”

Beberapa makhluk berwujud kera mengerumuni Sagha.

“Hahahaaa….geli-geli….”ucap Sagha.

“Noh,Gha.Lo diajakin main tuh.”ucap Uma.

Memang benar,kera-kera itu seperti ingin mengajak Sagha untuk bermain.

“Eh..eh…udah dulu ya.Capeeeekk….”Sagha berbaring.

~o0o~

“Aku pulang….”

“Ayana?Cepet banget mainnya?”ucap Ny.Haruka.

“Iya,Bu.Aku capek banget.Aku istirahat dulu ya.”

Ayana pun masuk ke dalam kamarnya.

FLASHBACK ON

“Oke.Besok kita kumpul disini.”ucap Dzikri.

“Mmm!!”semuanya mengangguk.

Ayana dan yang lainnya kembali ke rumah masing-masing.

“Mmmm…gimana ngomongnya ke Ibu,ya?”pikir Ayana.

FLASHBACK OFF

“Hmmm…nanti aja lah.”

Lalu Ayana berbaring di ranjangnya.

~o0o~

Sagha kembali berdiri.

“Baiklah,kami pergi dulu.”ucap Uma.

“Tunggu,berhati-hatilah.Dia itu sangat kuat.”

“Terima kasih,tapi aku idak takut sama sekali.”

“Begitu ya?Baiklah,selamat jalan.”

“Sampai ketemu lagi ye.”ucap Sagha.

Akhirnya Uma dan Sagha melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari makhluk yang menyandera Yuvi.

“Hmmm…kesana.”Sagha menunjuk ke arah selatan.

“Oke,ayo.”

~o0o~

Sementara itu,Eka terus menyusuri hutan untuk mencari Uma dan Sagha.Hingga akhirnya ia sampai di suatu tempat.

“Gerbang?”batinnya.

Langsung saja ia masuk ke dalamnya.

“Hmmm….kayaknya mereka bertarung disini barusan.”pikir Eka.

Memang disana tampak beberapa bekas pertarungan,seperti pohon-pohon yang tumbang,tanah yang retak,dan lain-lain.

“Apa kau teman dari mereka berdua?”

Eka berbalik badan.

“Huhh…??”

Dan ternyata makhluk-makhluk yang telah dibebaskan oleh Uma dan Sagha menampakkan diri.

“Kayaknya,mereka ketemu Uma sama Sagha.”batin Eka.

“I-iya.Aku teman mereka.”ucapnya.

“Lantas,kenapa kau tidak pergi bersama mereka?”

“Itu..karena…aku terlambat.Iya,aku terlambat.Jadi mereka pergi lebih dulu.”

“Begitu ya?Kusarankan padamu agar segera temukan mereka.Aku tidak yakin mereka bisa menghadapinya berdua.”

“Menghadapinya?”pikir Eka.

Lalu Eka menoleh ke arah selatan.

“Mungkin yang dia maksud adalah makhluk itu.”pikirnya.

“Baiklah,aku pergi dulu.”

~o0o~

“Hosshh..hosshh…nggak nyangka.Jauh banget.”ucap Sagha.

“Bahkan dalam jarak sejauh ini,dia udah penjagaan kayak tadi.Kayaknya dia bener-bener nggak mau ngebiarin gw kita buat nyelametin Yuvi.”batin Uma.

Lalu Sagha bersandar di sebuah pohon.

“Ma..istirahat dulu ya.Sumpah capek banget gw.”ucapnya.

“Pertarungan tadi juga cukup nguras tenaga gw.”pikir Uma.

“Iya deh.”ucapnya.

Tetapi hari sudah mulai gelap.Akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di tempat itu semalaman.

~o0o~

Begitu juga dengan Eka.

“Kayaknya mereka berdua udah jauh banget.”

Ia pun menatap matahari yang semaikin tenggelam.Lalu ia berinisiatif mengumpulkan kayu-kayu kering untuk membuat api unggun.Hingga akhirnya beberapa saat kemudian hari benar-benar berganti malam.

“Kalau bener makhluk itu kuat banget,berarti gw juga harus siap-siap.”

~o0o~

“Boleh ya,Bu.”ucap Ayana.

“Mmmm..temen-teman kamu ada yang  cowok kan?”tanya Ny.Haruka.

“Ada kok,Bu.”

“Hmmm..ya sudah,ibu bolehin kamu ikut.”

“Huffftt..makasih ya,Bu.”

“Iya-iya.Ya udah,buruan dimakan.Nanti keburu dingin loh.”

“Iya,Bu.”

<skip>

“Gha..bangun….”

Uma menggoyang-goyangkan badan Sagha yang masih terlelap.

“Mmmm…dikit lagi…2 jam lagi lah…..”ucap Sagha.

“Ya sudah.Gw abisin ya makanannya.”

Seketika Sagha bangun dan langsung mengambil di tangan Uma.

“Ya jangan lah.Ntar kalau gw kelaperan terus mati bagaimana hayo?”ucapnya.

“Sukurin..udah nasib lo itu.”

“Tega lu sama gw.”

~o0o~

Beby berlari-lari ke sebuah tempat.

“Sorry telat.”ucapnya.

“Dengan begini sudah kumpul semua.Oke,ayo berangkat!!”

 

 

*to be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s