Roulette Love, Part 1

 

Sebuah universitas ternama di daerah Jakarta, di mana Vierzig-nama panggilan Vierzig Acht University- adalah sebuah universitas yang didirikan oleh seorang konglomerat nan bijaksana. Universitas yang memiliki 5 lantai *bedain lantai sama keramik ya, ngertikan? Oke. Sip.* dan ya, di sana terdapat lift tentunya, rektor Vierzig tidak sekejam itu membiarkan mahasiswanya bolak-balik lantai lima hanya menggunakan tangga, muke gile.

Vierzig sendiri merupakan Universitas yang -secara tidak sengaja- dicap sebagai universitas anak-anak borju, *tau borju kan? Boru keju? Itu bolu!* sebenarnya tidak semuanya anak borju, hanya saja memang sebagian besar mahasiswa Vierzig adalah mahasiswa dari kalangan menengah ke atas.

Vierzig memiliki 3 jurusan utama yang paling banyak diminati tiap tahunnya, yaitu Jurusan Musik di Fakultas Seni Pertunjukan, yang kedua adalah Jurusan Fotografi di Fakultas Seni Media, dan yang ketiga adalah Jurusan Desain Komunikasi Visual di Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Selain mahasiswanya dan jurusan yang memang buagus! Ada hal yang lebih menarik dari Vierzig ini, apa hayoo??

Ok let’s begin ~

WELCOME AMATEUR!! YOUR LIFE START NOW!!

Sebuah spanduk besar terpampang di bagian depan universitas, menempel indah pada dinding di atas pintu masuk utama.

Gerombolan mahasiswa, atau bisa kita sebut calon mahasiswa berebut masuk ke dalam. Ada yang membawa koper besar, ada yang membawa tiga buah ransel sekaligus.

Karena begitu mereka masuk universitas ini, mereka akan menetap selama satu tahun di asrama khusus mahasiswa baru.

“Nah ini adalah peta kampus ini, kamar kalian ada di gedung sebelah kanan sana, kalian akan bertemu petugas asrama yang akan membagikan kunci kamar kalian, sudah difilter dari pihak kampus, jadi nggak mungkin asal, setelah kalian menaruh barang bawaan kalian, segera memakai pakaian formal menuju ruang auditorium di bagian selatan kampus. Terakhir, selamat datang di Vierzig!!”

Serentetan kalimat yang diucapkan oleh senior mereka, kalimat template para senior yang bertugas menyambut mahasiswa baru.

“Well akhirnya dateng juga mahasiswa baru itu, kira-kira bakalan ada yang join ke grup kita nggak ya?” ujar seorang laki-laki yang sedang mengamati mahasiswa baru itu dari lantai dua.

“Grup? Lo pikir kita ini boyband?” ujar temannya yang sibuk membetulkan senar gitarnya yang baru saja putus tadi.

“Haha dia mah emang terobsesi,” ujar temannya yang satu lagi, ia berbicara begitu tanpa mengalihkan perhatiannya dari komik Doraemon nya.

Hop sabar dulu, iya iya gue jelasin siapa aja mereka bertiga ini, hmm.. Mulai dari yang pertama ngomong tadi yaa…

Keynal Putra Alfoch, atau biasa di panggil Keynal atau Key ini adalah ‘ketua’ dari komplotannya, ya komplotan yang tidak sengaja terbentuk. Keynal adalah laki-laki yang menjadi most wanteddi kampus ini, selain tampan hidup Keynal juga berlimpah materi, maklum dia adalah salah satu anak konglomerat di Ibukota ini.

Yang kedua, laki-laki yang sedang membetulkan gitar itu adalah Nobi, ya namanya hanya Nobi. Meski tidak setampan Keynal, Nobi sangatlah charming, memiliki sisi sendiri yang menurut para wanita lebih ‘waw’ daripada Keynal. Urusan materi? Bukankah sudah di bilang Vierzig tempatnya anak borju?

Yang masih asik membaca komik itu adalah Boby, Boby Chaesar Arnaldo. Punya wajah cute yang didukung dengan lesung pada pipinya. Tingginya tidak setinggi Keynal dan Nobi, dia dijuluki little mickey oleh para fansnya.

Fans? Ya, perempuan yang mengagumi mereka lebih tepatnya.

“Sial lu Bob, ya kali aja mereka mau jadi penerus kita kalo kita lulus nanti, ya kan?” ujar Keynal.

“Yaelaah, baru semester lima, masih tiga semester lagi Nal,” ujar Boby.

“Tau, ni orang tua ngomongnya jauh banget,” ujar Nobi, Nobi kini mulai menyetem gitarnya.

“Haah, ribet emang ngobrol sama kalian, betewe yang lainnya mana? Kita nggak jadi unjuk gigi di depan maba?” tanya Keynal.

“Hmm lagi otewe kali,” jawab Boby.

“Yuhuu udah bener lagi, aksi gue kali ini nggak bakalan kalah dari lo Key,” ujar Nobi.

“Ohya?” Keynal mengangkat satu alisnya.

“Yosh, asal jangan lupa aja perjanjiannya,” Nobi memetik gitarnya pelan.

“Nyanya, lo mau ngalahin Keynal? Kalahin rekor gue dulu deh, hihihi,” Boby angkat bicara.

Nobi melirik tajam ke arahnya, “Gue nggak mau diperingkat empat mulu, enak aja,” sunggut Nobi.

“Haha bukannya itu udah tradisi?”

Nobi menoleh ke arah sumber suara itu, ternyata dibelakangnya sudah ada Mario.

“Kemana aja elah, baru sampe,” ujar Keynal.

“Haha sorry, ini nih dua orang ini minta nebeng, jadinya gue jemput mereka dulu,” Mario menunjuk ke arah dua laki-laki di belakangnya.

“Mobil gue mogok anjir, kalo nggak juga males banget naik mobil keluarga kaya gitu,”

“Motor gue juga masih di bengkel, males nyetir mobil,”

Suara itu berasal dari laki-laki bernama lengkap Dyo Maulana, dan Nino Hamids.

Mario Genoveldi, anggota paling tinggi diantara yang lainnya, selalu memakai topi kemana-mana, punya koleksi topi banyak di kamarnya. Ganteng, putih, dan yaah Mario adalah junior Keynal.

Dyo Maulana, laki-laki asal jawa yang orang tuanya memiliki perusahaan sepatu di daerahnya. Meski sama-sama ganteng dengan yang lainnya, Maul -begitu dipanggilnya- mempunyai suara berat yang menurut para cewe it’s sexy! Itu adalah poin plus dari Maul. Maul, Nobi, Keynal dan Boby satu angkatan.

Nino Hamids, laki-laki yang biasa memakai kacamata ini adalah junior Keynal juga, satu angkatan dengan Mario. Nino lebih suka dipanggil Hamids oleh para ceweknya, karena Nino adalah panggilannya di rumah dan hanya teman-temannya yang biasa memanggilnya Nino.

“Mobil keluarga juga mesinnya boleh diadu sama mobil sport lu kak,” ujar Mario.

“Halaah nanti juga kalah, terus lo ngadu minta dibeliin kan sama nyokap lo,” ujar Maul.

Yang lainnya tertawa karena celetukan Maul. Iya Mario adalah yang paling manja diantara mereka semua.

Semua?

“Tinggal nunggu Kakak beradik itu,” ujar Keynal. Keynal kembali menatap maba yang kini sedang berjalan menuju auditorium. Sedangkan panitia beserta para pengurus UKM sedang mempersiapkan stand display.

Oh ya, UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa *kalo lo masih SMA/SMP namanya eskul* di Vierzig ini beraneka ragam, dari mulai UKM Musik sampe ke UKM Tari, ada KADV atau Kumpulan Anak Desain Vierzig, ada pula dari jurusan lain yang membuat UKM RoboZig, beraneka ragam deh.

“Kapan ya kumpulan kita ini bisa dilirik kemahasiswaan?” celetuk Keynal.

“Pfft.. Kumpulan kaga faedah gini, mana mungkin Key hahaha..,” ujar Maul.

“Tapi lo ikutan,” ujar Mario.

“Yee kan terpaksa, karena kalian ngakuin kalo gue juga pantes masuk kumpulan ini,” ujar Maul bangga.

“Nyesel gue,” ujar Keynal.

“Hahahaha,” yang lain geleng-geleng kepala melihat ekspresi Keynal.

Sejam berlalu, kakak beradik yang mereka tunggu belum juga sampai. Nobi sudah menyanyikan 12 lagu bersama yang lainnya, dari mulai pop, rock, sampe ke Oplosan versi Soimah.

“Buset kemana dah tuh dua orang,” ujar Keynal. Yang lain tampak kalem, mereka hafal kalau kakak beradik ini sering ngaret, dan mereka hafal kalau Keynal sering ngeluh dan gusar kalo nungguin kakak beradik ini, jadi pemandangan seperti ini sudah biasa.

“Noh mereka,” ujar Boby sambil menunjuk dua orang yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.

“Haha Azarel bersaudara,” kikik Maul menatap mereka.

Mereka adalah Farish Azarel dan Nabil Azarel. Farish seangkatan Keynal, rival sekaligus sahabat Keynal. Tingginya hampir sama dengan Keynal. Cara bicaranya berubah menjadi lembut jika bertemu dengan perempuan. Tampan? Kaya? Jelas!

Nabil Azarel, adik dari Farish, seangkatan dengan Nino dan Mario, tapi tidak pernah memanggil kakak tingkatny dengan embel-embel ‘kak’, hanya nama saja. Paling cablak diantara yang lainnya. Memiliki gingsul yang mempermanis wajah tampannya.

“Sorry ngaret,” ujar Farish sambil bersalaman dengan yang lainnya.

“Udah biasa,” jawab Nino dan Mario kompak.

“Hehe,” Farish hanya nyengir kuda.

“Jadi, apa target kita sekarang?” tanya Nabil yang hari ini memakai jaket berwarna biru dongker, tanganny ia masukkan ke dalam saku jaketnya, dan hoodie nya ia biarkan menutup kepalanya.

“Sok misterius lo,” ujar Boby.

Nabil menatap Boby, Boby menatap tajam ke arah Nabil.

Satu detik

Dua detik

“Aaah!! Bangkek lo Bob, gue kan mau terkesan paling misterius di awal cerita, ganggu aja loo,” Nabil membuka hoodie nya, bibirnya mengerucut.

“Yelaah orang kaya lo kaga pantes sok misterius gitu,” Boby mengibaskan tangannya.

Nabil hanya memutar matanya menanggapi Boby.

“Udah kumpul nih, sekarang mau ngapain?” tanya Nino.

Keynal menatap Nino.

“Let’s begin!” ujar Keynal sambil tersenyum jahat.

~

Keynal CS kini sudah berada di bagian bawah, membaur dengan mereka yang menyiapkan segala kebutuhan ospek.

Meskipun ‘kelompok’ Keynal belum termasuk di dalam UKM mereka ngotot meminta spacepada anak BEM untuk mereka isi dengan stand mereka.

“Oke laksanakan seperti biasa, inget jangan kelewat sedikitpun,” ujar Keynal.

“Ayay capt!!” ujar yang lainnya.

Nobi sudah siap dengan gitarnya, Boby membawa buku sketch dengan kotak pensil, Mario dan Nino bertugas sebagai ‘mata’, Azarel bersaudara sudah siap dengan mic , Keynal membawakajon *alat musik pukul* duduk di belakang Nobi, di sebelah kiri Nobi ada Maul yang sudah siap dengan Bass akustiknya.

Wa.wait..

“Bob, lo kenapa jadi bawa buku gambar sama pensil?” tanya Nabil.

“Eh iya, gue lupa,” Boby dengan wajah tanpa dosanya memasukkan kembali  buku gambar dan pensil itu ke tasnya. Kemudian ia duduk di belakang keyboardnya.

“Ai si kampret,” gerutu Keynal dengan logat sunda.

“Tes tes,” Nabil mengecek mic nya.

Semua mata tertuju kepada mereka.

“Sabar, kite pade nunggu murid barunya kok haha,” ujar Nabil senga.

“Haha lagian tumben amat kita narik perhatian anggota pake maen musik gini,” ujar Nabil.

“Biar keren Bil sekali-kali,” jawab Keynal.

“Iya padahal gue lebih suka gambar daripada main keyboard,” ujar Boby.

“Iyalah karena elo dari jurusan SenMur jelas lu suka gambar,” ujar Nobi.

“Iya gue mah santai aja,” ujar Maul.

“Itu karena kalian berdua dari jurusan Seni Musik, jelas aja seneng,” ujar Farish

“Haha tapi siapa yang tau kalo anak desain mode ada yang jago nyanyi?” ujar Mario sambil menyorotkan kamera Canon 70D nya ke wajah Farish.

“Iya nih, anak film juga ternyata nggak cuma bisa akting, bisa nyanyi juga, emang aktormultitalented Vierzig,” kini giliran Nino yang memotret Nabil menggunakan 7D dan lensa fisheye menempel pada bagian lens.

“Lu berdua enak, bekerja di bidang lo,” ujar Nabil.

“Lo lupa kalo gue juga anak dekave? Santai aja lagi, musik itu kan seru,” ujar Keynal.

Keynal melihat camaba sudah keluar dari ruang auditorium.

“Ayo mulai,” ujar Keynal.

Boby memainkan keyboardnya melantunkab intro dari lagu Mas Bruno When I Was Your Man.

Farish mulai menyanyikannya dengan merdu,

Same bed but it feels just a little bit bigger now Our song on the radio but it don’t sound the same

“Tu,tunggu, kalo lagu ini lo doang dong Bob yang maen,” protes Keynal.

Boby menoleh ke arah Keynal kemudian nyengir.

“Yee tikus, ganti ganti,” ujar Keynal.

Boby mengangguk, kemudian kembali memainkan intro Locked Out of Heaven nya mas Bruno.

Keynal mengangguk dan tersenyum setuju dengan pemilihan lagu Boby. Nobi dan Maul mulai mengikuti ritme musiknya.

Farish + Nabil
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!
Oh, yeah, yeah,
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!

Farish :
Never had much faith in love or miracles
Ooh!

Nabil :
Never wanna put my heart on the line
Ooh!

Farish :
But swimming in your water is something spiritual
Ooh!

Nabil :
I’m born again every time you spend the night
Ooh!

Nabil :
‘Cause your sex takes me to paradise
Yeah, your sex takes me to paradise
And it shows, yeah, yeah, yeah

Farish :
‘Cause you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long

Nabil :
Yeah, you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long

Farish + Nabil :
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!
Oh, yeah, yeah,
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!

Nabil :
You bring me to my knees, you make me testify
You can make a sinner change his ways
Open up your gates ’cause I can’t wait to see the light
And right there is where I wanna stay

Farish :
‘Cause your sex takes me to paradise
Yeah, your sex takes me to paradise
And it shows, yeah, yeah, yeah

Farish :
Oh, oh, oh, oh, yeah, yeah, yeah
Can’t I just stay here?
Spend the rest of my days here?

Farish + Nabil :
‘Cause you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long
Yeah, you make me feel like I’ve been locked out of heaven
For too long, for too long

Nabil + Farish
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!
Oh, yeah, yeah,
Oh, yeah, yeah, yeah, yeah,
Ooh!

Sebuah closing yang manis dari mereka. Ya saat mereka tahu mereka sudah menjadi pusat perhatian, mereka semakin semangat bermain.

“Terima kasih,” ujar Farish sambil membungkuk.

“Ka.kak, ini UKM apa?” tanya seorang Maba menghampiri mereka.

Keynal yang melihat itu langsung gercep, ia mengambil pamflet yang sudah ia desain sebelumnya.

“Ini, jangan lupa untuk join,” ujar Keynal memberikan pamflet itu.

“The Red Camisa,” gumam mahasiswa baru itu.

Keynal mengangguk.

“Kami adalah gabungan dari beberapa jurusan,” ujar Keynal.

“Membentuk suatu kumpulan mahasiswa multitalented,” tambah Boby.

“Yang mau out of the box,” sambung Maul.

“Menyampingkan ego, dan mengeksplor kreatifitas,” Nobi tersenyum.

“Yang nggak cuma diem nurutin apa kata dosen,” Nabil bersuara.

“Yang mau mengukir kenangan indah di kampus tercinta,” jawab Farish sambil membetulkan topinya.

“Cuma sedikit yang bisa masuk, karena,” Nino menggantung kalimatnya.

“Kami mau yang terbaik di anggota kami,” sambung Mario.

Beberapa Maba yang tadi hanya memperhatikan mulai terkagum dengan mereka berdelapan. Mereka mulai berebut mengambil pamflet yang dipegang Keynal.

“Yak, satu-satu, semua kebagian kok,” ujar Keynal.

“Hahaha, mampus lo Key,” ujar Boby tertawa senang saat Keynal mulai kerepotan.

“Kak, apa ini khusus cowo aja?” tanya maba perempuan.

“Hmm, sayangnya iya, tapi kalo kamu mau, kamu bisa jadi pacar salah satu diantara kami,” ujar Nobi.

Pipi mahasiswi itu langsung bersemu ditembak seperti itu.

Di sudut lain, tidak jauh dari situ.

“Liat deh, cowo-cowo bego yang mau Join ke grup mereka,” ujar seorang perempuan yang memakai badge huruf M pada kemejanya.

“Iya apa bagusnya coba!? Mereka cuma cowo-cowo yang nggak tau diri dan cuma ngejual tampang mereka,” ujar temannya.

“Tapi dia bisa nyanyi,” jawab salah seorang lagi.

“Iya, bisa main alat musik juga,” sambung temannya.

“Aargh! Kalian di pihak siapa sih?” ujar perempuan cantik-yang mengenakan badge M- tadi.

Mereka langsung tutup mulut.

“Kita lihat aja, siapa yang akan menang kali ini!” ujarnya.

“Iya kan girls?” tanyanya kepada anggotanya.

“Yes, Mam!” ujar mereka kompak.

“Ngg.. Kak, ini UKM apa ya?” tanya seorang perempuan menghampiri mereka.

“Ah, selamat datang, kami adalah…”

-TBC-

 

-Falah Azhari-

Iklan

15 tanggapan untuk “Roulette Love, Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s