Vepanda part 5

“WHOOAAA!!!” teriak Rezza kaget sambil menoleh ke arah Sinka.

Sinka menutupi pahanya dengan tas.

“What the fff…,” Rezza menggantung ucapannya karena ia melihat Melody menatapnya dengan tajam dari kaca.

“Fffiisshhh…,” lanjut Rezza dengan senyum terpaksa.

“Sejak kapan lu disini?” tanya Rezza pada Sinka.

Sinka hanya menatap Rezza tajam tanpa menjawab pertanyaannya.

“Pegang lagi dong,” ucap Sinka tersenyum manja.

“WHAT?!!” tanya Rezza kaget.

Oke itu udah mulai ngawur, kembali ke cerita.

Sinka hanya menatap Rezza tajam tanpa menjawab pertanyaannya.

“Lu bud…,” belum selesai Rezza bicara, Sinka sudah menamparnya dengan keras.

PLAKK!!

“Apa-apaan sih lu?!” tanya Rezza kesal sambil memegang pipinya.

“Kamu itu yang apa-apaan! Pegang-pegang paha aku segala!” jawab Sinka juga kesal.

“Suruh siapa lu duduk di situ! Itu kan tempat ukulele gue!” ucap Rezza marah.

“Duuhhhh… berisik banget sih kalian! Ada apa sih?!” tanya Melody marah.

Sinka dan Rezza tidak ada yang menjawab pertanyaan Melody, mereka berdua hanya menunduk terdiam.

Melody pun menepikan mobilnya.

“Ada apa sih ribut-ribut?” tanya Melody menoleh ke belakang.

“Ini kak, tadi Rezza pegang-pegang paha aku,” jawab Sinka menunjuk Rezza.

“Ya suruh siapa dia duduk disitu!” ucap Rezza nyolot.

“Udah za, kamu gausah marah-marah gitu sama Sinka,” ucap Melody.

“Dia udah nampar aku kak,” ucap Rezza membela dirinya.

“Kamu duluan yang mulai,” ucap Sinka.

“Udah-udah gausah ribut lagi, sekarang kamu pindah depan aja ya sin,” suruh Melody.

“Iya kak,” jawab Sinka.

“Pindah sono lu!” ucap Rezza kesal.

“Ihh… apaan sih, dasar mesum!” ucap Sinka kesal lalu menjulurkan lidahnya.

Rezza terlihat sangat kesal dengan Sinka.

Setelah Sinka pindah ke kursi depan, Melody melanjutkan perjalanan.

Selama perjalanan, Sinka dan Rezza saling diam dan membuang muka. Hanya Melody yang berbicara kepada mereka berdua satu-persatu.

Tak lama kemudian, mereka sampai disebuah mall yang cukup besar. Melody menyuruh Rezza dan Sinka untuk turun di pintu utama mall saja. Setelah mereka berdua turun dari mobil, Melody melaju ke parkiran untuk memarkir mobilnya.

Sinka dan Rezza hanya berdiri saling membelakangi di pintu utama mall, mereka tidak berbicara satu sama lain. Orang-orang yang ada di mall heran dengan mereka berdua.

Karena merasa menjadi pusat perhatian, Rezza memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Rezza berjalan menuju eskalator dan naik ke lantai dua. Sinka mengikuti Rezza dibelakangnya karena ia bingung mau kemana. Setelah berkeliling cukup lama di lantai dua, Rezza berhenti. Karena Sinka berjalan menunduk, ia tidak tau jika Rezza berhenti sehingga ia menabraknya.

“Ngapain sih lu ngikutin gue?!” bentak Rezza.

“Siapa juga yang ngikutin kamu!” ucap Sinka memalingkan wajahnya.

Rezza menghela nafas lalu duduk dilantai. Sedangkan Sinka berdiri disamping Rezza membelakanginya. Cukup lama mereka berada dalam posisi seperti itu. Orang-orang yang melewati mereka heran dengan tingkah mereka.

Tiba-tiba Rezza menarik tangan Sinka hingga Sinka terduduk di sebelahnya.

“Apaan sih?!” tanya Sinka kesal.

“Udah diem, gue tau lu pasti capek berdiri terus dari tadi,” jawab Rezza.

Keheningan pun kembali terjadi di antara mereka.

“Disini ternyata kalian,” ucap Melody menghampiri mereka.

Rezza dan Sinka yang mendengar suara Melody langsung berdiri.

“Kakak cariin dari tadi ternyata malah disini,” ucap Melody.

Sinka dan Rezza menghela nafas bersamaan, mereka berdua tampak begitu kelelahan.

“Yaudah makan yuk,” ajak Melody sambil menggandeng tangan Sinka dan Rezza.

Sinka dan Rezza hanya berjalan pasrah digandeng Melody.

Beberapa saat kemudian mereka bertiga sampai disebuah food court masakan Jepang. Mereka pun masuk dan memesan makanan. Saat makan, Rezza dan Sinka hanya diam. Mereka berdua hanya memakan makanan mereka dengan wajah yang tidak bersemangat. Melody yang melihat keadaan mereka berdua jadi heran.

“Kalian kenapa sih? Dari tadi diem aja,” tanya Melody.

“Gapapa,” jawab Rezza lemas.

“Iya, gapapa,” ucap Sinka tak kalah lemas.

Dan mereka berdua pun akhirnya beradu siapa yang lebih lemas :v.

Setelah mereka bertiga selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore.

Selama perjalanan pulang, Sinka dan Rezza yang duduk dibelakang tertidur pulas dengan posisi saling bersandar. Melody bingung karena ia tidak tau dimana rumah Sinka, namun ia juga tidak tega ingin membangunkan Sinka dari tidurnya. Akhirnya ia memutuskan untuk membawa Sinka dan juga Rezza pulang ke rumahnya,

Sesampainya dirumah, Sinka dan Rezza masih tertidur.

“Kasian mereka, pasti capek banget,” ucap Melody menoleh ke arah mereka berdua.

Melody pun menghela nafas panjang dan keluar dari mobilnya. Ia menyuruh pembantunya untuk membawa Sinka dan Rezza ke kamar.

-di rumah Sinka-

“Sinka kemana sih kok belom pulang-pulang juga,” ucap Naomi khawatir.

Di rumah Naomi sedang tidak ada orang karena mamanya Naomi sedang ada acara dirumah tantenya.

“Di telfon juga nggak diangkat-angkat lagi,” ucap Naomi semakin khawatir sambil memegang erat-erat smartphone-nya.

Beberapa saat kemudian smartphone Naomi berdering.

“Hallo…,” ucap seseorang yang menelfon Naomi.

“Iya?” ucap Naomi.

“Ini Naomi kakaknya Sinka?”

“Iya, ada apa ya?”

“Jadi gini, tadi Sinka ketiduran dimobil, karna aku gatau rumahnya jadi aku bawa pulang ke rumah aku aja,”

“Ini siapa ya?”

“Oiya lupa, aku Melody kakak kelasnya Sinka,”

“Melody?”

“Iya aku Melody,”

“Melody Nurramadhani Laksani?”

“Eh? kok kamu tau nama aku?”

“Ini aku Shinta Naomi, kamu nggak inget sama aku?”

“Enggak hehe…,”

“Ya ampun, kita dulu pas SMP satu kelas terus loh, masa nggak inget sih,”

“Oh… Naomi yang jutek itu, aku inget sekarang, apa kabar?”

“Ihhh… kenapa juteknya sih yang di inget,”

“Haha… yang penting inget kan,”

“Oiya sekarang Sinka masih tidur?”

“Iya tuh masih tidur di kamar aku,”

“Yaudah deh kalo gitu, sekarang aku bisa lebih tenang,”

“Yaudah aku matiin dulu ya telfonnya, aku mau mandi dulu, ntar aku telfon lagi,” ucap Melody.

“Iya…,” ucap Naomi.

Kemudian Melody menutup telfonnya dan pergi ke kamar mandi.

-di kosan Ve-

“Kok Rezza belom ngabarin aku juga ya sampe sekarang? Apa jangan-jangan dia lupa sama aku?” ucap Ve dalam hati.

“Di BBM nggak dibales, telfon juga gabisa,” ucap Ve memerhatikan smartphone-nya.

“Kak Ve…, cari makan yuk,” teriak seorang cewek dari luar kamar Ve.

“Iya, bentar,” ucap Ve berteriak.

Beberapa saat kemudian Ve keluar dari kamarnnya.

“Eh? kamu shan, mau cari makan dimana?” tanya Ve pada cewek tadi yang bernama Shania.

“Ke nasi goreng biasa aja lah,” jawab Shania.

“Pake motor kamu dulu ya, motor aku lagi nggak ada bensin,” ucap Ve.

“Yaudah kak Ve tunggu diluar aja dulu, aku mau ngambil kuncinya,”

Setelah membeli nasi goreng dan kembali ke kosan, mereka memakan nasi goreng mereka di ruang tamu sambill menonton TV.

Saat makan Ve sering kali melirik ke smartphone-nya, ia berharap ada kabar dari Rezza.

“Kak Ve lagi nungguin siapa sih? Dari tadi liatin hp mulu,” tanya Shania sambil meletakkan piring karena nasi gorengnya sudah habis.

“Dari Rezza, dari tadi dia belom ngasih kabar ke aku,” jawab Ve juga ikut meletakkan piring karena nasi gorengnya juga sudah habis.

“Emang dia kemana?”

“Tadi pulang sekolah sih ke mall sama kakaknya, tapi masa iya sih dia belom pulang juga sampe sekarang,”

“Kak Ve coba telfon kakaknya aja,”

“Bener juga kamu shan,”

Kemudian Ve mengambil smartphone-nya dan menelfon Melody.

“Hallo…,” ucap Ve.

“Iya, ada apa Ve?” tanya Melody.

“Rezza kemana ya mel? Kok dari tadi dia belom ngasih kabar ke aku,”

“Ohh… dia masih tidur,”

“Hah? Masih tidur?”

“Iya kayaknya dia kecapekan soalnya dari jalan pulang dia udah tidur,”

“Oh… yaudah, jangan kasih tau dia ya kalo aku telfon,”

“Iya… siap,” ucap Melody lalu menutup telfonnya.

-di rumah Najong-

Tuut… tuut… tuut…

“Ayo dong angkat!” ucap Najong dalam hati.

“Hallo…?” ucap seseorang yang ditelfon Najong.

“Hallo yup, kamu lagi sibuk nggak?” tanya Najong pada orang itu yang ternyata adalah Yupi.

“Enggak sih, ada apa?” tanya Yupi.

“Temenin aku nonton yuk,”

“Sekarang?”

“Iya sekarang, bisa nggak?”

“Mmmm… bentar ya aku tanya mama dulu,” ucap Yupi meletakkan smartphone-nya lalu pergi mencari mamanya.

“Boleh boleh boleh boleh….,” ucap Najong dalam hati.

Beberapa saat kemudian Yupi kembali mengangkat smartphone-nya.

“Yaudah yuk, tapi jangan malem-malem pulangnya,” ucap Yupi.

“Kamu siap-siap dulu, sekarang aku berangkat ke rmah kamu,” ucap Najong.

“Iya…,” ucap Yupi.

“YEESSS!!!” teriak Najong setelah menutup telfonnya.

“Apaan sih kak teriak-teriak?!” ucap adik Najong yang sedang menonton TV.

Najong tidak menjawab pertanyaan adiknya, ia malah berlari ke arah adiknya itu dan mencium pipinya.

“Ihhh… apa-apaan sih kak!” ucap adiknya kesal sambil mengusap pipinya.

Najong kembali menghiraukan adiknya dan berlari ke kamarnya.

Beberapa saat kemudian Najong keluar dari kamarnya dengan pakaian yang sangat rapi.

“Kakak mau kemana?” tanya adiknya.

“Nonton bentar,” jawab Najong.

“Viny ikut dong,” ucap adiknya yang bernama Viny itu sambil berdiri dari sofa.

“Nggak boleh! Kamu dirumah aja, jagain rumah,” ucap Najong lalu pergi ke garasi.

“Huuhhh! Dasar pelit!” ucap Viny kesal.

Najong pun mengeluarkan mobilnya dan berangkat menuju rumah Yupi.

Saat sampai di rumah Yupi, Najong melihat Yupi sudah menunggunya di depan pintu. Najong hanya memerhatikan Yupi dari mulai ia jalan ke mobilnya sampai ia masuk ke dalam mobil.

“Kamu kenapa ngeliatin aku kaya gitu?” tanya Yupi sambil menutup pintu mobil.

“Eng… enggak, kamu cantik banget malem ini,” jawab Najong tersenyum.

“Makasih…,” ucap Yupi tersenyum.

Kemudian mereka berdua pergi ke sebuah mall yang letaknya tidak jauh dari rumah Yupi.

“Kita mau nonton film apa?” tanya Yupi saat mereka berjalan masuk ke dalam mall.

“Deadpool hehe…,” jawab Najong cengengesan.

“Yaelah kirain nonton film apaan,”  ucap Yupi.

“Kenapa? Kamu nggak suka?” tanya Najong.

“Gapapa kok,” jawab Yupi tersenyum.

Mereka berjalan masuk ke dalam sebuah bioskop setelah membeli cemilan dan minuman.

Setelah film selesai, Najong mengajak Yupi untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang. Yupi tidak bisa menolak ajakan Najong karena perutnya juga sudah cukup lapar. Mereka berdua berkeliling mencari food court yang agak sepi. Setelah menemukan food court yang lumayan sepi, mereka masuk ke dalamnya.

“Kamu mau makan apa?” tanya Najong.

“Ini sama ini aja deh,” jawab Yupi sambil menunjuk satu gambar makanan dan minuman yang ada di menu.

Pelayan pun mencatat pesanan Najong dan Yupi lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Keheningan terjadi di antara mereka berdua.

Najong menghela nafas panjang dan membuka pembicaraan.

“Yup…,” ucap Najong.

“Iya?” tanya Yupi.

“Mmmm…, gimana ya ngomongnya?”

“Udah ngomong aja gapapa,”

Jantung Najong berdetak sangat kencang seperti genderang mau perang :v.

“Jadi sebenernya gini…,” ucap Najong menggantung.

“Gini apa?” tanya Yupi penasaran.

Najong terdiam cukup lama.

“Apaan?” tanya Yupi.

“Ciee… nungguin ya? Hahaha….,” ucap Najong tertawa.

“Ihhh… tuh kan, nggak lucu tau!” ucap Yupi kesal lalu memalingkan wajahnya.

“Hahaha…, yaudah sekarang serius,” ucap Najong.

“Bodo!” ucap Yupi kesal.

Najong menghela nafas. Namun saat ia berbicara, ada segerombolan cewek yang datang di bilik sebelahnya dengan berisik.

“Aku suka sama kamu,” ucap Najong mendekatkan wajahnya pada Yupi.

*to be continue*

Author : Luki Himawan

Iklan

2 tanggapan untuk “Vepanda part 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s