Oh Senyummu part 3

“Wooyyyy… vangsat!” Teriak seseorang.

Luki pun menoleh ke arah suara itu. Ia melihat ada seorang cowok berlari ke arahnya, cowok itu semakin dekat namun Luki hanya berdiri melihat cowok itu berlari ke arahnya. Setelah cukup dekat Luki baru mengenali cowok itu, namanya Ardi dam dia adalah musuh Luki. Karena mengetahui Ardi yang berlari ke arahnya, Luki berniat untuk menghindar. Namun, belum sempat ia balik badan, Ardi sudah memukul Luki dengan kerasnya sampai Luki tersungkur lumayan jauh.

 

Flashback on

 

Satu minggu yang lalu Luki di undang ke sebuah acara festival music oleh seorang temannya. Luki dikenal sebagai penyanyi Rap/Hip-hop yang cukup jago, oleh karena itu ia diundang untuk mengisi acara festival music yang digelar di kota T. Luki berangkat ke acara music itu bersama Sinka dan adiknya. Saat Luki selesai tampil di atas panggung, ia melihat beberapa teman cowok satu sekolahnya sedang mengganggu Sinka dan adiknya. Luki tidak marah melihat Sinka dan adiknya diganggu oleh mereka, ia hanya menegur mereka agar tidak mengganggu Sinka dan adiknya. “Emang lo siapanya mereka hah?” Bentak salah satu cowok.

“Kalian bukannya anak kelas X-8 ya?” Tanya Luki.

“Iya, kenapa? Ada masalah sama anak X-8?” Bentak pemimpin gerombolan itu sambil berjalan mendekati Luki.

“Bukanya kalian yang cari masalah sama gue?” Ucap Luki sambil menarik Sinka dan adiknya keluar dari gerombolan para cowok itu.

“Udah, hajar aja ar!” Teriak salah satu cowok.

Belum sempat cowok yang bernama Ardi itu memukul Luki, dua orang security berbadan besar sudah keluar dan berdiri dibelakang Luki. Karena melihat kedua security berbadan besar itu, Ardi mengurungkan niatnya untuk menghajar Luki. “Awas lo, besok kita selesaiin disekolahan!” Ucap Ardi sebelum pergi.

“Iya gue tunggu pukulan lo” Ucap Luki dengan nada mengejek.

 

Flashback off

 

“Fak, ngapain sih lo?” Tanya Luki berdiri dan membersihkan darah yang keluar dari mulutnya.

“Lo nggak inget gue?” Ucap Ardi.

“Ngapain juga gue inget-inget lo kamvret” Ucap Luki pergi meninggalkan Ardi.

“Backstage, music festival kota T, Sinka!” Teriak Ardi.

Mendengar perkataan Ardi tadi, Luki pun berbalik badan dan berlari ke arah Ardi. Karena tau Luki akan menyerangnya, Ardi pun bersiap-siap. Ardi mengira Luki akan memukulnya dengan tangan kanan sehingga ia sedikit mengangkat tangan kirinya ke atas bersiap untuk menangkis pukulan Luki. “Goblok lo!” Teriak Luki saat dia sudah dekat dengan Ardi.

BUUUKKKK…

Tendangan kaki kanan Luki mengenai perut bagian kiri Ardi. Ardi tersungkur tidak begitu jauh namun ia langsung tak sadarkan diri.

Drrrttt… drrrttt…

Luki pun mengambil hp yang ada disakunya dan melihat sebuah pesan yang dikirim Shania.

“Lo masuk kelas Bahasa, cepetan masuk mumpung gurunya belom ada” Isi pesan yang dikirim Shania.

“Iya ini gue lagi jalan ke kelas” Balas Luki.

Setelah memasukkan hpnya kembali, Luki berjalan ke toilet membersihkan wajahnya dari darah dan pergi ke kelas.

 

~oOo~

 

“Dek coba sekarang kamu perkenalan” Ucap seorang pembimbing yang bernama Celin.

“Iya kak” Jawab seorang cewek.

Kemudian cewek itu maju ke depan dan mulai memperkenalkan dirinya. “Hai teman-teman, nama aku Nabilah Ratna Ayu Azalia, kalian bisa panggil aku Nabilah, hobby aku nyanyi dan cita-cita aku jadi seorang penyanyi yang terkenal” Ucap Nabilah.

“Karena kamu hobby nyanyi, coba sekarang kamu nyanyi” Ucap pembimbing satunya lagi yang bernama Lidya.

“Tapi kak aku Cuma bisa nyanyi Rap” Ucap Nabilah.

“Haah? Rap?” Tanya Lidya kaget.

“Iya kak” Jawab Nabilah.

“Nggak nyangka ternyata cewek cantik kaya kamu nyanyinya Rap” Ucap Celin.

“Yaudah gapapa kamu nyanyi aja apa yang kamu bisa” Tambah Celin.

Akhirnya Nabilah pun menyanyikan lagu Mockingbird dari Eminem. Nabilah menghela nafas panjang dan mulai menyanyi, semua orang yang ada dikelas itu kagum dengan suara Nabilah dan keahliannya dalam nge-Rap. Setelah selesai menyanyi, semua orang dikelas itu langsung memberikan tepuk tangan kepada Nabilah. “Suara kamu bagus banget” Ucap Lidya.

“Makasih kak” Ucap Nabilah tersenyum.

“Kamu kenapa bisa suka Rap?” Tanya Lidya.

“Aku juga nggak tau kenapa aku suka nyanyi Rap, mungkin gara-gara kakak aku penyanyi Rap jadi aku ketularan suka Rap” Ucap Nabilah.

“Emang siapa kakak kamu?” Tanya Lidya.

“Luki kak, dia sekolah disini juga, sekarang kelas 11” Jawab Nabilah.

“Pantesan kamu pinter banget nge-Rapnya, ternyata kamu adiknya Luki” Ucap Celin.

“Iyaa… makasih kak” Ucap Nabilah.

“Yaudah sekarang kamu duduk lagi” Ucap Celin.

“Sekarang giliran kamu belakangnya Nabilah maju ke depan” Ucap Lidya.

“Iya kak” Jawab seorang cewek.

Setelah sampai didepan kelas, cewek itu mulai memperkenalkan dirinya. “Hai teman-teman, kenalin nama aku Cindy Yuvia, kalian bisa panggil aku Yupi, Hobby aku gambar dan cita-cita aku pengen jadi peLukis” Ucap Yupi.

“Wah gambar, mau dites apa nggak nih?” Tanya Celin pada Lidya.

“Nggak usah lah, gambar kan lama tolol” Jawab Lidya.

“Yaudah kamu langsung duduk lagi aja” Ucap Celin.

“Iya kak” Ucap Yupi.

 

~oOo~

 

“Eh sin, lu abis nangis?” Tanya seorang cewek yang duduk disebelah Sinka.

“Hah? Nangis? enggak kok” Jawab Sinka.

“Udah, gausah bohong deh sama gue, gue kan Ikha si Anti Bohong” Ucap cewek yang bernama Ikha dengan PDnya.

“Alah…, anti bohong apanya coba, dulu waktu lu dibohongin sama luki sama najong sampe abis-abisan itu apa coba?” Tanya Sinka.

“Ehh… itu karena gue lagi baik jadi ngebolehin mereka buat bohogin aku” Jawab Ikha mengelak.

“Alasan -,-“ Ucap Sinka.

“Udah ah gausah bahas itu lagi, itu kan aib” Ucap Ikha merengek.

“Aib? Lu tuh aib -,-“ Ucap Sinka.

“IKHA… SINKA…!!” Teriak seorang guru.

“Ehh.. iya bu?” Ucap Sinka kaget.

“Kalian dari tadi ibu liatin ngobrol terus, kalian mau saya hukum dihari pertama masuk sekolah?” Ucap guru itu marah.

“Eng.. enggak bu, jangan hukum kita bu” Ucap Sinka memohon.

“Iya bu jangan hukum kita, kita minta maaf deh kalo dari tadi ngobrol terus, kita janji nggak bakalan ngulangin lagi” Ucap Lidya.

“Yaudah kali ini ibu maafin, tapi lain kali nggak bakalan ibu maafin!” Ancam guru itu.

“Kenapa sih wali kelas kita harus dia?” Tanya Sinka berbisik kepada Lidya.

“Ya nggak tau lah, emang gue  pengurus sekolah tau soal begituan?” Jawab Lidya.

“Btw, tuh guru siapa namanya? Gue lupa” Tanya Sinka.

“Bu Rina” Jawab Lidya singkat.

“SINKA…!!!” Teriak Bu Rina.

“Ehh… iya.. bu, ini saya merhatiin kok” Ucap Sinka kaget.

 

~oOo~

 

“Luk bibir kamu kenapa?” Tanya seorang cewek yang duduk disebelah Luki.

“Gapapa kok” Jawab Luki tersenyum.

“Yakin gapapa? Kok memar gitu kalo gapapa” Ucap cewek itu.

“Lu kok perhatian banget sih sama gue, apa jangan-jangan lu naksir ya sama gue? Hahaha” Ucap Luki tertawa.

*to be continue*

-Luki Himawan-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s