Lost and Back, Part64

wpid-wp-1440503288877.jpeg

JDUMMM

BRUAGKKKK

“Huh..??!!”

Makhluk-makhluk itu terpental sangat jauh.

“Kita harus cepat pergi.”ucap Minato.

Lalu ia segera berlari sambil terus menggendong Yona.

“M-minato….”gumam Yona.

Ia mendekap erat Minato sambil menangis di punggungnya.

“Yona..aku akan melindungimu.”batin Minato.

~o0o~

“Mmmm..Naomi,apa terjadi sesuatu?”tanya Hanna.

“Eh..?K-kenapa kau menanyakan itu?”Naomi balik bertanya.

“Jawab saja.”

“Mmmm..tidak..tidak ada apa-apa.”ucap Naomi seraya menoleh.

“Benarkah?Hmmm…sayangnya,kau tidak pandai berbohong.”

“Eh..??”Naomi terkejut.

“Hahaa..tidak apa kalau kau tidak mau bercerita.Hanya saja,lain kali lebih baik kau jujur.Raut wajah dan cara bicaramu itu menunjukkan benar tidaknya ucapanmu.”ucap Hanna.

Naomi kembali menghadap ke depan.

“Emhh..bukankah itu….”Hanna melihat ke bawah.

Naomi ikut menengok.

“Itu Lidya dan yang lainnya.”ucapnya.

Ia pun turun ke bawah.

TAP

“S-shinta..m-maksudku,Putri Naomi??”ucap Ryu.

“Panggil Naomi saja.”ucap Naomi.

“Eh..Hanna?Ada apa denganmu?”tanya Lidya.

“Hanya masalah kecil.Kakiku terkilir.”jawab Hanna.

“Oh.”

“Ohiya,kau pasti tau tentang makhluk-makhluk itu kan?”tanya Hiro.

“Iya.”ucap Naomi.

“Siapa dan darimana mereka berasal?”

“Mereka semua adalah orang-orang mati yang dibangkitkan.”

“Huhh??”Ryu terkejut.

“Sepertinya,mereka dibangkitkan untuk dijadikan pasukan.”ucap Hanna.

“Mungkin saja begitu.”ucap Naomi.

Nampak Ryu terdiam sambil menunduk.

“Hey..kenapa kau?”tanya Hiro sambil menepuk bahu Ryu.

“Eh..tidak apa-apa.”

“Oh iya.Kalian mau kemana?”tanya Naomi.

“Entahlah,kami sendiri juga bingung.”ucap Viny.

“Makhluk-makhluk itu bisa muncul kapan saja.”ucap Lidya.

“Sebenarnya,sekarang ini kalian sudah aman.”ucap Naomi.

“Eh..?Bagaimana bisa?”tanya Lidya.

“Tunggu dulu.”ucap Ryu.

FLASHBACK ON

“Bagaimana?”tanya Ryu.

“Sial.Sepertinya motorku kehabisan bahan bakar.”jawab Hiro.

“GRRRRR….”

Tiba-tiba makhluk-makhluk itu datang lagi.

“Sial,ayo pergi!”ajak Hiro sambil menarik Ryu.

“Bagaimana dengan motormu?”tanya Ryu.

“Sudah biarkan saja.”

Mereka berdua langsung berlari.

WUSSSHH

FLASHBACK OFF

“Ah..aku ingat.Hiro,tadi kita seperti menerobos dinding yang terlihat sedikit transparan.Iya,kan?”tanya Ryu.

Hiro mengangguk.

“Lalu,saat makhluk-makhluk itu mencoba masuk,mereka seperti terbakar.”

“Kau benar.Sekarang ini,kita semua berada di dalam kubah raksasa.Itulah yang membuat makhluk-makhluk itu tidak muncul.Mereka tidak bisa menembus kubah ini.”ucap Naomi.

“Begitu ya?”

“Oh iya,mau kemana kalian?”tanya Naomi.

“Entahlah.Kami juga bingung.”jawab Lidya.

“Bagaimana kalau kalian ikut ke rumahku saja?”

“Hmmm..ide bagus.”ucap Viny.

“Ya,daripada kita terus berjalan tak tentu arah.”tambah Lidya.

“Baiklah,ayo.”ajak Naomi.

“Tunggu!”ucap Ryu.

Naomi menoleh.

“Biar aku yang menggendongnya.”

“Eh??”

“Ayo.”ucap Ryu.

“Tapi,aku masih kuat.”ucap Naomi.

“Sudahlah,lagipula dia laki-laki.Biarkan saja.”ucap Lidya.

“Yaaa…dia benar.”ucap Hanna turun dan naik ke punggung Ryu.

“Baiklah,ayo!!”

~o0o~

“Perhatian kepada seluruh penumpang.Pesawat akan segera mendarat.”

Salah seorang penumpang perempuan berkacamata menatap arlojinya.

“Sudah sampai ya?”

Lalu ia melepas kacamatanya dan meletakkan buku yang dibawanya.

“Hmmm..sedang apa dia sekarang?”pikirnya.

Beberapa saat kemudian pesawat benar-benar mendarat.Pintu terbuka dan seluruh penumpang keluar dengan tertibnya.

“Hufffff…sepertinya baru 1 minggu aku pergi,rasanya aku sangat merind….”

BLARRRRR

Tiba-tiba terjadi ledakan di landasan pesawat.

“Ehh..??!!”

Tentu saja semua penumpang panik termasuk wanita itu.

“Apa yang terjadi?”pikirnya.

Asap mengepul menutupi pandangan.

SRETTT

“Huhh..??!!”

Seperti ada yang mencengkeram bajunya dari belakang.

WUSSSSHH

“Aaaaaaa…!!!”

~o0o~

“Emhh….”

Tiba-tiba Hiro berhenti.

“Ada apa?”tanya Ryu.

Hiro menoleh ke belakang dan menatap langit.

“Hmmm…tidak ada.Ayo.”

~o0o~

Ikha terdiam menatap ke luar jendela kamarnya.Yuvia menunduk sambil memainkan jari-jarinya.Dan Yuuto merebahkan kepalanya di tepian kasur.

“Arhhh…ini sudah terlalu lama.”

Yuuto bangun dan bergegas pergi.

“Hey….”

Yuvia ikut keluar.

“Kau mau kemana?”

“Aku akan menyusul Naomi.”

Begitu Yuuto membuka pintu,

“Yuuto….”

“Eh..Tuan Putri?Kalian?”

Rupanya Naomi dan yang lainnya sudah sampai lebih dulu.

“Hmmm..ayo masuk.”

Lalu Naomi dan yang lainnya masuk.

“Emm..Ada Yuvia juga?”ucap Hanna.

“I-iya.”ucap Yuvia.

“Ryu,tolong bawa Hanna ke kamar.Akan kutunjukkan.”ucap Naomi.

“Tidak,jangan bawa aku ke kamar.Turunkan saja aku ke sofa.”pinta Hanna.

“Baiklah.”

Ryu menuruti kata Hanna.Lalu Naomi pergi.

“Hmmm..ada apa?”batin Yuuto sambil menatap Naomi.

“Yuuto,Naomi bilang kau bisa menyembuhkan kaki Hanna.”ucap Lidya.

“Coba kulihat.”

~o0o~

“Ahh..Kau sudah kembali.”ucap Ikha.

“Iya.”

Naomi mendekat ke jendela kamar Ikha.

“Tuan Putri,apa ada masalah?”

“Mmm….”

FLASHBACK ON

“Kau tidak pandai berbohong..”

“Lain kali sebaiknya kau jujur saja.Raut wajahmu itu menunjukkan benar tidaknya ucapanmu..”

FLASHBACK OFF

Naomi teringat perkataan Hanna.

“Iya.Tapi aku tidak ingin menceritakannya. ”

“Hmmm..begitu ya.”

Lalu Naomi keluar dari kamar Ikha.

~o0o~

“Ya..ayo!ayo!!!”ucap Mirai.

“Arghhh..aku tidak bisa.”ucap Rona.

Tiit
Tiit
Tiiiiiiiit

GAME OVER

“Yaaah…aku kalah lagi.”ucap Rona.

“Hahahaa..sini aku ajari.”ucap Mirai.

Lalu ia mengambil game dari Rona.

“Lihat ini.”

Acha melihat mereka berdua begitu akrab.Ia pun tersenyum.

“Apa Kakak,menyukai Ayen?”tanyanya.

“Emhh..??”

Mirai dan Ayen sama-sama terkejut.

“K-kenapa kau menanyakan hal itu?”tanya Mirai.

“Sebenarnya,aku hanya menebak.Kelihatan saja dari sikapmu.”

Sementara Ayen hanya terdiam.

GAME OVER

“Aku ingin masuk.”ucap Mirai.

“T-tunggu,Mirai.”ucap Ayen.

“Sudah biarkan.”ucap Acha.

Ayen pun kembali duduk.

“Kuberitahu satu hal.”

“Apa?”tanya Ayen.

“Kalau Kak Mirai diam lalu pergi,itu artinya ‘IYA’.”

“Eh??”

Mendadak wajah Ayen memerah.

“Hahaa..Sepertinya kau juga.”ucap Acha.

“Eh..itu….”

Ayen kembali terdiam sesaat.

“Oh iya,aku juga punya sesuatu yang ingin kuberitahukan padamu.”ucap Ayen.

“Apa?”

“Sebenarnya namaku bukan Ayen. Namaku Graymon Rona.Panggil saja aku Rona.”

“B-benarkah?”

Rona mengangguk.

~o0o~

“Arghhh….”

“Sudah.Hanya saja efeknya tidak seketika.Tunggu beberapa saat sampai rasa sakitnya hilang.”ucap Yuuto.

“Huffftt..terima kasih.”ucap Hanna.

“Aku pergi dulu.”ucap Yuuto.

Kemudian ia pergi ke kamar Ikha.Dan ternyata Ikha sudah tidur.

“Hmm..kemana Tuan Putri?”pikir Yuuto.

Lalu ia keluar lagi.

“Hey,mau kemana kau?”tanya Hanna.

“Aku keluar dulu.Kalau kalian lapar,ada banyak makanan di dalam lemari pendingin.”

Lalu Yuuto keluar.

WUSSSSHH

“Kemana dia?”

Yuuto melesat ke udara.

“Hmmm…pasti ke tempat itu.”

* to be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s