Romansa Di Kota Itu, Part14

Dendhi menuju ke Ruang OSIS bersama dengan Viny, Sando, Lidya, di perjalanan Dendhi tertabrak oleh Gio

“heh, gak punya mata ya” bentak Gio

“Udahlah, mereka kan anak OSIS, anak Jagoan” kata Jordan

“heh, lu jangan mulai lagi ya” bentak Lidya

“uuuu… takut. Takut” ejek Gio, lalu teman-teman nya tertawa,

“udah Lid, kita mending ke ruang OSIS aja” ajak Viny sambil menarik tangan Lidya. Dendhi dan Sando mulai menjauh dari Gio

“Untung ya pas adikmu mindah petunjuk pas penjelajahan nggak ketahuan” celetuk Jordan

Mendengar itu, Dendhi langsung emosi, dia berjalan mendekati mereka

“Heh, jadi adikmu yang mindah petunjuk pas penjelajahan malam ?” tanya Dendhi, namun tidak ada jawaban dari lawan bicaranya

“heh, jawab” bentak Dendhi, bentakan dari Dendhi ini lumayan keras, saking kerasnya, siswa-siswi yang tak jauh dari mereka langsung menghentikan aktivitasnya, Gio hanya tersenyum sinis.

“Den, ayo pergi ke ruang OSIS, kita udah di tungguin sama temen-temen yang lain” bisik Viny pelan.

Dendhi menoleh ke Viny dengan tatapan tajam, Viny yang awalnya biasa saja, mulai ketakutan ketika melihat tatapan mata Dendhi. Dendhi lalu mengikuti Viny ke ruang OSIS.

“Mana sih Dendhi?” tanya Dhike

“Tumben banget ya pak Jendral telat” kata Kinal menimpali

Tak lama kemudian Dendhi, Viny, Sando, dan Lidya menampakkan batang hidung nya

“yang baru aja diomongin udah dateng gaisss” kata Kinal pelan

Dendhi langsung duduk di kursi yang masih tersedia. Tak lama kemudian, Pak Rion masuk ke dalam ruang OSIS dan menutup pintu ruang OSIS

“Oke temen-temen, di bulan januari akan ada Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa buat para calon pengurus OSIS” Kata Pak Rion mengawali penmbicaraan.

“mungkin kalian akan kaget denger hal ini, pengurus OSIS kelas XII, di tambah Ilham, Bayu, dan Dendhi akan mengundurkan diri dari pengurus OSIS tahun ini. Jadi kita membutuhkan sekitar sebelas Anggota OSIS” tambah pak Rion.

Sontak semuanya kaget mendengar pengumuman dari pak Rion

“Kalo kelas XII sih gak kaget gue, tapi kenapa Ilham, Bayu, sama Dendhi yang ngundurin diri mereka kan bisa di bilang konsisten?” tanya kinal dalam Hati.

“pasti ada sesuatu di balik ini semua” kata Rafles dalam hati

“Mungkin Dendhi ingin menyampaikan sesuatu?” tanya pak Rion

Dendhi lalu mulai berdiri

“Selamat pagi temen-temen semua, hari ini mungkin kalian mungkin kaget denger pengumuman dari pak Rion. Saya mengundurkan diri dari jabatan Ketua OSIS, saya nggak ada masalah pribadi dengan kalian, ini murni keputusan saya. Saya Cuma mau ngomong, siapapun ketua OSIS nya nanti, tolong dukung dia selama dia menjabat menjadi ketua OSIS sehingga dia bisa menyelesaikan masa bakti nya. Saya sadar, selama masa kepemimpinan saya, masih banyak kekurangan dan kesalahan, hari ini saya mau minta maaf juga kalau ada kesalahan, baik yang di sengaja maupun tidak” kata Dendhi yang lalu duduk kembali

“pak, saya juga mau mengundurkan diri dari pengurus OSIS” kata seseorang di ruang OSIS

“Apa? Kamu yakin Raf?” tanya Pak Rion

“iya, aku juga mau ngomong, nggak ada masalah pribadi antara aku sama temen-temen yang ada di sini” kata Rafles.

*di Kantin Sekolah*

“Itu anak belagu banget sih, berani banget dia bentak aku kayak tadi?” ucap Gio emosi.

“emangnya kamu mau ngapain?” tanya Jordan, sedangkan Agung hanya membaca komik nya

Gio lalu tertawa Sinis, dan mulai membisikkan rencana jahat ke mereka

“Terserah apa yang mau kamu lakuin ke Dendhi, aku nggak bakal ikutan, aku harus jemput adikku les” kata Agung yang kembali membaca komik

“ok kalo maumu gitu” kata Gio

 

~oOo~

 

Semua anggota OSIS yang hadir di Ruang OSIS mulai keluar dari ruang itu, Dendhi yang berjalan dengan Lidya, Sando, dan Viny di hampiri oleh seseorang

“Den, lu yakin mau ngundurin diri dari OSIS?” tanya seseorang.

“iya nal” balas Dendhi pelan

“terus siapa yang gantiin lu?” tanya Kinal

“hmm.. tadi kan aku udah ngasih opsi ke pak Rion, kamu atau Viny opsi nya” kata Dendhi, terliat ekspresi kekecewaan di wajah kinal.

“ya udah deh Den, gue mau ke kelas X, sama ke kelas XI IPS 1, 2, sama 3 buat promosi in OSIS” ujar Kinal yang lalu meninggalkan Dendhi dan kawan-kawan.

Baru beberapa langkah mereka berjalan, terdengar pengumuman

“Anak-anak hari ini bisa belajar di rumah sampai tiga hari ke depan, karena guru-guru mengikuti diklat di Surabaya” ujar kepala sekolah melalui pengeras Suara yang lalu diikuti oleh sorakan dari siswa-siswi

Dendhi yang mendengar pengumuman itu lalu bergegas kembali ke kelasnya, dia memasukkan buku-buku nya ke dalam tas, dan beranjak meninggalkan kelas nya.

“Kak, aku nanti mau ke Rumah Gracia dulu, pulangnya agak sore” kata Michelle yang tiba-tiba mengagetkan nya

“iya, pulangnya jangan malem-malem ya” kata Dendhi

“iya kak, makasih” ujar Michelle mencium pipi kakak nya itu

“hadeh, bocah kuwi ono-ono wae” kata Dendhi pelan (anak itu ada-ada aja)

Dendhi berjalan ke parkiran, dia tidak menyadari bahwa dia tengah di intai oleh lima orang. Mereka mulai bergerak membuntuti Dendhi. merasa ada yang tak beres, Dendhi mulai memelankan laju motornya

“Berhenti” ujar salah satu orang itu yang dengan sukses memaksa Dendhi untuk menghentikan laju motor nya

Orang itu turun dari motornya dan memukul Dendhi, Dendhi jatuh tersungkur, teman-teman nya mulai mengeroyok Dendhi, karena kalah jumlah Dendhi hanya bisa pasrah menerima setiap pukulan

~oOo~

Di kampus, Ve bersama Willy teman nya sedang bergembira lantaran dosen nya berhalangan hadir, sehingga mereka hanya menghadiri satu mata kuliah.

“Ve, kamu hari ini sibuk nggak?” tanya Willy

“Nggak kok wil, kenapa?” tanya Ve

“Ke KFC yuk” ajak Willy, yang di balas oleh anggukan pelan oleh Ve, mereka lalu ke parkiran dan masuk ke mobil Willy, selama perjalanan tidak ada obrolan tercipta

“Ve, untung ya pak Burhan nggak ngajar” kata Willy mengawali pembicaraan

“iya wil, sering-sering aja ya kayak gini ya, jadi enak bisa masakin adik-adik aku” kata Ve

“Eh wil, liat” ujar Ve sambil menunjuk ke kerumunan anak-anak SMA.

“Ada yang di keroyok” ujar Willy lalu menghentikan laju mobil nya

“bentar-bentar, aku kok nggak asing ya sama motor ini?” tanya Ve

“Aku mau nolongin dia Ve, kamu duduk di sini ya?” kata Willy

“Nggak, aku ikut” kata Ve

“yuk” ajak Willy mereka lalu turun dari mobil

“woiii” Willy berteriak.

“yaaah… ketahuan, kabur.. kabur” ujar seseorang. Mereka lalu kabur meninggalkan korban nya tergeletak di trotoar, kebetulan jalanan itu sedang sepi. Alangkah kaget nya Ve melihat korban nya itu

“Dendhi” Ve berteriak

“ka.. kakak” ujar Dendhi terbata-bata, pandangan nya mulai kabur

 

*To Be Continued*

@Dendhi_Yoanda

 

Iklan

4 tanggapan untuk “Romansa Di Kota Itu, Part14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s