Ghost Theater : Tengah Malam Part 6

Setelah keluar dari rumah sakit, mereka berlima memutuskan untuk
langsung pergi ke Theater JKT48.

Sesuai perkiraan, ternyata mall 2 huruf sudah sepi. Mereka tiba di
mall itu pukul 11 malam.

Lalu mereka menyelundup masuk ke dalam Theater JKT48. Disana hanya ada
beberapa staff.

Staff itu mengijinkan Naomi masuk ke dalam Theater. Naomi bilang ia
kehilangan sesuatu disana.

“Waw, Theater JKT48 luas banget!” Reza melihat sekeliling.
“Kamu gak pernah Theateran sih, jika gak tau kalo Theater kita seluas
ini.” Nabilah tersenyum lebar.

“Gelap.” Sinka berkata pelan, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki
seseorang dalam kegelapan Theater JKT48.

“Apa itu?” tanya Sinka, Naomi kemudian berdiri di belakang Sinka.
“Lama tak jumpa, hantu sialan!” Rusdi menyeringai.

“Dia disini, semuanya keluar dari Theater!” Rusdi berkata pelan,
tiba-tiba seluruh lampu mall 2 huruf mati total.

Seketika Naomi dan Sinka menjerit histeris, sementara Nabilah hanya
terkesiap saja.

“KELUAR!!!” teriak Rusdi, tiba-tiba ada yang menyorotkan lampu senter
kearah mereka.

“Kalian kenapa? Ini cuma mati listrik, bentar lagi juga nyala!” ujar
orang tersebut, yang tak lain adalah staff Theater.

Mereka perlahan keluar dari Theater, lalu staff itu melangkah lebih
dulu menuju eskalator. Tangga itu gelap, lalu seseorang mencekik staff
itu.

Staff itu berteriak gelagapan, dan para member berteriak histeris.
Staff itu lalu dibawa terbang ke atas mall yang gelap.

“LARI!!!” teriak Rusdi, seketika mereka lari sambil berteriak histeris.
“Rusdi! Rusdi!” panggil Reza, tapi Rusdi tidak lari.

Lalu Nabilah menarik Reza, dan menuntunnya untuk ikut lari meninggalkan Rusdi.

Rusdi masih berdiri disana, ia memperhatikan hantu itu yang membunuh
staff dalam kegelapan.

Tapi tiba-tiba hantu itu terbang dengan cepat kearah Rusdi, ia hendak
mencekiknya. Dengan cepat Rusdi mengambil senter di bawah kakinya,
lalu menyorotkan senter itu kearah hantu itu.

Hantu itu berteriak, lalu pergi menjauh meninggalkan Rusdi. Rusdi
sedikit tenang saat itu, tiba-tiba ia terkesiap karna mayat staff itu
jatuh dari atas mall.

Rusdi lalu berlari mencari teman-temannya, meninggalkan mayat staff
Theater yang tergeletak tak bernyawa.

Sementara itu, di tempat lain Reza dan para member kesulitan mencari
jalan keluar mall 2 huruf.

Dari kejauhan nampak seseorang tengah berlari kearah mereka, sambil
menyorotkan lampu senter.

“Itu Rusdi!” seru Reza, dan ternyata itu memang Rusdi.
“Untung kamu selamat!” sambung Reza, Rusdi hanya tersenyun tipis.

Tiba-tiba lampu mall itu berkedip-kedip. Dan di beberapa lampu ada
yang menyala lama, dan tidak berkedip-kedip.

“Kita harus nyari gigi Naomi, kalo enggak hantu itu bakal bunuh
keluarga Naomi. Atau lebih parahnya lagi, hidup kita bakal berakhir
kayak staff tadi.” ucap Rusdi.

“Dimana? Dimana kita nyari gigi itu?” Naomi terlihat panik.
“Sebelum itu kita harus keluar dari mall ini dulu.” Reza berlalu
meninggalkan mereka semua.

“Reza!” Nabilah hendak menyusul Reza, tapi Rusdi menahan lengannya.
“Biarin aja, dia bisa jaga diri kok.” Rusdi lalu melepaskan tangan Nabilah.

“Kita harus nyari gigi itu. Tapi kita tidak boleh keluar dari cahaya
lampu. Kita harus tetap ada di kawasan cahaya, agar hantu itu tidak
bisa membunuh kita.” pesan Rusdi.

Setelah itu mereka berempat perlahan menyusuri mall 2 huruf untuk
mencari jalan keluarnya.

Mereka mengendap-endap dalam kawasan cahaya lampu. Tiba-tiba sekelebat
bayangan terbang dengan cepat di dekat Sinka.

Sinka tidak peduli, ia terus saja berjalan walau pun ia sebenarnta
takut. Sinka menggigit bibirnya agar ia tidak gugup lagi.

Satu per satu diantara mereka melompat dalam kegelapan kearah cahaya
lampu. Tapi tiba-tiba lampu itu padam.

Seketika mereka berteriak histeris, hantu itu terbang mendekat dengan
sangat cepat. Rusdi dengan sigap menyorotkan senternya kearah hantu
itu.

Hantu itu berteriak gelagapan, lalu kembali terbang menjauh. Hilang
dalam kegelapan mall.

“Untung aja kita selamet!” seru Nabilah.
“Ayo kita cari gigi itu!” perintah Rusdi.
“Kayaknya gak mungkin kita bisa menemukan gigi itu.” Naomi pesimis.

“Kamu udah gak sakit lagi kan? Berarti hantu itu udah gak ganggu kamu
lagi!” seru Rusdi.

“Kita keluar dulu dari tempat gelap ini. Nanti kalo lampu udah nyala
kita lanjut nyari lagi.” saran Sinka.

“Ayo cari Reza!” Rusdi menuruni eskalator, diikuti oleh para member.
“Hati-hati!” saran Rusdi.

Tiba-tiba hantu itu menjerit, lalu terbang kearah mereka. Hantu itu
berhasil mencekik dan membawa terbang Nabilah.

Nabilah berteriak panik, Rusdi tidak bisa berbuat apa-apa. Kini hantu
itu sudah menghilang di kegelapan mall.

Rusdi lalu mengajak Sinka dan Naomi untuk lari. Tak lama, terdengar
suara teriakan Nabilah.

“Maafkan aku!” Rusdi berlari seraya menahan tangis, ia harus bisa
menyelamatkan Naomi dan Sinka.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s