Ghost Theater : Kejadian Masa Lalu Part 5

Rusdi sudah sampai di parkiran rumah sakit. Saat ia hendak menaiki
motornya, tiba-tiba Nabilah menarik tangannya.

“Kamu kenapa sih?” tanya Nabilah, ia tampak kesal karna sikap Rusdi.
“Nanti aku jelasin di bengkel.” Rusdi lalu menaiki motornya, diikuti oleh Reza.

Rusdi dan Nabilah lalu menaiki motornya masing-masing, dan memacunya
ke bengkel biasa.

Sesampainya di bengkel, Rusdi lalu memasukan motornya ke dalam garasi.
Sementara Nabilah memarkirkan motornya di depan bengkel.

Nabilah hanya diam, dia sudah tau kejadian yang pernah dialami Rusdi
dulu. Tapi ia belum tau detailnya.

Setelah itu mereka menuju ruang tamu, duduk di kursi masing-masing.
Rusdi sejenak menghela napas panjang, lalu mulai berkata.

“Liat ini!” Rusdi mengeluarkan sebuah kertas dari dalam laci di dekatnya.
“Gambar apa itu?” tanya Reza.

“Itu adalah gambar hantu Darkness Falls!” Rusdi bergetar oleh
kata-katanya sendiri, ia menggigit bibir bawahnya.

“Darkness?” tanya Reza.
“Falls?” sambung Nabilah.
“Ya, dulu aku pernah mengalami hal serupa sama yang dialami temen kamu
sekarang.” jawab Rusdi.

“Jadi gimana cara lepas dari hantu itu?” tanya Nabilah.
“Orang yang di teror oleh Darkness Falls pasti sering mengalami mimpi
buruk, terus dia mulai gambar hantu itu.” jawab Rusdi melenceng.

“Kak Naomi juga sama!” seru Nabilah.
“Jadi Darkness Falls itu hantu apa?” tanya Reza.

“Dia adalah peri gigi! Dulu aku pernah menyimpan 2 gigi terakhir yang
copot. Tapi itu awal dari malapetaka keluarga aku.” jawab Rusdi.

“Darkness Falls cuma mau gigi terakhir aku yang copot! Tapi aku buang
jauh-jauh, dan akhirnya dia marah. Terus dia bunuh kedua orang tuaku.”
ucap Rusdi.

“Waktu itu usia aku masih 15 tahun. Aku gak bisa apa-apa waktu itu,
hanya bisa nangis.” Rusdi menyeka air matanya yang tumpah tak
tertahankan.

“Aku nyerah, aku gak mau hidup lagi. Tapi sejak bertemu Reza, aku jadi
lebih baik. Hidup aku jadi berarti lagi karna Reza.” Nabilah lalu
memeluk Rusdi.

“Setelah 10 tahun, aku akhirnya bisa lupa kejadian itu. Tapi kenapa
sekarang dia kembali?” tangisan Rusdi semakin menjadi.

“Sudahlah!” Nabilah memeluknya semakin erat, sementara Reza hanya
menatap kosong meja disana.

“Reza.” Nabilah mulai menangis, ia menatap Reza.
“Iya.” Reza lalu tersadar dari lamunannya.

Esok hari, Rusdi memutuskan untuk kembali ke rumah sakit tempat Naomi dirawat.

“Kakak kedatangan tamu!” seru Sinka.
“Suruh masuk.” jawab Naomi, lalu mereka masuk.

Rusdi perlahan mendekati Naomi. Lalu memulai percakapan yang akan
menjadi informasi penting untuk Naomi.

“Naomi!” panggil Rusdi, perlahan Naomi menengok.
“Aku pernah di teror hantu yang sama waktu aku masih kecil.” Rusdi
kemudian duduk di kursi dekat ranjang Naomi.

“Rusdi gak apa-apa nih flashback lagi?” tanya Reza.
“Gak apa-apa, tenang aja.” jawab Nabilah.

“Eh, itu ada buah!” Reza menunjuk sekeranjang buah segar.
“Tadi member lain jenguk kakak aku, terus ngasih buah. Kalo kamu mau
ambil aja.” Sinka tersenyum.

Saat Reza hendak mengambil buah itu, Nabilah menepis lengannya. Dan
memberi kode agar tidak berisik.

“Nama hantu itu Darkness Falls. Dia datang ke mimpi aku waktu aku
masih kecil.” jawab Rusdi.
“Kamu gak bohong kan?” tanya Naomi.

Naomi akhirnya angkat bicara setelah beberapa hari mogok bicara.
Bahkan pada Sinka pun ia tidak pernah berbicara lagi selama ia di
rumah sakit.

“Gimana cara biar hantu itu gak teror aku lagi?” tanya Naomi.
“Kamu pernah nyimpen gigi terakhir kamu yang copot gak?” Rusdi balik bertanya.

“Enggak.” jawab Naomi.
“Pasti pernah, soalnya hantu itu cuma mau gigi terakhir kamu doang.” ujar Rusdi.

“Beneran, aku gak pernah nyimpen yang kayak gituan.” Naomi terlihat kesal.
“Naomi, kita harus cari gigi itu.” Rusdi menyentuh lembut bahu Naomi.

“Buat apa?” tanya Naomi.
“Kalo gigi itu gak ketemu, orang tua kamu bakal dibunuh sama hantu
itu.” Rusdi menatap tajam Naomi.

“Terus apa? Aku gak tau gigi itu dimana, aku gak mau orang tua aku
mati!” Naomi sedikit berteriak.

“Ayo kita cari, pertama kita cari di Theater JKT48 dulu. Malam ini
harus ketemu, kalo enggak besok orang tua kamu pasti mati.” mendengar
perkataan itu, Sinka terlihat sangat takut.

“Kenapa gak di rumah dulu nyarinya?” tanya Sinka.
“Di rumah kayak nya gak mungkin, firasat aku gigi itu ada di Theater
JKT48.” jawab Rusdi.

Pukul 10 malam, Naomi memutuskan untuk keluar dari rumah sakit malam
itu juga. Dokter tidak bisa berbuat apa-apa, maka ia mengijinkan Naomi
pulang bersama teman-temannya.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s