Ghost Theater : Gambaran Kenyataan Part 4

Beberapa hari kemudian, akhirnya JKT48 mengadakan Handshake Event.
Terlihat banyak sekali fans yang mengantri disana.

Tapi anehnya, Naomi tidak ada di event itu. Para member sibuk bertanya
pada Sinka. Ternyata Naomi sakit, ia sedang dirawat di rumah sakit.

Seketika para member terkejut. Bukankah Naomi baru saja sembuh?
Baiklah, besok para member akan menjenguk Naomi di rumah sakit.

Setelah acara Handshake selesai, Nabilah menghampiri Sinka. Lalu
bertanya kemana Naomi.

“Mana kak Naomi?” tanya Nabilah.
“Dia lagi sakit, sekarang lagi dirawat di rumah sakit.” jawab Sinka.

“Kok bisa? Bukannya kak Naomi baru sembuh?” tanya Nabilah.
“Dia sakit lagi, kali ini lebih parah.” jawab Sinka.

“Dokter bilang kak Naomi baik-baik aja. Tapi kak Naomi itu bertingkah
aneh. Kayak orang ketakutan gitu. Tidur aja lampunya harus nyala, kalo
gelap dia bisa teriak kenceng.” sambung Sinka.

“Cuma kecapean kali.” ucap Nabilah.
“Bukan! Kata kak Naomi dia itu di teror sama hantu. Selain itu,
kemaren kak Naomi gambar wujud hantunya di kertas!” jawab Sinka.

Nabilah terkesiap, lalu berniat menjenguk Naomi hari itu juga. Sinka
dengan senang hati mengantarkan Nabilah sampai kamar inap kakaknya.

“Bentar, kita ke bengkel temen aku dulu! Dia pasti bisa bantu, aku mau
ajak dia!” Nabilah dan Sinka lalu pergi ke bengkel yang dimaksud.

Sinka lalu turun dari motor matic Nabilah, ia memutuskan untuk
menunggu Nabilah disana. Tanpa masuk ke dalam bengkel itu.

“Jangan lama-lama!” Sinka setengah berteriak.
“Iya!” Nabilah lalu masuk ke dalam bengkel itu.

“Mana Reza?” tanya Nabilah.
“Mau aku panggilin?” Rusdi balik bertanya, tanpa menjawab pertanyaan
Nabilah sebelumnya.

“Yaudah sana.” ucap Nabilah.
“Kamu kenapa? Kok mukanya kayak panik gitu?” tanya Rusdi.

“Nanti aku jelasin, sekarang cepetan panggilin Reza kesini.” Nabilah
lalu mendorong Rusdi.

Rusdi hanya menatapnya aneh, setelah itu ia pergi meninggalkan
Nabilah. Beberapa menit kemudian, Reza datang.

“Kamu kenapa?” tanya Reza.
“Temen aku lagi sakit, sekarang dia lagi dirawat di rumah sakit!” jawab Nabilah.

“Terus? Apa hubungannya sama kita?” tanya Reza.
“Rusdi pasti ada hubungannya!” Nabilah menunjuk Rusdi.

“Kok aku?” tanya Rusdi.
“Udah, ayo ikut dulu! Bawa motor kalian!” Nabilah lalu keluar dari bengkel itu.

Nabilah berjalan santai mendekati Sinka yang tengah menunggunya
disana. Sinka sibuk memainkan smartphone nya.

“Mana temen kamu?” tanya Sinka.
“Bentar, mereka lagi keluarin motornya dulu.” jawab Nabilah.

“Mereka?” tanya Sinka.
“Iya, ada 2 orang. Tenang aja, mereka pasti bisa bantu kak Naomi.”
jawab Nabilah.

Rusdi lalu keluar dari bengkel itu dengan menggunakan motor matic.
Reza menutup pintu bengkel, lalu naik ke motor itu.

Mereka akhirnya pergi menuju rumah sakit tempat Naomi dirawat.
Sesampainya disana, mereka memarkirkan motornya di parkiran rumah
sakit.

Setelah itu mereka berempat masuk ke dalam rumah sakit. Lalu Sinka
menuntun mereka menuju kamar inap Naomi.

“Kak?” Sinka masuk, Naomi masih diam dengan pandangan kosongnya.
“Kak Naomi?” kini Nabilah masuk, diikuti oleh 2 temannya.

“Dia lagi sakit?” tanya Rusdi.
“Psstt, jangan berisik!” Nabilah melirik Rusdi, sementara Rusdi hanya diam.

“Ini gambar yang aku maksud.” Sinka memberikan sebuah gambar pada Nabilah.

“Gambar apa itu?” tanya Rusdi, lalu merebut kertas gambar itu dari Nabilah.
“Ini kan?” Rusdi memperhatikan gambar itu lamat-lamat.

“Kan, apa kata aku juga. Rusdi pasti ada hubungannya.” bisik Nabilah.
“Aku masih bingung.” bisik Reza.

“Jadi, Rusdi itu pernah mengalami kejadian serupa sama temen aku itu.
Jadi aku minta tolong dia aja.” bisik Nabilah.

“Kamu tau dari mana?” tanya Reza.
“Aku gak sengaja liat Rusdi pegang kertas. Terus aku iseng liat kertas
itu pas dia lagi gak ada.” jawab Nabilah.

“Tadinya dia kunci laci tempat kertas itu disimpan. Untung dia
ninggalin kunci lacinya diatas meja, jadi aku buka aja laci dia.”
Nabilah tertawa pelan.

“Kok kamu bisa tau semuanya?” tanya Reza.
“Kan aku ini pinter! Jadi aku ngerti apa maksud perkataan Sinka sama
kejadian yang dialami Rusdi.” jawab Nabilah.

“Aku masih bingung.” ucap Reza.
“Jadi gini, kejadian yang sekarang dialami kak Naomi adalah kejadian
yang sama dengan yang dialami Rusdi dulu.” balas Nabilah.

“Jadi Rusdi pernah mengalami hal serupa sama temen kamu?” tanya Reza,
kini ia mengeraskan nada bicaranya.

“Aku mau pulang!” Rusdi membuang kertas itu, lalu pergi meninggalkan
mereka disana.

“Eh? Tunggu!” Sinka hendak menyusul, tapi Naomi menahan tangannya.
“Kak?” Sinka bingung karna Naomi menatapnya aneh.

“Rusdi!” Nabilah dan Reza lalu menyusul Rusdi keluar dari kamar itu.
“Oy, tunggu!” Reza melihat Rusdi sedang berlari di koridor rumah sakit.

Naomi menggenggam erat tangan Sinka agar tidak pergi menyusul Rusdi.
Naomi tidak mau sendirian lagi, dia takut.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s