The Mask, Part4

*Keesokan harinya

“Permisi….”Ucap seseorang saat memasuki ruangan

Gue yang mendengar suara tersebut langsung terbangun dari tempat tidur dan bersandar di punggung tempat tidur. Dan gue yang melihat orang itu adalah rena dan bersama papanya

“Selamat pagi haruuu….”Ucap rena yang langsung duduk disamping tempat tidur gue.

“Pagii… rena.kamu nggak sekolah hari ini?”Ucap gue.

“Ini kan hari sabtu libur berarti kan hehe”Ucap rena

“Ohh pantas aja kamu datang pagi, aku kan tidak tau hari apa skrng krna nggak ada kalender disini..”

“Ada-ada aja sih kamu haru. Eh iyaa papa kenapa diam saja disitu ayo sini”Ucap rena yang menyuruh papanya untuk mendekat.

“Pagi om…”Ucap ku sambil senyum

“Pagi haru…”Ucapnya sambil lirih melihat keadaan ku yang sekarang.

“Kenapa om terlihat seperti itu? Aku nggak kenapa-napa kok. Kata dokter aku beruntung karena tidak mengalami cedera lanjut apapun. Cuman lecet-lecet dan kulit yang robek. Sisanya baik-baik saja kok.” Ucapku sambil tersenyum tulus tanpa ada kesedihan pun

Papa rena yang melihat gue yang dikiranya masih terpuruk, menjadi lega dan tersenyum langsung.

“Begitukah alhamdulillah kamu beruntung haru, humm omm ada yang ingin sampaikan sama kamu haru?”Ucap papa rena

“Hmmm ada apa om? Kayaknya serius gitu?” Ucap gue yang dari tadi berkelahi kecil sama rena gara-gara kejahilan dia.

“Gini haru, kau ingat kan tanggal kepergian orang tua mu ke-korea.. mereka menelpon ku yang berada di indonesia, untuk mengasuh kamu ketika mereka pergi ke korea untuk waktu 1 tahun. Akan tetapi melihat kejadian beberapa hari yang lalu.

Om pun memutuskan untuk mengadopsi kamu untuk kebaikan kamu dan janji om kepada mereka. Serta rena juga meminta om untuk menjadikan mu keluarga serta seluruh perusahaan dady kamu om yang akan megang sementara dan melatih kamu untuk menjadi pengusaha yang benar ketika kamu lulus kuliah nanti. Bagaimana menurut mu?”

Gue yang mendengar nya pun terkejut dan langsung melihat rena yang sudah memasang muka memohon untuk menerima tawarannya. Gue pun memakai bahasa isyarat kepadanya

“Apa kamu yakin ren?”Isyarat gue menurut pandangan

“Iyaaa, aku suka kamu haru.. kamu sudah seperti kakak ku yang selalu menjagaku dari dulu. Yaya terima dong pleaseee”Isyarat rena menurut gesture wajahnya

Gue pun menutup mata dan berpikir sejenak, semenjak itu terlihat 2 bayang orang yang seperti dady dan mama ku yang saling bergandengan mendekati ku. Mereka pun memberi isyarat bahwa aku harus maju tanpa mereka sekalipun, membuat keluarga yang baru dan bahagia. Karena itulah yang orang tua ku ingin kan dari dulu.

Gue pun mengatakan baiklah kepada mereka, dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih walaupun terima kasih ku tidak akan cukup untuk membalas semua kebaikan mereka. Dan aku menyayangi mereka dari lubuk hatiku. Seketika 2 bayangan itu hilang dan kata *terima kasih* datang sesudahnya.

Gue pun langsung membuka mata, dan menatap papa nya rena..

“Baiklah om, aku terima tawaran om.. dan terima kasih om sudah mau mengadopsiku dan serta menjadi salah satu keluarga om.. hehe serta terima kasih juga kepada rena.. ya rena.” Ucap gue ke papa nya rena dengan rena

Mereka yang mendengar perkataan ku pun, langsung memandang satu sama lain dan tersenyum. Kemudian memelukku dengan erat karena aku menjadi anggota keluarga yang baru bagi mereka.

*SKIP*

Akhirnya aku pun pulang kerumah gue dengan dikawani bersama papa rena dan rena. Bibi yang berada disebelah rumah yang melihat gue, langsung menghampiri dan memeluk gue.

Gue pun menceritakan semuanya kepada bibi dan sekalian meminta pamit serta meminta untuk menjaga rumah ini selama aku di indonesia karena pasti aku pasti akan kembali lagi kesini dengan keluarga yang aku bangun sendiri nanti. Bibi pun mengiyakan permintaan gue, krena gue sudah dianggap anak sendiri.

Gue pun masuk kerumah untuk beres-beres terlebih dahulu, dan mengemas seluruh barang pribadi gue yang ada dikamar beserta bingkai foto kecil yang berisi foto keluarga gue dulu supaya selalu ingat kepada mereka untuk dibawa pindah ke indonesia. Setelah berberes gue pun langsung menuju kebawah dan memberi isyarat kepada om bahwa sudah siap. dan barang-barang pun aku angkat ke mobil sewaan papa rena bersama supirnya untuk membawa barang ke bandara.

Sesampainya dibandara.

Gue,om dan si supir menurukan barang-barang karena cukup banyak karena untuk kamar sendiri nanti. Gue pun menghampiri rena yang sedari tadi memegang sebuah tas.

“hai rena… itu tas aku kan?”Ucap gue

“Iyaa haru ini tas kamu, kamu tinggal kan aja disekolah waktu dulu. Disana masih ada kok Smarthpone dan dompet kamu aku jaga baik-baik serta ini….” ucap rena sambil mengeluarkan sebuah topeng yang aku pikirkan sejak berada di rumah sakit.

“Ahhh topeng ini, terima kasih yaaa renaaa. hehehe..”ucap haju

“hehehe iya sama-sama kok haru…”

“Umm rena kau ikut juga kan kembali ke-indonesia?”Ucapku tiba-tiba

“ahhh, kalau soal itu maaf ya haru aku tidak bisa kembali ke-indonesia sekarang karena aku harus menemani kakek dan nenek disini untuk sementara. Tapi saat semester baru nanti aku akan balik kesana kok. Kan ada kamu disana ntar hehehe”

“Ahhh gitu, baiklah rena.. aku tunggu kamu yaa disana.. ummm ren..”Ucapku

“hehe iya pasti kok, ummm ada apa?”Ucap rena yang tiba-tiba jadi gelisah karena tatapan gue

Gue pun langsung mencium rena sambil memeluknya, rena yang terkejut juga membalas ciuman gue dan memeluk gue. Setelah sesaat gue dan rena pun melepaskan kejadian mesra ini.

“ahhh haru,, kamu ini masih aja ingin menggoda ku walaupun mau pergi jauh. Tapi terima kasih yaa.. dengan ini aku bisa semangat menunggu sampai bisa bertemu kamu lagi hehehe. akan tetapi apa tidak apa-apa kita melakukan ini, kita kan sekarang keluarga?”tanya rena sambil murung

“Hmmm?Ahh iya yaa.. aku lupa.. ummm, rena kan kita nggak punya hubungan darah. Ja-jadi bo-boleh aja lah hehe. Tapi mungkin untuk selanjutnya kita harus melakukannya dengan orang yang kita sayangi..”Ucap gue

“Hmmm.. iya-ya kau benar heheh.. ahh kau ini membuatku malu saja.”Ucap rena sambil memegang mukanya yang merah”K-kan kamu orang yang aku sayang”ucap nya lagi

“Ohh iyaa aku lupa hehe, makasih rena udah menyayangi ku. Pasti suatu saat aku akan balas perasaan dengan sungguh-sungguh”Ucap gue

“Iyaa-iyaa aku tau kok, akan tetapi aku tidak akan pernah menyerah sampai kamu dinyatakan sudah menikah dengan orang lain hehehe”Ucap rena yang ambisius.

“Hadehh, rena-rena masih aja seperti saat kecil, tidak mau kehilangan sosok diriku dari samping mu hahaha Wlehh”

“Hahhhhh, haruuuuu kau membuatku malu tau dasar kucubit kau”Rena pun mencubit gue, ketika itu pula gue meminta maaf dan mencium dia sekali lagi dengan penuh perasaan.. dan setelah itu gue pamit ke Rena setelah meminta seluruh akun social nya serta nomor agar bisa terus terhubung dan rena memberikan kamus translate jepang-indonesia yang akan menjadi pegangan ku di indonesia nanti karena aku masih belum terbiasa berbahasa indonesia.

Serta langsung memakaikan topeng di kepala gue dengan posisi menghadap samping kedepan

Rena pun melambaikan tangan kepadaku sampai aku menghilang dihadapanya.

Akhirnya gue pun menuju indonesia dengan papa gue yang baru, dengan menempuh 4-6 jam lebih tidak tau pastinya kami menuju indonesia.

Aku melihat pemandangan melewati kaca di pesawataku melihat bahwa ada cahaya baru yang bisa aku dapatkan ketika aku berada diindonesia, seketika aku pun tertidur pulas.

-Hardi Juliawan-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s