Cinta & Sepak Bola, Part 38

2016-01-28_17.21.21

” Itu bukannya… ” kata Andri terhenti saat gadis itu melihat kearah mereka

” Hayy… kalian ” sapa gadis itu

” Kak Melody?? ” kata Aangk heran

” Kak Melody datang kapan, kok kita gak tau ” tanya Andri

Mereka langsung berjalan mendekati Melody

” Tadi malam sama ayahnya Riyan ” jawab Melody

” Ayahnya Riyan juga ada di dalam?? ” kata Andri

” Iya. ” balas

” Sekarang kak Melody mau kemana? ” tanya Aangk

” Kakak mau cari sarapan buat Riyan ” jawab Melody

” Ya udah kakak permisi…. ” kata Melody lalu berjalan pergi

Kemudian Aangk, Andri dan juga Yusuf pun masuk ke dalam kamar itu

” Pagi om… ” sapa mereka pada ayamnya Riyan

” Kalian?? ” kata Ayahnya Riyan

” Iya om. Kami sahabatnya Riyan ” balas Aangk

” Gimana kondisi Riyan om? ” tanya Yusuf

” Alhamdulillah dia sudah sadar, tapi sekarang Riyan lagi istirahat ” jawab Ayahnya Riyan

” Ouh.. syukur deh, ” balas Aangk

” Ouh iya om, ini kita bawain buah-buahan buat Riyan ” kata Andri sambil menyerahkan kresek yang di bawanya

” Terima kasih banyak yah, ” balas Ayahnya Riyan

” Iya, sama-sama om.. ya udah salam aja buat Riyan kalau udah bagun nanti ” kata Aangk

” Kok buru-buru banget?? ” tanya Ayahnya Riyan

” Iya om, soalnya kita mau kumpulan sama staf timnas Indonesia. ” sambung Andri

” Lagian kita cuma mau tau kondisi Riyan aja. ” sambung Aangk

” Ya sudah, kalian hati-hati di jalannya ” balas Ayahnya Riyan

” Iya.. kita pamit om ” kata Aangk

Mereka langsung keluar dari kamar itu dan pergi dari rumah sakit menuju tempat mereka biasa berlatih

~oOo~

” Kamu mau kemana dek?? ” tanya Naomi saat melihat Sinka sudah rapi dengan penampilannya

” Aku mau nengok kak Riyan di rumah sakit ” jawab Sinka sambil mengikat rambutnya seperti ekor kuda

” Kamu mau ke rumah sakit? ” tanya Ve yang tiba-tiba muncul

” Iya kak. ” jawab Sinka

” Ya udah, kalau kalau kamu ketemu kak Melody kakaknya Riyan, tolong nanti suruh tinggal di sini aja, gak apa-apa Mi. ” kata Ve

” Gak apa-apa, itu baguskan nantikan tambah rame ” balas Naomi

” Ya udah nanti aku sampein ” kata Sinka mulai melangkah pergi

” Aku pamit kak ” tambahnya sambil berlalu

” Iya hati-hati di jalannya ” kata Naomi agak keras

Setelah itu Naomi pergi menuju kamarnya, begitu juga dengan Ve

*******

Sesampainya di rumah sakit, Sinka langsung menuju ke kamar di mana Riyan dirawat

Setibanya di kamar itu dia melihat ada 2 orang di dalam kamar itu yang sedang asyik sendiri-sendiri

” Selamat pagi ” sapa Sinka sambil masuk ke dalam kamar

Kedua orang itu langsung menoleh ke arahnya

” Kamu siapa? ” tanya salah satu deri mereka

” Aku Sinka temennya Riyan ” jawab Sinka

” Ohh temennya Riyan ” kata orang itu

” Kalau kakak pasti kak Melody kan? ” tebak Sinka

” Iya, kamu tau dari siapa? ” tanya Melody

” Dari kak Ve. ” jawab Sinka

” Veranda maksud kamu? ” tanya Melody

” Iya kak, kak Ve bilang kak Melody suruh dateng ke alamat ini ” jawab Sinka sambil memberikan sesobek kertas kecil

” Kata kak Ve, kak Melody buat sementara ini tinggal di situ aja selama ada di jakarta.. kak Ve juga ada di situ ” jelas Sinka

” Ouh.. iya terima kasih ” kata Melody

Tiba-tiba Riyan terbangun dan pertama yang di lihatnya adalah Sinka

” Sinkaa.. ” kata Riyan

” Hayy ” sapa Sinka sambil tersenyum

Riyan pun membalas dengan senyuman kecil

” Kak Melody sama Ayah mau gak keluar sebentar, Riyan mau ngomong berdua sama Sinka ” pinta Riyan

” Ya udah, kakak tinggal dulu yah ” kata Melody beranjak pergi

” Jangan lupa di makan makanannya ” tambah Ayahnya sambil berjalan keluar

Setelah  kedua orang itu keluar Sinka berjalan mendekati Riyan

” Oh iya kak, aku bawain buah kesukaan kak Riyan ” kata Sinka meletakan beberapa buah apel yang ada di dalam kresek

” Makasih banyak yah, lu selalu ada buat gue ” kata Sinka lembut

” Gak apa-apa kak, aku seneng kok ” balas Sinka

” Bantuin gue duduk dong ” pinta Riyan

Sinka membantunya untuk duduk dan menyandar di kepala ranjang

” Arrghh.. ” kata Riyan sambil memeganhi bahunya

” Hhaah.?! Kak Riyan kenapa? ” kata Riyan panik

” Gue Baik-baik aja ” jawab Riyan

” Apa kak Riyan mau terus seperti ini ” kata Sinka

” Maksudnya? ” tanya Riyan

” Maksud aku, apa kak Riyan mau teruh nahan rasa sakit itu aja, apa kak Riyan gak mau jalani operasi lagi? ” jawab Sinka

Riyan tersenyum kecil

” Gue mau di operasi lagi, tapi ada syaratnya ” kata Riyan

” Kok pake syarat-syartan segala sih? ” kata Sinka cemberut

” Ya udah, kalau gitu gue gak mau di operasi, apa lu tega liat gue kesakitan terus ” kata Riyan tersenyum menggoda

Sinka menghela nafas panjang.

” Ya udah, apa syaratnya? ” tanya Sinka pasrah

” Gue mau lu jadi pacar gue ” kata Riyan enteng

Sinka terdiam terkejut saat mendengar ucapan yang di ucapkan oleh Riyan

” Kak.. Riyaan nembak aku? ” kata Sinka pelan

” Gue gak tau istilahnya nembak atau apalah.. tapi jujur gue udah terlanjur sayang sama lu ” jelas Riyan

Sinka mulai terdiam

” Jujur, sejak kepergian Viny ke Jepang, gue gak pernah merasa bahagia kalau gak sama dia… tapi ternyata gue bisa ” kata Riyan

” Mungkin gue bukan orang yang romantis yang bisa buat kekasihnya merasa bahagia, gue bukan orang yang humoris yang bisa selalu buat kekasihnya tertawa… tapi inilah gue apa adanya ” katanya lagi

Sinka masih terus terdiam mendengarkan ucapan Riyan

” Sebelum gue ketemu sama lu, gue beefikir hidup gue gak berarti buat gue sendiri, yang ada dalam pikiran gue cuma sepak bola, gak ada yang lain “

” Tapi sejak gue ketemu sama lu, hidup gue lebih berwarna, sekarang gue udah bisa tersenyum, ketawa cuma sama lu, gue mau selamanya terus bersama sama lu… Jadi lu maukan jadi pacar gue ” kata Riyan memegang kedua tangan Sinka dan menatap kedua matanya dalam-dalam

Senyuman mulai terukir di bibirnya yang mungil

” Sebenarnya aku juga suka sama kak Riyan, eh!! Bukan suka, tapi aku Cinta ” kata Sinka mulai bicara

” Pertama aku liat kak Riyan, aku udah tau sebenarnya kak Riyan itu baik, sangaaatt baik “

” Walaupun kak Riyan terkadang nyebelin banget tapi itu tidak akan bisa menghapus sedikit pun cinta yang aku rasakan “

Riyan tersenyum kecil saat mengingat bagaimana ia bertemu dengan Sinka pertama kali

” tapi aku tau kalau kak Riyan akan nunjukin sikap baiknya suatu saat nanti, dan inilah saat yang aku tunggu itu ” kata Sinka

” Jujur aku juga sayang sama kak Riyan, aku juga merasakan rasa sakit yang kak Riyan rasakan saat sakit di bahu kanan kak Riyan kambuh, aku bisa merasakannya ” kata Sinka sambil menempelkan telapak tangan Riyan di pipinya

” Aku mau jadi pacar kak Riyan, tapi… ” kata Sinka terhenti

” Tapi apa? ” tanya Riyan

” Tapi kak Riyan harus mau di operasi, biar bahu kanan kak Riyan sembuh ” jawab Sinka

” Kalau aku gak mau? ” kata Riyan

” Ya udah. Aku juga gak mau jadi pacar kak Riyan ” kata Sinka cemberut yang membuatnya terlihat menggemaskan

Riyan tertawa kecil melihatnya cemberut

” Kok ketawa, gak lucu tau ” kata Sinka

” Iya.. iya, gue bakal jalanin operasi, ” kata Riyan sambil mencubit pelan pipi Sinka

” Tapi ulangin lagi dongk? ” pinta Sinka

” Ulangi?? ” kata Riyan bingung

” Iya, ulangi lagi nembaknya.. tapi tapi aku-kamu ya ” jelas Sinka

Riyan menghela nafas panjang

” Iya gue ulangi… Eh..!! Maksudnya aku ulangi ” kata Riyan

Sebenarnya Riyan merasa canggung saat menggunakan aku-kamu, tapi mungkin dia harus di biasakan

” Sinka juliani… jujur pertama aku ketemu kamu, aku anggep kmu itu cewek rese.. tapi kamu hanya ingin menunjukan rasa perduli kamu sama aku ” kata Riyan

” AKU UDAH MULAI CINTA SAMA KAMU, AKU UDAH BISA SAYANG SAMA KAMU… KAMU MAU KAN JADI PACAR AKU ” kata Riyan dengan lantangnya

Sinka tertawa kecil melihatnya, tapi itu membuatnya bahagia

” IYA KAK, AKU MAU JADI PACAR KAK RIYAN ” kata Sinka agak berteriak

” Gak usah teriak segala ” kata Riyan

” Gak apa-apa,  biar semua orang denger kalau sekarang kak Riyan kapten timnas Indonesia itu pacar aku ” kata Sinka

Riyan langsung menariknya ke dalam pelukan dan membenamkan kepala Sinka di dadanya yang membuatnya merasanya nyaman

~oOo~

Malam harinya, ayahnya Riyan pamit pada Melody dan juga Riyan buat balik ke Bandung lagi

” Apa gak besok pagi aja pulangnya Yah. ” kata Melody

” Gak bisa sayang, Ayah masih banyak kerjaan di rumah sakit di Bandungnya ” balas ayahnya

” Ya udah deh kalau begitu.. ” kata Melody

” Terima kasih banyak Yah, ayah udah nyempatin waktu buat anak yang keras kepala ini ” kata Riyan

” Baru sadar kamu.. ya udah kamu cepet sembuh ” kata ayahnya di iringi dengan tawa kecil

Riyan hanya membalasnya dengan anggukan kecil

” Ayah hati-hati di jalannya ” kata Melody

” Om hati-hati di jalannya yah ” tambah Sinka yang di samping Riyan

” Iya.. ” kata Beliau lalu berjalan pergi

Ayahnya Riyan pun angkat kaki dari kamar itu dan pergi dari rumah sakit untuk kembali ke Bandung

Setelah ayahnya Riyan berlalu Melody berencana pergi ke alamat yang di berikan Sinka

” Eeeemm… Sinka, mau gak anter kakak ke alamat ini ” pinta Moledy

” Ya udah ayah, sekalian aku juga mau pulang.. udah malam ” kata Sinka

” Ya udah, kakak pergi dulu yah.. kamu istirahat ” kata Melody pada Riyan

Riyan hanya membalas dengan anggukan kecil

” Ayok kak ” ajak Sinka

Mereka berdua langsung keluar dari kamar itu dan pergi dari rumah sakit

Sesampainya di sama Sinka langsung mengajak Melody masuk

” Ayok kak masuk ” ajak Sinka

Mereka berdua langsung masuk kedalam rumah itu

” Aku juga tinggal di sini kak, sama beberapa pemain timnas juga ada yang tinggal di sini ” jelas Sinka

Mereka di sambut oleh Rona, Yupi, Ve, Aangk, Yusuf di ruang tengah

” Melodyyy…. ” kata Ve histeris melihat kedatangan Melody

” Verandaa.. ” balas Melody

Mereka berdua langsung berpelukan

” Gimana kamu kabarnya? ” tanya Ve

” Aku baik, kamu sendiri.. ” balas Melody

” Aku juga baik, ” balas Ve

” Hay kak ” sapa Aangk di ikuti Yusif yang melambaikan tangan

” Oh ternyata kamu sama Yusif yang tinggal di sini ” Kata Melody

” Gak juga kak, Andri sama Riyan juga tinggal di sini ” balas Aangk

” Ohh mereka juga ” kata Melody mengangguk

” Ouh iya kak, ini kenalin mereka Rona sama Yupi ” kata Aangk menunjuk ke arah dua gadis di sampingnya

” Hay kak ” sapa mereka berdua

” Nah kalau  kak Melody ini kakaknya Riyan ” jelas Aangk pada Rona dan Yupi

” Ouh pantes aja mukanya agak mirip sama Riyan ” kata Rona

” Iya, cantik lagi ” tambah Yupi

” Terima kasih ” balas Melody tersenyum

” Ouh iya. Katanya Andri juga tinggal di sini, di mana dia? ” tanya Melody

*TO BE CONTINU

BY : @Gue_nawan123

Iklan

4 tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s