Serangan Titan : Kapten Melody, Part 18

Regenerasinya jauh lebih cepat dari pada Rogue Titan. Titan Kolosal
lalu kembali menyerang mereka. Rusdi mendarat di tengkuknya, sementara
Naomi dan Kapten Melody mendarat di dekat Sinka.

“Bom itu akan meledak!” seru Sinka, lalu Naomi kembali terbang ke atas sana.
“Naomi!” panggil Kapten Melody.
“Oh, tidak! 2 menit lagi bom itu meledak! Semuanya! Tiarap!” perintah
Sinka, ia memegang alat milik Epul untuk mengetahui waktu ledakan.

Mereka semua tiarap, Naomi menggunakan manuver menukik untuk
menghindari serangan Titan Kolosal. Lalu Naomi terbang cepat menuju
tengkuk dimana terdapat Rusdi disana.

“Rusdi! Kita harus pergi, bom itu akan meledak!” Naomi menarik tangan Rusdi.
“Tidak akan! Tiarap!” Rusdi dan Naomi lalu tiarap, tepat di atas
tengkuk Titan Kolosal.

Titan Kolosal diam, ia tidak lagi melawan karna bersiap menerima
ledakan besar. Beberapa saat kemudian, bom itu masih belum meledak.
Mereka bingung kenapa waktunya tiba-tiba berhenti.

“Ada apa? Kenapa tidak meledak?” tanya Kapten Nabilah.
“Aku tidak tau! Padahal Epul sudah mengatur waktu ledakannya.” jawab Sinka.

“Bom itu tidak meledak, aku akan memeriksanya!” Naomi lalu melompat,
dan ia terbang melewati kepala Titan Kolosal dengan mudahnya.
“Naomi!” panggil Rusdi.

Naomi tiba disana, lalu ia memeriksa bom itu. Ternyata ada kabel yang
putus, Naomi lalu memperbaikinya. Di bawah Wall Maria, nampak Sinka
masih bingung akan keanehan itu.

“Aku tau! Tembak! Tembak bom itu dengan rocket. Dengan begitu ledakan
rocket akan memicu ledakan bom!” seru Sinka, lalu Kapten Nabilah
mengarahkan rocketnya kearah bom itu.

“Aku saja!” Kapten Sendy merebut rocket itu, lalu hendak menembaknya.
“Kenapa? Kenapa masih belum ditembakkan?” tanya Kapten Nabilah.
“Disana ada Kapten Naomi.” jawab Kapten Sendy.

“Uuuuuuuuu…” Titan Kolosal hendak meraih Rusdi di tengkuknya.
“Kita harus menolong Rusdi! Ayo kita serang Titan Kolosal dengan cara
biasa!” Sinka terlihat panik.

“Biar aku saja!” Kapten Melody kini angkat bicara.
“Kapten?” Sinka nampak bingung.
“Aku akan melawannya!” Kapten Melody lalu membuka pedang 3DMG miliknya.

Kapten Melody mengarahkan pedang itu tepat di jantungnya. Perlahan
tapi pasti, Kapten Melody menusuk dirinya sendiri dengan pedang 3DMG
miliknya. Seketika mereka semua terkejut.

“Hah? Apa yang kau lakukan?” tanya Kapten Yona panik.
“Arrgg…” Kapten Melody kesakitan, lalu ia tumbang.
“AAAAARRRRRRGGGG!!!” teriak Kapten Melody, tubuhnya mulai berasap.

Kapten Melody kemudian mencabut pedangnya, lalu ia melemparkan pedang
itu. Kapten Melody berusaha berdiri, tapi ia kembali tumbang. Darah
mengalir deras di tubuhnya.

Seketika tubuhnya mengeluarkan uap panas. Lalu Kapten Melody terduduk,
ia diam sejenak. Semuanya menjauhi Kapten Melody karna uap panas itu.
Diluar dugaan, Kapten Melody berubah manjadi Titan.

“Apa? Dia seorang Titan!” seru Kapten Nabilah.
“Tapi… bagaimana mungkin dia bisa berubah menjadi Titan?” sambung
Kapten Nabilah.

“Dia adalah salah satu wanita yang bisa berubah menjadi Titan.” balas
Kapten Yona.
“Vaksin Titan wanita sangat langka, karna Keluarga Kandias kebanyakan
membuat vaksin Titan laki-laki.” ucap Kapten Sendy.

“Keluarga Kandias? Maksudnya keluarga Ikhsan?” tanya Sinka.
“Ya, Ikhsan adalah keturunan terakhir dari keluarga Kandias! Keluarga
jenius yang pernah menciptakan serum Titan.” jawab Kapten Sendy.

“Jadi… dia itu apa?” tanya Kapten Nabilah.
“Female Titan!” seru Kapten Yona dan Kapten Sendy bersamaan.
“Aaaaaaaa…” teriak Female Titan, ia lalu diam sejenak.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s