Serangan Titan : Dendhi, Part 14

“Pilihan yang sulit, ya?” Kapten Ulung lalu meninggalkan Rusdi yang
masih mematung, Rusdi lalu memejamkan matanya.
“Aku percaya padamu…” ia melihat bayang-bayang wajah Ikhsan.

“Rusdi…” Ikhsan menutup matanya.
“Rusdi!” itu suara Epul.
“Rusdi!” suara Boim.
“RUSDI!!!” kini suara Naomi dalam bayang-bayangnya, Rusdi lalu membuka matanya.
“HAAAAAA!!!” ia berteriak keras.

“Aku tidak akan pernah bergabung denganmu!” Rusdi membuka pedang 3DMG miliknya.
“Bajingan kau! Lawan aku!” ia benar-benar kesal.

“Yakin?” Kapten Ulung tersenyum meremehkannya.
“HAAAAAAA!!!” Rusdi berlari kearah Kapten Ulung, hendak menebasnya
dengan pedang 3DMG miliknya.

Kapten Ulung menghindarinya, lalu dengan mudah ia menyerang dan
menjatuhkan Rusdi hingga terjengkang.Pedang itu terlepas dari
genggamannya.
“Kau tidak sehebat yang aku duga.” Kapten Ulung menghampiri Rusdi yang
masih terjatuh disana.

“Hanya seorang pria cengeng, yang hanya bisa berteriak keras.” sambung
Kapten Ulung, lalu ia membangunkan Rusdi dengan kasar dan memukul
perutnya amat keras.

Rusdi berusaha melawan, tapi Kapten Ulung terlalu hebat. Semua pukulan
Rusdi ia tangkis dengan mudahnya. Rusdi kewalahan, lalu ia ditendang
amat keras hingga wajahnya menghantam tanah.

“Rusdi!” Naomi dan Sinka menghampirinya, membantu ia kembali berdiri.
“Obati dia!” Kapten Ulung menatapnya dingin.

Rusdi kembali bangun, dan kembali menyerang Kapten Ulung. Kapten Ulung
kembali menendangnya, lalu membangunkannya. Setelah itu memukul
perutnya. Rusdi berhasil menangkis beberapa pukulan, tapi ia sudah
terluka.

“Aku salut akan perjuanganmu, tidak mudah menyerah.” Kapten Ulung
masih memukulinya.
“HENTIKAN!!!” Naomi menghadap Kapten Ulung.

“Sekarang kau membelanya, dasar sialan!” Kapten Ulung menjatuhkan
Naomi, lalu menendang perutnya amat keras.
“Jangan sentuh dia! LAWAN AKU!!!” Rusdi kembali berdiri, lalu melompat
dan menendang Kapten Ulung.

Tendangan itu ditangkis, lalu Kapten Ulung menjatuhkannya. Rusdi
kembali bangun, lalu melawan Kapten Ulung. Kapten Ulung sangat hebat,
semua pukulan Rusdi satu pun tidak ada yang mengenainya.

“Dia akan mati.” bisik Boim.
“Kita harus menolongnya!” balas Dendhi.
“Aku punya rencana.” Epul melihat bangunan menara disana, Dendhi
langsung mengerti apa maksud dari rencana Epul.

Rusdi sudah tidak kuat lagi. Dia kalah telak, kini tubuhnya terkapar
tidak berdaya diatas tanah. Kapten Ulung tertawa lebar. Kapten Ulung
lalu mengambil pedang 3DMG yang tadi dijatuhkan Rusdi.

“Aku akan membinasakanmu untuk selamanya!” Kapten Ulung hendak menusuk
Rusdi, tapi Sinka berhasil memanah pedang itu hingga terlepas dari
genggaman Kapten Ulung.

“Beraninya kau!” Kapten Ulung menatap Sinka.
“Tolong dia!” perintah Sinka, seketika semua orang membawa Rusdi ke
truk dan mengobati lukanya.

Sreeeeeeettt…..
Dendhi tiba-tiba maju menghadang Kapten Ulung. Tali pengait 3DMG
miliknya ia kaitkan pada sisi-sisi bangunan menara.

“Dendhi!” ucap Epul.
“Epul, pergilah!” balas Dendhi.
“Tidak.” jawabnya.
“PERGI SAJA!!!” teriak Dendhi, lalu ia menarik tali itu dan
penggulungnya mulai menarik bangunan menara itu.

Bangunan menara itu berada tepat di belakang semua prajurit Kapten
Ulung. Jika bangunan menara itu roboh, maka akan menghantam bom yang
ada di bawahnya.

“Dasar pria bodoh!” Kapten Ulung memerintahkan prajuritnya agar
menembak Dendhi, seketika prajurit itu menembaki Dendhi secara brutal.
“DENDHI!!!” teriak Rusdi, Dendhi masih bertahan meskipun puluhan
peluru bersarang di tubuhnya.

Truk itu sudah melaju, tanpa mereka sadari Kapten Ulung ikut di truk
itu. Dendhi masih menarik tali pengait itu, walaupun kini tubuhnya
sudah terluka parah. Darah mengalir deras di tubuhnya.

Secara perlahan bangunan menara itu mulai tertarik oleh tali 3DMG,
Dendhi menepuk dadanya keras. Bangunan menara itu akhirnya roboh dan
menghantam bom yang ada di bawahnya.

Bom itu meledak amat dahsyat. Tapi mereka semua berhasil lolos dari
ledakan besar itu. Mereka berhasil mempertahankan bom besar yang
mereka bawa di truk.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s