Serangan Titan : Pilihan Yang Sulit, Part 13

Ditempat lain, nampak 10 orang yang selamat itu sedang mengikat bom
besar diatas truknya. Bom itu sudah diperbaiki, lalu mereka kembali
melanjutkan perjalanan untuk menyelamatkan Rusdi.

Disana Rusdi sudah berganti pakaian seperti seorang kapten. Ia dan
Kapten Ulung keluar dari ruangan milik Keluarga Kandias.
“Ingat! Kau harus mengikuti setiap perintahku.” ucap Kapten Ulung,
lalu mereka benar-benar keluar dari ruangan bersih itu.

“Prajurit!” Kapten Ulung memanggil para prajuritnya, seketika mereka
berkumpul dan berbaris rapi.
“Inilah para prajuritku! Mereka terlatih, tidak seperti tentara
cengeng Komandan Reza.” Kapten Ulung mengayunkan tangan kanannya,
seketika prajuritnya dalam posisi istirahat.

“Aku tak menyangka mereka sehebat ini!” Rusdi terkejut, Kapten Ulung
hanya tertawa.
“Mereka dilengkapi dengan roket jarak jauh. Dan juga senjata laras
panjang yang paling canggih.” Kapten Ulung lalu menghampiri
prajuritnya, diikuti oleh Rusdi.

Ia mengambil sesuatu lalu diberikan kepada Rusdi.
“Ini 3D Manuever Gear untukmu!” ucap Kapten Ulung, Rusdi menerimanya.
“Balaskan dendam orang tuamu.” Kapten Ulung menyeringai.
“Ayo kita mulai!” Rusdi antusias.

Tak lama, terdengar suara truk mendekat. Lalu para prajurit itu
menghadangnya. Prajurit itu mengacungkan senjata canggihnya kearah
mereka. Mereka lalu turun dari truk itu.

“Waw! Baru pertama kali aku melihat senjata laras panjang secanggih
itu!” seru Kapten Sendy.
“Naomi!” Rusdi turun dari tank, lalu berlari menghampiri Naomi.

“Rusdi?” ucap Boim.
“Rusdi!” seru Epul.
“Kita akan aman bersama mereka!” Rusdi tersenyum, tiba-tiba Kapten
Ulung berjalan kearah mereka lalu manaiki bom yang ada diatas truk
itu.

“Kapten! Apa mereka sudah terlatih?” tanya Kapten Nabilah.
“Kenapa tidak kau coba saja?” Kapten Ulung kini berada diatas bom itu.
“Aku tidak menyangka kau punya prajurit sehebat ini.” Kapten Nabilah tersenyum.

“Mereka juga punya tank baja yang mampu menembus medan pertempuran.
Kau boleh mencobanya.” balas Kapten Ulung.
“Hey! Ayolah, kita coba tank itu!” Kapten Nabilah lalu memasuki sebuah
tank, diikuti oleh Kapten Sendy dan Kapten Yona yang memasuki tank
lain.

“Dengarkan! Aku ingin bom ini jadi milikku!” seketika prajurit itu
mengacungkan senjatanya kearah mereka.
“Tidak boleh ada yang menggunakannya! Terutama untuk menghancurkan
dinding.” sambungnya.

“Kenapa?” tanya Epul, mereka semua menatap aneh Kapten Ulung.
“Tidak boleh ada yang keluar dari sini! Aku berharap akan seperti ini
seterusnya, hidup berdampingan dengan Titan! Itulah impianku!” Kapten
Ulung tertawa lebar.

“Hidup selamanya, tidak akan pernah binasa bersama teman kalian!”
sambung Kapten Ulung.
“Tapi… bukankah kau akan membantuku dengan membawa prajuritmu?”
tanya Rusdi, lalu Kapten Ulung melompat dari atas bom itu.

“Apa? Membantumu? Aku tidak akan pernah membantumu!” Kapten Ulung
manghampiri Rusdi.
“Kau berbohong padaku.” balas Rusdi.
“Aku tidak suka dengan sikapmu di tim sukarelawan.” jawab Kapten Ulung.

“Lalu bagaimana dengan kehidupan kami?” tanya Rusdi.
“Aku berharap kau dan teman-temanmu bergabung denganku.” Kapten Ulung
menarik kerah baju Rusdi.
“Tapi sebaliknya, kau melawanku.” ia kembali melepaskannya dengan kasar.

“Aku harap kalian bergabung denganku. Kalian akan dibawah komando dan
perintahku, aku yang akan menjadi pemimpin disini!” Kapten Ulung
menepuk keras dadanya.

“Kalian hanya menurut saja! Bersamaku melawan Titan. Dan tidak ada
yang boleh keluar dari sini!” Kapten Ulung lalu menghampiri Rusdi.
“Apa kau mau bergabung denganku? Menjadi penguasa di tempat ini?”
tanya Kapten Ulung.

“Tidak mungkin…” Boim bergumam pelan, sementara Rusdi hanya diam
seraya berpikir lamat-lamat.
“Bagaimana?” Kapten Ulung kembali bertanya.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s