Serangan Titan : Keluarga Kandias, Part 12

Orang yang selamat dari penyerangan Armored Titan adalah Kapten
Nabilah, Kapten Naomi, Seena, Dendhi, Epul, Boim, Sinka, Kapten
Melody, Kapten Yona, dan Kapten Sendy.

Mereka lalu menguburkan mayat Ikhsan, karna hanya mayat dia lah yang
tidak hancur. Itu karna dia mati bukan oleh Armored Titan, melainkan
karna ditembak mati oleh Komandan Reza.

“Aku tidak mengerti kenapa dia menembak Ikhsan, padahal dengan adanya
Ikhsan kita bisa menang melawan Titan.” Epul menatap kosong nisan itu.

“Kita harus berangkat kesana secepatnya!” Kapten Melody menepuk pelan
pundak Epul.
“Tapi setelah itu kita selamatkan Rusdi.” ucap Epul, semuanya hanya
mengangguk pelan tanda mereka pesimis.

Setelah selesai menguburkan mayat Ikhsan, mereka lalu pergi menuju Bom
di perbatasan Distrik Monzen dan Omotemachi dengan sebuah truk. Bom
besar itu harus diangkut dengan truk.

Rusdi terbangun di tempat asing, ruangan itu putih bersih. Dia
perlahan berdiri, penampilannya amat kacau. Rambutnya acak-acakan,
bajunya sobek, celananya sobek, bahkan 3DMG miliknya hilang dimakan
Titan saat itu.

“Kau sudah bangun?” tanya seseorang, Rusdi lalu menengok.
“Kapten Ulung!” seru Rusdi.
“Ada sesuatu yang aneh terjadi padamu.” Kapten Ulung menghampirinya.

“Kau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain.” Kapten Ulung
sudah mendekat padanya.
“Aku tidak mengerti.” jawab Rusdi bingung.

“Kau bisa berubah menjadi Titan dan kembali seperti manusia biasa.”
jawab Kapten Ulung.
“Militer melakukan eksperimen yang salah, dan pada akhirnya menjadi
bencana.” sambung Kapten Ulung.

Kapten Ulung duduk di sebuah kursi, menyalakan tv. Rusdi memperhatikan
tv itu lamat-lamat. Itu seperti sebuah fragmen video dokumenter
tentang penelitian seseorang.

Dalam video itu nampak seseorang sedang diikat. Lalu sebuah aliran
listrik psi mengalir kuat di tubuhnya. Membuat tubuhnya seketika
mengejang dan bergetar hebat.

Ledakan terjadi, dibalik api muncul sesosok Titan.
“Itulah awal mula kehadiran Titan yang mengancam kita.” Kapten Ulung
terlihat serius.

“Titan?” tanya Rusdi bingung.
“Eksperimen yang dilakukan puluhan tahun itu akhirnya menjadi bencana
terbesar bagi kita semua.” nada bicara Kapten Ulung terdengar santai.

“Virus itu berkembang biak dengan cepat, dan menyerang manusia.
Virusnya tahan terhadap segala perubahan cuaca dan suhu. Populasi
Titan tidak akan punah, bahkan bisa bertambah. Mereka tidak punya
batasan usia, hidup kekal selamanya. Mereka tidak perlu makanan untuk
hidup!” sambung Kapten Ulung.

Dalam video itu terlihat beberapa negara memberitakan tentang
penyerangan Titan. Bahkan makanan dan minuman di supermarket dalam
video itu sudah terkontaminasi virus Titan.

“Setiap negara menerapkan status darurat untuk membasmi para Titan.”
jelas Kapten Ulung.
“Itulah pertanyaannya, bagaimana cara membinasakannya?” Kapten Ulung
mematikan fragmen video dokumenter itu.

“Aku membaca dibuku ini tentang seluk beluk Titan.” sambung Kapten
Ulung, memperlihatkan sebuah buku.
“Kau tau siapa yang membuat buku penting ini?” tanya Kapten Ulung,
Rusdi menggeleng patah-patah.

“Yang membuat buku penting ini adalah keluarga Kandias yang sudah
binasa. Mereka adalah orang-orang pintar yang membuat vaksin Rogue
Titan milikmu. Namun sangat disayangkan keturunan terakhirnya harus
mati sia-sia.” jawab Kapten Ulung.

“Ikhsan?” tanya Rusdi, Kapten Ulung mengangguk.
“Kenapa aku bisa berubah menjadi Titan?” tanya Rusdi
“Kebanyakan orang akan mencuri vaksin langka itu. Tapi kau
mendapatkannya secara tidak sadar.” jawab Kapten Ulung.

“Aku tidak mengerti.” ucap Rusdi.
“Salah satu Keluarga Kandias percaya padamu. Dan menanamkan vaksin itu
di dalam tubuhmu. Aku tidak tau kapan ia menanamkannya.” jawab Kapten
Ulung.

“Mereka yang menciptakan vaksin agar manusia bisa berubah menjadi
Titan, bukan? Tapi kenapa mereka tidak menggunakannya sendiri?” tanya
Rusdi, wajahnya amat bingung.

“Mereka tidak mau menjadi salah satu dari monster itu. Mereka lebih
memilih mempertahankan vaksin itu, atau memberikannya pada orang yang
mereka percayai. Ingatlah, Rogue Titan ada di dalam tubuhmu. Selama
kau memilikinya, maka kau akan hidup abadi. Kau tidak akan pernah
binasa.” Kapten Ulung tersenyum simpul.

“Mau kah kau bergabung denganku? Membunuh para Titan diluar sana?”
sambung Kapten Ulung, Rusdi terlihat antusias.
“Baiklah!” Rusdi menyeringai.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s