Zombie Attack, Part 3 : Tersekap

Veranda : Dendhi, aku punya informasi sedikit untukmu.

Dendhi : silahkan

Veranda : Kelompok yang menculik Michelle Christo bernama Los Illuminados

Dendhi : Los Illuminados?

Veranda : iya, aku akan mencari lebih lanjut lagi tentang mereka.

Panggilan pun berakhir, Dendhi berusaha mencari jalan untuk masuk ke dalam gereja. Ada sebuah pintu gerbang berwarna hijau.ketika ia masuk ke dalamnya terlihat seperti peternakan sapi,

“Aku nggak boleh gegabah” kata Dendhi dalam hati

“Aku harus masuk pelan-pelan, jangan sampe mereka semua tau” katanya pelan.

Tak jauh dari tempatnya berdiri, ada pohon beringin.

“Nice” ujar Dendhi sambil tersenyum

Ia lalu bersembunyi di balik pohon itu, ia lalu mengawasi tempat itu dari kejauhan.

“Pantesan aja suhu di desa ini dingin, desa ini terletak di kaki gunung” kata Dendhi dalam hati.

“heiii” ujar warga desa yang berada tak jauh dari nya

“Shit, kudu ning ngendi aku? (Shit, aku harus ke mana?)” tanya Dendhi dalam hati.

Warga desa mulai memblokir keluar dari peternakan itu.

Tanpa berpikir panjang, Dendhi mulai mengeluarkan pisaunya

CRAAT..

Kepala warga desa yang memergoki nya langsung tembus karena tusukan pisau Dendhi. Beberapa warga desa lainnya mual imenyerang Dendhi dengan Pisau, kapak, dan sabit. Mereka semua sukses membuat Dendhi terdesak.

“Aku harus pake senjata api, mereka terlalu banyak” kata Dendhi. Dengan sigap Dendhi mengeluarkan pistol,

DAAAR…

DAAAR…

DAAAR…

Warga desa yang menyerang Dendhi langsung menghembuskan nafas terakhir nya. Ia lalu mengeluarkan teropongnya, ia dapat melihat dengan jelas, ada tiga orang yang menghalangi jalan keluar.

“kayaknya aku harus ke sana.” Kata Dendhi.

Tanpa pikir panjang Dendhi langsung melemparkan granat ke arah tiga orang warga desa itu.

 

DAAR…

 

Granat itu meledak tepat di depan tiga orang warga desa itu.

“saatnya berjalan lagi” kata Dendhi yang lalu berjalan ke arah gerbang yang di jaga oleh tiga orang warga tadi.

KREEEEEK….

Gerbang itu di buka oleh Dendhi. suasana nya sangat berbeda karena banyak perangkap yang di buat oleh warga desa, dan juga dua peledak yang di kaitkan oleh benang oleh warga desa itu supaya Dendhi tak bisa lewat.

“Lumayan pinter juga ini orang” kata Dendhi pelan

Dengan hati-hati Dendhi melangkah melewati perangkap itu. Butuh waktu sepuluh menit bagi dia untuk melewati semua perangkap itu. Kini ia berjalan memasuki terowongan.

“gelap banget, tapi kalo aku pake lampu dari hp ku bisa-bisa aku mati duluan.” Kata Dendhi dalam hati, Dendhi memang agak takut gelap orangnya.

“Kak Frieska, aku takut gelap” lirih Dendhi dalam hati.

 

*di tempat lain*

 

Seorang wanita dengan pakaian merah berjalan dengan tergesa-gesa. Terlihat wajahnya di penuhi oleh peluh.

“sialan si Anto, naruh aku di desa keparat kayak gini. Kalo nggak karena gajinya yang besar, mungkin aku lebih milih kerja di Pemerintah Indonesia aja” ujar wanita itu dalam hati.

Wanita itu lalu mengeluarkan air mineral dari dalam ransel nya. Dan meminum nya. Sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan. Ia lalu membaca buku yang di berikan Anto kepadanya

“Di lembah seberang desa ini ada kastil, menarik banget di jaman yang sudah modern seperti ini masih ada kastil di pelosok negara ini. Tapi aneh nya kastil itu tidak tercantum di situs warisan dunia” kata wanita itu dalam hati.

Dengan penuh semangat, di buka nya gerbang itu. Baru saja beberapa langkah ia masuk dari gerbang itu. Ia melihat beberapa warga desa itu sedang berbicara dengan seseorang yang lebih tinggi dari warga desa itu, Viny lalu bersembunyi di salah satu pohon

“Chief  Vylendo, there are two Intruders in our lovely Village (Pak Vylendo, ada dua orang penyusup di desa kita tercinta ini)” kata warga desa itu

“Get him, terminate if necessary (Tangkap dia, bunuh kalau diperlukan)” ujar Vylendo

“we can’t. these intruders are very Strong, we cant’t handle by ourselves (kami tidak bisa, penyusup-penyusup itu terlalu kuat, kami tidak bisa menangani nya sendiri)” ujar salah satu warga desa itu

“take me to him, I will terminate him (antar aku ke orang itu, aku akan membunuhnya)” ujar Vylendo

“gawat, kayak nya aku sama Dendhi lagi dalam bahaya” kata Viny dalam hati.

 

*di tempat lain*

 

Dendhi sudah keluar dari terowongan, terdapat rumah yang di jaga oleh warga desa, warga desa itu membawa peledak yang sudah menyala, di lemparkan ke arah Dendhi.

“Damn…” umpat Dendhi yang lalu ia menyingkir dari tempat itu.

 

DAAAR…

 

“aku harus hati-hati sama mereka” kata Dendhi dalam hati.

Ia mengeluarkan Sniper Dragunov nya, dilihat isi peluru nya.

“Tinggal empat kali tembak. Di cadangan nya masih ada tiga puluh peluru lagi. Masih cukup lah untuk membunuh mereka” kata Dendhi dalam hati.

Di arahkan nya sniper itu ke kepala warga desa yang berada di depan rumah itu.

DAAAR…

DAAAR…

DAAAR…

Tiga orang sukses mati di tangan Dendhi. Dendhi mengeluarkan handgun dari ransel nya, dia mulai masuk ke dalam rumah itu.dengan hati ia masuk ke dalam rumah itu. Di sudut rumah itu terdapat lemari, namun seperti nya terdapat seseorang di lemari itu, karena terdapat ketukan yang sangat keras. Dengan perlahan Dendhi mendekat ke lemari itu. Tangan kirinya membuka lemari itu, sedangkan tangan kanannya memegang pistol itu. Begitu kagetnya Dendhi ternyata dari lemari itu keluarlah orang yang tersekap, mulut nya di sekap dengan kain. Dengan cepat Dendhi melepas kain yang melekat di mulutnya

“you aren’t like them?” tanya orang itu

“no, who are you?” tanya Dendhi

“my name is Ramires” balas orang itu

“they aren’t going to anywhere” ujar dua warga desa itu, di belakang warga desa itu terdapat orang yang tak asing bagi Dendhi.

“Chris? Jadi ini semua ulahmu?” tanya Dendhi

“kamu sudah tau” ujar Chris sambil tersenyum

Dendhi yang terpancing emosi nya langsung menendang Chris,

DAP..

Kaki Dendhi ternyata di pegang oleh Chris, Chris langsung melempar Dendhi ke lemari itu. Dendhi dan Ramires langsung pingsan.

~oOo~

“Let us give you our power” ujar seseorang sambil menyuruh pengawal nya sambil mengeluarkan Vaksin itu. Dan mulai menyuntik kan parasite itu ke badan Dendhi.

“And now you will become one of us” ujar orang itu sambil tertawa.

~oOo~

Viny yang tiba di terowongan tempat Dendhi dia berlari mencari ujung dari terowongan itu, butuh waktu lima menit bagi Viny untuk keluar dari terowongan itu, dia kini ada di depan rumah itu.

“And now you will become one of us”

“Siapa itu? Suaranya dari dalam rumah itu, aku harus sembunyi lagi” ujar Viny yang lalu bersembunyi di balik pohon lagi

Terlihat Vylendo bersama dua orang warga desa itu menggendong Dendhi dan Ramires.

“siapa orang itu?” tanya Viny dalam hati.

AAAAAAAA….

Suara teriakan terdengar tak jauh dari tempat Viny bersembunyi. Dengan segera Viny segera berlari menuju ke sumber suara. Terlihat warga desa ingin membunuh orang yang seharusnya di selamatkan oleh Dendhi.

CRRATTT…

Pisau Viny dengan sukses menancap di kepala warga desa itu.

“who are you?” tanya orang itu

“Heiii.. pake Bahasa Indonesia aja, aku bisa Bahasa Indonesia kok” jawab Viny

“kamu siapa?” tanya wanita yang di tolong oleh Viny

“Aku? Aku hanya pengelana yang kebetulan lewat sini” kata Viny.

“Heiii.” Suara itu mengagetkan mereka berdua

“cepat ikuti aku kalau kau tak ingin terbawa oleh mereka” kata Viny dingin.

“Ba..baik” ujar wanita itu.

Mereka berdua terus berlari menjauhi warga itu, namun kini jalan keluar mereka di tutup oleh warga lain nya.

“you can’t go anywhere” ujar warga itu

“let us take the girl, and we will leave you alive” kata warga desa lainnya

“really?” tanya Viny, yang ternyata tangan nya sudah bersiap dengan granat, di lemparkan granat ke warga-warga itu.

DAAAAR….

Mereka semua tersungkur, Viny membawa wanita yang di tolongnya ke gereja, ketika sampai di depan gereja, tiba-tiba..

GREEENG…

Lagi-lagi warga desa yang membawa gergaji mesin berlari melalui jembatan, menuju ke gereja, gereja itu memang terletak di samping jembatan.

“ooh man, aku cuman pengen istirahat bentar aja” ujar Viny sebal

Viny yang mulai sebal akhirnya mengeluarkan Sniper dari ransel nya, di bidik nya kepala orang yang membawa gergaji mesin itu, dan

DAAAR…

Orang itu terjatuh ke sungai.

“Cepat masuk” bentak Viny, wanita itu hanya mengangguk pelan, dengan cepat ia masuk. Viny dan wanita itu menghela nafas.

“Namamu Michelle Christo kan?” tanya Viny

“iya, kok tau kamu?” tanya wanita itu.

“aku Cuma nebak” jawab Viny dingin

“Ini orang sumpah nyebelin banget sih?” kata Michelle dalam hati.

“ikuti aku” kata Viny dingin.

Wanita itu hanya menuruti saja perkataan Viny. Viny berjalan menuju ke sebuah pintu. Ketika Viny ingin membuka pintunya, pintu nya terkunci, seperti nya ia harus memasukkan password untuk pintu itu.

“password apa lagi sih ini?” kata Viny sebal.

“coba kamu cari tau password buat pintu ini” kata Viny

“Aku aja baru pertama kali ke sini, udah di suruh cari password” kata Michelle dalam hati

“cepet, malah bengong” bentak Viny

“eeeh.. iya” Ujar Michelle yang lalu berjalan mencari password itu.

Perhatian Viny tersita oleh batu bata yang warna nya agak beda dari yang lain, setelah Vinya mengmati batu bata itu, terdapat angka 2583.

“Michelle, cepet ke sini”  kata Viny

“Tadi di suruh cari password, sekarang suruh ke sana” kata Michelle sebal

“ada apa?” tanya Michelle.

“Buka pintu itu” kata Viny.

Dengan malas ia membuka pintu itu, setelah terbuka, dengan cepat Viny menendang Michelle, Michelle terjatuh. Viny melihat sekilas ke dalam ruangan itu, terdapat banyak amunisi mulai dari Handgun sampai sniper

“Amunisi itu buat Dendhi aja deh, aku nggak akan ngambil” kata Viny dalam hati

Dengan cepat Viny menutup pintu itu.

“Heiii…” Michelle berteriak

BRAAAK..

“Bukain dong, bukain” ujar Michelle menangis.

Michelle lalu pergi ke sebuah lukisan, ia lalu mengambil bolpoin, dan menuliskan angka 2583, tulisannya sangat kecil.

“Semoga Dendhi sadar kalo ini passwordnya” kata Viny dalam hati

“aku harus cepet bantuin Dendhi” Kata Viny yang lalu keluar dari gereja itu

To Be Continued

@Dendhi_yoanda

Iklan

10 tanggapan untuk “Zombie Attack, Part 3 : Tersekap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s