Serangan Titan : 3D Manuever Gear, Part 8

Setelah itu, Naomi pergi ke suatu tempat. Disana terdapat piano, lalu
ia memainkannya. Rusdi mendengar suara tuts piano, lalu ia menuju
sumber suara. Ternyata disana Naomi sedang memainkan sebuah lagu sendu
dengan piano.

“Naomi?” panggil Rusdi, lalu Naomi menghampirinya.
“Bagaimana mungkin kau masih hidup? Bukankah kau sudah dimakan Titan?”
tanya Rusdi.

“Aku memang dimakan.” Naomi membuka setengah bajunya, menunjukan bekas
luka diperutnya karna dimakan Titan.
“Tidak mungkin!” Rusdi perlahan menjauh, lalu Naomi memakai kembali bajunya.

Setelah itu Naomi pergi dari sana, meninggalkan Rusdi sendirian. Tak
lama, terdengar suara keributan diluar. Ternyata Titan telah merambah
ke lokasi mereka. Titan memang peka terhadap suara manusia.

“Kau keatas, aku ke kiri!” perintah Kapten Ulung.
“Baik!” Naomi menurutinya, lalu Kapten Ulung terbang dengan 3D
Manuever Gear miliknya.

Naomi berlari keatas gedung, sementara Kapten Ulung sudah menyerang
Titan. Kapten Ulung sedikit gelisah.
“Berhentilah gelisah! Pada akhirnya mati secara terhormat!” pikir Kapten Ulung.

Kapten Ulung terbang, ia semakin gelisah saat tiba-tiba ada Titan di
depannya. Kapten Ulung menghindari serangan Titan itu. Kapten Ulung
hendak menebas tengkuknya, tapi tidak kena.

Lalu Kapten Ulung mengikat kaki Titan itu dengan tali 3DMG miliknya.
Titan itu tumbang, lalu Kapten Ulung berdiri diatas tengkuknya. Dengan
cepat Kapten Ulung menebas tengkuk itu.

Di tempat lain, nampak seseorang bercadar hendak meledakkan bahan
peledak. Rizky yang melihat itu tidak tinggal diam. Ia melawan orang
tersebut. Menendang wajahnya kuat-kuat.

“Siapa kau?” tanya Rizky, tapi orang itu tidak menjawab.
“Hentikan!” Rizky kembali menendang orang itu saat ia bangun dan
berusaha meledakkan bahan peledak.

Rizky dan orang itu lalu berkelahi. Dari kejauhan nampak Titan menuju
arah mereka. Titan itu hendak menangkap Rizky, tapi Rizky menebas
lengannya dengan pedang 3DMG.

Rizky lengah, dengan cepat orang itu meledakkan bahan peledak dengan
cara menekan tombolnya. Seketika bangun disana hancur. Kapten Nabilah
dan kelompok 1 melihat kearah sumber ledakan.

“Apa itu?” tanya Dendhi.
“Itu bahan peledak, tapi siapa yang meledakkannya?” tanya Seena.
“TIDAK!!! Bahan peledaknya sia-sia!” teriak Kapten Nabilah.

Dari atap gedung, nampak Kapten Ulung sedang berdiri melihat bahan
peledak itu yang meledak sia-sia.
“Indah sekali… tapi sia-sia!” Kapten Ulung berkata pelan.

“Sekarang apa?” tanya Dendhi.
“Aku tidak tau.” jawab Kapten Nabilah.
“Tunggu! Masih ada cara lain untuk meledakkan Wall Maria!” Epul
mengingat sesuatu.
“Bagaimana caranya?” tanya Sinka.

“Bom besar itu! Ya, bom itu! Bom yang ada di perbatasan Monzen dan
Omotemachi!” Epul tersenyum.
“Kita perbaiki bom itu, lalu kita bawa ke Wall Maria dengan truk.” sambung Epul.

“Ayo ambil bom itu!” ucap Kapten Nabilah.
“Tunggu! Kita harus kumpulkan yang lainnya dulu! Kerja sama lebih
baik!” jawab Epul.

Di atas gedung lain, nampak Rusdi sedang diam menatap para Titan yang
memakan teman-temannya.
“Kau takut?” tanya seseorang, lalu Rusdi menengok.

“Boim?” ternyata ia Boim, sedang bersembunyi disana.
“Kita sudah ditakdirkan mati disini.” Boim terlihat pasrah.
“Penakut!” Rusdi menatapnya datar.

Tiba-tiba di dekat gedung itu terlihat Titan sedang memakan seseorang.
“Lihat, itu Kapten Agil! Kita harus lari selagi masih sempat!” Boim hendak lari.
“Aku tidak akan menyerah!” Rusdi menarik kerah Boim.

“Kau sebut apa hewan yang dikurung di dalam pagar yang takut pada serigala?”
“Ternak?”
“Lalu kau itu apa?”
“Aku bukan…”
“Kalau begitu terbanglah!”

“Terbanglah…” dari kejauhan Kapten Ulung memperhatikan Rusdi yang
masih terdiam.
“Terbang dan bunuh mereka!” Kapten Ulung menyeringai.

“Aku tidak akan menyerah sebelum aku mati!” Rusdi melepaskan kerah itu.
“HAAAAA!!!” Rusdi berlari sambil merentangkan kedua tangannya, ia
terbang dengan 3DMG miliknya.
“Apa? Sialan!” Boim menatapnya iri.

Rusdi menebas tengkuk Titan, tidak kena. Lalu ia terbang memutarinya,
menghindari serangan Titan itu. Ia kembali menebasnya, masih tidak
kena. Rusdi merentangkan tangannya, seketika tali pengait 3DMG
menariknya ke arah tembok. Rusdi sejenak terdiam disana.

“Selalu kembali untuk menebas.” Kapten Ulung masih memperhatikannya.
“HAAAA!!!” Rusdi kembali terbang, lalu menebas tengkuk Titan.
“Bagus!” Kapten Ulung menyeringai.

Rusdi berhasil membunuh Titan itu. Boim melongo melihat kemahiran anak
yang baru pertama kali menggunakan 3DMG itu.
“YEAAAH!!!” Rusdi tersenyum puas.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s