Cinta & Sepak Bola, Part 36

” Ini adalah pertandingan terakhir kita di piala Asia 2015, kita harus buktikan bahwa kita bisa jadi pemenang ” kata pelatih

” Dan satu hal yang jangan kalian lupakan… ” kata pelatih dengan serius

” Jangan pernah meremehkan lawan… ” kata Pelatih

” Baik pelatih ” balas para pemain

” Pada pertandingan ini kita gunakan formasi menyerang 4-5-3 ” kata pelatih

” Line up’nya adalah : Aangk, Andri, Yusuf, Santoso, Ilham, Ronald, Rendy, Dani, Willy, Herman ” jelas Pelatih

Para pemain terkejut mengetahui Riyan tidak di mainkan di babak pertama

” Kenapa Riyan tidak bermain pelatih?? Diakan sudah pulih ” tanya Andri

” Riyan bermain di babak kedua supaya dia tau titik kelemahan lawan, saya tugaskan Riyan untuk mencarinya.. makanya dia bermain di babak kedua nanti ” jawab pelatih

” Baiklah kita bahas strategi menyerangnya.. ” kata pelatih

Pelatih pun memberi arahan pada anak didiknya supaya terus melakukan serangan dari sektor tengah, karena di situ Aangk akan berkerja lebih keras lagi

~oOo~

Saat di bangku penonton, Sinka melihat beberapa orang yang tidak asing baginya…

” Kak liat deh.. bukannya itu kak Ve, tante Resi dan Om Anwar, iya kan?? ” kata Sinka pada Naomi

” Iya.. itu benar mereka.. ” balas Naomi

Mereka adalah orang tua dan kakaknya Aangk yang ingin meyaksikan anak kebanggaannya bertanding

Sinka pun langsung melambaikan tangannya supaya mereka melihat ke arahnya

” Kak Vee.. tante Resii.. om Anwaarr… ” teriak Sinka sambil melambaikan tangannya

Ve akhirnya melihat Sinka

” Mah, pah itu Sinka mah.. ” kata Ve

Mereka langsung menghampiri Sinka dan yang lain

” Sinkaaa… ” Ve langsung memeluknya

” Kamu tambah chaby aja pipinya, eekhm jadi makin gemes deh.. ” kata Ve mencubit pipi Sinka

” Ih,, sakit tau kak main cubit-cibut aja ” kata Sinka memegangi pipinya

” Kalian nonton juga? ” kata om Anwar

” Pastilah om, oh ya kenalin ini teman-teman satu kost kita.. ” kata Naomi

” Hay omm.. aku Rona ” sapa Rona

” Aku Yupi om ” sapa Yupi

” Jadi kalian satu kost juga sama Farhan ” kata tante Resi

” Kok Tante tau sih? ” tanya Rona

” Farhan pernah cerita soalnya, apa lagi sama yang namanya Rona ” jawab Tante Resi

Wajah Rona pun memerah dan tersipu malu mengetahui bahwa Aangk sering menceritakannya pada orang tua Aangk

Seluruh penjuru stadion pun bergemuruh saat para pemain yang akan bertanding sudah memasuki lapangan

” Gila.. rame banget ya Angk?” Kata Andri

” Iya lah, namanya juga final ” balas Aangk yang ada di sampingnya

” Naomi.. liat tuh.. Andri pakai sepatu pemberian kamu ” kata Rona

Naomi hanya tersenyum sambil melihat ke arah Andri

Pertandingan akan segera di mulai, kedua kapten berjalan saling mendekat

Indonesia yang di kapteni Yusuf, dan Jepang yang di kapteni Sagha, kedua kapten berjaba tangan

” Ketemu lagi ” kata Yusuf

” Iya, saya kagum dengan Indonesia ” balas Sagha

Mereka berdua berjaba tangan

” Baiklah, di pertandingan ini kalian harus bermain sportif, jangan ada kekerasa, atau pun bermain curang ” kata wasit

Kedua kapten mengangguk bersamaan

” Kalian pilih mana?? ” tanya wasit sambil memperlihatkan koin 500 di tangannya

” Garuda.. ” jawab Yusuf

” Berarti kamu 500 yah.. ” kata wasit pada Sagha di balas anggukan saja oleh Sagha

Wasit pun melempar koin lalu di tangkapnya lagi, sa!
5 detik

10 detik

” Selesai.. ” kata Yusuf

” Ayoookk semangat, semangat semangaat… ” teriak Andri yang membuat semangat para pemain Indonesia bergemuruh

Kick-off babak pertama pun di mulai, di menit-menit pertama ini timnas Indonesia belum melakukan serangan berbahayanya, mereka masih memilih untuk menguasai bola beberapa menit di babak pertama

Dan pada menit ke-17 barulah serangan Indonesia mulai di tonjolkan, sepakan keras yang di lakukan Santoso hampir saja membuat Indonesia unggul

Sayangnya, kiper lawan tidak ingin gawangnya kebobolan, Sanshiu berhasil menepis sepakan keras yang di lakukan Santoso hingga bola keluar lapangan

Tendangan pojok pun di hadiahkan pelatih untuk Indonesia, beberapa penyerang Indonesia sudah siap menyambut umpan yang akan di lakukan oleh Aangk

Lagi-lagi Sanshui berhasil menghalau serangan yang di lakukan garuda muda

Kedudukan 0-0 bertahan sampai menit ke 33,

Akhirnya Sagha kapten timnas Jepang membuka keunggulan atas Indonesia pada menit ke 33

Umpan silang yang di lakukan rekan satu timnya berhasil membuat Sagha melakukan sepakan terukur ke gawang Indonesia sampai Harus membuat Dani memungut bola dari galah gawangnya

Kedudukan berubah menjadi 1-0

Tidak sampai situ saja, berselang 5 menit kemudian pemain sayap dari timnas Jepang berhasil mengecoh konsentrasi Dani dan kembali menambah keunggulah

Indonesia tertinggal jauh dari Jepang

Dan pada menit-menit terakhir Indonesia berusaha mengecilkan ketertinggalannya, beberapa sepakan berhasil mereka lakukan tapi tetap saja dari semua sepakan yang mereka lakukan tidak ada satupun yang membuahkan hasil

Lagi, lagi dan lagi.. timnas jepang kembali menambah keunggulan mereka dan membuat Indonesia tertinggal lebih jauh

Kerja sama yang di lakukan Sagha dan rekan satu timnya berhasil melewati penjagaan Yusuf dan kawan-kawan

” Sial..gak akan gue biarin Indonesia tertinggal lebih jauh lagi ” kata Yusuf berusaha menghentikan pergerakan Sagha

Tapi dengan cerdik Sagha mengoperkan bola lalu berlari ke tengan kotak pinalti demi meloloskan diri dari penjagaan Yusuf

Dan dengan cepat rekan satu timnya kembali mengoperkan bola itu pada Sagha dengan cepat

” Apa??! “

Yusuf terkejut melihat Sagha bebas tampa penjagaan

” Siaall… ” kata Yusuf

Dan.. Sagha langsung melakukan sepakan pojok sampai Dani tidak dapat menghalaunya, Dani kira bola akan keluar tapi ternyata bola itu membentur mistar gawang dan masuk dengan lancarnya ke gawang timnas Indonesia

Indonesia makin tertinggal jauh oleh keunggulan timnas Jepang, kedudukan 3-0 bertahan sampai babak pertama usai

Terlihat raut wajah kesal dari para pemain Indonesia, Mereka tidak menyangka bahwa timnas Jepang bukanlah lawan yang mudah

Para pemain berjalan menuju ruang ganti masing-masing tim mereka

~oOo~

” Yah gimana nih kak, apa Indonesia bisa mengejar ketinggalannya, 3-0 lagi ” keluh Yupi

” Iya, kelihatan juga mereka kehilangan semangat mereka lagi ” tambah Rona dengan wajah lemasnya

” Kalian tenang saja, kak Ve percaya mereka bisa mengejar, asalkan kita kasih dukukang penuh buat mereka. ” kata Ve

” Iya kalian ini, kita lihat aja kedepannya, babak keduakan belum di mulai, barang kali mereka bisa mengejar ketinggalan mereka atau bahkan mereka bakal unggul nantinya ” kata Naomi

” Iya bener kata kak Naomi, lagian kak Riyan belum main dan Indonesia gak akan kalah kalau pemain terbaiknya belum di turunkan ” kata Sinka

Tawa mereka pun pecah mendengar ucapan Sinka yang selalu memuji Riyan setinggi-tingginya

(Di ruang ganti)

” Bagai mana pelaih, apa kita akan menang? ” tanya Yogi ragu

” Iya, udah gak ada harapan ” kata Andri

” Siapa bilang udah gak harapan, dan siapa bilang kita akan kalah ” kata Riyan

” Ayoo semangat dong.. kiat udah melanglah sejauh ini, masa kita mau nyerah gitu aja, payah kalian ” tambahnya

” Maksud lu apaan yah ” kata Ronald yang mulai emosi

Pelatih pun mencoba menenangkan pertengkarang kecil mereka

” Sudahh.. kata Riyan benar, kita masih ada harapan untuk menang, dan kita juga sudah sejauh ini, sayangkan kalau kita berhenti sampai di sini ” kata pelatih

” Lu semua lupa apa kata-kata dari gue? Kita belum kalah sebelum pertandingan berkahir, jadi semangaatt dongg ” kata Riyan

Pelatih tersenyum melihat sikap Riyan yang selalu menjaga semangat teman-temannya

” Riyan, apa sekarang kamu tau titik kelemahan dari timnas Jepang ” tanya pelatih

” Menurut perkiraan saya timnas jepang lemah kalau kita melakukan serangan balik, karena mereka terlihat sangat panik saat kita serang balik mereka dengan cepat ” jawab Riyan

” Lalu?? ” tanya Yogi

” Usahalan di babak kedua nanti, strategi kita strategi bertahan dengan serangan balik yang cepat ” jawab Riyan

” Biarkan mereka menyerang dan tunggu waktu yang pas buat serang balik mereka saat posisi mereka sudah maju semua ” kata Riyan

Rekan-rekannya mulai mengerti apa yang di sampaikan oleh Riyan

” Dan kita harus matikan pergerakan Sagha sang kapten, dia selalu mendapatkan ruang tembak yang leluasa di babak pertama tadi ” kata Riyan

” Kalau itu serahin ke gue aja, biar gue yang ngunci pergerakannya ” kata Yusuf

” Jangan Suf, lu gak boleh sendirian buat jaga dia, Herman lu bisakan bantuin Yusuf nanti. usahakan pergerakannya benar-benar terkunci ” pinta Riyan

” Baiklah, percaya aja sama gue ” kata Herman

Pelatih mulai percaya dengan apa yang di sampaikan oleh Riyan

” Baiklah, di babak kedua nanti kita akan gunakan strategi yang sudah di jelaskan oleh Riyan tadi, ” kata Pelatih

” Siap pelatih..!!! ” kata Para pemain kompak

” Dan saya akan masukan Riyan untuk menggantikan posisi Rendy ” kata Pelatih

” Baik pelatih ” balas Riyan dan Rendy

” Kerja bagus Riyan ” kata pelatih

” Terima kasih pelatih ” balas Riyan

~oOo~

Di tempat lain seorang gadis sedang terfokus pada pertandingan sepak bola yang dia tonton lewat TV bersama seorang lelaki paruh baya

” Sudahlah, sampai kapanpun Indonesia gak mungkin menang ” kata lelaki paruh baya itu

” Ayah gimana sih, bukannya dukung malah ngina lagian Riyan belum main kan? ” kata gadis itu

” Main atau gaknya tetap Indonesia gak akan menang, buktinya mereka sudah tertinggal 3-0 udah gak ada harapan lagi ” timpal lelaki itu

” Tapi kalau Indonesia menag ayah harus setujui Riyan buat lanjutin karirnya jadi pesepak bola yah ” kata gadis itu

” Udahlahh… sampai kapanpun ayah gak akan setuju anak gak tau diri itu jadi pesepak bola ” kata lelaki itu

” Kenapa sih ayah benci banget pesepak bola, bukannya ayah dulu juga kan pesepak bola sama seperti Riyan ” kata gadis itu yang selalu membela Riyan

” Apa karena cidera yang ayah alami dulu membuat sepak bola itu terlihat buruk di mata ayah?? ” kata gadis itu

Lelaki paruh baya itu terdiam saat anak gadisnya bertanya seperti itu

” Gak, Riyan gak seperti ayah, Riyan itu lebih dari Ayah, dia jauh lebih hebat dari ayah ” kata gadis itu

Mendengar kata-kata itu lelaki paruh baya itu pun kesal

” Terserah kamu aja Melody, yang jelas yah gak suka adik kamu itu mengikuti jejak ayah, Ayah hanya gak mau liat dia nantinya menyesal seperti ayah, kamu mengerti?? ” geram Geram lelaki itu yang ternyata Ayahnya

Melody terdiam sesaat

” Setiap orang itu berbeda-beda, walau pun satu jalan tapi takdir mereka berbeda-beda, Aku percaya Riyan gak akan berakhir seperti ayah, karena itu mungkin bukan takdirnya, dan aku percaya Riyan akan berhasil dengan impiannya karena itu juga mungkin takdirnya ” kata Melody

” Takdir ayah berbeda dengan takdir Riyan, tidak semua pemain bola akan berakhir seperti ayah, banyak di luar sana yang sukses dengan karir sebagai pesepak bola ” kata Melody

Ayahnya terdiam terfikir dengan apa yang di omongkan melody

” Kalau ayah gak mau nonton ya udah sana, biar aku sendiri yang nonton ” kata Melody

Ayahnya pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Melody

(Kembali ke pertandingan)

Beberapa menit lagi babak kedua akan di mulai, para pemain sudah memasuki lapangan

” Kak liat… kak Riyan main? ” kata Sinka antusias saat melihat Riyan akan bermain

” Iyaa, semoga dengan masuknya Riyan, bisa ada perubahan ” kata Naomi melihatnya juga

Para pemain Indonesia berkumpul membentuk sebuah lingkarang kecil

” Ok… inget yang gue katakan saat di ruang ganti, biarkan mereka serang kita abis-abisan terlebih dahulu,sampai mereka kewalahan,barulah kita serang balik ” kata Riyan mengomandoi teman-teman satu timnya

” Sedangkan Andri dan Ilham, kalian tunggu di depan aja, biar kita yang jaga pertahanan, soalnya kalau serang dadakan harus sudah ada yang siap menerima di depan ” tambah Riyan

“Ayo, ayooo, ayoo SEMANGAAATTT….!!!! ” teriak Riyan penuh semangat

” YEEAAHHH…. SEMANGAAATTT…!!! ” balas rekan-rekannya

Mereka pun bersiap di posisi masing-masing.

Saat pertandingam belum di mulai Yusuf menghampiri Riyan yang sedang membetulkan tali sepatunya

” Yan.. ” panggil Yusuf

Riyan pun menoleh ke arahanya

” Kayaknya lu yang pantes pakai ini ketimbang gue ” kata Yusuf melepas ban kaptennya dan memberikannya pada Riyan

” Loh?? Kenapa? ” tanya Riyan Bingung

” Lu lebih bisa jaga semangat mereka dari pada gue ” jawab Yusuf

” Tapi… ” kata Riyan terpotong

” Udahlah… selama yang menjadi kapten lu, Indonesia selalu menang, maaf gue gak bisa bawa Indonesia unggul kali ini ” potong Yusuf

Yusuf langsung memberikan ban kapten pada Riyan agar dia memakainya

” Gak, lu udah bawa Indonesia masuk Final, itu udah lebih dari cukup ” kata Riyan tersenyum

Dia menerima ban kapten itu

” Baiklah, kalau lu mau gue yang pakai, bakal gue pakai ” kata Riyan mengikatkan ban kapten di lengan kanannya

Yusuf tersenyum dan kembali ke posisinya

PRIIIITTTTT…..

Kick-off pun di mulai, di babak kedua ini Indonesia membiarkan daerah pertahannya di gempur abis-abis oleh para pemain Jepang

Para pemain Indonesia mati-matian mempertahankan gawangnya agar tidak kebobolan lagi

Pada menit ke 57 Jepang hampir menambah keunggulan mereka lewat aksi Skill yang Sagha lakukan, tapi Yusuf bisa menggagalkan aksinya tersebut

Berkali-kali sagha melakukan aksinya tapi tetap saja Yusuf berhasil menghentikan gerakannya dan membuatnya tidak bisa berkutik lagi

Tidak sampai di situ, Jepang mencoba menyerang dari sisi kiri karena sisi kanan sudah berhasil di lumpuhkan pergerakannya

Pemain pernomor punggung 15 berhasil masuk ke kotak penalti timnas Indonesia, pemain itu juga berhasil melakukan tembakan keras tepat ke pojok gawang

” Wah, wah bahaya itu… ” kata Rona panik sendiri di bangku penonton

Riyan yang saat itu dekat dengan tiang gawang langsung menghentikan bola dan langsung menendangnya keluar lapangan

” Hampir saja ” kata Rona lega

” Di babak kedua ini Indonesia keserang terus ya kak, bahkan dari menit pertama mereka belum melakukan serangan sama sekali ” kata Sinka

” Iya, itu semua kayak di sengaja gitu Indonesia membiarkan daerah pertahanannya di serang habis-habisan ” balas Ve yang ada di sebelah Sinka

Mereka semua di buat panik dengan permainan para pemain Indonesia di babak kedua ini

Lemparan ke dalam pun di lakukan oleh pemain jepang, mereka kembali menyerang Indonesia tampa henti

Pelatih mulai panik timnya belum melakukan serangan juga.

Sampai menit ke 70 Indonesia masih mendapatkan serangan dari Jepang sampai Jepang benar-benar kewalahan melakukan serangan mereka yang selalu berhasil di gagalkan

Riyan dan kawan-kawan pun menyadarinya kalau serang Jepang mulai melemah, barulah Indonesia melakukan serangan balik dengan cepat yang di komandoi oleh Riyan

Bola yang masih di kuasai oleh pemain sayap timnas Jepamg langsung di rebut dengan cepat oleh Yusuf dan langsung melakukan umpan tarik

Andri dan Ilham yang sudah ada di depan pun bersiap menerima umpan dari Yusuf, bola melaju dengan terarah tepat ke arah Andri

Andri tersenyum dan menerima umpan itu dengan baik, lalu dia dengan cepat Andri berlari ke kotak pinalti tanpa ada penjagaan karena pemain Jepang posisinya hampir di depan semua

1-2-1-2 taktik yang di lakukan Andri dan Ilham berhasil melewati pemain bertahan yang menghadang mereka sampai kotak pinalti dan berhasil mengecoh konsentrasi penjaga gawang timnas Jepang

Dengan mudah Andri melesatkan bola ke gawang timnas jepang dengan sangat cepat sekali,

” GOOOAAALL…!!! ” seluruh penonton di stadion bergemuru saat melihat serangan balik yang sangat cepat dan menghasilkan goal

Butuh waktu 1 menit kurang timnas Indonesia bisa mencetak goal dan mengejar ketinggalan

Kedudukan berubah menjadi 3-1

Indonesia berhasil memperkecil ketinggalan lagi lewat aksi tendangan bebas yang di lakukan oleh Riyan

Di menit ke 81 Santoso mendapat takcling keras dari pemain Jepang, wasit pun mengadiahkan tendangan bebas bagi Indonesia

Riyan akhirnya mengambil alih dalam melakukannya, dari jarak 36 meter ke gawang dia berhasil melesatkan bola masuk ke jalah gawang timnas jepang

” Tendangan yang bagus Yan ” puji Aangk

Skor kembali berubah, 3-2. Tidak sampai di situ saja, lagi lagi Indonesia berhasil melakukan serangan balik yang cukup cepat, hanya membutuhkan 57 detik untuk Riyan mencetak goal kembali

Umpan tarik yang di lakukan oleh Herman dapat di terima dengan mudah oleh Riyan lalu Riyan kembali melakukan umpan trobosa ke Andrisedangkan Riyan berlali ke pojok gawang

Andri kembali melakukan umpan lambung ke arah Riyan, tapi karena bolanya tidak tepat ke arah Riyan, dia harus melompat untuk melakukan sundulan

Bola berhasil masul ke gawang tapi Riyan mendarang kurang baik sampai harus membentur mistar gawang sama seperti saat dia mendapatkan cidera bahu saat mencetak goal dulu

” Aarrgh.. ” kata Riyan kesakitan memegahi bahu kanannya yang baru saja sembuh dari cidera

Goal yang ke 3 ini membuat pelatih dan rekan-rekannya panik melihat Riyan kesakitan memegangi bahu kanannya kembali

Tim medis langsung menandu Riyan ke pinggir lapangan.

TO BE CONTINU

BY : @Gue_nawan123

Iklan

9 tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s