Serangan Titan : Misi Restorasi, Part 4

Malamnya, tim sukarelawan berkumpul untuk makan malam. Mungkin itu
makan malam terakhir mereka, karna besok malam mereka harus bertarung
mati-matian melawan Titan untuk menutup lubang di Wall Maria.

Mereka berkumpul di meja masing-masing. Di meja paling kanan ada
Rusdi, Epul, Sinka, dan Gre. Mereka sedang mengobrol tentang misi
restorasi besok malam.

“Tujuan utama misi restorasi ini adalah menutup lubang di Distrik
Monzen dengan cara meledakkannya. Dinding itu akan menjadi lebih
pendek, tapi cukup untuk menutup lubang itu. Setelah kita menutupnya,
kita akan menghabisi Titan yang ada di dalam.” jelas Epul.

“Tapi misi restorasi sebelumnya berakhir dengan kegagalan yang
menyedihkan. Mereka diserang oleh Titan sebelum mencapai dinding,
disapu habis oleh para Titan.” sambung Epul.

“Tidak ada lagi yang tersisa diantara mereka. Kita akan bergabung
dengan Kapten Ulung dan rekan wanitanya. Mereka menunggu disana,
menghabisi para Titan dengan mudahnya karna telah mahir menggunakan
3DMG.” Epul memakan makanannya.

“Misi kita hanyalah membawa semua peledak terakhir di Omotemachi ke
Distrik Monzen, lalu disana Kapten Ulung akan meledakkan Wall Maria.
Dan menutup lubang Neraka itu!” Epul menyelesaikan makannya.

“Dasar bodoh… aku terjebak disini bersama orang-orang terbuang yang
menunggu kematiannya.” Boim yang sedari tadi bersandar di tiang
tiba-tiba berkata, seketika semua mata tertuju padanya.

“Boim, dia selalu bermulut besar. Tapi sebenarnya dia takut pada
Titan!” bisik Epul.
“Apa? Kau bilang apa?” Boim menghampiri Epul, lalu menarik kerah bajunya.

“Kau pikir aku takut? Apa Titan punya kelamin?” Boim hendak memukul Epul.
“Hentikan! Aku bilang, Titan tidak punya kelamin!” Kapten Nabilah
tiba-tiba muncul.

“Aku ingin membedah mereka, tapi Titan menguap saat ia mati. Hanya
buku ini lah yang dapat memberiku informasi tentang Titan.” Kapten
Nabilah memperlihatkan bukunya, buku yang sama dengan yang dimiliki
Kapten Fajar.

“Omong kosong!” Boim memukul Epul dengan keras, ia masih memegangi
kerah baju Epul.
“HEY!!!” teriak Kapten Nabilah, kini ia menghampiri Boim.

“Hentikan!” Rusdi ikut campur, lalu Boim melepaskan kerah Epul.
“Siapa kau?” tanya Boim, tapi Rusdi hanya diam saat mereka
bertatap-tatapan secara langsung.

Rusdi lalu pergi, disusul oleh ketiga temannya.
“Sekarang aku ingat! Kau adalah orang yang meninggalkan pacarmu saat
Titan menyerang! Dasar cengeng, penakut!” Boim menyeringai.

Rusdi kesal, ia sangat marah. Lalu berlari kearah Boim, hendak
memukulnya. Tapi orang-orang memisahkan mereka. Rusdi lalu ditarik
keluar ruangan oleh ketiga temannya.

Sementara Boim dibawa kearah lain oleh Kapten Nabilah. Dibalik
jendela, terlihat Kapten Fajar sedang mengintip.
“Semoga kalian berhasil!” ujarnya pelan, sebari menatap tajam kumpulan
orang-orang yang akan mati itu.

Beberapa jam kemudian, Kapten Nabilah kembali mengumpulkan tim
sukarelawan. Lantas membagikan kelompok untuk tiap tim sukarelawan.
Masing-masing kelompok beranggotakan 10 orang berdasarkan nilai mereka
selama pelatihan.

“Baiklah, aku akan membagi kelompok kalian berdasarkan nilai kalian
selama pelatihan. Kelompok pertama adalah 10 orang dengan nilai
tertinggi. Baiklah, yang disebut namanya silahkan maju ke depan.”
Kapten Nabilah lalu membaca nama-nama 10 orang terbaik.

“Ikhsan, Rusdi, Dendhi, Epul, Sinka, Gre, Seena, Yupi, Boim dan Rizky.
Silahkan kalian maju, 10 orang terbaik!” ucap Kapten Nabilah, lalu
mereka maju ke depan sebagai kelompok pertama.

“Mereka adalah 10 orang terbaik, kelompok pertama. Nilai tertinggi
selama pelatihan diraih oleh Ikhsan Kandias. Dan nilai terendah di
kelompok pertama adalah Aulia Rizky, selamat Ikhsan!” Kapten Nabilah
berjabat tangan dengan Ikhsan.

Mereka semua lalu bertepuk tangan. Ikhsan hanya tersenyum tipis saat
Kapten Nabilah menjabat tangannya. Di ujung, Boim nampak kesal karna
ia harus 1 kelompok dengan Rusdi dan Epul.

“6 laki-laki dan 4 perempuan, bagus! Selanjutnya aku akan membagi
kelompok 2. Ingatlah! Keberhasilan misi restorasi besok malam ada di
tangan kalian, bekerja sama lah dengan kelompok masing-masing.” seru
Kapten Nabilah.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s