Romansa Kota Itu, Part12

“Den” sapa Shani

“Iya Shan?” balas Dendhi sambil tersenyum

“maafin aku, aku bener-bener minta maaf waktu itu ninggalin kamu” ujar Shani yang meneteskan air mata.

“udahlah Shan, aku udah maafin kamu, nanti kamu ikut apa nggak?” tanya Dendhi.

“iya Den, aku pasti ikut” ujar Shani sambi tersenyum.

Tak terasa mereka kini telah sampai di depan di rumah Shani. Michelle yang tertidur di pundak Shani sudah terbangun.

“Udah nyampe ya kak?” tanya Michelle

“Udah nyampe… di rumah nya Shani” ujar Dendhi tertawa

“ih. Kalian ini ada-ada aja deh” kata Shani tertawa.

“Ya udah, aku turun dulu, sampe ketemu nanti malem ya” ujar Shani yang keluar dari mobilnya.

Berhubung rumah Dendhi dan rumah Shani berseberangan, Dendhi meminta tolong kepada adiknya untuk membuka kan gerbang depan rumah nya. Setelah mereka masuk. Terdengar alunan piano yang sangat manis.

“Kak, siapa yang main Keyboard?” tanya Michelle polos

“Mana aku tau, aku kan biasanya yang main Keyboard, itu pun juga udah jarang” kata Dendhi.

Mereka yang penasaran mengendap-endap masuk ke dalam rumah, alangkah kaget nya mereka melihat kakak nya sedang bermain Keyboard. Dendhi hanya tertegun melihat kakaknya bermain keyboard.

“Skill sama emosi nya bener-bener keluar” ujar Dendhi dalam hati.

“Mainnya bagus banget kak” ujar Michelle kepada kakaknya

Kak Ve yang mendengar itu langsung mendekati Dendhi. Dari sorot matanya terlihat bahwa dia habis menangis, dia memeluk tubuh adik-adiknya yang kini tengah mematung.

“Dek, kamu repot nggak? Kakak mau ziarah ke makam orang tua kita, ini kan tiga tahun meninggal nya kakak kita” ujar kak Ve dengan suara parau

“iya kak, bentar ya. Kita ganti baju dulu” ujar mereka bersamaan.

Lima menit berselang, Dendhi dan Michelle sudah mengganti baju nya, Dendhi mengenakan celana ¾ dan kaos oblong, sedangkan Michelle mengenakan baju batik Pekalongan.

“Kak Ve aja ya yang nyetir” ujar Dendhi sambil memberikan kunci mobil nya.

Kak Ve hanya membalas dengan anggukan.

Mereka semua pergi ke pemakaman di mana orang tua di makam kan yang ternyata masih satu kompleks pemakaman dengan Yupi. Sesampai nya mereka di tempat orang tua mereka di makamkan, kak Ve menaburkan bunga yang tadi di belinya sebelum ke pemakaman, Dendhi dan Michelle mengucapkan seuntai doa kepada orang tua mereka

“Ma, pa. walaupun kecelakaan itu sudah tiga tahun, tapi rasanya baru kemarin kecelakaan itu terjadi, Dendhi kangen sama mama, sama papa. Kangen suasana keluarga kita yang dulunya gembira, dan penuh kehangatan” ucap Dendhi di sela-sela doanya

“Mama, papa. Doain Michelle ya supaya Michelle nggak terbawa sama pergaulan remaja jaman sekarang. Dan bisa jadi orang yang lebih baik lagi” ujar Michelle dalam hati

Setengah jam mereka habiskan di pemakaman orang tua mereka. Mereka kini berjalan menuju ke parkiran.

“Dek, nanti malem kamu repot nggak?” tanya kak Ve

“hmmm.. aku mau nonton bioskop kak, sama Shani, Reza, Viny, Gracia. Yang pasti Michelle juga ikutan” kata Dendhi

“kakak boleh ikutan nggak? Kakak rencana nya mau nonton juga, tapi sama temen kakak” pinta kak Ve

“Iya kak, boleh-boleh aja kok” kata Dendhi.

“kita nanti mau nonton London Has Fallen” tambah Dendhi lagi.

“ya udah. Yuk pulang” ajak kak Ve lagi.

 

SKIP

 

Mereka kini sudah berada di rumah. Dendhi membuka akun social media nya yang berlogo burung. Sebuah mention masuk

Shani Indira  @Shani.Indira

Seneng banget nanti bakal nonton film lagi, bareng sama @Dendhi_yoanda @RezaRez @SGracia @Ratu.Vienny

Dendhi hanya menyunggingkan senyumnya

“Ini anak ada-ada aja” kata Dendhi dalam hati

Baru saja mengetikkan balasan. Ada mention masuk lagi dari teman-temannya

@DKinalP : @Shani.Indira @Dendhi_yoanda @RezaRez @SGracia @Ratu.Vienny Ciye mulai modusin Jenderal

@Raf_Flash : panggil yang lain dulu ah :v @Rw_Dhikee @Ay_Shahab @Freezka @Lidya_MD

Dendhi pun mengetikkan balasan kepada teman-temannya

@Dendhi_yoanda : @Raf_Flash @DKinalP @Rw_Dhikee @Ay_Shahab @Freezka @Lidya_MD kalian jangan salah sangka dlu, ntar malem ada kak @JcVeranda sama @MichelleCK.

Dendhi yang iseng mencoba untuk membuka Timeline twitter Viny, terdapat tweet dari Viny yang mengundang penasaran dari Dendhi

@Ratu.Vienny : suka sama orang, tapi dia nya nggak peka. Terus aku kudu piye?

“Viny lagi suka sama orang? Kira-kira siapa ya?” tanya Dendhi dalam hati

Dia pun terus menelusuri. Akun Viny lagi. Sampai lagi-lagi dia tertarik dengan mention antara Viny dan Lidya

@Lidya_MD : @Ratu.Vienny semoga aja Mr. D peka ya sama lu :p

“Mr. D? siapa ya?” tanya Dendhi dalam hati.

“Ah.. baca komik aja deh” kata Dendhi yang lalu membaca komik nya, entah kenapa matanya semakin lama semakin berat untuk di buka, yah, kalian pasti tau kan endingnya, yap, Dendhi ketiduran lagi

*Rumah Viny*

“Ma, nanti Viny mau keluar, mau nonton film sama temen-temen” ujar Viny pada mama nya

“Iya, pulangnya jangan malem-malem ya” kata mama nya

Lalu seseorang keluar dari kamarnya

“Kak, nanti keluar kan? Aku nitip bakmie goreng di deket perumahan ya kak” ujar adiknya, Vidy.

“iya” ujar Viny singkat.

 

Kembali lagi ke rumah nya Dendhi

 

Suasana sore di rumah itu sangatlah sepi, karena Michelle, dan Dendhi yang sedang tertidur, dan kak Ve yang sedang mengerjakan tugas. Ketika kak Ve melihat jam dinding di rumah Dendhi.

“Ya ampun udah jam lima sore, aku harus cepet bangunin Dendhi sama Michelle”  kata kak Ve dalam hati.

Kak Ve segera masuk ke dalam kamar Michelle. Di buka nya kamar Michelle, sang empunya kamar masih terlelap.

“Michelle…” kak Ve berteriak

“Hmmmm…” Michelle hanya berdehem

“Bangun, katanya nanti malem mau nonton bioskop” kata kak Ve.

Mendengar kata “Bioskop” mata Michelle langsung melek, dia langsung bergegas pergi ke kamar Dendhi untuk membangunkan nya.di buka nya kamar Dendhi, dan ternyata si empunya kamar itu juga sedang tertidur dengan kondisi AC yang menyala.

“Aduh.. enak banget sih di kamar kak Dendhi, AC nya nyala. Jadi bikin ngantuk lagi” ujar Michelle dalam hati.

Michelle langsung tertidur di tempat tidur milik Dendhi, tempat tidur milik Dendhi memang lebar, tempat tidur itu mampu menampung tiga orang. Baru saja mata Michelle tertutup lagi, tiba-tiba

TUUUUT…

“Shit, bau banget.” Ujar Michelle dalam hati

TUUUT…

Suara itu terdengar lagi. Suara kedua itu cukup sukses membangunkan Michelle dari tidurnya

“Kak Dendhiiiiii…” Michelle berteriak.

“Apaan sih le? Ganggu orang tidur aja?” Dendhi protes

“tidur sih tidur kak, tapi gak usah kentut mulu” ujar Michelle

“Namanya aja orang nggak sadar le, ooh iya, kamu belum mandi? Kita kan mau nonton bioskop” kata Dendhi

“oh iya kak, bentar aku mandi dulu” ujar Michelle yang berjalan meninggalkan kamar Dendhi

Sepuluh menit kemudian mereka berdua sudah berada di ruang tamu. Mereka sedang menunggu kak Ve yang sedang mandi.

“le, coba kamu contact Gracia, Viny, sama Shani.” Kata Dendhi

“Kalo Gracia sama kak Shani aku punya contact nya, kalo kak Viny nggak punya” ujar Michelle

“Ini, scan Barcode aja di BBM ku” ujar Dendhi sambil memberikan  HP nya

Michelle lalu men-scan Barcode di BBM Dendhi, setelah selesai ia mengembalikan hp nya ke Dendhi.

“Kalian kok masih belum berangkat?” tanya kak Ve

“Lha, kita kan nunggu kak Ve” ujar Michelle

“kak Ve berangkat nya sama temen” ujar kak Ve

Mereka berdua langsung menunjukkan ekspresi datarnya, sedangkan kak Ve hanya tertawa. Mereka lalu menuju ke garasi mobilnya.

“Le, kamu bukain gerbang depan” ujar Dendhi, michelle hanya mengangguk.

“Kak ve, tolong tutupin pintu gerbang depan dong, kita keburu nih” Dendhi mengetikkan pesan di hp nya

“Ayo berangkat ke rumah nya Shani” ujar Dendhi.

Tak menunggu lama, mereka melihat Shani sedang berjalan ke rumah mereka.

“kak, itu kayaknya kak Shani deh” ujar Michelle

“mana?” tanya Dendhi

“itu kak” ujar Michelle sambil menunjuk Shani yang berjalan ke arah rumah mereka,

Segera Dendhi menepi kan Mobil nya lalu Michelle menurunkan kaca jendela mobilnya

“Kak, ayo masuk” ajak Michelle.

Shani pun berjalan masuk ke dalam mobil Dendhi.

“Maaf ya Shan, aku ketiduran” kata Dendhi lesu.

“iya Den, gak apa-apa kok” kata Shani sambil tersenyum

“sekarang kita jemput Viny dulu ya” ujar Dendhi

Sepanjang perjalanan, mereka bertiga saling melempar candaan, sekilas Dendhi melihat adanya orang ke-empat yang duduk di samping Shani.

“Yupi” ujar Dendhi pelan.

“Kak, awas” ujar Michelle.

Dendhi langsung mengerem mobilnya.

“Shan, kamu duduk sendirian kan di belakang?” tanya Dendhi penasaran

“Iya Den” ujar Shani

“Yakin nggak ada orang di samping kamu?” tanya Dendhi memastikan

“Nggak ada Den, kenapa sih?” tanya Shani

“Hmmmm.. mungkin Cuma halusinasi ku doang” kata Dendhi dalam hati.

“nggak ada Shan” ujar Dendhi yang lalu perhatiannya kembali ke jalan raya.

“ooh iya le, tolong kasih kabar ke Viny, kita lagi di jalan, ke rumahnya dia” kata Dendhi ke adiknya

“Iya kak” kata Michelle yang lalu mengetikkan pesan

 

*Di Rumah Viny*

 

“Mana ya Dendhi kok lama banget?” tanya seorang di dalam kamarnya.

 

TUNG..

 

Notifikasi berbunyi dari hp nya

Kak, tunggu ya, kita lagi di jalan, jalanannya lagi macet “ ujar Michelle.

Viny langsung keluar dari kamarnya, ia melihat orang tua nya dan Vidy sedang bercengkrama di ruang keluarga sambil menonton TV

“ibu, ayah. Aku ijin keluar dulu. Aku mau nonton bioskop sama temen-temen ku” ujar Viny.

“Iya, jangan terlalu malem ya pulangnya” ujar ayah nya Viny

“Iya yah” kata Viny

“Kak, aku nitip martabak manis ya” ujar Vidy

“Iya” ujar Viny

Terdengar suara Klakson mobil di luar. Viny segera keluar dari rumahnya, terlihat oleh matanya mobil Innova hitam yang biasanya di pakai oleh Dendhi. Viny lalu masuk ke dalam mobil nya. Suasana di dalam mobil sedikit rame Karena masing-masing dari mereka memberikan candaan yang membuat suasana di mobil itu hidup. Tapi Shani memandang Viny dengan tatapan sedikit sinis.

“Orang kayak dia kok bisa jadi temen akrab nya Dendhi ya?” tanya Shani dalam hati

“Aku harus ngorek info lebih lanjut tentang dia ke Michelle” ucap Shani dalam hati lagi

Tak terasa, kini mereka sudah sampai di depan bioskop. Terlihat mobil Reza, sudah berada di tempat parkir.

“Reza sama Gre udah nyampe ternyata” ujar Dendhi

“eh, kok tau?” tanya Viny

“mobil nya kan sebelahan sama mobil kita” kata Dendhi sambil menunjuk mobil Reza.

“Ayo cepet kita masuk” ajak Dendhi

Mereka berempat masuk ke dalam gedung bioskop. Terlihat Reza dan Gracia sedang menunggu mereka berempat.

“nah, yang di tunggu datang juga” ujar Gracia lega

“hehehe… maaf, udah lama nunggu nya?” tanya Shani

“belum kok kak, baru sepuluh menit, maaf. Kakak siapa ya?” tanya Gracia

“Aku sahabat kecil nya Reza, sama Dendhi. nama ku Shani” ujar Shani sambil menjabat tangan Gracia.

“Aku Gracia, adik sepupu nya kak Reza” ujar Gracia.

“Bentar ya, nunggu kak Ve, dia katanya mau ikutan juga” kata Michelle

“oke” ujar mereka semua kompak

Mereka semu menunggu kedatangan kak Ve, sepuluh menit berselang datanglah yang di tunggu, namun ada yang berbeda dengan kak Ve, dia membawa seorang cowok.

“Itu kak Ve datang” ujar Michelle yang lalu melambaikan tangannya ke kamera, *eh. Maksud ku ke kak Ve

“ waaah… udah rame ya?” sapa kak Ve

“iya kak” kata Dendhi.

“ooh iya, Den. Kenalin ini kak Willy, dia temen kakak” ujar kak Ve yang mengenalkan cowok di sampingnya itu

“ooh iya Will, ini Dendhi dan Michelle, adik ku, dan mereka ini teman-teman nya” ujar kak Ve

“Hai semua, nama ku Willy Debiean, bisa di panggil Willy” ujar orang itu.

“iya kak, salam kenal, aku Dendhi” ujar Dendhi.

“Jadi nya nonton apa ini kita?” tanya kak Ve

“London Has Fallen aja, review di internet bagus kak” ujar Dendhi.

“Oke.. biar aku yang beli tiketnya” ujar Dendhi yang lalu mengantri. Antrian nya saat itu tak begitu ramai sehingga dalam waktu lima menit, Dendhi sudah mendapatkan delapan tiket film London Has Fallen.

“Ooh iya vin, aku beliin Popcorn dulu ya” ujar Dendhi yang lalu menggandeng erat tangan Viny menuju ke stand makanan di tempat bioskop itu.

“Mbak, popcorn nya dua yang regular, minumnya soft drink dua ya” ujar Dendhi sambil memberikan pecahan uang lima puluh ribu.

Tak menunggu lama, pesanan Dendhi sudah berada di tangan nya. Kini mereka berdua kembali ke tempat teman-temannya

“masuk yuk” ajak Dendhi pada semuanya. Mereka semua hanya mengiyakan ajakan nya

Dendhi menuju ke theater dengan menggandeng tangan Viny, sedangkan Gracia dan Viny hanya menatap sinis ke arah mereka

“Harusnya kan gue, bukan kak Viny yang nggandeng tangan nya kak Dendhi” ujar Gracia dalam hati sambil menatap sinis ke Viny.

Selama film dimainkan, tangan Viny merangkul tangan Dendhi.

“Eh..” ujar Dendhi kaget

“Udah Den, gak akan ketahuan sama mereka” kata Viny

Perlakuan dari Viny itu membuat Dendhi tidak mengarahkan konsentrasi nya ke film itu, melainkan ke arah Viny

Tak terasa. Film itu selesai, lampu theater kembali dinyalakan, satu-persatu pengunjung keluar dari theater itu menuju ke parkiran.

“Seru banget ya film nya, apalagi pas ngeliat aksi nya Mike Banning yang bebasin presiden Amerika Serikat” ujar Reza

“iya, aku jadi kepikiran kalo jadi paspampres beneran kayaknya seru tuh” celetuk Dendhi

“tapi kayak nya nggak mungkin deh kak, kalo jadi paspampres kan harus kurus, sedangkan kak Dendhi kan…” ujar Michelle menggantung

“gendut, puas lu?” kata Dendhi sebal

“Puas banget kak” ujar Michelle yang lalu diikuti oleh tawa teman-temannya

“kampret kalian” ujar Dendhi sebal

“Kalian ini, emangnya dari dulu ledek-ledekan terus ya?” tanya kak willy

“iya kak, yang sering jadi korban nya kak Dendhi, abisnya dia Bully-able banget sih” ujar Michelle, kembali teman-temannya menertawakan Dendhi, sedangkan objek lawakan nya malam itu hanya bisa mendengus sebal

“ooh iya, kalian bentar lagi langsung pulang?” tanya kak Ve

“Iya kak, udah ngantuk nih” kata Michelle

“kalo belum pulang nongkrong yuk di taman Blambangan, kan banyak PKL yang jualan makanan yang enak dan pas di kantong” ujar kak Ve

“hmmm… kapan-kapan aja deh kak, kasian Michelle kak ngantuk” ujar Viny.

“ya udah kak, kita duluan ya, Ujar Dendhi yang lalu menggandeng tangan Michelle

Dendhi, Michelle, Viny, dan Shani mulai pulang, sedangkan Reza dan Gracia ikut nongkrong dengan kak Ve dan kak Willy. Selama perjalanan pulang tak ada candaan keluar karena mereka berempat sudah di hinggapi kantuk yang sangat berat. Namun Dendhi masih harus memusatkan konsentrasi di jalanan kota Banyuwangi yang saat itu bisa di katakan sepi.

“ooh iya Den, bisa mampir sebentar kalo ada orang jualan martabak manis? Vidy nitip martabak manis” ujar Viny

“bisa kok, nah. Itu kebeneran, di depan ada orang jualan” ujar Dendhi yang lalu menepikan mobilnya.

Viny lalu keluar untuk memesan martabak manis, sedangkan Dendhi memainkan HP nya. Di layar Hp nya masih tersimpan foto antara dirinya dengan sesosok perempuan

FLASHBACK ON

“Den, kapan ya kita bisa ke luar negeri bareng?” tanya wanita itu sambil menggoyang pelan tangan Dendhi

“kalo udah saatnya Yup, emang kamu mau ke mana?” tanya Dendhi

“ke Amerika Den, akum au ketemu sama Reza, kalo bisa sama Shani juga” kata Yupi

“ooh.. kalo udah saatnya pasti kita ke luar negeri berdua” ujar Dendhi

“Janji?” ujar Yupi mengaitkan kelingking nya ke Dendhi

“iya” ujar Dendhi lalu tersenyum

“den, beliin aku martabak manis dong” pinta Yupi manja

“Buseet Yup, tadi kamu udah abis makan Bakso dua porsi, mie ayam seporsi, es teh tiga gelas masih kurang?” tanya Dendhi kaget

“Iya Den” ujar Yupi terkekeh

“ini pipi apa kabar ya?” ujar Dendhi yang mencubit pipi Yupi

“Ihh Den.. Sakit tau” ujar Yupi menggembungkan pipinya

“ya elah Yup, cuman bercanda, ayo deh kita beli” ujar Dendhi yang lalu menggandeng tangan Yupi

FLASHBACK OFF

“Den, ayo pulang, aku udah dapet pesenannya Vidy nih” terdengar suara itu lagi

“Oke Vin” ujar Dendhi yang lalu menaruh Hp nya, dan memusatkan perhatiannya ke jalanan lagi

Dua puluh menit waktu yang di perlukan Dendhi untuk mengantarkan Viny pulang, waktu kini menunjukkan pukul sepuluh malam. Dendhi lalu keluar untuk membuka kan pintu untuk Viny.Viny lalu keluar sambil menggandeng tangan Dendhi.

“Vin, besok aku jemput ya jam enam lebih sepuluh” ujar Dendhi yang lalu pergi menuju ke mobil nya

“Den” panggil Viny

“apa?” tanya Dendhi yang lalu menoleh ke arah Viny

CUUUP…

Pipi Dendhi di cium oleh Viny

“makasih ya udah ngajakin aku nonton bioskop” ujar Viny dengan wajah memerah

“aaa…aaa… Iya Vin” kata Dendhi salting.

Dendhi lalu masuk ke dalam mobilnya, ia lalu mengantarkan Shani pulang ke rumahnya.butuh waktu tiga puluh menit bagi Dendhi untuk mengantarkan Shani ke rumah nya. Ketika sampai di depan rumah Shani ia menoleh ke Belakang.

“Shani tidur, cantik juga ya” ujar Dendhi dalam hati.

“Shan.. Shani.. Bangun. Kita udah sampe di depan rumah kamu nih” ujar Dendhi pelan

Perlahan mata Shani mulai terbuka. Memang benar, kini ia telah sampai di depan rumahnya.

“makasih ya Den buat hari ini, aku seneng banget kamu bisa maafin aku” ujar Shani yang lalu memeluk Dendhi

“iya Shan, sama-sama” ujar Dendhi yang membalas pelukan Shani.

Perlahan Shani mulai memasuki rumah nya, sedangkan Dendhi masuk kembali ke mobilnya. Rumah Dendhi dan Shani tak terlalu jauh. Hanya butuh lima menit dengan mobil, kini Dendhi sudah sampai di depan rumahnya, di buka nya pagar rumah itu, dan ia masukkan mobilnya ke garasi rumahnya.

Michelle kayaknya ngantuk banget” ujar Dendhi dalam hati,

“nggak usah di bangunin” ujar Dendhi lagi.

Dengan hati-hati ia menggendong Michelle, ia lalu menutup kembali pintu mobil nya, Dendhi perlahan berjalan ke kamar adiknya sambil menggendong adiknya, di rebahkan adiknya itu di tempat tidur.

“Good night le, Have a nice dream” ujar Dendhi yang lalu mencium kening adiknya

Ia lalu pergi ke dalam kamarnya dan pergi ke alam mimpi

 

To Be Continued

 

Author’s note : halo rekk. Maaf untuk kali ini ff ku Romansa Di Kota Itu sama Zombie Attack telat, authornya lagi di jepit sama deadline tugas Dosen sama persiapan untuk ikut SBMPTN tahun ini. Yang mau komunikasi sama aku boleh kok tinggal add salah satu social media ku, see you reekkk

Facebook : facebook.com/dendhiyngook

Twitter : @Dendhi_yoanda

Instagram : @Dendhiy97

Path : Dendhi Yoanda

Iklan

8 tanggapan untuk “Romansa Kota Itu, Part12

  1. Diawal kok “Berhubung rumah Dendhi dan rumah Shani berseberangan, Dendhi meminta tolong kepada adiknya untuk membuka kan gerbang depan rumah nya”..

    Tapi diakhir “Rumah Dendhi dan Shani tak terlalu jauh. Hanya butuh lima menit dengan mobil, kini Dendhi sudah sampai di depan rumahnya,”

    Mungkin muterbaliknya jauh
    #gagalpaham :v

    Suka

  2. Diawalnya “Berhubung rumah Dendhi dan rumah Shani berseberangan, Dendhi meminta tolong kepada adiknya untuk membuka kan gerbang depan rumah nya”

    Tapi diakhir “Rumah Dendhi dan Shani tak terlalu jauh. Hanya butuh lima menit dengan mobil, ”

    Mungkin muternya jauh :v

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s