Lagu Sedih di Tengah Hutan

Tok… tok.. tok…

Terdengar suara seseorang mengetuk pintu.

“Dek?” orang itu membuka kamar seseorang.

“Dek? Kamu dimana?” orang itu mencari seseorang.

Tiba-tiba dari balik pintu ada yang mengagetkannya.

“Kak !!” orang itu memakai topeng Slipknot dan membawa pisau mainan.

Tapi kakak nya tak bergeming karna tau siapa yang ada dibalik topeng itu.

“SEENA. udah sana mandi. Abis itu siap-siap buat sekolah.” ucap kakaknya.

“Iya melody, kakak ku yang cantik” Seena menggoda kakaknya, lalu membuka topengnya.

“Eh, udah mandi sana. Nanti kesiangan lagi sekolahnya” ucap Melody.

“Siap bos” Seena menghormat, lalu berlari ke kamar mandi.

Itulah kebiasaan anak gadis bernama Seena Grace. Setiap hari Seena bertingkah seperti anak kecil meskipun sudah SMA. Ia selalu menjahili kakaknya bahkan selalu bersemangat dalam segala hal.

“Udah belum dek?” tanya Melody.

“Udah kak! Yok berangkat, LeetSeena” teriak Seena penuh semangat.

“Eh, berisik! Ini masih pagi” protes Melody.

Seena Grace : penuh semangat, jahil dan cerewet.

Didalam kamar, nampak seorang gadis tengah asik memainkan Smartphone nya. Tiba-tiba ada seseorang masuk ke dalam kamarnya, lalu gadis itu pura-pura tertidur.

“Naomi? Udah bangun kak?” tanya orang tersebut.

“Oh dia pura-pura tidur, aku kerjain ah” pikir orang tersebut dalam hati.

“Naomi masih tidur? Aku siram air panas ah biar bangun” ucap orang tersebut.

” jangan, kakak udah bangun. Rusdi, kamu udah mandi?” tanya Naomi.

“Udah, sekarang kakak yang mandi. Apah mau aku mandiin?” tanya Rusdi.

“Enak aja, menang banyak kamu dek” naomi akhirnya bangun, lalu bergegas ke kamar mandi.

“Menang banyak? Perasaan orang yang dimandiin tuh orang mati, kok jadi menang banyak?” pikir Rusdi dalam hati.

Rusdi M Wahid, dia adalah adik dari Shinta Naomi. Naomi terkadang sulit dibangunkan, tapi Rusdi punya beberapa cara iseng untuk membangunkannya.

“Udah? Yuk berangkat” ajak Rusdi.

“Bentar, tali sepatu belum diikat” ucap Naomi, lalu mengikat tali sepatunya.

“Udah, yuk berangkat” Naomi kemudian merangkul tangan Rusdi.

“Kak?” ucap Rusdi, lalu Naomi menariknya.

Rusdi M Wahid : mesum dan murah senyum.

“Dendhi bangun! Sekarang kan kamu sekolah” ve membangunkan.

“Tapi kak, ini masih pagi” Dendhi menarik kembali selimutnya.

“Ini udah jam 7, nanti kakak telat” Ve kembali membangunkan.

“Hah? Jam 7? Iya kak, aku bangun” Dendhi akhirnya bangun.

Dendhi Yoanda, ia adalah anak kelas XI IPA-1, sementara kakaknya kelas XII IPS-1. Dia adik dari Jessica Veranda, salah satu gadis tercantik di SMA idoru Jakarta.

“Udah belum dek?” tanya Ve.

“Bentar kak! 5 menit lagi” Dendhi masih belum siap.

Setelah 5 menit, akhirnya Dendhi sudah siap berangkat ke sekolah.

“Yuk kak” Dendhi menarik tangan ve.

“Eeeehh…” ve terkejut.

Dendhi Yoanda : riang, dan( kata nya sih ) penyayang.

Beberapa menit kemudian, akhirnya Dendhi dan ve sudah sampai di sekolah. Lalu mereka masuk ke kelas masing-masing.

“selamat. Untung belum masuk” ucap Dendhi, lalu duduk di kursinya.

“Kenapa? Kayak abis dikejar-kejar setan aja” tanya Rusdi, teman sebangkunya.

“Tadi bangun kesiangan, untung belum telat.” jawab Dendhi.

“Oh, makanya jangan banyakin bergadang” ucap Rusdi.

Beberapa menit kemudian, pelajaran pun di mulai. Mata pelajaran pertama adalah Sejarah.

“Anak-anak, coba perhatikan sebentar. Ibu akan menerangkan tentang Perang Diponegoro.” ucap bu guru, lalu menerangkan panjang lebar.

“Nah sekarang, coba kamu Dendhi jelaskan dimana terjadinya Perang Diponegoro” tanya bu guru menunjuk Dendhi.

“Seingat saya di halaman 34 buku paket sejarah bu” jawab Dendhi seadanya.

Seketika semua siswa di kelas itu tertawa terbahak-bahak.

“Kamu ini kalo jawab asal aja. Sekarang ibu tanya lagi. Kalo kamu salah lagi keluar kelas, gak usah ikut pelajaran ibu. Dendhi, kapan terjadinya Perang Diponegoro?” tanya bu guru.

“Pada maghrib sebelum isya bu” jawab Dendhi, lalu semua siswa menjadi bingung.

“kamu ini main main terus !!! ”

“Enggak bu! Kan terjadi perangnya 1825 sampai 1830, jadi sama aja pada maghrib sebelum isya” jawab Dendhi asal.

Semua siswa kembali tertawa mendengar jawaban Dendhi. Dikira jam kali, itu kan tahunnya 1825-1830. Bukan jam 18:25-18:30.

“Dendhi Keluar kamu!!” kesabaran guru itu habis.

“Salah lagi” gerutu Dendhi, lalu pergi keluar kelas.

Beberapa saat kemudian akhirnya pelajaran sejarah pun selesai, lalu Dendhi kembali masuk kelas.

“kenapa aku salah terus sih” gerutu Dendhi.

“Makanya belajar” ucap Seena.

Beberapa menit kemudian, akhirnya mata pelajaran kedua pun dimulai. Mata pelajaran Ipa.

“Anak-anak, bapak akan menjelaskan tentang beberapa hewan yang bisa bertelur” pak guru memulai pelajaran nya

“Nah sekarang bapak ingin bertanya. Hewan apa saja yang bisa bertelur?” tanya pak guru.

“Ayam” teriak Seena.

“Bebek pak” ucap Rusdi.

“Asin” ucap Dendhi.

“Asin? Emang ada hewan yang namanya asin?” tanya pak guru.

“Ada pak! Kan ada telur ayam, ada telur bebek, ada juga telur asin.” jawab Dendhi.

“dasar bodoh ” ucap seseorang yang ada di belakang kelas.

Semua siswa pun kembali tertawa karna tingkah konyol Dendhi.

Beberapa jam kemudian bel istirahat pun berbunyi, lalu semua siswa pergi ke kantin.

Nampak di sebuah meja Rusdi sedang berkumpul bersama Dendhi, melody, naomi dan ve.

Dari kejauhan Seena berjalan kearah mereka semua. Tapi ia agak ragu untuk berkumpul dengan mereka. Karna ia selalu di bully oleh mereka, terutama oleh Rusdi.

“Grace, sini” teriak Rusdi.

Lalu Seena menghampirinya, tapi tiba-tiba Gre berlari lalu duduk dan berkumpul bersama mereka.

“Loh? Dia kan Gracia, bukan Grace. Kenapa Rusdi memanggilnya Grace? Ah sial, dia iseng lagi” pikir Seena dalam hati.

“Sen, mau kemana? Sini cepet, kumpul sama kita” ajak Rusdi, lalu Seena menghampirinya dan berkumpul bersama mereka.

“Ngapain kesini? Biasanya kan gak mau kumpul bareng kita” tanya Rusdi.

“Loh, tadi kan kamu manggil aku” Seena balik bertanya.

“Apaan Rus? Kok tadi manggil?” tanya seseorang.

“Nah, ini yang aku panggil. Aku tuh manggil kak Sendy, bukan Seena” ucap Rusdi, lalu mereka semua menertawakan Seena.

Seena lalu pergi meninggalkan mereka,dengan sangat kesal

“Eh, besok kan libur. Kita petualang yuk ke hutan” ajak naomi.

“Kalo aku sih ikut-ikut aja.” jawab Dendhi.

“Aku juga” ucap ve.

“Aku ikut,kak sendy ikut gak?” tanya Gre.

“Aku ikut aja kalo rame.” ucap kak Sendy.

” aku juga akan datang ” ucap lelaki yang duduk di meja belakang.

“Aku juga, tapi aku ajak Seena dulu. Kasian dia kalo aku tinggalin” ucap Melody.

“Kamu gimana dek?” tanya Naomi.

“Ikutlah, kalo gak ikut terus siapa yang jagain kakak tersayangku?” Rusdi melihat Naomi, lalu tersenyum.

“Cie… cie…” ucap Sendy.

“Gak apa-apa lah, kan adik kakak.” jawab Rusdi.

“Oke, besok kumpul di rumah aku ya. Jam 6 pagi, jangan ada yang telat. Kalo telat kita tinggalin, setuju?” tanya Naomi.

“Setuju!!” jawab mereka bersamaan.

Bel masuk pun berbunyi (akhir nya), lalu mereka masuk ke kelas masing-masing. Beberapa jam kemudian bel pulang pun berbunyi (akhir nya).

“Dek, masih marah? Jangan marah dong! Besok kan libur, mau gak ikut kakak sama temen-temen petualang ke hutan?” tanya melody.

” nggak mau ” ucap Seena.

” ya ampun dek marah sampai segitu nya ”

” tadi kenapa kakak nggak belain aku ”

” iya kakak emang salah , tapi kakak janji besok kakak akan terus ada buat kamu ”

” janji ” ucap seena sambil mengangkat jari kelingking nya.

” janji ” melody pun mengikat jari kelinking nya ke jari adik nya.

Esok paginya, semua sudah berkumpul di depan rumah Rusdi.

“kak Naomi mana?” tanya Dendhi.

“Masih mandi! Tadi kesiangan, kalo gak dibangunin pasti sekarang masih tidur.” jawab Rusdi.

“Padahal dia yang ngadain acaranya.” ucap melody.

Beberapa saat kemudian, Naomi keluar dari rumahnya.

“Maaf ya friends” ucap Naomi.

“Cewek kok bangunnya siang?” tanya Dendhi.

“Kamu juga bangunnya siang kali dek” jawab ve.

“Eh?” Dendhi malu.

Akhirnya mereka pergi menuju terminal untuk berpetualang ke hutan. Lalu mereka menaiki sebuah bus, mereka duduk bersama kakak masing-masing dan sendy duduk dengan Gre. Lalu Rusdi menghampiri Seena.

“Sen, tau gak apa bedanya saya sama aku?” tanya Rusdi.

“Enggak! Apa tuh?” jawab Seena, lalu kembali bertanya.

“Kalo saya manusia…” jawab Rusdi gantung.

“?” Seena bingung.

“…” Rusdi diam, lalu tersenyum.

“Kalo aku?” tanya Seena.

“MONYET!!! Hahaha” Rusdi tertawa, lalu kembali ke tempat duduknya.

“Jangan gitu kamu rus, ntar kamu di Smack Down sama Dia, dia kan John Seena” kata Dendhi yang secara tidak sadar membully Seena

“Itu John Cena bemo” balas Seena sambil menggembungkan pipinya.

“Hahaha… kalian ini ada-ada aja” Gre pun ikut menimpali.

Perjalanan ke Hutan membutuhkan waktu sekitar empat jam, sesampainya di hutan, mereka langsung menghubungi petugas yang sedang berjaga untuk mendaftarkan diri mereka, sejenak Dendhi melihat sekelebat bayangan.

“Hmmmm… mungkin Cuma imajinasi ku aja” pikir Dendhi .

“Den, kamu kenapa ?” Tanya ve heran

“ahh.. nggak kok kak” balas Dendhi.

tak lama kemudian mereka pun mulai berjalan-jalan di hutan. Seena dan Rusdi sedang asyik bersenda gurau, Dendhi dari tadi hanya berjalan dengan perasaan tak enak

“Kenapa perasaan ku, jadi nggak enak gini ya?” Tanya Dendhi di Dalam hati.

“kak Sen, nyanyi dong, suaranya sendy kan bagus” pinta Seena

“ada-ada aja kamu, ini kan di Hutan, bukan di tempat tertutup, kalo di makan macan gimana?” jawab sendy bercanda, Seena yang mendengar hal itu langsung ketakutan, dia lalu memeluk melody.

Melody langsung berbicara kepada sendy “kamu ini ada-ada aja Sen, tinggal nyanyi aja kok repot”

“iya-iya” balas kak sendy, lalu sendy mulai bernyanyi .

“Jangan ngelamun kalian kalo pengen selamat” teriak dendhi

Pandangan semua orang pun tertuju pada dendhi , bahkan sendy sudah berhenti bernyanyi

“apaan sih Den kamu, jangan bikin parno deh” gerutu rusdi.

“Iya nih, bikin merinding aja” kata Gre

Dendhi hanya terdiam, mereka lalu berjalan lagi menyusuri hutan itu, mereka mungkin tak sadar kalau Dendhi tertinggal jauh di Belakang.

dendhi sedang terdiam mematung karna sebuah kilatan tentang sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka.

“Aku harus ngajak mereka pergi secepatnya dari sini” ketika dia sadar, mereka semua sudah tak ada

“mereka di mana? Aku harus cepat menemukan mereka” perasaan dendhi semakin kacau karna tak ingin kilatan tadi menjadi kenyataan.

“Lho, Dendhi mana?” Tanya Ve , yang menyadari bahwa Dendhi menghilang.

“tadi bukan nya dia dibelakang kak ve” jawab Gre

” dendhi !!! dendhi !!! ”

” tenang ve , paling adik kamu lagi kencing di pohon ” ucap melody berusaha menenangkan sahabat nya.

Mereka pun akhirnya kembali mencari dendhi, tak lama kemudian, mereka bertemu dengan Dendhi,

” ayo semua nya kita pulang” ucap Dendhi

“kenapa resleting kamu nyangkut?” Tanya melody

“bukan , punya aku masih utuh kok mau liat ? ” jawab dendhi

” ihhh JIJIK ” ucap melody dan seena bersamaan

” waduh !! ” dendhi terkejut mendengar jawaban kedua kakak beradik tersebut.

” dek temenin kakak sebentar yuk ” ajak melody

” siap bu boss”

Seena dan melody langsung bergegas menuju ke sungai kemudian mereka berdua sampai di sungai yang aliran air nya sangat bening.

Sebuah teriakan memecah keheningan hutan yang sedari tadi sunyi.

Mendengar teriakan itu naomi dan yang lain langsung berlari menuju asal teriakan , disana mereka menemukan melody diatas genangan darah.

” mel kamu nggak apa apa ? ” tanya naomi

” seena hilang , tadi aku cuci muka sebentar lalu seena hilang ” jawab melody

” ini darah , darah !!! ” rusdi panik

“Kak, darah ini sampe ke sana, coba kita ikuti, mungkin kita tau Seena di mana” balas Dendhi,

mereka lalu pergi mengikuti jejak darah tersebut. Dan mereka menemukan seena tertancap ke sebuah pohon dengan kepala hancur , dengan wajah yang tak dapat di kenali hanya pakaian yang dikenakannya lah yang menjadi tanda pengenal.

“seena !!!” melody pun mencabut dahan yang menancap pada tubuh seena dan menurunkan mayat nya.

“kak, kita nggak punya banyak waktu, kita harus pergi sebelum hari gelap” ajak dendhi

“Aduh…” rintih ve

“Ve kenapa?” Tanya Gre

“Nggak tau Gre, tadi pas jalan kayak ada yang narik kakinya kakak, seperti nya kaki kakak terkilir” ve merintih

“Kak, tahan ya, ini mungkin agak sakit, ” kata Rusdi

“Auuw.. sakit ” ve setengah berteriak,

” maaf kak, sekarang gimana? Udah mendingan?” Tanya Rusdi.

“udah kok Rusdi, makasiiih ya” ucap Ve

Warna langit sudah menghitam , dan rintik rintik hujan mulai jatuh

“kak, udah mendung nih”kata Rusdi

“Ayo cepetan, ntar kita kehujanan” ajak naomi.

Mereka pun berlari karna sudah tak ingin berlama lama berada didalam hutan , meski sambil menangis melody trus berlari membawa adik nya.

pohon yang ada di depan mereka tiba tiba tumbang , mereka melompat untuk menghindar namun sendy bernasib kurang beruntung. Pohon itu menghatam tubuh nya dengan keras , menghancurkan kaki dan juga perut nya. Membuat usus serta darah nya membasahi dahan pohon.

” kak sendy !!!!!!!! ” gre mencoba mendorong dahan pohon yang menimpa tubuh sendy.

” ayo cepat kita pergi !!! ” rusdi memohon

” kak sendy harus ikut ” tangis gre

” badan nya saja sudah hancur gimana cara bawa nya ” balas rusdi.

Naomi menampar adik nya hingga jatuh tersungkur ke tanah.

” kamu jangan egois , jadi laki laki jangan lemah !!!! ” naomi membentak adik nya yang sedang jatuh memegang pipi nya.

” maaf kak ” rintih rusdi

Naomi pun melepas jaket nya dan membentuk nya seperti sebuah mangkuk , dia lalu berjongkok di sebelah gre dan mulai mengumpulkan apa yang tersisa dari sendy.

” kamu gendong mayat nya ” perintah naomi pada adik nya.

Rusdi hanya diam dan mengendong sisa sisa mayat sendy , sementara organ dalam yang telah dikumpulkan oleh naomi di berikan kepada gre.

Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan dua teman mereka yang sudah tak bernyawa , liburan yang dimulai dengan gelak tawa tak mereka sangka berubah menjadi sebuah tragedi

Ve dan dendhi hanya diam sepanjang perjalanan , tak ada lagi candaan yang bisa mereka keluarkan. Dengan mata yang kosong melody mengendong adik nya , gre dengan hati hati berjalan karna tak ingin menjatuhkan apapun yang tersisa dari sendy. Sementara rusdi berusaha tak memikirkan apa yang digendong nya.

” itu ada gapura !!! ” naomi menunjuk sebuah gapura di kejauhan , tapi tak ada ekspresi senang dari mereka semua mereka hanya berjalan.

Tepat didepan gapura itu berdiri seorang pria dengan parang besar di tangan nya , mereka semua diam. Tapi mereka tak bisa mengenali pria itu dengan topeng yang dipakai nya.

” selamat datang atau harus ku bilang selamat tinggal ” ucap pria itu dengan suara yang berat.

” kamu siapa !!! ” ucap rusdi

Pria itu hanya tertawa sambil membersihkan darah yang ada di parang nya. Melody dan yang lain nya mulai mundur karna tahu bahwa pria itu punya niat yang buruk.

” hei kak mel bagaimana keadaan adik mu ? ” tanya pria itu

” kau ..kau ka…u kau yang membunuh adik ku kan ” melody maju sambil menunjuk pria itu ,

” tunggu mel , dia berbahaya ” ve mencoba menahan melody.

” aku juga bingung kenapa pohon itu tiba tiba jatuh ” ucap pria itu lagi.

“KAK SENDYYYY” gre jatuh pingsan.

Mereka semua sadar bahwa yang terjadi pada mereka bukan lah sebuah kebetulan , tapi perbuatan pria yang sedang mereka lihat. Satu satu nya cara agar mereka bisa pulang adalah dengan melewati gapura yang ada dibelakang orang yang telah membunuh kedua teman mereka.

” kamu mau apa !!! ” tanya ve

” naomi ” jawab nya

” aku ? ” naomi merasa bingung karna dia bahkan tak mengenal pria itu.

” kalian boleh pergi asal naomi tetap disini ”

” kak jangan dengerin , kita semua akan pulang ” bisik rusdi kepada kakak nya.

” kakak juga nggak mau jika harus bersama pria itu ” jawab naomi

” berhenti berbisik dan cepatlah kemari naomi ” pria itu kesal melihat naomi dan rusdi berbisik tentang sesuatu.
dendhi melempar pria itu dengan batu hingga membuat nya jatuh tersungkur. Dia pun langsung menarik teman teman nya

Pria itu mengelap darah yang mengucur dari luka akibat lemparan batu tadi , dan kemarahan nya semakin memuncak saat melihat para koban nya berlari menjauh. Dia pun mengambil parang nya yang terjatuh dan mengejar mereka.

“cepat pria itu datang !!! ” rusdi panik melihat pria itu mulai mengejar mereka.

Melody yang tertinggal paling belakang karna mengendong mayat adik nya , jatuh tersandung batu.

Melody berdiri dan mengendong kembali adik nya tapi pria yang mengejar mereka menebas leher melody tanpa ampun , dan kembali mengejar sisa buruan nya.

Mereka berlima sampai di sebuah jalan raya tapi tak ada satupun kendaraan yang lewat , jalanan yang sepi dan pembunuh yang mengejar mereka dengan parang. Dengan kenyataan itu gracia menyerah.

” gre ayo bangun ” ucap ve yang menarik tangan gre agar dia kembali berdiri.

” untuk apa ? kita juga bakalan mati disini ” ucap gre putus asa.

” dia benar , lebih baik terima nasib paling tidak ini akan berakhir dengan cepat ” rusdi yang juga putus asa duduk disebelah gracia.

” rusdi bangun !!! kamu nggak boleh nyerah ” naomi mencoba membangkitkan kembali semangat adik nya.

” udah ah mending tidur ” rusdi pun membaringkan tubuh nya diatas aspal.

” dek bangun !! ayo bangun!! ” naomi terus berusaha membangunkan adik nya.

Pria itu akhirnya berhasil mengejar mereka , dan saat dia melihat mereka semua putus asa dia sangat senang.

” naomi mending kamu ikut aku dan mereka semua bisa selamat ” pria itu dengan santai berjalan mendekati buruan nya.

” naomi jangan ” ucap ve , tapi naomi melihat gracia dan adik nya sendiri yang sudah putus asa.

” baiklah , aku ikut sama kamu ” ucap naomi yang hanya ingin adik nya selamat.

” akhir nya ” ucap pria itu dengan senang. Dia pun berjalan menghampiri naomi karna dia merasa sudah menang.

Pria itu menjambak rambut naomi dan langsung mencium nya , ve ingin membantu naomi tapi naomi memberi sinyal tangan agar membiarkan nya.

Ve hanya bisa melihat perlakuan kasar pria itu terhadap naomi. Pria itu menjambak , menampar dan memaki naomi. Dia sangat ingin membantu teman nya itu naomi sendiri yang menolak nya.

Ve sudah tak tahan lagi melihat perlakuan pria itu dan mengambil batang kayu yang ada di pinggir jalan ,

” ve pergi sana !!! ” bentak naomi yang melihat ve ingin membantu nya.

” dengarkan perkataan orang yang menyelamatkan nyawa kalian ” ucap pria itu.

” tapi naomi… ” ve berhenti berbicara saat dia melihat jari naomi menunjuk kearah jalan , sebuah truk sedang menuju kearah mereka dan pria itu tak menyadari nya.

Ve dengan cepat menarik rusdi dan gracia ke pinggir jalan , naomi terus mengalihkan perhatian pria itu. Dan saat suara klakson truk itu terdengar nyari bertanda sudah sangat dekat , naomi menendang pria itu tepat kearah truk yang sedang melaju kencang.

Pria itu terbang kearah semak semak , mereka menjelaskan semua kepada supir truk itu dan meminta untuk diantar pulang. Pemakaman teman mereka yang meninggal di hutan itu dilaksanakan keesokan hari nya.

Butuh waktu bagi mereka semua untuk memulihkan keadaan psikologis nya , tapi akhirnya mereka semua kembali kesekolah. Tentu saja kisah itu sudah menyebar keseluruh sekolah.

Guru yang mengajar dikelas rusdi dan dendhi membiarkan mereka untuk tidak belajar dahulu dan memperbolehkan mereka hanya untuk duduk di kelas.

” chris kamu udah sembuh ? ” ucap seorang siswa di belakang kelas.

” belum sepenuh nya sih ” jawab chris.

” tapi gila ya kamu selamat setelah ditabrak truk ” ucap siswa itu lagi

” dokter juga bilang itu keajaiban.

” suara itu ” ucap rusdi yang mendengar pembicaraan yang dilakukan oleh dua orang teman nya itu.

” suara yang dihutan ” sambung dendhi

” si pembunuh ” ucap rusdi dan dendhi bersamaan.

Mereka pun berbalik dan melihat chris sedang tersenyum kearah mereka.

 

end

 

@Dendhi_yoanda, @RusdiMWahid, @Chris_Vylendo

 

Iklan

7 tanggapan untuk “Lagu Sedih di Tengah Hutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s