Serangan Titan : Invasi Titan, Part 2

Para Titan terus menyerbu tentara-tentara yang ada disana. Memakan
mereka semua, ada juga Titan yang menerobos masuk ke pemukiman
penduduk.

“TEMBAK!!!” teriak seorang tentara, seketika rekannya menembakan
sebuah meriam ke kepala Titan.
“Lagi!” serunya sekali lagi, lalu rekannya memasukan amunisi ke dalam
meriam itu.

Titan itu beregenerasi, kepalanya tumbuh lagi. Sebelum sempat menembak
lagi, kedua tentara itu sudah dimakan Titan. Mulut para Titan sangat
lebar, bahkan sampai ke telinganya.

Para Titan bisa saja menelan manusia bulat-bulat. Tapi kebanyakan
mereka memakan manusia dengan cara mengunyahnya. Membuat manusia mati
seketika saat berada dalam mulutnya.

Rusdi masih menggenggam tangan Naomi, berlari bersama-sama.
“Kalian duluan saja, aku akan memeriksa rumahku!” Epul pergi
berlawanan arah dengan mereka.

Rusdi dan Naomi berlari kearah tempat pengungsian, tepat di depan
gerbang menuju Wall Rose. Disana sudah banyak orang yang mengungsi.
Suasana saat itu sangat mencekam, takut jika tiba-tiba Titan muncul
dan memakan mereka semua.

“Rusdi, itu ayahmu!” Naomi menunjuk seseorang yang hendak dimakan Titan.
“Oh, tidak!” Rusdi menatapnya sayu, ia hendak berlari kesana tapi
Naomi menahan tangannya.

Rusdi menyaksikan langsung ayahnya dimakan Titan. Membuat ia menyeka
matanya. Naomi berharap kedua orang tuanya masih hidup, semoga tidak
dimakan Titan.

Ditengah rasa ketakutan itu, tiba-tiba Titan yang tadi memakan ayah
Rusdi menghampiri mereka. Seketika para penduduk berhamburan,
menyelamatkan diri masing-masing. Saat itu rusuh seketika, lalu pintu
gerbang Wall Rose dibuka.

Para penduduk seketika berlari ke dalam tembok kedua, Wall Rose.
Mereka terus memaksakan masuk, mendorong-dorong. Titan itu sudah
semakin dekat. Para penduduk semakin panik.

Tiba-tiba Naomi terlepas dari genggaman Rusdi, lalu ia terjatuh. Tubuh
Naomi tersenggol-senggol para penduduk yang panik. Rusdi hendak
menolongnya, tapi ia terus di dorong masuk oleh para penduduk.

“NAOMI!!!” Rusdi kini sudah masuk ke dalam gerbang menuju Wall Rose.
“Naomi?” menatapnya prihatin, sementara Naomi hanya diam terduduk
menatap Rusdi sambil menangis.

“Naomi?” Rusdi hendak menolongnya, tapi para penduduk menghalangi jalannya.
“NAOMI!!!” teriak Rusdi, seketika gerbang hendak ditutup.

Naomi masih disana, ia menangis sesenggukan. Titan itu tepat berada di
belakang Naomi. Naomi menatapnya, ia semakin takut. Tangisannya
semakin menjadi, lalu ia menatap sedih Rusdi di dalam gerbang.

“Rusdi…” Naomi berkata lirih, tiba-tiba ia memejamkan matanya sambil
melihat ke bawah.
“NAOMI!!!” teriak Rusdi, lalu gerbang Wall Rose benar-benar ditutup sempurna.

Para penduduk yang telah mengungsi ke dalam Wall Rose tidak diijinkan
kembali ke Wall Maria. Jika kembali sama saja mereka memancing para
Titan untuk masuk ke dalam Wall Rose, karna Titan sangat peka terhadap
suara manusia.

BERSAMBUNG

@RusdiMWahid Juniornya Shinta Naomi ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s