Back to the past, Part6: Error Digital

“Kamu apa kabar ton?”. Ucap Kakak tersayang aku, kak Cigul atau biasanya aku panggil Cici karena muka kakak Cigull itu kayak keturunan cina. Lah muka adeknya nggak ada sama sekali muka cina. Hehehe😁

“Adek baik ci, kalau cici sendiri gimana?” balasku sambil membalas pelukan hangat Cici Gulla. 

“Aku juga baik kok Thony..” balas Cici Gulla.

“Bagaimana bisa cici kok bisa sampai disini?”

“Adek lupa ya, kan lembar kerja adek belom adek close, pas cici minggu itu main kerumah kamu. Cici nggak bisa ketemu kamu, pas cici ke kamar kamu dek, cici lihat file dokumen yg belom kamu close itu. Makannya Cici pelajaran file dokumen peninggalan ayah sama bunda itu, dan cici juga berhasil membuat Digital Jam sepertimu itu” kata Ci Gulla sambil mengalahkan aku minuman soda berkaleng.

“Oh gitu rupanya ya ci, eh cici Yupi gimana kabarnya ci? Ponakan aku juga gimana kabarnya?” ucapku.

“Cici kamu itu baik kok, mereka semua baik. Ayo pulang dek!” balas Ciciku sambil menekan timer digital jamnya.

“Nggak ah ci, entar aja ya. Cici pulang dulu sana, entar aku nyusul cici” kataku.

“Beneran ya ntar pulang ke masa depan, jangan di masa lalu. Aku pesan sama kamu adek cici yg paling cici sayang. Kamu jangan sesekali merubah sejarah yg pernah terjadi ya. Kalau kamu sampe ngerubah sejarah yg pernah terjadi di masa lalu, cici akan hentikan kamu itu” kata Cici Gulla sambil memegang pundakku.

“Iya ci, nggak akan aku rubah kok sejarah yg pernah terjadi.” balasku.

Crankk!!!!

Cici aku itu langsung menghilang seketika di hadapanku, pada saat cici aku sedang berseluncur di dimensi ruang dan waktu . Jam Digital cici aku terkena tembakan dari belakang oleh para penjahat itu.

“Arrrghhhhhh!!!!!….” Teriak panjang cici aku.

“Mampus lu, rasaaiin pembalasan gue tadi. Terjebak atur jejak dah lo di masa lampau” ucap Ve puas banget sambil tertawa

Syuuuttt!!!!!

Duakkk!!!!

Cici aku terlempar di mensi ruang dan waktu, Cigul terlempar dari dalam warp waktu sampai tak sadarkan diri karena benturan medan magnetic dan listrik-listrik yg saling bersahutan.

“Uuuhhhhttt!!!… Dimana aku ini?” ucap Cigull sambil bangun dari atas rerumputan hijau yg sangat alami.

“Ini kan…..” ucap Cigull terpotong lagi, pada saat Cici aku itu melihat binatang purba yg sangat besar dan tinggi melebihi gedung-gedung bertingkat. Suasana pagi kala itu masih sangat menyejukan buat aku untuk berolahraga. Aku melihat Sisca yg sedang jogging di taman bersama teman-temannya itu.

“Eh Sisca itu bukannya cowok yg kemaren yah?”. Ucap seorang temannya Sisca menunjuk kearahku.

“Eh iya benar kak hanna. Yuk kita hampiri dia yuk!”

“Ayuk! Deh sis, sekalian kita ajak bareng dia sarapan aja”. Ucap Hanna.

“Bagus itu kak hanna…” sambung Michelle.

-*-

“Hai!!!..” sapa Sisca dan teman-temannya ke saya. Pada saat saya sedang beristirahat di bawah pohon.

“Hai juga Sisca”. Balasku sambil menlambaikan tanganku.

“Hai aku Hanna dan Ini Michelle, kalau kamu siapa ya? Kalau kami boleh tau?” ucap Hanna sambil memperkenalkan diri.

“Saya Thony Sucipto biasa juga di panggil Thony. Sisca juga udah pernah kenal sama aku.” kataku.”

“Nah loh Sisca, lo mah gitu orangnya emang. Kalau kenal cowok ganteng kayak gini lo rahasiaiin dari kita, giliran cwo item lo kenalin sama kita-kita. Dasar Sisca nih” Kata Michelle sambil menyanjungku. Aku hanya tersenyum mendengar sanjungannya Michelle.

“Hehehehe…”

“Malah ketawa aja, dasar Sisca-Sisca”.

“Thony kamu mau nggak sarapan bareng sama kita-kita?” tanya Hanna.

“Boleb tuh, emang mau nyarap dimana kita?” balasku.

“Itu disana, di pecel lele pinggir jalan tuh!” kata Michelle.

“Wah boleh tuh..”

Kami semua langsung pergi ke arah orang yg menjual masakan pecel lele. Setelah pesan kami semua datang, kami langsung memakan makan kami kala pagi itu. Memang suasana yg menyejukan dan enak kala itu untuk di buat sarapan di pinggir jalan seperti ini.

“Eh Thony, mulut kamu kotor tuh. Sini aku bersihin!”. Ucap Michelle sambil menaruh tangannya di mulutku dan langsung membersihkan mulutku. Kami berdua saling bertatapan dan aku melihat pipinya Michelle mulai memerah.

“Mulai deh startnya…” Kak Hanna membuyarkan lamunan kami berdua.

“Eh….”

“Chel-chell, lo itu ya emang dasar dari dulu gak pernah berubah sampe sekarang” ucap Sisca.

“Ya manfaat kalau gitu, abisnya dia ganteng banget sih”. Ucap Michelle.

Aku hanya tersenyum kala itu sambil meneruskan sarapanku yg sempat terhenti tadi, setelah kami semua selesai makan kak Hanna dan Sisca memutuskan untuk pulang duluan karena masih ada pekerjaan yg harus cepat di selesaikan. Sedangkan Michelle minta tolong sama aku agar, aku menemin dia untuk datang ke pesta temannya yg sedang berulang tahun.

“Boleh ya kak? Boleh ya? Bantu aku ya kak, aku nggak pengen di ledekin sama teman-teman aku gara-gara aku jomblo kak!”, kata Michelle terus memaksaku.

“Hmmm… Gimana ya?”

“Oke deh, emang kapan pesta teman kamu itu mulainya?”. Balasku.

“Jam 8 malam kak, nanti aku telphone kakak”. Kata Michelle sambil memberikan handphonenya ke aku, dan aku langsung mengetikan nomer handphoneku itu.

“Kak thony temenin aku yuk”. Kata Michelle.

“Iya emang kamu mau di temenin kemana?”. Tanyaku.

“Keplaminan kak” kata michelle.

“Hahaha anak kecil dasar heheh” Balasku sambil merusak tatanan rambutny Michelle.

“Uuhhhft kakak ih dasar…” Michelle ngambek sambil menciumku.

“Eh…” aku terbelangak kala itu.

Michelle yg habis mencium pipiku itu langsung kabur meninggalkanku dari taman. Ini ciri-ciri kalau cewek itu pengen sekali untuk di kejar.

 

Created by:?????

Maaaf kalo cerita ga nyambung ya? Namanya juga asal-asalan bikin yg penting awalannya bagus ya? Hihihi.

Iklan

Satu tanggapan untuk “Back to the past, Part6: Error Digital

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s