Lost and Back, Part61

“Huhh..??”

Yuuto dan yang lainnya terkejut.Lebih-lebih Naomi.

“Kalung ini….”ucapnya.

Ya,seperti dulu.Cahaya yang sangat luas itu berasal dari kalungnya.

“Kalung itu lagi.”batin Yuuto.

~o0o~

“Mereka..hilang?”tanya Viny.

“Lebih tepatnya lenyap.Mereka seperti terbakar tadi.Kau juga melihatnya,kan?Rein?”

Dan ternyata Rein sudah tidak ada di belakangnya.

“Kemana dia?”tanya Viny.

“Orang itu….”Lidya geram.

~o0o~

“Eh..hi..hilang??”

Yuvia pun terkejut.Makhluk yang hendak menerkamnya tiba-tiba menghilang.

“Ughhh….”

“Eh..Ayen..??!!”

Dan ternyata Ayen masih memegangi perutnya.Yuvia sempat bingung.Tetapi akhirnya ia berinisiatif untuk menggendong Ayen.

“Tahan sebentar.Aku akan cari makanan untukmu.”ucap Yuvia.

~o0o~

Naomi terus memperhatikan keadaan di sekelilingnya.

“Tidak seperti waktu itu.Cahaya ini bersinar begitu lama.”ucapnya.

“Baiklah….”batin Yuuto.

Ia pun berdiri.

“Kau mau kemana?”tanya Naomi.

“Kau lihat itu?”Yuuto menunjuk ke atas.

“Ah,iya.Warna langit juga berubah.”

“Bukan,langitnya tidak berubah.”

“Lalu?”

“Karena itu aku akan melihatnya.”

WOARRRRRR

Kedua sayap api Yuuto kembali muncul.

“Ughhh….”

“Yuuto..kau kenapa?”tanya Naomi.

“Tidak apa-apa.”Yuuto berdiri.

“Kau yakin?”tanya Minato.

“Ya.Walaupun hanya sedikit,aku masih punya tenaga.”

WUSSSHHH…

Yuuto melesat terbang ke atas.

“Hey..kalau kau sampai jatuh..aku tidak akan menangkapmu..!!”teriak Minato.

“Huhh..dasar….”gumam Yuuto.

Setelah terbang cukup tinggi,Yuuto berhenti.Lalu ia melihat ke bawah.

“Itu….”

Ia melesat ke arah depan.

“Ohh..jadi begitu?”

~o0o~

“Hosshh..hosshh….”

Yuvia mulai kelelahan menggendong Ayen.

“Astaga..kemana lagi aku harus mencari?”pikirnya.

Sedari tadi ia mencari-cari makanan.

“Ughhhh….”

Tiba-tiba Ayen turun dari gendongan Yuvia.Dengan langkah sempoyongan ia berjalan sendiri.

“Hey..kau mau kemana?”tanya Yuvia.

Ayen tidak menjawab dan terus berjalan.Yuvia pun mengikutinya.

~o0o~

“Bagaimana?”

“Cahaya ini membentuk kubah transparan raksasa.Beberapa bagian kota ini diselimuti olehnya.Itu juga yang membuat langit tampak sedikit berbeda.”jelas Yuuto.

“Lalu..bagaimana dengan makhluk-makhluk menjijikkan itu?”tanya Hanna.

“Mereka tidak bisa memasuki kubah ini.Dan seperti yang kita lihat tadi,mereka yang ada di dalam kubah ini hangus terbakar.”

~o0o~

“Hey..aku tau kau kelaparan.Tapi pelan-pelan saja.”

“Ummm..mmm….”

Ayen memakan beberapa takoyaki di depannya.

“Dasar.”

Yuvia pun ikut makan.

“Ngomong-ngomong,bagaimana kau bisa tau ada makanan di sini?”tanyanya.

Setelah menelan makanan di mulutnya,barulah Ayen menjawab.

“Jangan tanya aku.Tanyakan pada hidungku.”

“Hee??”

Ayen pun kembali makan.

“Dia ini memang aneh.”batin Yuvia.

~o0o~

“Jadi..kita pergi kemana?”tanya Viny.

“Ayo kita cari Naomi dan yang lainnya.”ajak Lidya.

Mereka pun pergi.

Sementara itu,

“Jadi begitu?”

Rein menatap beberapa anak buahnya yang sudah tergeletak tak bernyawa.

“Maaf,Senpai.Kami….”

“Sudahlah.Sekarang,kumpulkan semuanya disini.”

“Baik.”

Lalu Rein masuk ke markasnya.Tetapi ada yang aneh dengannya.

“Senpai,ada apa dengan tanganmu?”

“Aku tidak apa-apa.Cepat,kumpulkan semuanya.”ucap Rein.

Setelah memasuki ruangannya,

“Hmmm..tanganku..seperti lumpuh.”

FLASHBACK ON

WUSSSHH

“Huhh..??”

BLARRR
BLARRR

“Kekuatan macam apa itu?”

Rein sedang bertarung dengan makhluk-makhluk aneh itu.

“Sial,jumlah mereka terlalu bany..huh..??!!”

SYUUUTTT

Tiba-tiba benda hijau menjalar ke arahnya dengan cepat.Reflek ia memukulnya dengan kepalan tangan kirinya.

PRAKKKK

Benda itu pun hancur.Tetapi..

“Ughhh….”

Rein memegangi lengan kirinya.

“Tanganku…tidak bisa digerakkan.”batinnya.

“Hey,kau..kami butuh bantuan disini…”ucap Viny.

“Tidak bisa.Aku punya urusan sendiri disini.”ucap Rein.

FLASHBACK OFF

Rein membuka laci mejanya.

“Sudah lama sejak 2 tahun yang lalu.Aku belum pernah menggunakannya lagi.”

~o0o~

“Kalian berdua tetaplah disini.Jangan sampai keluar dari kubah ini.”ucap Naomi.

“Lalu,kalian mau kemana?”tanya Hanna.

“Kami harus menjemput Ikha.”jawab Yuuto.

“Ikha?Siapa dia?”tanya Minato.

“Ah..iya.Sebenarnya kau mengenal Ikha.”

“Aku?Kenal dengannya?”

“Ya,tapi kau mengenalnya sebagai Fairun.”ucap Yuuto.

“Hehh..??Fairun..??”

“Nanti saja kujelaskan lebih lanjut.Aku harus menjemputnya.”

~o0o~

BRMMMMM

CKiiiiiTTTT

“Arghhh..hey,kenapa kau berhenti mendadak??”tanya Ryu.

“Hey..itu bukan keinginanku.Turunlah.”ucap Hiro.

“Ada apa?”Ryu turun dari motor.

“Lihat?Motorku kehabisan bahan bakar.”

“Haissshh….”Ryu menepuk dahinya sendiri.

“Hey..lihat itu.”Hiro menunjuk.

“Heh..kenapa sebelah sana….”

BLARRRR
BLARRRR
BLARRRR

“Huhhh..apa itu tadi?”

“GRRRRRRR….”

“Sial,mereka datang lagi.Ayo lari!”ajak Hiro.

“Bagaimana dengan motormu?”

“Sudahlah,cepat!!”

~o0o~

“Ikha….”

“Ah..kalian rupanya.”

“Dimana Rona?”tanya Naomi.

“Tadi dia bilang ingin ke toilet.Tapi sampai sekarang dia belum kembali.”

“Jangan-jangan dia keluar.”ucap Yuuto.

“Ck..dasar anak itu.”

Naomi membuka DMnya.

“Hmmm..jadi kau memasang segel padanya?”tanya Yuuto.

“Iya.Kau tau sendiri kan,bagaimana Rona itu?”

“Ah..iya.”

~o0o~

Rona memasukkan takoyaki terakhir ke mulutnya.

“Ummhh…kenyaaaang….”

“Tidak kusangka.Perut yang tidak terlalu besar itu bisa memuat lebih banyak takoyaki daripada aku.”batin Yuvia.

“Baiklah,ayo pergi.”ajak Rona.

“Ohiya,sebenarnya kau mau kemana?”tanya Yuvia.

“Mencari Kak Shinta.”

“Shinta?Maksudmu Naomi?”

“Eh..jadi Kakak sudah tau?”

Yuvia mengangguk.

“Lalu,Kakak sendiri mau kemana?”tanya Rona.

“Aku mencari Kazama,eh..maksudku Yuuto.”

“Kak Yuuto,ya?Kalau begitu,ayo kita cari bersama-sama.”ajak Rona.

SRiiiiNKKK

Saat hendak berdiri,tiba-tiba di punggung Rona muncul cahaya berbentuk segel lingkaran.

“Eh..apa itu?”tanya Yuvia kaget.

“Ah…begitu ternyata.”

Akhirnya Rona kembali duduk.

“Sebaiknya kita tetap disini saja.”ucapnya.

“Kenapa?”

“Kak Naomi sendiri yang akan datang kemari.Tunggu saja.Setelah dia datang,Kakak bisa bertanya dimana Kak Yuuto sekarang.Kak Naomi pasti tau.”

Yuvia hanya mengangguk-angguk.

“Oh iya.Sebenarnya namaku bukan Ayen.Namaku Graymon Rona,panggil saja Rona.”

“Iya, Rona.”

~o0o~

Naomi pergi sendiri mencari Rona,meninggalkan Yuuto dan Ikha.

“Dasar anak itu.Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengannya?”ucap Ikha.

“Tenang,dia masih di dalam wilayah yang diselubungi kubah ini.Astaga….”

Tiba-tiba Yuuto terperanjat.

“Ada apa?”tanya Ikha.

“Aku harus pergi.”

Yuuto pun berlari meninggalkan rumahnya.

~o0o~

“GRRRRRR….”

“Hey..berhenti!!”ucap Hiro.

“Ada apa?Mereka mengejar kita.”ucap Ryu.

“Tidak,lihat itu.”

Ryu berhenti berlari dan menoleh ke belakang.

“Huhh..??Kenapa….”

Ia melihat makhluk-makhluk yang mengejar mereka musnah terbakar.

“Tunggu sebentar.”

Ryu mengamati keadaan di sekelilingnya.

“Kenapa..disini kelihatan berbeda?”tanyanya.

“Entahlah.Padahal sekarang ini masih siang,tetapi warna langit seperti sudah senja.”ucap Hiro.

“Dan makhluk-makhluk itu….”

~o0o~

“Benar,kan?”

WUSSSHH

TAP

“Eh..??”

“Hai,Kak Naomi.”sapa Rona.

Naomi pun mendekat.

PLTAKKK

“DASAR..!!Selalu saja kau ini..!!”ucapnya.

“Arhhh….”Rona memegangi dahinya yang dijitak Naomi.

“Tapi tidak harus melakukan itu juga,kan?”ucapnya.

“Biar saja.”

Yuvia sendiri heran melihat tingkah mereka.

“Eh..ada Yuvia juga.”ucap Naomi.

“Selamat siang.”

“Ah iya,dimana Kak Yuuto?”tanya Rona.

“Hmmm..ada apa?Kenapa kau menanyakan dia?”tanya Naomi.

“Bukan aku.Tapi Kak Yuvia.”

“Hmmm..??”Naomi menatap heran Yuvia.

“Eh.aku.aku hanya ingin meminta tolong padanya.”ucap Yuvia.

Yuvia pun menjelaskan semuanya.

“Baiklah,ayo ikut aku.”

 

* To be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s