Shinta Naomi : Impian Yang Tercapai, Part 7

Pagi itu di sebuah pedesaan, terlihat seorang gadis tengah
berlari-lari sambil berteriak-teriak menuju rumahnya. Sudah sepuluh
hari sejak kakaknya syuting di Ibukota. Kini kakaknya masih belum
kembali.

Penduduk heran melihat tingkah gadis itu, satu dua ada yang menatapnya
aneh. Bahkan ada yang tertawa. Sekali lagi, kejadian dua minggu lalu
terulang kembali. Saat Sinka berlari dan berteriak di pagi itu.

“UMIIIII… UMIIIII…” Sinka berlari-lari sambil berteriak-teriak.
“Ada apa atuh Sinka? Kok lari-larian gitu? Berisik, teriak-teriak gak
jelas.” ujar ibunya.

“Teh Omi ada di tv!” Sinka terlihat senang.
“Hah? Bohong kamu mah!” ibunya terlihat tidak percaya.
“Sinka mah enggak bohong! Liat aja di tv.” ucap Sinka, seketika Sinka
dan ibunya pergi menuju ruang tengah.

Di ruang tengah ada Ulung yang sedang menonton tv. Alangkah
terkejutnya mereka saat melihat Naomi ada di tv. Naomi sedang beradu
akting dengan artis lain. Ternyata Sinka benar, Naomi memang telah
jadi artis.

“JIKA ITU MAU KAMU!!! SAYA TEH RELA, LEBIH BAIK PILIH AJA WANITA ITU.
SAYA RELA, SAYA TEH SUNGGUH RELA. SELAMAT TINGGAL!!!” teriak Naomi di
tv itu, ia berdialog dengan artis pria.

“NAOMI!!!” teriak ibunya histeris, Sinka hanya tersenyum.
“Eh? Ada apa atuh, umi?” Ulung memotong.
“Umi teh terharu pisan!” jawab ibunya.

“SINKA!!! Udah mulai sinetronnya?” Epul tiba-tiba datang.
“Eh? Udah, tuh liat aja” Sinka tertawa.
“Umi kenapa?” tanya Epul.
“Enggak, cuma terharu.” ibunya menyeka ujung matanya.

Mereka lalu menonton dengan serius sinetron itu hingga selesai.
Sesekali Ulung nampak kesal saat artis pria itu mencampakkan Naomi.
Bahkan Ulung menatap tv itu lamat-lamat.

“Aku udah bosen sama kamu, aku mau putus!” ucap pria itu.
“HAH??? KAMU BENERAN MAU PUTUS SAMA AKU???” Naomi terkejut, aktingnya
sangat bagus.

“Iya, selamat tinggal Naomi!” pria itu meninggalkan Naomi.
“HAAAH!!! SIALAN LU!!!” Ulung marah, ia mengacak-acak rambut Epul.
“Ahh!!! Ari kamu teh kenapa? Kok marah ngacak-ngacak rambut orang?” tanya Epul.

Seketika Sinka dan ibunya tertawa karna tingkah mereka berdua.
“Maaf.” Ulung terkekeh.
“Yaudah, jangan diulangi lagi. Bikin kesel aja kamu mah.” Epul cemberut.

Keesokan harinya, mereka kembali menyaksikan sinetron yang sama.
Sinetron itu tayang setiap hari. Sesekali ibunya memberitahu atau
bahkan mengajak tetangga untuk menyaksikan Naomi beradu akting di
layar kaca.

Kini Naomi sudah menjadi artis Ibukota. Ia pendatang baru, tapi
namanya sudah mencuat belakangan ini. Wajah cantik dan kemahiran
akting menjadi senjata andalannya.

Bahkan Naomi menjadi trending topic karna aktingnya yang tidak kaku
sebagai pendatang baru. Ia sangat sempurna, tapi ada satu
kelemahannya. Ia sama sekali tidak punya akun media sosial, ia tidak
terlalu mengerti tentang perkembangan zaman.

Orang-orang di desa sangat mengagumi keluarga Naomi. Bahkan ada yang
merantau ke Ibukota hanya untuk menyusul jejak kesuksesan Naomi. Kini,
impian Naomi telah terwujud.

END

Jika kalian punya pertanyaan tentang bahasa Sunda yang tidak
dimengerti, silahkan mention ke @RusdiMWahid

NOTE : Akhirnya fanfic keempatku ini selesai, fanfic ini update tiap
hari loh. Hahaha, gimana ceritanya? Bagus gak? Ya, maaf kalo gak
bagus. Oke, sampai jumpa di fanfic kelimaku. Saya Rusdi M Wahid,
terima kasih dan sampai jumpa. See you again…

Iklan

4 tanggapan untuk “Shinta Naomi : Impian Yang Tercapai, Part 7

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s