Pengejar Rahasia : Reza, Last Part

* “Kurang lebih seperti itu ceritanya.” Naomi menghela nafas pelan,
menunduk lemas.
“Kau bercerita selama 30 menit. Ceritamu cukup menarik.” Reza
mengangguk-anggukan kepalanya.

“Teman-temanku mati, mereka dibunuh. Aku mohon, tolong hidupkan mereka
kembali.” Naomi menangis, sementara Reza hanya diam sambil menuliskan
sesuatu.

“Naomi… aku bukan Tuhan yang bisa menghidupkan kembali seseorang.”
Reza tersenyum.
“Tapi kau dokter, kau pasti bisa menghidupkan teman-temanku.”
tangisannya semakin menjadi.

“Aku bukan dokter, tapi aku seorang psikiater. Satu lagi, seorang
dokter sekalipun tidak akan pernah bisa menghidupkan kembali
seseorang. Dokter hanya bisa membantu seseorang untuk bertahan hidup,
bukan menghidupkannya dari kematian. Hanya Tuhan yang mampu melakukan
hal itu.” Reza kembali tersenyum, melihat Naomi yang kembali menunduk.

“Tapi Victor bisa hidup kembali! Padahal ia bukan Tuhan, juga bukan
dokter.” Naomi menyeka ujung matanya.
“Aku tidak tau soal itu. Bukankah kau bilang Victor seorang repeater?
Tentu ia bisa hidup kembali, matinya hanya sehari.” jawab Reza.

“Setelah ini kau akan menjalani terapi kejiwaan.” Reza menyentuh
lembut bahu Naomi, ia sudah berhenti menangis.
“Apa? Kau pikir aku gila?” tanya Naomi, menatap langsung wajah Reza.

“Ya, sepertinya begitu.” jawab Reza mantap.
“Aku… gila?” Naomi mendekatkan wajahnya.
“Dari hasil pengamatan dan perkiraan, menurutku kau sudah gila.” Reza
menunjukkan tulisan di bukunya.

“Semua ceritamu itu omong kosong, tidak ada yang namanya Victor
Crowley. Apalagi Jeff The Killer yang kau sebut-sebut itu. Ceritamu
itu tidak bisa kupercaya, pembunuhan-pembunuhan itu juga tidak bisa
kupercaya.” Reza menjauhkan wajahnya.

“KEPARAT KAU!!!” Naomi mencekik Reza.
“Arrggg… KEAMANAN!!! ULUNG!!!” Reza memanggil seseorang.
Tiba-tiba masuk seseorang berbadan kekar, ia langsung membawa Naomi
keluar ruangan.

“LEPASKAN!!! AKU AKAN MEMBUNUH ORANG ITU!!! KEPARAT KAU!!!” Naomi
terus meronta-ronta, berusaha melepaskan diri.
“Dasar sinting!” Reza menggerutu, ia memegangi lehernya.

TAMAT

Author : @RusdiMWahid

NOTE : Akhirnya tamat juga, fanfic ini adalah fanfic ketigaku yang di
update di blog ini. Semua fanficku updatenya setiap hari loh, termasuk
fanfic ini. Maaf kalo partnya pendek-pendek. Maaf kalo ceritanya
kurang bagus. Maaf kalo ceritanya kurang serem. Karena saya tidak
sempurna, dan sesungguhnya kesempurnaan itu adalah lagu Rizky Febian
:v Bye, sampai jumpa di fanficku selanjutnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s