Pengagum Rahasia, Part 38

~Markas Besar SMAN 48 Bandung~

“Huh, bener-bener permainan yang menyenangkan,” ucap Ihza

Jeglek!

“Ya,” ucap orang itu setelah menutup pintu

“Tapi kita masih tetep main dengan pola permainan kayak tadi. Nah sekarang, gw bakal ngerubah pola permainan,” ucap Reza

“Dan lu…,” tambah Reza

“A-aku kak?” ucap Yupi menunjuk dirinya

“Lu boleh istirahat sambil dengerin intruksi dari gw,” lanjutnya

“I-iya kak,” ucap yupi kemudian meminum kembali pocari itu

“strategi kita untuk babak kedua ini bakalan berbeda dari sebelumnya. dan, sebenernya udah jauh-jauh hari gw merancang strategi ini, bareng sama adit juga,” ucap Reza

“yupz,” ucap adit

“Awalnya gw gak bakal pake strategi ini untuk lawan SMA 3. Karena seperti yang kalian tau, dari dulu SMA kita udah sering menang lawan SMA 3,” ucap Reza

“Em, jadi udah sering menang yah,” ucap Yupi

“Gak sering juga sih, Cuma kalau di itung dalam point, SMA 48 point win nya lebih banyak dari SMA 3,” ucap Deva

“Oke, kembali ke strategi. Jadi, strategi ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang punya stamina yang kuat. Contohnya kayak lu deva, atau mungkin adit,” ucap Reza

“Eh…Jadi?” ucap Deva

“Langsung ke intinya aja capt,” ucap Ihza

“Oke, gw langsung ke intinya. Jadi kita bakal main dengan dual posisi,” ucap Reza

“Dual posisi? Maksudnya gimana tuh?” ucap Deva

“Disini gw bakal nyuruh lu, sama adit buat pake dual posisi. Adit biasa ada di posisi center, tapi kali ini dia juga bakalan ada di posisi guard,” ucap Reza

“Oh,” ucap Deva

“Dan lu deva, lu biasa ada di posisi PF. Kali ini, gw juga bakal simpen lu di posisi PG,” ucap Reza

“Lah, kalau gw nya ada di PG, terus bang reza gim…,”

“Kita mainnya kayak rolling lagi. Contoh, pas ihza lagi guard, adit bakal back. Siapapun dari mereka berdua yang berhasil nge guard lawan dan dapet bola, bakal maju dan menggantikan posisi yang kosong,” ucap Reza memotong

“Tapi…bukannya tadi bang Reza bilang strategi ini khusus buat bang adit sama deva doang?” ucap Ihza

“Iya, gw mewajibkan mereka berdua untuk nerapin strategi ini. tapi gw gak nyuruh kalian berdua, termasuk gw buat ngelakuin nya juga. Di saat ada kesempatan, gak ada salahnya kalau kita bertiga juga pake strategi itu. Strategi ini memang memakan stamina yang banyak, jadi satu-satunya posisi yang gak bakal gw rolling yaitu posisinya si yupi ini. Small forward,” ucap Reza

“Emm…,” yupi hanya menyimaknya

“Jadi, tetap fokus pada posisi lu yang sekarang yah. Seperti yang gw bilang tadi, dari kita berlima, yang paling jago dribble sama giring bola itu Cuma yupi,” ucap Reza

“Iya kak,” ucap Yupi

“Bang…,”

“ya, kenapa dev?” ucap Reza

“Gw mau nanya. Jadi tujuan dari strategi ini untuk apa bang?” tanya Deva

“Sebenarnya ada beberapa tujuan dari strategi ini. tapi di lihat dari kondisi team kita sekarang, strategi ini kita pake untuk memperkuat garis pertahan kita. Ihza emang jago dalam guard, dia juga udah sering block lawan. Tapi pemain guard manapun kalau di kasih dua orang bakalan repot,” ucap Reza

“Em,” ucap Deva

“Dan untuk yang berada di posisi Guard, kalian harus bisa block Rizal, mau bagaimanapun caranya,” ucap Reza

“Ri-zal?” ucap Ihza

“Ya, gw tau dia pemain yang hebat, Sagha juga sama. Rizal hebat dalam dribble, sama kayak yupi. Cuma dari speed yupi lebih bagus dari Rizal. Rizal itu punya stamina sama dribble yang bagus, kalau sagha itu hebat dalam rebound, sama kayak deva. Kenapa gw bisa tau? Karena dulu gw satu SMP sama mereka,” ucap Reza

“Owh,” ucap Deva

“Jadi gimana? Kalian semua udah pada siap?” ucap Reza

“YO! Stamina gw udah full!” ucap Deva berdiri

“yupz,” ucap adit ikut berdiri

Yang lain pun ikut berdiri.

“Oke semua!” Deva meletakan tangannya di depan

“mulai lagi dah,” ucap ihza

Semua saling menyatukan tangan di depan.

“SMA 48!”

*BERANI TAMPIL BEDA!

“Oke-oke! Lets go!” ucap adit

“Btw yang tadi itu apah?” ucap Yupi

“Jargon, udahlah…cepetan yup!” ucap Deva

~oOo~

“Para pemain mulai memasuki lapangan basket. Terlihat sang captain dari kedua tim menunjukan kharismanya, tapi tetep masih lebih ganteng gw,” ucap Komentator

“WOOOOO!” semua menyuraki komentator itu

“EH, Sorry-sorry. Kita kembali ke lapangan. Wasit mulai memberikan intruksi peraturan permainan,” ucap Komentator

Wasit bersiap melempar bola basket itu ke atas.

Adit dan juga Sagha pun bersiap untuk merebut bola tersebut.

PRIT!

“Oke! Permainan telah mulai!” ucap komentator

DAK!

“Lari-lari!” teriak Reza

Tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menangkap bola itu. Karena Adit telah memukul bola itu dan kini bola terpantul-pantul ke sisi lapangan.

“Gw dapet!” Deva membawa bola itu

Shut!

“Hey!” ucap deva

Bola itu di rebut oleh Rizal.

Rizal pun langsung sprint sambil mendribble bola itu. Terlihat begitu lihainya ia mendribble bola.

“Back!” teriak Reza

Reza berlari ke arah Rizal.

“Heh, Jadi si Reza yang mundur,” batin Rizal

“Dia gak bakalan bisa rebut bola ini dari gw,” batin Rizal kembali

“Ganti!” ucap Reza

“Hmm!? Dia gak block gw!? Tapi…,” batin Rizal

*TAP!

“AH!” Rizal terkejut ketika melihat adit yang tiba-tiba berada di depannya

Dan adit berhasil merebut bola itu.

“Oke! Dev!” adit mengopernya ke deva

“Thankyou!” deva langsung berlari setelah mendapat bola

Sampai ke tengah lapangan, deva mengoper bola itu kepada yupi.

“Push terus yup!” deva masih tetap berlari

Yupi mendribble bola, dan sudah dekat dengan ring basket.

Kemudian ia kembali melakukan pivot dan berhasil melewati pemain Guard SMA 3.

“Hajar yup!” ucap deva

Tiba-tiba…

DAK!

“AH!” yupi terkejut dan bola itu terpantul ke luar lapangan

“Aduh…,”

“Woi! Foul itu!” teriak deva

Tanpa diduga, Rizal berlari ke darerah pertahannya dan memblock serangan yupi. Namun wasit menganggap gerakan yang di lakukan Rizal tadi adalah foul.

“Aduuh…,” yupi tergeletak, tapi…

“Eh…S-sorry ya,”

“EH!?” Begitu terkejutnya yupi saat melihat Rizal yang tengah menindih tubuhnya

“Wah parah nih,” ucap Ihza

“M-minggir!” ucap yupi

“Ah…I-iya,” Rizal pun bangun

Yupi kembali ke belakang.

“Kamu gak apa-apa yup?” tanya Deva

“Nggak…Cuma sedikit lecet di lutut,” ucap yupi

“Padahal tadi itu udah bagus, tapi si Rizal bener-bener sanggup ngelakuin hal itu,” ucap adit

“Yup, eksekusi sana,” ucap Reza

“Eksekusi?” ucap yupi

“Free shot,” ucap Ihza

“T-tapi kak, aku dari dulu gak bisa…,”

“jangan alesan, gw gak peduli lu bisa masukin tuh bola atau nggak. Yang terpenting lu udah ngelakuin yang terbaik,” ucap Reza

Yupi mengangguk.

“Oke saudara-saudara! Nampaknya yupi siap untuk mengeksekusi. Di lihat dari wajahnya, tampak sama sekali tidak ada keraguan,” ucap komentator

“Gak ada keraguan gimana, aku kan dari dulu gak bisa nge shoot…,” batin yupi

Entah kenapa tiba-tiba yupi kembali teringat saat ia masih bermain basket dulu.

Ia teringat kembali saat mendapat free shoot, dan ia gagal mengeksekusinya.

“ya tuhan, berilah kemudiahan,” batin yupi

Perlahan yupi berjalan sambil membawa bola itu.

“Huh…,” yupi menghembuskan nafasnya dan kembali meyakinkan dirinya

“Aku harus bisa!” batin yupi

Yupi mulai mengambil ancang-ancang, dan memasang kuda-kuda melempar.

Ia mulai memejamkan mata dan…

SHOT!

“Masuk!” Batin yupi

Sluk!

“M-Masuk!” ucap deva seperti tidak percaya

PROK! PROK!

“Lah, kok lu malah tepuk tangan zal?” ucap sagha

“Eh-eh, tepuk tangan gimana?” ucap Rizal

“Ya tadi itu,” ucap Sagha

“HOREEEEEE!” semua penonton bersorak

Yupi berhasil mengeksekusinya dan team SMA 48 mendapat 1 point. Namun mereka masih tertinggal jauh. Score sementara masih 16-7.

“Bagus, tinggal 9 point lagi,” ucap Reza

“Yosh!” ucap Deva

“M-masuk…,” yupi seperti tidak percaya, karena baru pertama kali ia berhasil melakukan free shoot dan masuk

Semua pemain kembali ke posisinya semula.

Semakin lama pemain SMA 48 semakin mendominasi permainan. Pola permainan mereka sangat jauh berbeda dari babak pertama tadi.

Permainan kini sudah lebih dari setengah jalan. Dan tanpa diduga, SMA 48 mampu mengejar score yang tertinggal. Score sementara kali ini yaitu 26-27, dan SMA 3 masih unggul.

“Hah…Hah…,” para pemain terlihat kelelahan

Rambut yupi pun basah kuyup akibat keringat yang terus mengalir.

“Tinggal satu lagi, Hah…,” ucap Yupi

“Denger, kita Cuma punya waktu 5 menit lagi. Berusaha lah untuk bertahan,” ucap Reza

“K-kok bertahan bang rez? Bukannya tinggal 1 point lagi buat seri, atau bahkan kita bisa nyusul point mereka,” ucap Deva

“yups, tapi kita juga musti jaga stamina. Permainan ini udah sampai ke late game dan kita udah menghabiskan sekitar 95%  stamina. Mungkin stamina lu sama adit masih bisa nahan posisi team kita sekarang. kayaknya kita harus ngandalin counter attack,” ucap Reza

“Counter attack yah,” ucap Adit

“Oke-oke, semua bersiap!” ucap Reza

Glek!

Yupi menelan ludahnya.

“Kamu pucet banget yup,” ucap Deva

“AH!? Engg-nggak! Aku gak apa-apa kok,” jawab yupi lalu berjalan melewati deva

“Hah?” ucap deva sambil menggaruk kepalanya

“waktu tinggal tersisa 5 menit lagi! apakah SMA 48 dapat menang melawan SMA 3, atau mungkin SMA 3 dapat bertahan dengan pointnya yang unggul hingga waktu pertandingan usai?” ucap komentator

“48! 48! 48!” semua murid mendukung SMA 48

“Oke semua, apapun yang terjadi, kita harus menang. Kemenangan yang kita peroleh bukan untuk kita ataupun untuk anak basket. Tapi untuk sekolah ini, kalian paham?” ucap Reza

“yups!” ucap adit

“em!” yupi mengangguk

“Semua siap!” ucap Reza

Permainan kembali di lanjutkan setelah bola masuk ke dalam lapangan.

“Push-push!” ucap Reza

Rizal mendrible bola dan mengambil ancang-ancang untuk melewati beberapa pemain SMA 48.

“HUP!” Rizal menunjukan skillnya dengan melangkah cepat melewati Deva dan yupi

“Aduuh…,” ucap yupi

“Dit! Back!” teriak Reza

DAK!

“EH!”

Adit berhasil memblcok gerakan Rizal dan memukul bola itu.

Bola itu terpantul ke arah yupi, dan yupi pun bergegas mengambilnya.

“Lari-lari!” ucap Reza

Yupi dan juga Deva pun berlari ke arah ring basket.

SHOT!

DANG!

Bola itu kembali terpantul.

“Rebound!” ucap Reza

Deva melompat dan…

DUG!

“AH!” deva terjatuh dan gagal mengeksekusi bola rebound tersebut

“Eh Foul!” ucap Yupi

“Bukan, dia Cuma nge block aja. Deva jatuh karena gak bisa ngontrol badannya, karena tadi dia lompat kan,” ucap Adit

“Oh, gitu ya,” ucap Yupi

Pemain SMA 48 kembali ke posisi semula.

“Huh, kalau gini terus, kita bakal kalah nih. dari tadi kita Cuma ngabisin stamina. Dan kayaknya mereka ganti strategi jadi bertahan,” ucap Reza

“za, gw boleh ngasih masukan?” ucap Adit

“Oh ya, gimana?” ucap Reza

“Karena sekarang mereka udah main di posisi bertahan, kita semua harus main dengan posisi nyerang. Tanpa ada pertahanan sama sekali,” ucap Adit

“Lha? Maksudnya?” ucap Reza

“Pola permainan bertahan gak akan bisa di lawan dengan pola permainan bertahan lagi. Dan karena sisa waktu kita tinggal 2 menitan, mungkin kita semua musti push ke depan, dan jangan biarkan mereka counter,” ucap Adit

“Rencana yang bagus, tapi kalau ada sedikit kesalahan bisa berakibat fatal,” ucap Deva

“Gw sependapat sama lu dev. Tapi…,” ucap Reza menggantung

“Hmm?” ucap Adit

“Gak ada salahnya kalau kita coba strategi itu,” lanjutnya

“Wah! OK!” ucap Deva

“Gimana? Semua setuju?” ucap Reza

“em,” yupi mengangguk

“OK!” ucap Reza kembali bersemangat

Permainan pun di lanjutkan kembali.

“Rebut bolanya!” ucap Reza

“HAP!” deva merebut bola itu dari Sagha

“Eh!? Strategi mereka jadi beda lagi!?” batin sagha

“Oper!” ucap adit

Deva mengopernya ke yupi.

“Terus-terus!” ucap Ihza

Mereka saling mengoper bola dan membuat lawan menjadi kebingungan.

“Mereka semua maju!?” batin Rizal

Reza sedikit menengok ke arah jam di meja itu.

“Sisa 30 detik!” ucap Reza

SHOT!

“Lha kok malah di lempar!?” ucap deva

“DEV FOKUS!” teriak adit

“EH!?” deva melihat bola yang melambung ke arahnya

“Jangan biarin si Rizal bawa bolanya!” teriak Reza

Bola itu berada tepat di atas kepala Rizal.

“Hampir!” ucap Rizal

*HAP!

Seseorang melompat…

“Dia lagi-dia lagi!” ucap Rizal melihat yupi yang tengah melompat

Rizal pun ikut melompat untuk merebut bola itu.

“Pertarungan yang semakin sengit sodara-sodara! Siapakah yang akan memenangkan pertandingan ini!” semua orang disana menjadi semakin heboh

GRAB!

“IH!” tampaknya Rizal melakukan sebuah pelanggaran dengan menarik lengan kiri yupi, tapi wasit tidak menyadarinya

Namun tangan kanan yupi berhasil meraih bola basket itu.

Kemudian…

SHOT!

DANG!

 

            BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

 

Iklan

Satu tanggapan untuk “Pengagum Rahasia, Part 38

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s