Romansa Di Kota Itu, Part10

“Kak, kok tumben bareng sama Nabilah?” tanya seseorang

“Iya le, nabilah butuh tumpangan buat balik ke rumah nya” balas Dendhi

“Aduh, ini anak ganggu mulu” kata Nabilah dalam hati

“oh iya, Michelle kan adik nya kak Dendhi” kata Nabilah lagi dalam hati
Michelle langsung naik ke mobil kakak nya. Sepanjang perjalanan Nabilah lebih aktif dalam memulai obrolan, Dendhi lebih berperan untuk mengimbangi obrolan sambil memperhatikan jalanan kota di Banyuwangi.

“Nab, rumah kamu di mana?” tanya Dendhi penasaran

“di perumahan …” jawab Nabilah

“Wiiih.. itu perumahan elit” kata Dendhi sedikit terkejut.

“hehehe.. iya kak” jawab nya lagi
Hanya butuh sepuluh menit dari sekolah mereka menuju ke rumah Nabilah, ketika sudah sampai depan di rumah Nabilah.

“Makasih kak Den” ujar nya sambil tersenyum manis yang kemudian keluar dari mobil Dendhi

Ketika Nabilah sudah keluar Michelle yang dari tadi agak sebal dengan kakak nya langsung Protes

“Kak, kakak sadar nggak sih kalo kakak ini di taksir banyak cewek di sekolah?” kata Michelle ketus

“Hmmm… kayaknya sih nggak sadar aku” jawab Dendhi sambil tertawa kecil

“aku tau kakak suka sama kak Viny” kata Michelle tiba-tiba

Dendhi yang tadi nya berkonsentrasi di jalanan kota Banyuwangi, langsung berhenti mendadak. Dengan cepat ia langsung menoleh ke adiknya

“Tau dari mana kamu?” tanya Dendhi penasaran

“Dari sifat kakak mulai MOS, sama pas kita camping di Alas purwo” jawab Michelle sebal

“Wiih.. kamu ngamati kakak ya ternyata” goda Dendhi

“ya iyalah kak, aku nggak mau kejadian tiga tahun yang lalu terulang lagi” Michelle sedikit terpancing emosi nya

“hahaha… iya deh. Tapi kakak bersyukur banget, kakak punya adik yang peduli banget sama kakak, walaupun kadang bawel nya nggak ketulungan, kamu sama kak Ve itu harta yang paling berharga bagi kakak” jawab Dendhi sambil tersenyum ke arahnya

TUNG

“Le, tolong liatin di hp kakak dong, siapa itu yang bbm?” pinta Dendhi

Michelle langsung mengambil hp Dendhi dan tanpa sengaja ia melihat wallpaper di HP nya Dendhi, foto dimana Dendhi, kak Ve, dan dirinya berusia sekitar tujuh tahun

“Kakak ternyata masih nyimpen foto ini” ujar Michelle sambil tersenyum.

Ia lalu membuka HP Dendhi,

“Dari kak Ve kak” ujar Michelle singkat

“Tolong bacain pesannya juga dong” ujar Dendhi

“kata kak Ve kita di suruh cepet pulang kak, ada om Arman juga. Mau ngajakin rapat” kata Michelle

“Ooh.. oke, bilang aja ke kak Ve kalo aku lagi di jalan” kata Dendhi pada adiknya.
Lima belas menit berselang, mereka sudah sampai di depan rumah. Terlihat sebuah mobil Toyota Avanza hitam terparkir di depan rumah Dendhi

“Om Arman udah dateng ternyata” kata Dendhi dalam hati

Dendhi segera memasukkan mobil nya ke dalam garasi, sedangkan Michelle langsung menuju ke dalam rumahnya

“Eh… keponakan om sudah datang ternyata, gimana sekolah nya? Lancar?” terdengar suara pria paruh baya

“iya om, lancar” balas Michelle sambil tersenyum

“Mana kakak mu?” tanya Om Arman lagi

“lagi masukkin mobil di Garasi om” balas Michelle singkat

“Itu orang nya om” kata Michelle lagi sambil menunjuk Dendhi

Dendhi pun segera menuju ke tempat om Arman dan kak Ve

“ada apa Om?” tanya Dendhi yang ikut duduk dengan Om Arman dan kakak nya. Sedangkan Michelle memilih untuk masuk ke dalam kamar, ia sudah tau bahwa perbincangan mereka bertiga bakal rumit, dan tak dapat di cerna dengan otak nya

“Om mau ngomongin perusahaan milik orang tua kamu, atau sekarang sih udah milik kamu” kata Om Arman

“Waduh.. ini bakal rumit” kata Dendhi dalam hati

“I..iya om, kenapa?” tanya Dendhi

“Usia mu kan udah tujuh belas tahun, apa kamu mau ngambil alih perusahaan nya orang tua kamu? Perusahaan orang tua kamu itu termasuk lumayan besar di Indonesia, kantor pusat nya di Jakarta, dan perusahaan orang tua kamu itu membawahi beberapa perusahaan kecil yang tersebar di Indonesia.

“Kenapa nggak Ve aja om? Ve usianya lebih dewasa dari Dendhi” tanya kak Ve

“Hmmm.. seorang wanita itu nggak lumrah jadi Direktur Utama, kalau jadi Asisten mungkin masih pantas” kata om Arman

“hmmmm… Om Arman handle dulu aja deh, ntar pas usia dua puluh tiga, atau dua puluh empat bakal Dendhi ambil alih” kata Dendhi

“Nggak apa-apa kan om?” tanya nya

“Nggak apa-apa kok, itu juga sudah jadi kewajiban om kok” kata om Arman

“ooh. Iya, ini untuk pembagian royalty gimana Den?” tanya om Arman

“hmmm… 60:40 aja om” kata Dendhi, “Kita bertiga cukup kok dapet 40% dari laba usaha” tambahnya,

“Ya udah, kalo gitu om pulang dulu ya? Sekalian besok om bakal bawa dokumen perjanjian nya” ujar om Arman yang meninggalkan rumah mereka

~oOo~

Tibalah saat di mana sekolah Dendhi mengadakan pertandingan melawan perwakilan Jawa Tengah, kini pemain dari SMA 4 Banyuwangi tengah berada di ruang ganti pemain

“Lakukan yang terbaik rek, aku bakal main di posisi Defender” kata Dendhi menyemangati rekan-rekan nya

“Siap Capt. Kayak biasanya ya?” celetuk salah satu temannya.

“itu masih belum kayak biasanya, mereka semua nggak tau kalo Dendhi ini dulunya penyerang” Kata Rafles dalam hati

“Kita bakal main formasi 2-1-1, Dendhi bakal ada di samping Alvin, Dika bakal main di tengah, sedangkan Rafles akan jadi striker tunggal” kata Pak Hendro

*Di lain sisi*

“Kita nggak boleh anggap enteng mereka, mereka udah berhasil ngalahin Surabaya yang dua tahun yang lalu masuk semifinal” ujar Renaldi. Kapten tim futsal SMAN 12 Semarang.

“tapi kita masih belum tau permainan mereka kayak gimana” keluh salah satu pemainnya

“Kita bakal nyerang dari sisi kiri, kita bakal main di formasi 1-3” ujar pelatih futsal mereka

“siap pak” ujar mereka kompak

*di lapangan futsal*

“Kak Reza di mana sih?” tanya Gracia sebal, Gracia yang sibuk mencari Reza di tengah kerumunan siswa-siswi yang hadir di tengah tribun penonton, perhatiannya sedikit tertarik karena lambaian tangan dari orang yang di kenal oleh nya, gracia dengan sebal menuju ke arah orang itu

“kakak ini kebiasaan ngilang mulu deh” ujar Gracia sebal

“aku tadi nyariin kita tempat duduk” kata Reza sambil menggaruk kepala nya

“Hai, kita boleh duduk di sini nggak?” tanya seseorang

“Eh, kamu Michelle. Boleh kok” ujar Gre tersenyum

“Bawa siapa aja nih?” tanya Reza

“Kenalin kak, gue nabilah” Kata Nabilah sambil menjulurkan tangannya

“Reza” ujarnya singkat

“Buseet.. singkat amat” ujar nabilah dalam hati

Lima menit berselang keluarlah pemain dari masing-masing tim yang di ikuti oleh sorak sorai dari masing-masing pendukung, walaupun lebih banyak pendukung dari SMAN 4 Banyuwangi. Kick off babak pertama sudah di mulai.

“Gila, bakal di serang habis-habisan kita” kata Dendhi dalam hati.

“Formasi nya 1-3” kata Yoshi dalam hati

Dalam hitungan detik pemain SMAN 12 Semarang sudah berada di dekat kotak penalty, ketika ia akan menendang, dengan sigap Dendhi membuang bola itu keluar lapangan.

“Nice kak” kata Alvin

“Nice matamu suek, jaga yang bener dong” kata Dendhi sebal

Ketika pemain lawan akan memberikan umpan lambung,

“sekarang” ujar Dendhi dalam hati
dengan cepat Dendhi merebut bola itu dan maju ke depan. Ketika sampai di tengah lapangan. Dia menendang bola dan

GOOOALLLL…

Kedudukan berubah 1-0 bagi keunggulan SMAN 4 Banyuwangi.

“Shit, mati langkah aku” ujar Renaldi

Kick off di lakukan lagi oleh pemain SMAN 12 Semarang, kali ini mereka semakin gencar melakukan serangan ke gawang Yoshi Satryanto.

Kini Anwar, Striker dari SMAN 12 sudah berhadapan dengan Yoshi

“Aku harus balik cepet” ujar Dendhi dalam hati

“I got you” kata Yoshi

Anwar menggocek Yoshi, dengan santai ia menendang bola. Namun tiba-tiba

DUUUUG…

Bola di tendang menjauhi garis goal oleh Dendhi.

“Janc*k” Anwar yang sedikit frustasi berteriak dengan lantang.

*Di bangku penonton*

“Wiih… gak nyangka kalo Dendhi jago banget main futsal” ujar Michael tak menyangka

“Iya yank, ini bener-bener kayak drama aja” ujar Dhike

“tegang banget aku Shan” ujar Michelle kepada Shania

“Iya, tim lawan mainnya bagus banget, untung kak Dendhi sama Alvin sigap jaga pertahanan” kata Shania terpukau dengan Dendhi dan Alvin

*Balik ke lapangan lagi*

Tendangan pojok kini diberikan wasit kepada SMAN 12 Semarang, ada tiga orang pemain SMAN 4 Banyuwangi berada di kotak penalty, sedangkan ada empat pemain pemain lawan yang ada di kotak penalty, Dendhi kini berada di lapangan tengah, ia sedang menunggu bola mentah.

“Rek, aku percaya sama kalian” ujar Dendhi dalam hati

Bola sudah di tendang, di sundul oleh Rafles, bola kini mengarah ke Dendhi, bola di control dengan baik oleh Dendhi, dengan cepat ia menuju ke kotak penalty lawan, ia kini berhadapan dengan Renaldi. Bola di tendang dengan sangat keras oleh Dendhi, kedudukan berubah menjadi 2-0, sontak penonton langsung bergemuruh setelah melihat sekolahnya unggul dua gol dari tim tamu

“kenapa aku kok nggak bisa gerak setiap pemain nomer 15 itu nendang?” tanya Renaldi

PRIIIT..

Wasit membunyikan peluit nya pertanda babak pertama telah usai, semua pemain kini memasuki ruang ganti, kedua pelatih masing-masing tim memberikan instruksi kepada para pemain.

“Ical, kamu masuk, ganti in Rafles, kamu bakal di depan sama Dendhi, sedangkan di Belakang Alvin bakal sendirian jaga nya” ujar pak Hendro

Babak kedua sudah di mulai, kedua tim saling jual beli serangan, karena lengah Alvin membiarkan Anwar berdiri sendirian berhadapan dengan Yoshi. Anwar menendang bola, namun berhasil di block oleh Yoshi

“nice kak Yoshi” ujar Alvin sambil mengacungkan jempol ke Yoshi

“Nice matamu suwek.. jaga yang bener” ujar Yoshi sedikit emosi, Sedangkan Dendhi dan Ical hanya menggelengkan kepala

“Cal, aku jaga belakang, kamu stand by di tengah ya” Bisik Dendhi

Dengan cepat Dendhi berlari ke kotak penalty nya sendiri, Bola sudah di tendang, namun berhasil di buang dengan baik oleh Dendhi, namun bola mentah itu di tendang oleh Anwar dan…

GOOOALLL…

Kedudukan kini 2-1. Terlihat ekspresi kekecewaan di wajah para pemain SMAN 4 Banyuwangi.

“Ayo rek, semangat, jangan cuman ketinggalan gol satu kalian patah semangat, kalo kebobolan, kita bales lagi” Ujar Dendhi memberikan semangat kepada rekan-rekannya.

Kick off sudah di lakukan, kini para pemain SMAN 4 masih menguasai bola, bola di oper ke Yoshi. Dia langsung memberikan umpan lambung ke arah Dendhi, Dendhi sudah siap menendang, namun ketika ia melihat ke arah bangku penonton ia melihat seseorang yang tak asing, konsentrasi nya buyar seketika, bola yang di tendang nya meleset jauh.

“dia? Kenapa dia ada di sini?” tanya Dendhi

“Den, kamu kenapa?” tanya Ical

“nggak apa-apa kok” kata Dendhi.

PRIIIT…

Pertandingan berakhir, skor 2-1, para pemain SMAN 4 Banyuwangi sangat senang, karena ini adalah tiga poin pertama yang berhasil di kumpulkan. Michelle dan Gracia langsung turun dan memberikan ucapan selamat kepada kakaknya

“selamat ya kak” ujar Michelle tersenyum

“selamat ya kak, It was very interested match” kata Gracia tersenyum

“iya, makasih” ujar Dendhi singkat

Di bangku penonton kini mulai sepi lantaran pertandingan yang sudah selesai dan hari yang sudah larut malam. Dendhi mengendarai mobil nya ke rumah mereka, Michelle duduk di samping Dendhi. Tak henti-hentinya ia berbicara tentang pertandingan yang tadi, sedangkan Dendhi hanya menjadi pendengar yang baik. Sesampainya ia di rumah.

“Tolong bukain pintu gerbang ya le” kata Dendhi lesu

“Iya kak, bentar ya” Ujar Michelle yang bergegas turun dan membuka gerbang rumah mereka

Dendhi lalu memasukkan mobil nya ke dalam gerbang, ia sengaja tak menaruh mobil nya di garasi, supaya keesokan harinya ia tak kerepotan mengeluarkan mobil nya dari garasi rumahnya.

“gimana Dek pertandingannya?” tanya kakak nya

“ya… menang kak, skor nya 2-1, tapi sayang, cuman aku doang yang masukkin semuanya” kata Dendhi lesu.

“kamu kayaknya lagi banyak pikiran ya Den?” tanya kak Ve penasaran

“iya kak.. hehehe…” kata Dendhi sambil terkekeh

“Aku pas tadi di lapangan ngelihat dia kak” kata Dendhi lesu

“Dia siapa?” tanya kak Ve

“Ngelihat Shani” ujar Dendhi

“nggak salah orang kamu Den?” tanya kak Ve penasaran

“nggak kak, udah ah.. aku ke kamar dulu, mau tidur” kata Dendhi yang lalu masuk ke kamar nya.

Ia lalu membuka hp nya

“alamak, banyak amat notifikasi nya” ujar Dendhi dalam hati, ia melihat satu-satu notifikasi HP nya. Pandangannya tertarik dengan notifikasi di Twitter. Seseorang memotret dirinya ketika pertandingan futsal

Shani Indira @Shani.Indira
Seneng rasanya bisa ngeliat dia tertawa lagi @Dendhi_yoanda.

“Hmm.. whatever lah” ujar Dendhi yang lalu menutup aplikasi twitter. Ia lalu membuka LINE, dimana banyak ucapan selamat dari teman-teman nya. Baik itu di grup OSIS dan grup kelas nya, lagi-lagi ia tertarik oleh satu orang yang mengirimkan pesan ke Dendhi

“Selamat ya capt” begitu lah notifikasi HP nya.

“hmmm… Viny ya” ujar Dendhi pelan, dengan cepat ia lalu mengetikkan pesan balasan, terjadilah percakapan antara Dendhi dan Viny

Dendhi : Makasiih ya Vin
Viny : iya. Ooh iya, besok berangkat bareng ya
Dendhi : siiiap, aku jemput jam enam lebih lima belas ya
Viny : Oke Den.

Obrolan mereka terhenti. Dendhi lalu mengetikkan sebuah tweet di twitter

@Dendhi_yoanda : Kenapa dia hadir ya di saat aku udah bahagia? Knp di saat itu kamu nggak ngasih kbr klo km pindah?

Tak lama kemudian ada balasan

@Rezalical : Galau ciye

@RezaRez : 2016 masbro. Masih jaman galau? :v

@Raf_Flash : @RezaRez @Rezalical jangan gitu kalian, dia itu tadi pahlawan kemenangan, tapi dai nggak mampu jadi pahlawan asmara. Liat aja dia masih jomblo

Dendhi pun sedikit tertawa melihat balasan dari mereka

@Dendhi_yoanda : @RezaRez @Rezalical @Raf_Flash oiii… udah malem. Mau tidur keganggu sama mention an kalian
Ada balasan lagi dari Rafles

@Raf_Flash : @Dendhi_yoanda @Rezalical @RezaRez kacian si panda afrika, biarkan dia tertidur kawan-kawan :v

Tiba-tiba Viny hadir

@Ratu.Vienny : @Dendhi_yoanda good night. Have a Nice Dream ({})

Tweet dari Viny di Retweet oleh Reza, Rafles, dan Ical, tak berselang lama ikut-ikut an di Retweet oleh Dhike, Lidya, dan Kinal, lalu sang pemilik akun @Dendhi_yoanda itu pun terlelap.

KRIIING…

Alarm berbunyi dengan sangat keras, membangunkan Dendhi dari tidur nya, dengan langkah berat ia menuju ke kamar, dengan malas ia membersihkan dirinya. Ia lalu menuju ke rumah Viny. Tepat pukul enam lebih lima belas.Dendhi dan mobil nya sampai di depan rumah Viny. Tak menunggu lama Viny keluar dengan wajah yang berseri-seri. Mereka berdua lalu berangkat ke sekolah. Sesampai nya di sekolah mereka bergegas ke kantin.

“Kamu mau makan apa Vin?’ tanya Dendhi

“hmmm… bakso aja ya, minumnya teh hangat” kata Viny

“pak, kita pesen Nasi kuning nya satu, bakso nya satu, minum nya teh hangat nya dua” kata Dendhi

Penjaga kantin itu mulai membuatkan menu sesuai pesanan mereka, sedangkan Dendhi dan Viny mencari tempat duduk.

“Jend, selamat ya buat yang kemarin” ujar Kinal sambil menepuk bahu Dendhi

“Oiii nal, sakit tau” ujar Dendhi ketus. Sambil menggembungkan pipinya

“Aaaaaa… lucu banget” Ujar Viny yang lalu mencubit pipi Dendhi

CEKREK

“gue share di twitter dulu yak? Bye takut ganggu kalian gue” ujar Kinal sambil meninggalkan mereka berdua
Dendhi dan Viny lalu memakan pesanan mereka yang baru saja sampai. Sepuluh menit berselang makanan mereka habis tak bersisa.

“Berapa pak semuanya?” tanya Dendhi

“dua belas ribu Den” kata penjaga kantin

Viny lalu mengeluarkan satu lembar uang sepuluh ribu, namun ia kalah cepat dengan Dendhi.

“kok kamu yang bayar?” tanya Viny

“Iya, uangnya kamu simpen aja” kata Dendhi

“Hmmm.. ya udah deh, lain kali kalo kita makan bareng aku yang bayar ya” ujar Viny

Dendhi hanya tersenyum mendengar nya, mereka lalu berjalan keluar dari kantin, tangan Dendhi menggandeng erat tangan Viny. Awalnya Viny kaget, lalu ia tersenyum manis. Mereka lalu duduk di bangku kesukaan mereka, di pojok kiri depan. Guru mata pelajaran pertama mulai masuk dan memberikan pelajaran kepada siswa-siswi,Tak lama kemudian masuklah guru BK

“Permisi pak, ada murid baru” kata guru BK itu

“iya, silahkan di suruh masuk pak” kata guru itu

Lalu masuklah seorang wanita yang di barengi dengan ekspresi kaget oleh Dendhi.

“Dia?”

To Be Continued

Dendhi Yoanda

Iklan

9 tanggapan untuk “Romansa Di Kota Itu, Part10

    1. Lha…
      Ada org asli nya, di jerman enak yos??
      Abisnya aku udah kehabisan ide buat nerusin 😅😅 aku masukkin aja scene mu 😅

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s