Pengejar Rahasia : Misi Selesai, Part 3

“Kita akan berpisah disini. Kalian cari Boim dan Epul. Aku akan cari
anak klien kita!” Rusdi kemudian berlari meninggalkan mereka berdua,
menyerahkan senter pada Nabilah.

“Baiklah, kau jalan duluan!” Naomi kini berada di belakang Nabilah,
membiarkan dirinya dituntun oleh Nabilah.


“Baiklah…” Nabilah dan Naomi kembali menelusuri lorong-lorong,
mencari Epul dan Boim.

Rusdi terus berlari, sampai akhirnya tiba di sebuah ruangan. Membuka
pintu ruangan, mengintip di sela-sela pintu. Masuk secara perlahan.
“Astaga…” Rusdi terkejut melihat pemandangan di depannya.

“Kita mau kemana?” Nabilah bertanya pelan.
“Lurus aja!” Naomi masih di belakangnya.
“Tunggu!” mereka tiba-tiba menghentikan langkahnya.

“Ada apa?” Naomi bertanya.
“Apa itu?” Nabilah mengarahkan senternya jauh ke depan.
“SLENDERMAN!!!” Naomi berteriak, balik badan kemudian berlari
meninggalkan Nabilah.

“Woy! Tunggu!” Nabilah masih disana, memastikan apa yang ada di depannya.
“Haaaaaaa!!!” ternyata itu hantu Slendrina.
“Ah, sial!” Nabilah kemudian balik badan, berlari menyusul Naomi.

Naomi tiba di sebuah kamar. Tidak ada jalan selain masuk ke kamar itu.
Naomi Masuk secara paksa, menggedor-gedor pintunya.
“BUKA!!!” teriak Naomi, masih menggedor-gedor pintu itu.

Kemudian pintu itu terbanting dengan keras. Tanpa sepatah kata pun
Naomi masuk ke dalamnya. Lemari? Ide bagus, ia hendak bersembunyi di
dalam lemari itu. Lalu Naomi menuju lemari tua yang ada di hadapannya.

Saat ia membukanya, betapa terkejutnya ia saat melihat pemandangan di
depannya. Ada orang lain yang bersembunyi disana. Seketika Naomi
berteriak sekencang-kencangnya.

Salah seorang dari mereka menarik Naomi ke dalam lemari. Membekapnya
agar tidak berteriak lagi.
“Hey! Sadarlah, Naomi! Ini kami!” berkata dengan intonasi nada keras.

Saat Naomi membuka matanya, ia mulai tenang.
“Kalian? Jadi kalian sembunyi disini? Kenapa kalian hanya sembunyi?
Kami mencari kalian tau!” Naomi terlihat kesal.

“Maaf, tadi kami diteror hantu nenek Slendrina. Jadi kami sembunyi
disini.” ucap Epul, Boim kemudian melepaskan Naomi.
“Maaf Naomi!” Boim menatapnya dingin.

“Sementara ini kita sembunyi disini dulu. Kita keluar, sama aja kita
bunuh diri!” seru Epul.
“Baiklah tapi aku…” ucapan Naomi terpotong.
“Psssttt… dengar!” Boim berkata pelan.

Dari kejauhan terdengar langkah kaki beberapa orang. Entah itu dua
orang, ataupun lebih. Langkah itu terdengar semakin mendekat. Pintu
berdecit, seseorang telah membukanya.

Tiba-tiba langkah kaki itu terhenti tepat di depan lemari tempat
mereka bersembunyi. Senyap, tidak ada suara selama beberapa detik.
Tiba-tiba lemari itu dibuka, seketika tiga orang yang bersembunyi di
dalamnya berteriak kaget.

“Hey! Sudahlah…” Rusdi berkata pelan, seketika mereka berhenti berteriak.
“Kenapa kau selalu berteriak? Tapi ada untungnya juga, kami jadi bisa
tahu lokasi kalian.” ucap Nabilah menunjuk Naomi, sementara yang
ditunjuk hanya tersenyum saja.

“Hey! Lihat anak itu, kalian berhasil menemukannya!” Epul menghampiri
anak yang dimaksud, memeluknya lembut.
“Rusdi yang menemukannya.” Nabilah tersenyum.

Mereka lalu pergi keluar kamar. Hendak meninggalkan rumah itu. Rusdi
mengusap wajahnya, puas akan aksi heroiknya. Tiba-tiba nenek Slendrina
datang mengejar mereka dari arah belakang.

Seketika mereka semua berlari. Hingga hampir lima menit mereka
berlari, akhirnya mereka berhenti. Memutuskan menghela nafas pelan.
Mereka bersiap untuk kembali berlari.

Anak klien mereka tiba-tiba menangis ketakutan. Ternyata hantu
Slendrina menuju arah mereka. Mereka kembali berlari, berusaha mencari
pintu keluar. Jika sudah keluar dari rumah itu, maka misi mereka telah
selesai.

“LIHAT HANTU SLENDERMAN ITU!!! Hahaha…” Nabilah tertawa lebar saat
berlari, menertawakan Naomi saat sebelumnya ia salah menyebutkan nama
hantu itu.

Beberapa menit kemudian, mereka berhasil menemukan jalan keluar.
Mereka akhirnya keluar dari rumah angker itu. Epul masih berlari
menggendong anak klien mereka.

Berhenti sejenak tepat di luar gerbang rumah itu.
“Luar biasa, misteri kali ini sangat sulit. Ternyata hantu Slendrina
bukan mitos belaka.” Naomi menghela nafas, kali ini ia tidak salah
menyebutkan nama hantu itu.

Rusdi tiba-tiba mengeluarkan sebuah kamera. Merekam dirinya sendiri.
“Terperangkap semalaman di dalam rumah itu membuat kami sangat
ketakutan. Tapi perlu kalian ketahui, hantu Slendrina itu asli. Kami
berhasil mengungkap misteri kali ini, misi selesai!” Rusdi menutup
kameranya.

BERSAMBUNG

Author : @RusdiMWahid

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s