Pengejar Rahasia : Naomi, Part 1

* Disebuah ruangan tertutup, nampak dua orang sedang bercakap-cakap.
Sekilas umur keduanya terlihat sama. Satunya wanita, yang lainnya
pria. Si wanita sedang berbaring disebuah sofa.Sementara pria itu
duduk di sebuah kursi di pinggir-pinggir sofa.

Pria itu memegang sebuah buku, juga bolpoin. Terlihat ia menuliskan
apa yang dikatakan wanita itu. Ia memperhatikan wajah si wanita.
Bertanya-tanya tentang beberapa hal.

Wanita itu terlihat seperti mengalami gangguan kejiwaan. Mentalnya
terganggu, entah apa penyebabnya. Tapi setiap ia ditanya, kebanyakan
ia akan menjawab “teman-temanku mati…”.

“Kau tidak apa-apa?” tanya lelaki itu.
“Teman-temanku mati…” si wanita tidak melanjutkan kalimatnya, pria
itu menelan ludah untuk kesekian kalinya setelah ia mendengar kalimat
itu lagi dan lagi selama mereka bercengkerama.

“Tadi siapa namamu?” tanya lelaki itu lagi.
“Shinta Naomi.” jawab wanita itu yang bernama Naomi, tatapannya kosong
melihat jauh kearah sudut ruangan.

“Perkenalkan, namaku Reza. Aku seorang psikiater. Kabarnya kau
mengalami gangguan mental, benarkah itu?” Reza bertanya pelan.
“Teman-temanku mati…” jawaban yang sama.

“Kalo boleh tau, kenapa teman-temanmu bisa mati?” kembali bertanya pelan.
“Mereka dibunuh!” tatapan mata Naomi terlihat mencekam, ia masih
menatap kosong dengan tatapan itu.

“Siapa yang tega membunuh teman-temanmu?” Reza berusaha menenangkan Naomi.
“Ceritakanlah, Naomi.” Reza menyentuh lembut bahunya.

“Dia… membawa kapak, sorot matanya mencekam… kadang membunuh
dengan gergaji mesin. Hatchet, Victor… pria itu tinggi sekali.
Mungkin lebih dari dua meter. Berbadan kekar, wajahnya buruk rupa…”
Naomi enggan melanjutkan kalimatnya.

“Tidak apa-apa, lanjutkan saja. Aku akan membantumu sembuh, Naomi.”
Reza menatap wajahnya yang kini terlihat sangat ketakutaan, sorot
matanya kini sudah mulai normal kembali.

“Semua berawal ketika kami memutuskan untuk menjadi tim Pengejar
Rahasia setelah lulus SMA. Menghabiskan masa-masa dewasa menjadi
detektif. Lima orang detektif yang berhasil memecahkan 25 misteri. Dua
tahun kemudian, tim kami bertambah dua orang. Kami kira akan semakin
mudah memecahkan misteri selanjutnya. Sampai akhirnya kejadian itu
terjadi. Mereka dibunuh, teman-temanku dibunuh.” Naomi perlahan
meneteskan air mata.

“Ini kasus yang biasa terjadi, baiklah lanjutkan saja.” Reza
mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Aku akan memberitahumu…” mendesah pelan, ia berusaha mengontrol
nafasnya karna kesedihan-kesedihan itu.

“Bersiaplah, aku akan membawamu kembali kesana. Menceritakan semuanya,
kau hanya tinggal mendengarkan saja.” Naomi menyeka matanya.

“Persiapkan dirimu!” kini Naomi kembali menatap dengan tatapan
mencekam, ia menyeringai.
“Baiklah, ceritakanlah…” Reza mempersiapkan dirinya mendengar
ocehan-ocehan wanita itu.

BERSAMBUNG

Author : @RusdiMWahid

Author Note : Hay, Rusdi M Wahid kembali. Setelah fanfic “Cahaya
Kehidupan” yang terinspirasi dari Darwis Tere-Liye, di update setiap
hari loh. Kini saya kembali dengan fanfic hasil reques teman-teman
saya di Twitter. Fanfic berjudul “Pengejar Rahasia” ini terinspirasi
dari sebuah acara berjudul sama yang tayang 2010 silam. Fanfic ini
menceritakan tentang tujuh detektif yang berhasil mengungkap
rahasia-rahasia dibalik kejadian aneh yang dialami kliennya. Rusdi,
Boim, Epul, Naomi, Nabilah, Haruka, dan Sinka. Tujuh anggota detektif
“Pengejar Rahasia”. Berhasilkan mereka memecahkan misteri selanjutnya?
Saksikanlah, eh bacalah maksudnya. Hahaha, bye… selamat membaca
fanfic ketigaku. Salam, Rusdi M Wahid…

Iklan

Satu tanggapan untuk “Pengejar Rahasia : Naomi, Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s