Wrestling & Love part 41

wpid-pizap_1437301468174-1.jpg

Setelah selesai dari aktivitasnya menonton WWE..
Kelvin memutuskan untuk mandi

*skip

Sudah 3 hari berlalu semenjak Andre dan Andela bertemu, setiap hari mereka selalu dipertemukan oleh kedua orangtuanya..

Tetapi kebanyakan Andela hanya mendengarkan saja apa yang dibicarakan oleh Andre, dia tidak begitu tertarik dengan pria itu meskipun sebenarnya dia dapat dibilang memiliki tampang yang ganteng tetapi Andela hanya jatuh cinta terhadap Kelvin

“N..del” ucap Andre ragu-ragu
“Iya ada apaan Ndre ?” tanya Andela

“Mmh.. kamu mau kan dijodohin sama aku ?” tanya Andre tiba-tiba

Andela nampak kaget dengan pertanyaannya itu

“Eh.. mmh” Andela berpikir sejenak sambil menundukkan kepalanya

“Aku sayang dan cinta kamu Ndel” Andre meraih tangan Andela

Andela berusaha melepaskan pegangan tangannya itu tetapi tidak bisa karena dia memegangnya dengan erat.

“.Eh.. maaf tolong lepasin” Andela mulai berontak dan berhasil terlepas dari pegangan tangan Andre
“A..aku udah punya pacar..
maaf” Andela lalu pergi ke kamarnya dan meninggalkan Andre

“Ndeel.. ndell” panggil Andre namun Andela tidak memperdulikannya

“Cepat atau lambat, kamu akan jatuh cinta sama aku Ndel” batin Andre dalam hati

Sementara itu

Kelvin masih terdiam di kamarnya..
Pikirannya hanya tertuju kepada nama Andela, entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang sedang terjadi terhadap Andela

Andela mengurung diri di kamar, Andre melaporkan sikap Andela kepada Papanya..
Sontak papanya Andela marah terhadap anaknya itu
Papa Andela menghampiri kamar anaknya, kemudian dia membuka pintu kamar Andela dengan keras

“Ndeel !! apa-apaan kamu nolak Andre tadi ?? Papa udah bilang jangan pernah inget pacarmu si Kelvin itu” bentak Papanya

“Tt..ta..tapi Paah”  Andela terisak

Dia sangat ketakutan melihat Papanya yang mungkin baru pertama kalinya maraj terhadap dirinya

“Ga ada tapi-tapian..
pokoknya secepatnya Papa bakal atur rencana kalian berdua untuk menikah” ucap Papanya dengan nada tinggi

“Paah.. t.t.a..pi
aku ga cinta sama dia” ucap Andela sambil menangis
BRRUAK” suara pintu kamar Andela yang tertutup

Papa Andela langsung keluar dari kamar Andela

Andela hanya bisa menangis di kamarnya meratapi nasibnya yang akan dijodohkan dengan lelaki yang sama sekali tidak mencintainya

Andela berusaha untuk kabur dari rumah malam ini dan pergi ke rumah kekasihnya, Kelvin

Dia mengepakkan barang-barang yang diperlukan seperti baju dan perlengkapan wanita lainnya kedalam sebuah koper..
Keputusannya sudah bulat untuk kabur dari rumahnya, dia sudah tidak tahan dengan sikap Papanya itu yang memaksakan kehendaknya untuk menikahi pria yang tidak ia sukai
Saat malam hari, Andela menyelinap keluar lewat jendela kamarnya, dia lalu bergegas keluar pagar rumahnya..
terlihat disana satpam rumahnya tengah tertidur..

Andela dengan mudah keluar dari rumahnya itu…

Karena malam yang sudah larut..
angkot sudah jarang muncul.
Andela bingung harus pergi ke rumah Kelvin dengan menggunakan apa

“Duuh aku harus gimana?” pikir Andela di tengah jalan

Karena jarak rumah dirinya dengan
Kelvin tidak begitu jauh, Andela berjalan kaki setapak demi setapak di trotoar sambil menarik sebuah koper di tangannya
Kondisi semakin parah buat Andela karena pada malam itu hujan turun dengan lebatnya..

Andela memutuskan untuk tetap berjalan meskipun air hujan mengguyurnya

Satu jam dia berjalan hingga akhirnya ia sampai di depan rumah Kelvin, tubuhnya sudah basah kuyup, Andela juga menggigil kedinginan

Di kamarnya, Kelvin sedang melamun sambil merebahkan badannya

Tiba-tiba terdengar ada orang yang memanggilnya dari luar, suaranya agak samar-samar karena beradu dengan suara air hujan

“lha, kayak suara Andela…” batin Kelvin dalam hati, kemudian dia bergegas keluar kamarnya
Papa dan Mama Kelvin pada malam itu sudah tidur, Kelvin membuka pintu depan rumahnya yang terkunci..

Kelvin nampak kaget karena itu adalah benar Andela

“Hah, Ndel, kenapa kamu basah gini , ayoo masuk… aduuuuh” resah Kelvin melihat yg datang itu Kekasihnya dengan pakaian basah serta kedinginan

“Huaa Kelviiinnn..
aku kangeeen!!” Andela sontak langsung memeluk Kelvin dalam keadaan tubuhnya basah

“Eh..i..iya aku kangen juga, kamu kemana aja sih udah seminggu lebih, aku bbm ga dibales”, ucap Kelvin yang masih mendekap Andela

“Mmhh.. maaf udah buat kamu
khawatir..
HP aku disita Papah..” ucap Andela   terisak

Andela lalu melepaskan pelukannya

“Eeh… maaf, kamu jadi ikutan basah deh.. maaf maaf” ucap Andela merasa bersalah

“Eh gapapa kok, yaudah masuk yuk” ajak Kelvin

Andela mengangguk

Kelvin mengajak Andela ke kamarnya, eitss jangan berpikiran negatif dulu..
Mereka ke kamar karena Kelvin ingin memberikan handuknya agar dapat mengeringkan tubuh Andela yang basah
Mereka berdua kemudian ke kamar Kelvin

“Mama Papa kamu mana ?” tanya Andela

“Udah pada tidur..
ini kan udah jam 1 malam tauu” jawab Kelvin

“Eh iya-ya”

“Nih handuk” Kelvin memberikan handuknya yang berwarna biru untuk mengeringkan rambut dan tubuh Andela yang basah

“E..h iya makasih” Andela kemudian mengelap seluruh tubuhnya dengan handuk Kelvin

“Kamu kenapa sih malem-malem kesini ? mana hujan lagi, kamu ntar sakit gimana ? aku kan khawatir”
Kelvin melontarkan berbagai macam pertanyaan ke Andela dengan wajah yang cemas

“Mmh.. aaku mau kabur sama kamu Vin, bawa aku kemana aja , aku ga mau dipisahin dari kamu, Papaku berniat menjodohkan aku dengan anak bosnya…” pinta Andela

“Apaaa ?? kabur ?” tanya Kelvin seakan tidak percaya, dia bingung Andela bilang seperti itu, di satu sisi memang dia ingin sekali bersama Andela, tetapi di sisi lain dia tidak mau di cap sebagai laki-laki yang membawa perempuan tanpa seizin orangtuanya

“Iyaa”

‘Mmh..duuh gimana ya, aku bingung” ucap Kelvin berpikir
“Pliss laah sayang.. apa kamu ga sayang sama aku?” tanya Andela dengan wajah yang sedih

“Eh.. bukan gitu maksud aku, jelaslah aku sayang sama kamu.. ” ucap Kelvin

Kelvin menghela nafasnya panjang

“Haah,  yaudah , untuk malam ini kamu tidur disini dulu , besok kita pikir gmana kedepannya… “ ujar Kelvin agar Andela sedikit tenang, sekarang waktu sudah menjelang pukul 2 dinihari

“Yaudah kamu ganti baju dulu gih, biar ga sakit..” perintah Kelvin

“Kamu bawa baju ganti kan?” tanya Kelvin lagi ysng melirik kearah koper yang dibawa Andela

Andela mengangguk dan dia kemudian pergi ke toilet untuk berganti baju
Setelah Andela ganti baju,

Kelvin menyuruh agar Andela tidur

Andela mematuhinya..
Dia tidur dikasur Kelvin dan Kelvin tidur di bawah beralaskan karpet

Merekapun tidur dengan pulas…

Keesokan harinya, Andela bangun terlebih dahulu, dia melihat Kelvin yang masih sedang tertidur pulas..

Tiba-tiba pintu kamar terbuka

“Kaaak bangun kaak.. sarapaan.. eehh” ucap Yupi kaget yang melihat ada sosok Andela di kamar Kakaknya

“Eehh.. kok Kak Andela bisa disini ? kalian abis ngapain?” pikiran Yupi sudah membayangkan hal yang negatif
“Eh.. hai Yup,
I…ini ga seperti yang kamu pikirin kok” balas Andela

“Kakak emang kesini kemarin malem pas hujan lebat, terus Kak Kelvin ngajak Kakak nginep deh.. tadinya mau minta ijin ke kamu sama Papa Mama kamu, tapi kan pada tidur” jelas Andela sekenanya

Yupi hanya berOhria sambil mengangguk-anggukan kepalanya

“Yaudah, Kak Andela mau ikut sarapan ?” tanya Yupi

“Ntar lagi deh Yup, bareng sama Kakakmu nih.. ” ucap Andela yang melirik kearah Kelvin yang masih tertidur pulas.

“Ooh oke deh Kak, bangunin Kak Kelvin yaa, abis itu sarapan” ucap Yupi
Andela hanya mengangguk sambil tersenyum

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi, Andela menghampiri Kelvin yang masih tertidur di lantai

Andela menggoyangkan badan Kelvin secara perlahan

“Heii sayang.. ayo bangun yuk..
kita sarapan dulu” ucap Andela lembut

“Mmh…” Kelvin masih belum terbangun, dia masih menggeliat di tidurnya

Andela menyentuh-nyentuh pipi Kelvin dengan jari telunjuknya

“Heeii.. ayo bangun sayang udah pagi nih, Yupi nyuruh kamu sarapan” Andela masih menusuk-nusukkan telunjuknya ke pipi Kelvin
Kelvin akhirnya mulai terbangun..
Dia mengucek-ngucek matanya dan merregangkan badannya

“Mmhhh.. Pagi Ndell !” sapa Kelvin lembut

“Pagi juga” jawab Andela.

“Kamu cuci muka giih, abis itu kita sarapan” perintah Andela

Kelvin mengangguk lalu melakukan apa yang Andela perintahkan

Kelvin mencuci mukanya, dia berjalan kearah kamar mandi, setelah selesai..
Andela dan Kelvin keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan untuk sarapan

“Paagi Maah, Paah.. Dekk” sapa Kelvin ketika dia melihat anggota keluarganya sudah berkumpul..

“Paagi Kakk” Yupi menyahut

“Waah.. Andela kok bisa disini ? tanya Papa Kelvin basa-basi

Sebenarnya Yupi sudah menceritakan kepada Papa Kelvin tadi kalau Andela menginap di rumahnya

“Hehe.. iya om, aku semalem nginep disini.. maaf ga bilang om sama tante” jawab Andela sopan
“Iya gapapa kok Ndel” balas Mama Kelvin

“Sini kalian makan” Papa Kelvin mempersilahkan mereka berdua untuk duduk..

Kelvin dan Andela kemudian duduk bersampingan kemudian sarapan

“Mhm.. ngomong-ngomong.. apa bener Ndel Papa kamu mau ngejodohin kamu?” tanya Papa Andela disela-sela makan

“Eh.. iya Om..” jawab Andela lesu

“M..ma..kanya itu Andela kesini Om, Andela ga mau dijodohin sama anak bosnya Papa.. Andela cuma cinta sama anak Om.. Andela pengen cepet nikah sama Kelvin” jawab Andela

Sontak Kelvin yang ada di sebelahnya
tersedak

“Uhukk uhukkk”

“Eh.. kamu kenapa? minum dulu minum.. makannya pelan-pelan aja” ucap Andela sambil menyodorkan gelas berisi air putih

“Iya.. makasih” Kelvin kemudian minum air putih di gelas itu

Papa dan Mama Andela tersenyum melihat tingkah anaknya itu..
Mereka senang sekali ada juga wanita yang begitu tulus mencintai anaknya seperti Andela

“HuftNdel.. kamu inii, bikin aku tersedak aja” ucap Kelvin setelah selesai minum

“Eh kok aku?” tanya Andela bingung
“Ya.. gara-gara kamu bilang pengen cepet nikah sama aku, jadinya aku tersedak kaya tadi” ucap Kelvin

“Ooh maaf deh maaf” ucap Andela meminta maaf

Setelah mereka selesai makan, Yupi kembali ke kamarnya..
entah dia ngapain, mungkin chat bersama kekasihnya
Tersisa Kelvin Andela dan Mama Papa Kelvin di meja makan

“Ohiya Ndel.. kamu serius sama perkataan kamu tadi ?” tanya Mama Kelvin

“Mhm.. perkataan yang mana Tante?” tanya Andela

“Itu.. yang kamu pengen nikah sama Kelvin” kata Mama Kelvin
“Iya tant, satu-satunya cara agar aku ga dijodohin ya dengan cepet-cepet nikahin Kelvin..” jawab Andela

“Tante sama Om sih setuju aja, kamu serius mau menikah muda ?” tanya Mama Kelvin lagi

Andela mengangguk cepat

“Mmh.. yaudah nanti Om sama Tante pikirin lagi.. ntar juga Om mau ngobrol sama orangtua kamu..
semoga aja dia mengerti dan setuju akan ini” jawab Papa Kelvin

Andela menyunggingkan senyum di bibirnya

“Yaudah.. Om Tante tinggal dulu ya.. kalian berdua aja disini” kemudian Papa dan Mama Andela meninggalkan mereka berdua
Kelvin dan Andela berpindah ke ruang tamu..
Mereka fokus membicarakan tentang masa depan mereka berdua

“Mhhm.. aku udah mikirin..
aku mau ketemu Papa kamu abis ini” ucap Kelvin

“Eh.. j..ja..ngan.. aku takut kamu kenapa-napa..” Andela terlihat khawatir

“Udah.. gapapa kok” Kelvin menenangkan Andela

“So..al pernikahan kitaa…” ucap Kelvin tertahan

“Kamu mau kan yaa yaa?” Andela kini menatap Kelvin dengan wajah memelas

Lengan kiri Kelvin dipeluk oleh Andela
“Mmh.. aku pikir belum saatnya..” jawab Kelvin

Andela menunjukkan raut wajah kecewa

“Kenapa ?? apa kamu ga cinta sama aku?” tanya Andela

“B..bukan gitu Ndel..t..tapi..

“Udah ah.. aku benci sama kamu, aku pergi” Andela ngambek dan dia berjalan keluar dari rumah Kelvin

“E..h tunggu Ndel..” Kelvin mengejar Andela dan menahan tangannya

Tampak bulir bening di mata Andela sudah mulai membasahi pipinya yang lembut itu

“Hei.. gausah nangis” Kelvin langsung menenangkan Andela dan
memeluknya

Andela membalas pelukan Kelvin dengan erat..

“A..aku rasa jika aku nikah sama kamu sekarang, aku takut nanti kamu ga bahagia, secara kan aku belum bisa mencari nafkah dan aku belum punya rumah sendiri dan…

“Sssttt” Andela meletakkan jari telunjuknya di bibir Kelvin

“Aku terima apapun konsekuensinya.. aku rela hidup susah sama kamu asalkan kamu ada di samping aku” jawab Andela menatap mata Kelvin

“Toh, aku yakin kamu pasti sukses kok setelah lulus kuliah dan bisa mencari nafkah untuk aku dan anak-anak kita nanti” lanjut Andela lagi
Kelvin terkagum dengan pemikiran dewasa kekasihnya itu

“Makasih ya Ndel..
Iyaa.. aku akan nikahin kamu secepatnya” ujar Kelvin yang sontak membuat raut wajah Andela menjadi bahagia

Sementara itu di rumah Andela..

Di saat Mama Andela ingin membangunkan anaknya itu di kamarnya, dia kaget saat melihat anak perempuannya itu tidak berada di kamarnya

“Paaaah Paaah” teriak Mama Andela memanggil-manggil suaminya

Papa Andela yang mendengar teriakan istrinya langsung bergegas ke sumber suara
“Iyaa.. ada sih maah teriak-teriak?” tanya Papa Andela

“Inii.. liaat !!
Andela ga adaaa paah! dia kemana ?” tanya Mama Andela histeris

Papa Andela bingung dan ia tampak berpikir sejenak

“Inii semua garaa-garaa Papaa..
yang udah maksain kehendak dia untuk menikah sama orang yang sama sekali tidak ia cintai” ucap Mamanya dengan nada meninggi

“Kok Mama salahin Papa sih, ini semua demi masa depan Andela jugaa.. kalo anak kita menikah sama Andre yang merupakan orang kaya.. kita juga bakal jadi kaya maah” ucap Papa Andela tidak mau kalah

Mereka terus berdebat satu sama lain
“Pastii….
pasti Andela ke rumah pacarnya ituu” ucap Papa Andela pelan

“Kelvin maksud Papa ?” tanya Mama Andela

Papa Andela mengangguk

“Akaan Papah beri pelajaran diaa” ucap Papa Andela tersenyum sinis

Mama Andela terus menangis meratapi anaknya yang hilang, dia juga tidak habis pikir dengan suaminya itu..
Karena dia rela merenggut kebahagiaan anaknya sendiri hanya karena takut kehilangan uang dan pekerjaan

Padahal sebelumnya, hubungan Kelvin dan Papa Andela begitu baik.. tetapi sekarang semuanya berubah 180 derajat
Kembali ke rumah Kelvin

“Aku, ke rumah kamu dulu yaa?? nemuin papa kamu” ucap Kelvin

“Eh.. aku i..ikutt” ucap Andela

“Iya deh, ayok” Kelvin lalu menarik tangan Andela

Mereka berdua menaiki motor Kelvin dan bergegas pergi ke rumah Andela

Sesampainya mereka disana

“Viin.. aku takutt
Aku takuutt papaku marah” ucap Andela sambil memegang lengan Kelvin dengan erat

“Udah ya, ada aku disini.. kamu tenang aja” ucap Kelvin menenangkan
Kebetulan satpam di rumah Andela tidak ada.. entah kemana..
pagar rumah Andela juga tidak dikunci, jadi Kelvin dan Andela kemudian masuk

*Tok tok tok* Kelvin mengetuk pintu depan rumah Andela saat mereka berada di teras

Tak lama kemudian pintu terbuka

“Andeeelaa.. kamu kemana aja sayang.. mama khawatir tau ga sama kamu” Mama Andela langsung memeluk anaknya itu

“Maah.. maafin Ndel maah” Andela terisak dalam tangis di dalam dekapan Mamanya

“Ma..maaf tante, udah bikin tante khawatir, Andela kemarin ke rumah Kelvin, terus dia nginep deh disana”
ucap Kelvin sopan

“I.i..Iya gapapa Vin, justru tante berterimakasih karena udah jagain Andela” balas Mama Andela.

Tiba-tiba dari arah belakang, Papa Andela datang dengan wajah yang terlihat marah

BUUKK

Papa Andela tiba-tiba saja langsung memukul Kelvin, Kelvin kemudian terjatuh sambil memegangi pipinya yang terkena tonjokan

“Kelvviiin” ucap Andela histeris..

Dia langsung menghampiri kekasihnya itu

“Berani-beraninya kamu nyulik anak orang” ucap Papa Andela dengan
nada meninggi

Papa Andela berniat untuk memukul Kelvin kembali, tetapi Andela menahannya

“Paah.. cukup Paah.. Kelvin ga salah..
dia ga nyulik aku, yang ada aju yang kabur dari rumah ini karena udah muak sama sikap Papa” seru Andela sambil terisak

PLAAK

Papa Andela menampar anaknya sendiri

*To Be Continued*

Created By : @KelvinMP_WWE

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s