Wizards and Warriors,part3

Malam harinya aku langsung menghantarkan yupi pulang ke rumahnya karena aku tadi di telphone nyokapnya yupi untuk bilang ke yupi agar pulang kerumah karena bokapnya yupi udah pulang dari Ausi dan bawa oleh-oleh yg di inginkan yupi dulu sama bokapnya. 

Setibanya gua di depan rumahnya yupi, aku tidak langsung masuk ke dalam rumahnya karena aku juga masih punya kesibukan sendiri di rumah. Seperti halnya orang lain setibanya aku di rumah aku langsung membersihkan piring-piring bekas makan malam kami berdua tadi. Yupi kalau main di rumahku itu suka ngeberantakin kamar aku yg slalu berantakan kalau-kalau yupi masuk kedalam rumah kamar aku. Ya emang yupi itu kalau tidur suka di kamar aku, sifatnya yupi dari dulu yg aku kenal memang nggak pernah berubah sama sekali sampai sekarang. Gue kenal yupi itu semenjak gue di bangku kelas 2 SMP dan yupi itu adalah salah satu murid baru pindahan dari Jakarta.

Yupi itu pas pertama pindah ke kota aku itu kayak nggak betah-betah gitu, anaknya songong gitu tapi semenjak yupi kenal aku. Sifatnya berubah drastis dan suka manja-manjaan sama aku sampai sekarang ini. Udah lupain yupi, sekarang kita lanjut ke alur cerita nggak jelas ini lagi.

Pada saat aku sedang di latih Ical untuk menguasai gerakan pedang yg baru di ciptakan ical itu. Secara mendadak anak-anak akademi Silent Rider Berlarian kemana-mana pada saat pasukan penyihir putih menyerang Istana Black Tower tempat belajarnya anak-anak Silent Rider.

“Kyaaaa…!!!”

“Semuanya kalian semua harus keluar dari istana ini dan bersembunyilah bersama yg lainnya di bawah tanah” seru Ical sambil berlari keluar istana. Aku juga langsung mengikuti larinya ical ke luar Istana black Tower.

“Hai lo ngapain lo ikut gue ke luar Istana, cepat lo masuk lagi kedalam Istana biar gue dan yg lainnya yg menghadapi mereka semua disini” kata Ical menghentikan lariku.

“Tapi…” ucap gue di hentikan oleh ical.

“Udah jangan banyak omong lo,lo bersembunyi aja sana sama yg lainnya di bawah tanah” Ical sambil menendangku hingga terpental masuk kedalam istana. Aku pun langsung bersembunyi di bawah tanah Istana bersama yg lainnya.

Alakazam!!!..”

Barsinggarzz!!!..”,

Brushhh!!!

Brussshh!!!

Brussshhh!!

Semburan api yg di lesatkan oleh para penyihir-penyihir cantik itu menghanguskan separuh pasukan Istana Black Tower.

“The black tower strainger!!!” kata Ical, menghadapkan Pedangnya kearah salah satu penyihir putih itu dan seketika itu juga badan penyihir putih yg di mantra ical itu tertarik kearah pedangnya.

JLEEBBB!!!!…..

“Tidaakkk!!!…”

“Kita mundur dulu ayoo!!!” seru salah satu yg pada saat itu adalah pimpinan dari penyerangan Istana Black Tower. Semua penyihir putih langsung mundur secara tiba-tiba dan semua pasukan Black Tower maju untuk membunuh penyihir putih itu.

“Akhirnya mereka semua mundur,kalau tidak mungkin pasukan kita tidak akan menang melawan mereka semua” ucap Anto.

“Heh lo, lo lupa sama gue disini. Di Istana black tower yg bisa ngegunaiin sihir itu hanya gue dan kepala sekolah,mereka semua nggak ada apa-apanya ketimbang sama gue” kata Ical dengan sombongnya.

“Jangan sombong dulu lo cal,mentang-mentang lo bisa gunaiin ilmu sihir lo seenak jidat nyombongin diri kayak gitu. Lo nggak akan bisa menang melawan mereka semua jika lo nggak ada kita” kata Anto yg sedari dulu nggak suka akan kelakuannya ical yg sombong seperti itu.

“Gue bisa ngalahin mereka semua tanpa harus ada bantuan dari kalian semua,gue akan buktiin sama kalian semua. Kalau gue akan bantai mereka semua dan gue akan tunjukin kepala mereka semua ke kalian” kata Ical.

“Jangan Sombong dulu lo,lo itu memang murid kesayanganya kepala sekolah tapi lo jangan nyombongin diri lo kayak gitu. Karena kesombongan lo yg akan membuat lo terbunuh,camkan kata-kata gue itu!” kata Anto sambil meninggalkan mereka semua di depan gerbang Istana. Saat malam datang Ical yg sedari tadi siang belum pulang-pulang dari Gunung medusa, aku yg sekarang adalah muridnya ical itu sangat cemas akan keberadaan guru yg setiap harinya mengajariku untuk memainkan pedang dengan benar.

“Kalian lihat ical nggak?” aku tanyakan keberadaan guruku ke temen-temen sepantaranya Ical.

“Ical lagi membalas serangan penyihir putih tadi siang sendirian..” kata Sagha.

“Whatt!!..” ucapku terkaget-kaget ketika mendengar ungkapan temennya ical itu.

“Dimana persembunyiannya penyihir putih itu?” Tanyaku ke temen-temennya Ical.

“Di Gunung Medusa,emang kenapa lo nanyaiin tempat persembunyiannya penyihir putih?” kata Rega.

“Gue mau nyusulin guru gue..” balasku sambil mengambil pedang yg berukuran besar dan bergerigi di setiap sudut pedangnya.

“Jangan gila lo,lo mau mati konyol apa,kalau lo nyusulin guru lo yg sombong itu, lebih baik lo disini aja,kalau lo nyusulin guru lo kesana toh lo akan jadi beban aja, lo belum mahir dalam memainkan pedang dan lo inget orang yg mahir memainkan pedang kayak gue aja belum tentu bisa mengalahkan satu penyihir putih. Hanya ical yg bisa mengalahkan mereka semua…”

“Hah ical bisa mengalahkan mereka semua yg bener aja, icalkan hanya mahir memainkan pedang saja yg dilawannya itu para ahli Sihir” kataku

“Gue belom selesai ngomong tadi,hanya ical yg bisa mengalahkan mereka semua karena ical bisa menguasai sihir seperti…” ucap Anto terhenti gara-gara kakinya di injak Sagha.

“Ical bisa sihir seperti siapa?”

“Seperti para penyihir putih itu” kata Anto berbohong.

“Oh..yaudah ya gue mau balik pulang dulu ke alam gue sama Ical” balasku.

“Ya,hati-hati aja lo bro..” balas mereka bertiga.

“Fiuuhhh…Untung lo nggak keceplosan to,kalau lo sampe keceplosan tadi bisa runyam urusannya ini” kata Rega.

“Iya nih,mulut kayak ember dasar..” balas Sagha sambil megerauk mukanya anto.

“Sorry-sorry gue tadi khilaf..”

“Khilaf-khilaf,untung tadi gue sigap nginjek kaki lo,kalu nggak sampe nginjek kaki lo mungkin mulut lo udah bocor ke anak baru itu” ucap Sagha mengomeli anto.

*-*

Duarrrr!!!

Jtarrr!!!

Ledakan dan bekas ledakan dimana-mana banyak cwe-cwe yg mati terbunuh gara-gara ical menghabisi para penyihi putih dengan sangat kejinya. Ical mengeluarkan semua sihir yg ia pelajari dari film-film yg ada dialam gue sama ical itu. 

Jlebbb!!!

“Hebat bener lo cwo ganteng bisa ngalahin separuh pasukan gue dengan sihir lo itu tapi sayang gue hentikan langkah lo sampe disini buat ngebinasakan ras gue ini. Sekarang hiduplah yg tenang disana lo…” kata Melody sambil mencabut pedang kecilnya yg tertancap di jantung belakangnya ical.

 

Created:@lastwota

Iklan

Satu tanggapan untuk “Wizards and Warriors,part3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s