Cintaku tak semanis Gulla {Reycle Fanfiction}

Sekian lama aku memikirkan untuk ngelanjutin alur ceritanya apa tidak. Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan alur ceritanya yg sempat berhenti di masa-masa indah SMA. Sekian lama aku dan Cigull bersekolah di salah satu SMA ternama di ibu kota, dan hari ini juga pengumuman kelulasan kami semua. Hari yg di tunggu-tunggu oleh kami semua itu semenjak tiga tahun yg lalu akhirnya datang juga, deg-degan tentu pasti. Sekian lama kami semua menunggu di dalam kelas kami masing-masing, penggumuman mengenai informasi tentang kelulusan kami semua pun tiba.

“Semua Siswa dan Siswi kelas 12 IPS dan IPA harap berkumpul di depan kantor kepala sekolah cepat!” Pemberitahuan lewat pengeras suara yg berada di atap sekolahan.

 

Kami semua langsung berlarian ke depan kantor kepala sekolah kami, memang kala itu sangat tegang aku. Tapi Cigull menenangkanku.

 

“Jangan tegang gitu sayang, aku yakin kita semua akan lulus dengan memuaskan kok.”

 

“Iya sayang, aku nggak sabaran banget nih mendengar pengumuman dari kepala sekolah”. kataku, yg masih mengenggam erat telapak tangannya Cigull.

 

“Selamat siang semuanya!!!” Sapa kepala sekolah kami.

 

“Siang juga pak…” balas kami semua.

 

 

 

Sekian rangkaian penyambutan kepala sekolah kami itu dan tanpa berbasa-basi lagi kepala sekolah kami semua itu langsung berucap.

 

“Kalian tidak…”

 

Sontak kami semua kala itu sedih ketika mendengar ucapan kepala sekolah kami itu.

 

Kalian tidak ada yg tidak lulus tahun ini”  kepala sekolah kami menggulangi ucapannya yg sempat terhenti di tengah jalan.

 

“Hah!! Kami semua lulus” ucapku kaget dan masih tidak percaya kalau kami semua lulus.

 

“Iya kalian semua lulus” ucap kepala sekolah. Sontak kami semua kala itu sangat senang, ada pula yg pingsan karena mendengar ucapannya kepala sekolah yg berhenti di tengah jalan itu. Ada pula yg sedang bersujut syukur tentang kelulusannya.

 

“Alhamdulilah sayang, kita lulus…” ucapku sambil menggangkat badannya Cigull keatas. Tapi Cigull kayaknya tidak senang dengan hal itu semua, Cigull memintaku untuk menurunkannya segera dari atas lengan bahuku.

 

“Eh kenapa pacar aku yg satu ini. Kok kamu cemberut gitu sih sayang, bukannya kamu senang ya kalau kita semua lulus gitu” Aku sambil menurunkan Cigull perlahan-lahan dari atas lengan bahuku.

 

“Aku sih senang sayang, kalau kita semua lulus tapi aku tidak senang kalau kita sebentar lagi harus berpisah cukup lama”. Ucap Cigull.

 

“Berpisah? Maksut kamu apa sayang?” Aku yg masih tidak paham dengan kata ‘BERISAH’ itu pun menanyakan nya pada Cigull.

 

“Iya sayang, kita Harus berpisah. Besok aku dan kedua orang tua aku akan pindah ke Jepang, gara-gara urusan bisnis papa aku yg sedang sibuk-sibuknya itu. Rencana mama aku, aku disana akan kuliah di UNNIVERSTY yg terkenal di sana.” kata Cigull sambil menangis di pelukanku. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi tentang semua itu. Memang sih kala itu aku sangat sedih ketika mendengar ucapan dari Cigull sang pujaan hatiku. Tapi aku harus mencoha untuk menghadapi cobaan semua ini.

 

“Tapi kita bisa LDRan kan sayang?”. Aku sambil menghapus linangan air matanya.

 

“Iya bisa sayang, tapi kan nggak enak kalau kita LDRan gitu. Enakan begini sayang”.

Balas Cigull.

 

 

“Yaudah kalau gitu, kamu jaga kesehatan ya disana, kalau makan telat-telat ya. Dan jangan pula kamu cari pacar baru ya, janji ya sama aku kamu?” kataku sambil mengacungkan kelingking manisku.

 

“Aku janji sama kamu”. Balasnya sambil mengaitkan jari kelingkingnya di jari kelingkingku.

 

 

Jam 12 set. Aku menghantarkan Cigull dan keluarga ke bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kala itu sedih yg tak terhantankan memang terlihat jelas di mata aku, tapi aku mencoba untuk menahannya. Saat Cigull melambai-lambaikan tangannya kearahku, aku hanya bisa tersenyum palsu sambil membalas lambaian tangannya. Pesawat yg akan membawa Cigull sekeluarga pun take off.

Wushhh!!!.. Anggap saja suara pesawat lepas landaslah ya.

 

 

Pagi harinya aku terbangun dari tidur indahku, secerkah sinar cahaya matahari keluar dari celah-celah gorden kamarku. Memang pagi ini aku telat bangun karena aku semalem habis nonton bareng pertandingan Arsenal melawan Barcelona di Emirates Stadium dengan Scor Akhir 3-0 untuk Arsenal. Kemanangan ganda Arsenal atas Barcelona membawa Arsenal maju ke babak Semi final Euro. Halah aku kok malah ngebahas bola ya? Kalau ngomongin soal bola nggak ada habis-habisnya entar, lebih baik kembali ke alur cerita saja.

 

Setelah semua tlah siap, aku langsung bergegas berangakat Ke kampusku. Aku ngampus di unniveritas ternama yg ada di Jakarta Selatan. Memang kampusku itu tidak terlaku besar dan tidak terlalu kecil pula tempatnya. Aku ngampus disana bareng sama anak-anak satu kelasku dulu. Shafa sama Della lah yg slalu satu sekolah bahkan satu kampus sama aku sekarang. Dari dulu mereka berdua slalu satu sekolahan denganku, mungkin karna mereka berdua tetanggaku dan kedua orang tua mereka berdua itu percaya denganku. Maka kedua orang tuanya itu menyekolahkan anak-anak mereka satu sekolahan denganku bahkan sampai kuliah pun juga.

 

“Loh Shaf-Dell, kalian ngampus disini juga rupanya?”

 

“Iya nih yo, mama sama papa tuh yg maksa kita berdua buat satu kampus sama lo. Lagian kita berdua udah bosen ketemu lo lagi, eh tetep aja di paksa, kan kesel jadinya kami berdua”. Gerutu Della.

 

“Hahaha… Mungkin orang tua lo berdua nyuruh lo berdua buat satu kampus sama gue itu ada maksutnya kalik. Bisa jadi kalau lo berdua ada yg ganggu gue yg disuruh ngejagaiin lo pada” katau sambil tertawa.

 

“Bisa jadi tuh, bisa jadi..” Timpal Shafa.

 

“Eh dimana pacar lo itu yo? Kok gue nggak lihat pacar lo itu ya. Biasanya tuh anak kan nempel terus sama lo”

 

“Oh Cigull ya?. Cigull pindah ke jepang sama keluarganya” kataku.

 

“What!! Cigull pindah ke Jepang dan ninggalin lo sendirian di sini. Kapan itu?” Kata Shafa Tidak percaya kalau Cigull pindah Ke Jepang.

 

“Satu minggu yg lalu, jam 12 malam.”. Balasku.

 

“Oh, tapi lo harus janji sama kami berdua ya yo. Lo gak boleh nyelingkuhin Cigull dari belakang ya.” ucap Della.

 

“Iya bawel, gue juga setia kalik sama cewek mah!” kataku.

 

“Emang gue bawel ya Shaf? Kok itu anak bilang gue bawel ya?”. Tanya Della ke Shafa.

 

“Pikir aja sendiri, sekarang gue tanya sama lo, lo bawel apa kagak orangnya?”. Shafa yg sekarang berbalik bertanya ke Della.

 

“Iya sih gue bawel,heheheh”. Jawab Della sambil nyengir kuda.

 

“Nah ntu lo tau sendiri jawabannya” balas Shafa.

 

Setelah mata kuliahku telah selesai, aku memutuskan untuk menghubungin Cigull. Karna aku sekian lama tidak mendengar suara mungil khasnya itu.

 

Tuttt!!!!!… Anggap aja suara nada sambung Handphone.

 

 

Cekrek!!  Suara orang yg sedang mengangkat telphone.

 

 

 

“Hallo sayang!!”

 

“Eh sayang, kamu apa kabar sayang. Aku kangen banget tau sama kamu” ucap Cigull.

 

“Aku baik-baik saja sayang, kamu apa kabar disana?” balasku.

 

“Aku juga baik-baik aja disini, kamu lagi ngapain sekarang sayang, kalau aku boleh tau” kata Cigull.

 

“Habis selesai mata kuliah nih, kalau kamu sendiri gimana?” ucapku.

 

“Aku lagi selesai mata kuliah juga, disini hawanya dingin banget sayang tapi sejuk banget loh!” kata Cigull.

 

“Wah enak tuh, jaga kesehatan yah”.

 

“Iya sayang, eh gimana kabar kedua sahabatmu itu. Shafa sama Della”. Ucap Cigull, pada saat itu juga handphone yg sedari aku pegang langsung di sahut(di rebut) oleh della.

 

“Kami berdua baik-baik aja kok Cin, lo sendiri gimana?” Jawab Della.

 

“Aku juga baik-baik aja dell, eh tolong titip pacar aku ya. Kalau dia nakal atau matanya jelalatan ngelihat cewek yg bening dikit kalian tarik aja hidung dan telingannya ya” kata Cigull.

 

“Siaap Gull…” Balas mereka berdua dengan semangatnya. Aku yg sedari tadi mendengar semua ucapan mereka berdua ya memang mereka sengaja load speaker agar aku dengar percakapan mereka berdua.

 

“Jangan donk sayang, aku disini nggak jelalatan kok apa lagi selingkuh dari kamu.”. Kataku.

 

“Pokoknya kalau kamu jelalatan apa lagi selingkuh dari aku, dua algojoku itu siap mengeksekusi kamu, ya nggak Kak Shafa sama Della?” ucap Cigull.

 

“Yoii Cin!!..”

 

“Udah dulu ya semua, aku harus lagi ngebantuiin mama aku masak di dapur nih. Kalian semua harus jaga kesehatan ya disana, jangan lupa makan siang loh”

 

“Iya sayang, kamu juga ya.”,.

 

“Iya sayang, bye-bye sayang. Aku sayang sama kamu, emuachhh!!!..” balas Cigull.

 

“Aku juga sayang sama kamu kok, salam buat kedua orang tua kamu ya”

 

“Iya sayang, nanti aku sampeiin kok ke mereka. Aku pamit dulu ya” kata Cigull.

 

“Iya sayang..”,

 

Cekrakk!! Anggap saja suara telphone di tutup.

 

 

Saat aku sedang Jogging sore di taman, aku tidak sengaja menabrak seorang cewek berkulit putih dan berparas cantik.

 

“Maaf-maaf aku tidak sengaja tadi, sini aku bantuiin kamu buat berdiri” Aku sambil membantunya buat bangun dari atas tanah.

 

“Iya nggak apa-ap kok..” balasnya sambil menyambut uluran tanganku. Dan langsung pergi begitu saja dariku. Aku pun sambil melanjutkan joggingku untuk memutari taman yg luasnya lebih satu hektar itu. Itu taman apa Sawah luas banget, bisa tuh di buat lampangan bola. Memang taman belakang komplekku itu luas banget, namanya juga bekas penggusuran makam, memang serem ya? Bawaannya. Tapi sudah di netralisir kok energi negatifnya di situ, tempat itu sekarang jadi tempat para muda-mudi komplek tinggalku itu buat beraktifitas. Setelah aku selesai mengelilingin taman yg sangat luas itu. Aku langsung beristirahat di bawah pohon sambil minum air mineral yg aku beli dari pedagang asongan di sekitar taman itu. Aku melihat cewek yg aku tabrak tadi pada saat aku jogging sore itu. Cewek yg aku tabrak tadi itu sedang melihatiku sambil memakan sate padagang yg memang di jual di sekitaran Taman Begadang. Banyak pedagang dan pemilik warung yg sengaja berjualan di Taman Begadang belakang perkomplekan tempat tinggalku itu karena memang Taman Begadang slalu di datangin muda-mudi buat berpacaran bahkan foto pre-wedding juga di lakukan di taman Begadang. Banyak Bunga-bunga yg sangat indah ternaman di Taman begadang makannya banyak yg buat pengambilan foto prewedding di taman belakang komplek tempat tinggalku itu.

 

Cewek yg melihatku tadi itu berjalan dengan santainya kearahku, memang wanita yg aku tabrak tadi berparas sangat cantik dan berisi pula badannya. Tapi aku sudah janji sama diriku sendiri, agar aku tidak selingkuh dari Cigull. Cewek itu langsung duduk di sebelahku dan langsung menghadap kearahku.

 

“Aku Shani Indira Natio, kalau kamu siapa?” Ucapnya. Tapi aku tidak menjawab ucapannya dan langsung berjalan pergi dari taman begadang itu.

 

“Cowok yg sangat aneh sekali, di ajak kenalan malah pergi kayak gitu”. Pikir cewek yg bernama Shani itu.

 

Setibanya aku dirumah aku langsung mengerjakan tugas-tugas yg di berikan dosenku tadi pagi, memang banyak sekali tugas-tugas yg aku dapat hari ini. Setelah aku selesai mengerjakan tugas-tugas dari dosenku itu. Aku langsung beristirahat saja di kamar, memang jam sudah menunjukan pukul 1 set pagi, sudah larut pula. Rasa lelahku hari ini terbayar ketika aku mendengar suara sang pujaan hatiku itu. Empat bulan tlah berlalu lebih tepatnya ketika Cigull sudah tidak lagi mengangkat telphoneku, sudah beberapa cara aku lakukan agar Cigull mau mengangkat telphoneku tapi sama saja. Cigull tidak mengangkat sambungan telphoneku.

 

“Gimana Shaf? Cigull ngangkat telphone kamu nggak?”

 

“Nggak yo, sorry ya?” kata Shafa sambil mencoba menelphone Cigull lagi.

 

“Kalau lo gimana dell, bisa nggak?” Sekarang aku menanyakan Della soal Sambungan telphone Cigull.

 

“Nggak bisa juga yo, maaf ya.” balas Della.

 

“Kenapa sih kamu nggak mau ngangkat telphone aku selama empat bulan itu. Aku kangen banget tau sama kamu Cigull sayang” kataku dalam hati sambil melihat kearah layar handphoneku.

 

“Yang sabar ya kak, lo pasti bisa menghadapi ini semua kak. Gue yakin Cigull nggak akan selingkuhin lo dari belakang, mungkin Cigull itu lagi sibuk kak di sana. Jadi kakak jangan negatif thingking dulu ya kak”. Ucap Yupi.

 

“Iya dek…”. Balasku sambil meninggalkan mereka semua dari kantin kampus.

 

 

Pingg!!

 

Pingg!!

 

Saat aku sedang menaiki sepeda motorku, tiba-tiba sepupuku Andela mengepingku. Sepupuku Andela minta aku untuk di jemput di bandara. Aku langsung menyetater sepeda motorku sampai ke depan parkiran bandara. Saat dibandara aku melihat seorang cewek yg mukannya mirip dengan Cigull sedang mengandeng seorang laki-laki keturunan Jepang keluar dari terminal kedatangan. Saat aku pastikan baik-baik cewek yg mirip dengan Cigull itu. Dan ternyata benar, dia adalah Cigull yg tak ada kabarnya selama ini.

 

“Pak bisa tolong cepatkan laju mobilnya nggak.” kata Cigull.

 

“Bisa non..” ucap Sopir taxi mempercepat laju roda mobil. Aku yg sedari tadi mengejar Cigull sampai ke parkiran bandara itu pun lost contact dengan Cigull lagi. Sepupuku Andela yg baru sampe di bandara langsung menghampiriku di parkiran. Kala itu aku masih kehabisan nafas gara-gara ngejar taxi yg sedang jalan kencang.

 

“Kamu kenapa kak? Kok ngos-ngosan gitu” Tanya Andela sambil menaruh tangannya di Pundakku.

 

“Itu tadi aku lihat Cigull sedang jalan sama cowo lain.” aku Yg masih kecapean gara-gara ngejar Cigull itu pun mencoba aku ceritakan semua nya ke Sepupuku Andela. Setibanya kami berdua di rumahku, Andela langsung memasakan aku Soto khas kotanya itu. Memang masakannya Andela sangat enak sekali bahkan kalau aku kangen dengan masakannya itu. Sering kali aku buat sendiri yg persis sama seperti masakan buatannya Andela, tapi rasanya masih kalah sama buatannya Andela.

 

“Eummm enak seperti biasanya masakanmu ini Ndel”. Pujiku terhadap hasil masakannya itu.

 

“Iya kak, terimakasih..”

 

Setelah kami berdua selesai makan malam, Andela meminta tolong padaku buat beli kebutuhan setiap bulannya di Super market terdekat. Karena Andela sudah tak tahan lagi dengan apa yg ia rasakan malam ini. *yg pernah ngalamin pasti udah berpengalaman donk so pastilah ya. Aku maha gak paham yah*

 

Saat aku mau bayar barang yg di perluiin Andela itu ke kasir, tidak sengaja aku menabrak Seorang cewek sampai terjatuh kelantai dan menjatuhkan barang belanjaan kami masing-masing. Kami berdua saling bertatapan muka cukup lama, Cewek yg aku tabrak itu menutup matanya sambil memanyunkan bibirnya. Aku langsung mengambil barang belanjaanku dan langsung membayarnya di kasir. Setibanya aku di rumah, aku kena marah sama sepupuku itu.

 

“Kamu tuh bisa bedaiin nggak? Yg mana pembalut yg mana es krim. Aku tadi kan suruh kamu buat beli pembalut bukan beli es krim gimana sih!” omel-omel Andela sambil memukulku menggunakan gagang kemoceng ayam.

 

“Maaf-maaf andela, tadi aku sudah beli apa yg kamu suruh tapi tadi aku sempat menjatuhkan barang belanjaan yg kamu minta itu. Tadi nggak sengaja aku di tabrak cwe, mungkin ini barang belanjaannya deh.” kataku sambil mengambil es crim dari Andela.

 

Di super market tempat aku membeli Softek merek sayap, cewek yg aku tabrak itu bergumam sendiri di depan super market. Mungkin kesel atau gimana aku juga nggak tau. Setibanya lagi aku di parkiran super market cewek itu langsung memberikan barang belanjaanku, begitu juga sebaliknya. Aku langsung mengembalikan barang belanjaannya.

 

“Cowok kok barang belanjaannya pembalut, aneh betul kamu.” ucap Cwe yg pernah aku tabrak di taman dulu, kalau nggak salah namanya Shani.

 

“Biarin suka-suka aku donk” balasku.

 

“Ya deh, eh aku belom tau siapa nama kamu?”.

 

“Aku Rio, salam kenal Cwek ngeselin Shani” Aku sambil melajukan sepeda motorku pergi dari Parkiran Super market.

 

“Rio yah? Hmm… Nama yg bagus seperti orangnya. Tapi kok agak sinis gitu ya orangnya” pikir Shani sambil masuk kedalam mobilnya. Setibanya di rumah aku langsung mengasihkan pembalut titipannya Andela.

 

“Nih ini benerkan? galak amat kalau lagi dapet, cowok aja kalah galak sama cewek yg lagi dapet seperti kamu ini” Aku sambil melemparkan barang belanjaan ke Andela yg sedang duduk di kursi, kalau aku ngasihnya dengan cara halus aku nggak berani. Takutnya aku di terkam andela entar.

 

“Nah ini baru bener” ucap Andela langsung berlari kearah kamar mandi kamarnya.

 

-o9o-

 

“Kenapa sih aku harus ketemu dia lagi, hampir saja aku ketahuan sama dia, kalau aku punya pacar lagi” ucap Cigull dalam hati.

 

“Kamu kenapa Cindy sayang?” tanya pacarnya Cigull.

 

“Nggak apa-apa kok Nakoto-san” balas Cigull.

 

Setibanya mereka berdua di hotel, mereka langsung memesan satu kamar untuk di tempati mereka berdua selama tiga hari di Jakarta. Ets jangan berpikiran kotor dulu, memang mereka hanya memesan satu kamar saja tapi mereka berdua juga tau adab. Nakoto sang pacar barunya Cigull tidurnya di lantai sedangkan Cigull di atas tempat tidur yg empuk itu.

 

 

Pagi harinya tiba, seperti zaman-zaman aku masih SMA dulu. Sepupuku Andela Sering masuk kedalam kamarku buat membangunku untuk sekolah. Dulu juga Andela pernah sesekali menangkapiku sedang tidak memakai celana, memang konyol waktu itu. Sampai-sampai dulu aku pernah di smack down Andela di lantai gara-gara aku tidur tidak pakai celana kala itu.

 

 

“Hoy!! bangun mau sampe kapan kamu tidur gini, kulah woy!!” Andela membangunkanku menggunakan Toa musholla.

 

“Iya bawel, brisik banget sih lo, nggak tau apa gue masih ngantuk. Lagian gue hari ini nggak ada jadwal ngampus” ucapku dengan malasnya bangun dari tempat tidurku.

 

“Oh, yaudah kalau gak ada jadwal ngampus, tidur lagi gih sana” Andela sambil teriak di deket telingaku menggunakan Toa.

 

“Kampreett!!! Sakit woy kuping gue lo giniin, pergi lo dari kamar gue, apa lo mau gue lihatin lagi pedang gue kayak dulu pas gue masih kelas 7 apa.”. Ancamku sambil mengusir itu anak bawel.

 

“Iya bawel, jangan deh jangan.” balas Andela langsung keluar dari kamarku.

 

Setelah aku bangun dari tidur, aku langsung bersih-bersih badan dan menghantarkan Andela untuk membeli buku novel terbaru yg pengen di beli oleh Andela.

 

“Tak enteni neng kene yo ndel?” kataku sambil duduk-duduk deket kasir grandmedia yg udah kenal aku sangat deket.

 

“Iyo..” Andela langsung mencari di deretan buku-buku novel yg pengen di belinya. Saat aku sedang berada di dalam toilet, Cigull juga sedang menunggu pacarnya yg berada di dalam toilet juga.

 

“Kamu ngapain disini? Ayo ikut bentar” kataku, menarik lengan tangannya Cigull.

 

“Lepasin aku nggak? Aku mau kita putus” ucap Cigull.

 

“Tapi kenapa kamu mau kita putus, alasanya apa?”

 

“Siapa dia sayang?” tanya cwonya Cigull yg baru keluar dari dalam toilet.

 

“Gak apa-apa sayang, orang ini nggak penting buat hidup aku” kata Cigull.

 

“Maksut kamu apa sayang?”

 

“Sayang? Hee dia ini pacar aku ya?” Ucap Cwo yg ada di depanku.

 

“Banyak bacot lo dari tadi, gara-gara lo orang yg gue sayang ninggalin gue. Gue mampusin juga lo” ucapku, emosi sambil memukuli Pacarnya Cigull di hadapan pacarnya sendiri.

 

Plakkk!!!

 

 

“Kamu ini kenapa sih? Kamu tau apa, aku sudah tidak lagi cinta sama kamu. Aku mohon kamu jangan gangguiin kita lagi, cukup sampai disini hubungan kita ini” kata Cigull sambil menamparku. Dan langsung membawa pergi keluar pacarnya. Andela yg sedari tadi mencariku itu berjumpa denganku di depan toilet.

 

“Kamu habis ngapain kak, kok baju kamu penuh darah gitu?” Tanya Andela sambil membersihkan noda darah dari baju kemejaku.

 

“Oh tadi aku habis mukulin orang yg sudah ngerebut Cigull itu. Lagian kakak juga udah putus sama Cigull, memang cintaku itu tak semanis gulla ya”, kataku.

 

“Ya tuhan kakak, sampe segitu bangetnya kakak” ucap Andela.

 

“Aku nggak apa-apa kok” ucapku, sambil membayar buku novel yg ia inginkannya.

 

 

Memang Cigull menyakiti hati aku, tapi aku bangga ketika aku mendapatkan seorang wanita cantik dan baik nan polos yg dulu aku anggap sebagai wanita pengangguku itu. Seorang wanita bernama Shani Indira Natio yg mengantikan posisi nama cewek yg ada di hatiku. Memang Cintaku Tak semanis gulla tapi kasih sayangku Seindah Shani.

 

 

The ends–

 

Created by: @lastwota.

 

Cuap-cuap sedikit tentang cerita buatanku diatas. Cerita diatas teradaptasi dari Fanfictionku yg pertama berjudul Cintaku Semanis gulla yg gue gabungin dengan Fanfiction orang lain yv berjudul Bersalah dan gua ambilkan salah satu adegan fanfiction gue yg berjudul Kisah Cinta Yuvia yg ada di blog sebelah. Mungkin masih kurang bagus Reycle fanfiction gue kali ini. Tapi ya gitu deh.

Iklan

2 tanggapan untuk “Cintaku tak semanis Gulla {Reycle Fanfiction}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s