Because Who Does Not Like Will Be Like~

Nathan POV

Hari ini adalah hari pertama aku memulai aktivitas kembali, Setelah liburan kenaikan kelas.

Aku sudah bersiap kesekolah dengan Baju seragamku yang rapih plus dasi, dan Celana seragamku yang terbilang Cutbray haha sangat lucu bukan? Tapi itu trend dan juga hampir semua siswa di sekolahku model celananya seperti itu.

Setelah itu Aku turun dari kamarku yang berada di lantai dua menuju Meja makan yang berada di dekat dapur untuk sarapan.

Oh iya, kenalin Namaku Nathan Daffi Saputra. Aku bersekolah di SMA Negri 5 Jakarta, aku anak dari pasangan Daffi Key Putra dan Jessica Veranda. Aku juga mempunyai seorang Kakak yaitu Viviona Apriani bisa di panggil Yona atau Viona.

Mungkin cukup segitu aja perkenalannya, Aku langsung duduk di samping Kak Yona yang sudah mulai menyantap sarapannya.

“Papih Mana Mih? Tumben gak ikut sarapan bareng.” Tanyaku yang saat itu juga Mamih ku sedang menyiapkan sarapan untukku.

“Papih kamu udah berangkat dari shubuh, katanya ada Proyek yang harus di selesaikan hari ini juga.” Jawab mamih ku, kemudian Aku langsung menyantap sarapanku yaitu Dua buah roti dengan selai cokelat.

Selesai sarapan Aku langsung berangkat menuju Rumah sahabatku sedari kecil dengan menggunakan Motor Vespa Piaggioku, Mungkin ini sebuah kebiasaan atau mungkin memang sudah kewajiban aku menjemput Viny nama lengkapnya Ratu Vienny Fitrilya.

Dia sudah menungguku di depan gerbang rumahnya, dengan tangannya yang memegang Sebuah helm Retro.

“Tumben lama jemput aku? Biasanya jam 06:35 kamu udah nunggu di depan rumahku.” Ucapnya dengan bibir yang di manyunkan. Arrgghh lucuk sekali rasanya ingin sekali aku kecup bibirnya yang manis itu, tapi apalah dayaku Aku sudah menganggap dia sebagai adikku sendiri.

Aku hanya memberi senyuman, dan dia malah tambah memanyunkan bibirnya.

“Tuhkan, kamu mah kebiasaan… senyum-senyum terus.” Ucapnya Lalu memalingkang wajahnya dari ku.

“Yaudah yuk berangkat, nanti malah telat.” Dia tidak bergeming, ini yang aku suka dari sifatnya yang ngambekan. Aku terus tersenyum.

“Yaudah, aku duluan ya?” Aku menstarter motorku dan saat aku ingin melaju, Viny malah memukul punggungku.

“Kamu mah ihh…” Ucapnya dan akhirnya dia naik keatas motorku lalu memakai helm yang dia bawa, dan kami langsung melaju menuju sekolah.

Sampai di sekolah dan setelah aku memakirkan motorku di samping Parkiran mobil, datanglah Mobil sedan berwarna merah tepatnya Honda Jazz.

Dan juga sesorang yang mengemudikan itu keluar.
Yaallah, bidadari keluar dari mobil. Setelah itu dia hanya melewatiku dengan angkuhnya, Ya kalau gak salah dia Kakak Kelasku tapi aku jarang melihat dirinya namanya saja aku tidak tahu.

Setelah dia tidak terlihat lagi, Aku langsung beranjak dari parkiran karena jam sudah menunjukan waktunya jam pembelajaran pertama.

Saat jam istirahat, Aku tidak ikut istirahat dengan teman-temanku. Melaikan aku menunggu Kakak kelas yang tadi pagi itu, tepat di tangga lantai tiga yang di isi kelas XII, Yaps! Usahaku tidak sia-sia akhirnya dia keluar juga. Tapi… Tubuhku seketika membeku saat dia melihatku sejenak dan langsung Melewatiku.

Yaallah cantik sekali dirinya, Aku harus mendapatkannya.. ya itu harus!

~o0o~

Naomi POV

Akhirnya jam pulang sekolah berbunyi, Aku dan temanku Lidya langsung keluar kelas menuju parkiran. Tapi sebelum sampai parkiran, aku sudah melihat Cowok yang tadi pagi bahkan tadi saat istirahat Bertemu denganku. Dia menatapku dan memberikan senyuman yang lumayan Indah.

“Mi.. itu bukannya cowok yang tadi pas istirahat ditangga lantai tiga ya?” Ucap Lidya teman sekelasku, sekaligus temanku mengajar di sekolah DJ indonesia.

“Biarin lah, lagian itu Cowok siapa. Gua gak perduli Lid!” Tegasku, Kemudian kami berjalan menuju mobilku dan saat Aku sudah berada di mobilku dia hanya tersenyum, dan juga Say Hello kepadaku. Sok kenal banget ini Cowok!

“Awas minggir, Gua mau masuk…” Usirku dan dia tetap tak bergeming. Dan sekali lagi aku mengusirnya tetap saja seperti itu, Ini yang terakhir dengan terpaksa aku mendorong tubuhnya agak menjauh dari mobilku.

“Astaga Mi… kasihan tau sampai ngebentur tembok tuh.” Ucap Lidya.

“Biarin lah, lagian gua suruh minggir gak mau!” Kemudian Aku masuk kedalam mobil dan juga Lidya, Lalu aku melajukan mobilku kearah gerbang sekolah dan pergi meninggalkan sekolah.

~o0o~

Sekarang aku sudah berada di sekolah DJ tempatku mengajar dan juga aku Langsung masuk ke ruangan Mengajarku bersama Lidya.

“Yah.. Masih sepi Mi,” Ucap Lidya.

“Yaudah, santai-santai aja dulu,” Ucapku, Lalu aku melangkah menuju Sofa yang ada di ruangan ini dan langsung menghempaskan tubuhku.

“Oh iya Mi, Cowok yang tadi di sekolah siapa sih? Lu kenal sama dia?”

“Lah, mana gua tau Lid. Lagian gua juga baru ngeliat dia!”

“Tapi, Dia ganteng juga ya Mi?” Iya sih cowok yang tadi di sekolah itu memang cukup Ganteng, tapi kelihatannya si anak manja dan juga dia bukan kriteriaku.

“Udahlah Lid, gua mau beres-beres dulu.”

Nathan POV

Yap! Akhirnya bel yang di tunggu berbunyi juga, Aku langsung membereskan buku yang ada di atas meja dan memasukannya kedalam tas, Setelah itu aku langsung keluar Ruang kelasku dan melangkah menuju parkiran mobil Berharap Kakak kelas ku yang cantik itu belum pulang.

Sampai di Parkiran mobil ternyata dia belum pulang dan aku bertekat Untuk mengajaknya kenalan.

Akhirnya yang di tunggu dateng juga, Dia bersama temannya menghampiriku? Maksudnya menghampiri mobilnya..

“Hello…” Aku memberikan Sapaan kepadanya, dan dia tetap cuek dan angkuh. Ini yang membuat aku makin tertarik dengannya.

“Awas minggir, Gua mau masuk…” Ucapnya dan Aku langsung membeku di hadapannya, Yaampun cantik sekali dirinya. Sampai-sampai aku baru sadar saat tubuhku membentur tembok di area parkiran ini.

“Astaga Mi… kasihan tau sampai ngebentur tembok tuh.” Ucap temannya.

“Biarin lah, lagian gua suruh minggir gak mau!” Ucap Kakak Kelasku yang cantik itu Kemudian dia masuk kedalam mobil dan juga Temannya dan mobilnya melaju kearah gerbang sekolah lalu pergi meninggalkan sekolah.

Aku tidak beranjak dari parkiran mobil, aku terus memikirkan bagaimana caranya mendekati dirinya? Tapi aku harus semangat dan terus berjuang.

“Heii…” Ucap wanita yang tidak asing lagi bagiku, dan membuyarkan lamunanku.

“Ehh Vin..”

“Kamu ngapain di parkiran mobil, kamu kan bawa motor?”

“Eheh.. iseng aja Vin, lagian sekalian nunggu kamu.”

“Yeh.. yaudah yuk pulang,” Seperti biasa dia langsung menarik tangaku menuju parkiran motor.

Setelah itu, Aku langsung pulang kerumah dan juga tidak lupa mengantar Viny pulang.

Sampai di rumah aku langsung masuk ke kamarku dan merebahkan tubuhku, Aku masih terbayang wajah kakak kelasku yang sangat cantik itu. Dan bahkan aku terus memikirkannya sampai-sampai aku terlelap tidur.

Naomi POV

Hari ini saat pulang sekolah dan aku pergi sendiri menuju parkiran mobil, aku melihat kembali Cowok yang terus mengangguku Dia sudah berada di samping mobilku sambil memberikan senyuman. Ya senyuman yang cukup menyejukkan untukku.

“Mau apa lagi lu?” Ucapku sedikit acuh dan handak membuka pintu mobil, tapi tanganku di tahan olehnya.

“Mau apa lagi si lu? Cukup ganggu gua.” Aku langsung menarik tanganku agar lepas dari genggamannya.

“Kita jalan yuk?” What? Dia mengajakku jalan, apa dia sadar dengan omongannya? Tapi boleh juga sih, hari ini kan aku libur mengajar lagian Lidya juga lagi sibuk sekarang, daripada bete mending Pergi.

“Yaudah kita mau pergi kemana?” Dia tidak menjawab pertanyaanku melainkan dia malah menarik tanganku menuju patkiran motor dimana dia menaruh motornya.

“Ngapain ke sini? Mobil gua kan di sana!”

“Udah ikut aja, Nanti kita balik lagi kesini ngambil mobil kamu.” Ucapnya, kemudian dia memberikan sebuah helm kepadaku, setelah dia menstarter motornya aku langsung naik ke atas motornya dan dia langsung melajukannya keluar gerbang lalu meninggalkan sekolah.

Sekarang aku dan cowok yang akhir-akhir ini selalu menggangguku sudah berada di sebuah bukit ya Tepatnya bukit yang gak jauh dari sekolah.

Dia memandang lurus kedepan tanpa melirik kearahku, padahal tadi pas di jalan dia selalu berbicara.

“Apa kamu suka sunset? Oh iya Namaku Nathan panggil saja begitu.” Ucapnya tanpa mengalihkan tatapannya yang memandang lurus kedepan. Aku sedikit melirik kesamping wajahnya, Dia memang Ganteng.

“Suka, Gua Naomi.” Ucapku sambil menatap samping wajahnya yang tidak mengalihkan pandangan lurusnya, sebenarnya ini Anak kenapa?

“Aku suka kamu Naomi…” Apa dia gak salah bilang gitu? Padahal aku juga baru kenal dirinya dan bahkan dirinya juga baru mengenalku.

Aku hanya diam dan ikut memandang lurus kedepan, Kemudian kami saling bertatapan dia memberikan senyuman itu lagi, Yaallah senyuman itu Aku menyukainya.

“Yaudah yuk udah mau malam, aku harus mengantarmu kembali kesekolah terus aku langsung pulang.” Ucapnya yang berdiri, kemudian beranjak dari tempat kami duduk menuju motornya.

Author POV

Keesokan harinya saat Jam istirahat Nathan menunggu Naomi di tangga lantai tiga dengan niat ingin mengajaknya makan bareng, tapi sudah lima belas menit Naomi tak kunjung datang melewati tangga akhirnya Nathan memberanikan diri ke Kelas Naomi dan di sana dia bertemu dengan Lidya sahabat dekat Naomi.

“Maaf.. Aku mau cari Naomi ada?” Tanya Nathan kepada Lidya yang sedang duduk di depan kelasnya sambil memainkan Handphonenya.

“Oh Naomi… Tadi sih kayanya dia mau ke atap Sekolah ini, katanya mau menyendiri gitu. Lu mau ketemu kan sama dia? Samperi aja.” Jawab Lidya, Nathan hanya manggut dan berterimakasih kemudian dia melangkah menaiki beberapa puluh anak tangga, ya karena atap sekolah berada di lantai lima.

Saat Nathan sudah sampai di atas Atap, dia melihat sekeliling tetapi tidak melihat ke arah belakang. Dia bingung sosok yang dia cari tidak ada tapi saat dia melihat kearah belakang, Yap! Sosok yang dia cari sedang berdiri membelakanginya.

Tanpa fikir panjang, Natha menghampiri Naomi dan berdiri di sampingnya.

“Apa kamu selalu di sini?” Tanya Nathan yang melihat lurus kedepan, Naomi agak kaget karena sosok Nathan tiba-tiba berada di sampingnya.

Nathan bertanya kembali dengan pertanyaan yang sama tapi tidak di jawan lagi oleh Naomi dan dia malah bicara. “Kamu tau Naomi, apa yang paling aku suka dari kamu?” Kemudian Naomi menatap Nathan dari samping dengan wajah Nathan yang masih menatap kearah depan.

“Aku suka kamu karena aku suka sifatmu,” Ucap Nathan, kemudian Naomi menaikan sebelah alisnya dan bertanya. “Kenapa Lu suka sama sifat gua? Padahal gua sama sekali gak ramah sama lu.”

Kemudian Nathan mengalihkan pandangannya kepada Naomi dan pandangan mereka saling bertemu, Sekali lagi Nathan memberikan senyumannya. Itu yang membuat Naomi nyaman.

“Naomi…” Kemudian Nathan meraih tangan Naomi tanpa ditolak olehnya.

“Maaf kalau aku lancang, Apakah kamu mau jadi pacarku?” Mendengar perkataan Nathan Naomi menjadi kaget, dan langsung melepaskan Tangannya dari genggaman Nathan.

“Maaf Gu…” Belum selesai Naomi bicara Nathan langsung memotongnya. “Gak apa-apa kalau gak di jawab sekarang. Aku harap kamu bakal memberikan jawaban yang terbaik, dan pasti kamu belum makan iya kan? Ayok kita ke kantin.” Nathan menarik tangan Naomi turun dari atap sekolah menuju ke kantin yang berada di Lantai dua.

Naomi POV

Sudah satu minggu semenjak Nathan menembakku di atap sekolah dan belakangan ini dia malah menjauh dariku bahkan sudah beberapa hari ini Aku jarang melihatnya, biasanya dia sudah berada di samping mobilku saat pulang sekolah tapi ini tidak. Apa ini yang dinamakan Kangen? Yaallah aku memang kangen dengan dirinya, dengan Hal-hal yang selalu membuat aku jengkel.

Benar kata Lidya, perlahan orang yang gak kita suka Bakal kita sukai dengan sendirinya. Itulah yang aku rasakan sekarang, Aku kangen kamu Nathan…

~o0o~

Hari ini sepulang sekolah aku berniat mengajak Nathan makan dan bahkan aku akan memberikan jawabanku kalau aku akan menerimanya menjadi pacarku.

Aku menunggu dirinya di sisi lapangan setelah sebelumnya dia aku sms karena aku akan menganjaknya makan.

Aku sudah cukup lama menunggu dirinya, Dan saat dia keluar dari lorong dia langsung menuju parkiran, dengan terpaksa aku memanggilnya kemudian dia menghampiriku malah bertanya dengan Kepolosannya ini juga yang aku suka dari dirinya. “Ngapain Mi di sini, Mau main basket? kalau gak salah kamu ekskul basket besok kan?” Yaampun Nathan, Padahal aku sudah sms kamu dan ingin mengajak mu makan dan memberikan jawabanku.

“Tau ahh, Bete jadinya kalau gini. Padahal gua udah niat mau ngajak lu makan!”

“Ehh Makan?” Dia memasang ekspresi kebingungan, dan jangan bilang Kamu gak baca sms dari aku Nathan.

“Apa lu gak baca Sms dari gua?”

“Sms? Oh maaf  Handphoneku mati ehehe.” Yaampun Nathan… rasanya aku ingin mengacak-ngacak rambutmu saja.

“Yaudah ayok ikut gua makan,” Dia hanya tersenyum dan rela tangannya di tarik olehku menuju mobilku.

Saat kami sudah berada di sisi mobilku aku memberikan Kunci mobilku dan berkata. “Lu yang bawa ya? lu Kan cowok” Dia tidak bergeming, melainkan hanya mentap konci yang aku berikan kepadanya.

“Kenapa?” Tanyaku lagi, dan dia masih tidak bergeming. Yaampun Nathan… sebenarnya kenapa?

“Lu gak bisa ngendarain mobil?” Dia menatapku dengan sedikit tersenyum, dan menggaruk belakang kepalanya yang menurutku tidak gatal.

Kemudian aku mengambil kunci mobil yang berada di tangannya, aku langsung masuk kedalam mobil dan di susul olehnya. Lalu kami berdua meninggalkan area sekolah menuju tempat makan yang sudah aku rencanakan.

Setelah sampai di sebuah Restoran yang bisa di bilang mahal, Aku menarik tangan Nathan menuju Meja yang sudah Ku Pesan.. Ahah, Ini mungkin kedengaran aneh bukan? Masa Malah aku yang mesan tempat bukannya Nathan, Tapi ini memang rencanaku sih jadinya ya mau apa lagi.

“Mi, Kenapa kamu ngajak aku makan di sini? Pasti ini mahal-mahal kan makanannya? Sayang banget loh, mending uangnya di tabung aja Atau kita cari restoran yang lebih murah.” Ucapnya saat kami baru duduk di meja yang sudah ku pesan.

“Udah, Gak usah banyak omong. Gua ini kan yang bayar?” Nathan Hanya manggut, kemudian dia memesan makanan begitu juga aku.

“Oh iya Than, Gua mau ngomong sama lu…”

“Apa?”

“Masalah yang minggu lalu, di atap sekolah.” Nathan Hanya menatapku, “Sebenernya Gua.. Gua, Mau kok jadi pacar lu Than.”

“Serius Mi?” Tanyanya.

“Apa ada kebohongan di wajah ku Than?” Yap! Nathan langsung menggenggam Tanganku dan mengecup tangan Kanan ku.

“Makasih Mi, makasih banget. Aku Janji akan selalu ada buat kamu…”

“Aku gak perlu Janji Than, yang penting kamu bisa bertanggung jawab atas setiap omongan kamu.” Baru kali ini aku merasakan kebahagiaan, Senyuman terukir di bibirku.

“I Love You Mi,”

“I Love You Too Nathan..”

Yaallah, Aku aku harap Nathan selalu ada buat aku, Selalu mengusir kesendirian ku, dan selalu bisa membuatku nyaman.

Aku terus menatap wajah Nathan yang tidak henti-hentinya mengembangkan senyuman, Aku Harap Kamu selalu begitu Nathan…

END

By : Ramadhan Sidik

Holla Hollaaaaa.. Alhamdulillah ini beres juga ahah, Maaf ya Endingnya Cuma gini aja eheheh Oh iya, Maaf Juga Buat My Love Senpai Minggu ini gak Update dulu. kalau ada Grup Chat di Line gua gabung dong, Masukin ya? Id gua nih Ramlids99_

Oke mungkin cuma segitu aja ya, Selamat menikmati…

Iklan

Satu tanggapan untuk “Because Who Does Not Like Will Be Like~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s