Pinky Duck

images

Kadang dalam hidup butuh perjuangan, kita selalu dihadapkan pada sebuah pilihan yang harus kita pilih, apapun pilihan yang sudah dipilih, kita harus bisa menjalaninya dan tidak boleh menyesalinya.. itulah hidup

Kriiingg… kriinggg…..

Suara alarm membangunkan seorang wanita di pagi itu, dengan malas dia mematikan alarm HP nya lalu bangun dan duduk di atas ranjang. Hari itu adalah hari terakhir sebelum UTS minggu depan di kampusnya, ia berkuliah di salah satu Universitas swasta di Jakarta. Postur tubuhnya kecil, mungil dan kata orang-orang dirinya cantik, tetapi menurut pandangannya, ia adalah seorang gadis biasa, sama dengan gadis-gadis lain di dunia

Dengan malas, gadis itu mengambil handuk, lalu melangkah ke kamar mandi, dirinya segera memakai mengenakan celana panjang hitam dan kemeja berwarna biru, lalu dia mengambil tas yang berisi sebuah laptop dan beberapa buku.
Setelah semuanya siap, gadis itu mengenakan sepatu lalu berjalan keluar rumah

“Maaah aku berangkat kuliah dulu” teriaknya kepada Mamanya

“Iyaaa, nanti kamu adalah latihan ga, sayang ?” tanya Mamanya

“Ada maah, mungkin aku pulang malem” jawabnya

“Yaudah, jangan lupa makan, hati-hati di jalan” ucap Mamanya
“Iya Maah..aku pamit dulu” gadis itu baru akan memasuki mobil yang dikendarai supir Mamanya

“Eh..tunggu sebentar..” tahan Mamanya

“Apa Maah ?”

“Demam kamu udah turun ?” tanya Mamanya

“Udah mendingan Maah” jawabnya lesu

“Yaudah.. kalo sakit, nanti kamu gausah ikut latihan ya?”

“Iyaa Maah” ucapnya patuh

Setelah ia naik ke mobil, ia segera pergi menuju kampus. Jarak antara rumahnya dengan kampus kurang lebih 15 menit dengan mobil

~

“Elaiinnee” teriak dosen di depan kelas kepada gadis mungil dipojokan

“Kamu bukannya merhatiin saya menjelaskan materi malah tidur” geramnya dengan nada tinggi

“Mmh..m..ma.. maaf Pak” ucap Elaine sambil tertunduk

“Lain kali, kalo kamu ketauan tidur lagi, kamu gausah ikut kelas saya” lanjutnya membentak gadis yang bernama Elaine itu

“I..i..iya Paak”

“Maaf sekali lagi” lanjutnya sambil tertunduk menyesal

Gadis itu adalah Elaine, Elaine
Hartanto nama lengkapnya, ia adalah seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Jakarta, selain itu, ia juga merupakan anggota dari grup idol yang bernama JKT48

“Oke, cukup sekian kelas hari ini, sukses buat UTS minggu depan” dosen menyudahi kelas pada siang hari itu

Elaine keluar kelas bersama teman-teman wanita lainnya..

“Len”

“Eh iya apa ?” ucap Elaine yang tersadar dari lamumannya

“Kenapa lu daritadi ? di kelas tadi tidur, sekarang ngelamun ga jelas” ucap temannya yang tidak habis pikir dengan sikap berbeda Elaine hari itu
“Hehe gapapa kok” jawabnya sambil diiringi senyuman kecil

“Lu sakit ?” tanya temannya lagi

Elaine hanya menggeleng

“Eh.. Len, gw duluan ya, Papa gw udah jemput” ucap temannya yang pertama

“Len, gw juga pamit ya, pacar gw udah nungguin”

“Gw juga Len”

Ketiga temannya sudah pulang, meninggalkan ia sendirian di gerbang kampusnya

“Hufft.. oke, saatnya latihan” batin Elaine menyemangati dirinya sendiri sambil tersenyum
Kadang ia merasa iri dengan teman-temannya, karena setelah kuliah selesai, mereka semua akan beristirahat di rumah dan berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing, sementara dirinya ?

Elaine masih harus pergi ke mall dua huruf yang bernama FX di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan..
Hampir setiap hari ia mengunjungi mall atau bisa juga dibilang sebagai “markas” dari idol group tersebut

Elaine menaiki mobil yang dikendarai
oleh supir yang sudah dipercaya oleh kedua orang tuanya, hampir setiap hari ia diantar jemput antara kampus dan FX dengan supir orangtuanya..

Setelah perjalanan yang cukup lama, Elaine akhirnya sampai di mall yang bernama FX itu, sejauh mata memandang, hanya terdapat
orang-orang yang lalu lalang dengan keperluan mereka masing-masing..

Tetapi sejak idol group itu memutuskan untuk membuat markas di mall tersebut, pengunjung dipadati rata-rata oleh kaum remaja lelaki yang merupakan fans dari JKT48..

Elaine melangkahkan kakinya menuju lantai 4 dari mall itu, karena disanalah JKT48 Theater berada..

JKT48 Theater merupakan tempat bagi idol group JKT48 bertemu fansnya. Mereka hampir setiap hari mengadakan show atau pertunjukkan yang berisikan 16 lagu per show.
Mereka biasa menyebutnya setlist

Hari itu Elaine ada latihan dengan member-member tim J yang lain..

“Ci Ileen” panggil seorang gadis

“Eh.. iya Sof ” Elaine melambaikan tangannya dari jauh sebelum pergi menghampiri gadis yang memanggilnya

“Cici kok tumben telat?” bisik gadis itu yang bernama Sofia

“Hehe, biasa Sof, macet, sama tadi kuliahnya lama” balas Elaine kepada Sofia

Dari semua member tim J, Elaine memang paling akrab dengan Sofia, Selain karena mereka satu tim, Sofia juga berasal dari generasi yang sama dengan Elaine, yaitu generasi ketiga JKT48. Seharusnya generasi ketiga berada di dalam tim T, tetapi tahun lalu, manajemen memutuskan bahwa mereka berdua dipromosikan ke tim J, yang notabene berasal dari generasi pertama

Sofia Meifaliani, gadis pecinta warna pink itu sangat ceria di kehidupan sehari-hari, menurutnya, hidup itu harus dibawa senang dan bahagia, karena jika kita menjalani dengan perasaan senang, segala masalah yang datang akan lebih mudah untuk dihadapi dan diselesaikan..

Elaine dan Sofia, sekilas wajah mereka mirip, meskipun Sofia terlihat lebih tinggi dari Elaine. Member-member tim J yang lain menyebut mereka berdua sebagai Pinky Duck, campuran dari Sofia yang menyukai warna pink, dan Elaine yang tergila-gila dengan bebek.
Jikoushokai (salam perkenalan) mereka pun sampai membawa embel-embel pink dan duck.

“Oiya Ci, Request Hour bentar lagi, aku deg-degan banget nih” ucap Sofia menceritakan perasaannya
“Hihi, santai aja kalo Sof, tegang sih boleh.. tapi pas perform, kita harus tampil dengan lepas agar fans terhibur sama kita” balas Elaine
Sofia hanya mengangguk tersenyum

Elaine, Sofia dan member lainnya pun berbaris dengan rapi, tanda latihan akan segera dimulai

“Oke, hari ini kita latihan koreo sama fisik, inget Request Hour sebentar lagi, kalian tidak ingin mengecewakan fans kalian kan? ayo semangat” dengan serius pelatih dance mereka yang biasa disebut Sensei (bahasa Jepang dari guru) menjelaskan tahapan-tahapan latihan pada hari itu

Member-member tim J berlatih koreo dan fisik dengan serius, meskipun peluh keringat membasahi wajah mereka, itu semua seakan tidak cukup untuk menghalangi mereka dalam
berlatih

“Pertama latihan fisik.. push up, dan sit up masing-masing 100 kali” perintah Sensei

Member dengan patuh melakukan kedua gerakan itu, masing-masing sebanyak 100 kali.

Elaine yang memang sejak kuliah tadi belum sempat makan malam, agak kesulitan dalam melakukan latihan fisik, perutnya terasa sakit sekali.

Tetapi ia mengurungkan untuk berhenti berlatih, melainkan meneruskan latihannya…

“Oke cukup” Sensei mengangkat tangan kanannya

Setelah latihan fisik, kini mereka berlatih koreografi atau gerakan
gerakan dance mengikuti irama lagu yang diputar

“Ayo, gerakan kalian harus kompak” teriak Sensei dengan nada keras

Di tengah-tengah latihan berlangsung, Elaine merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya

” “Elainee, kamu kenapa ?” tanya Sensei yang melihat Elaine tengah memegangi perutnya yang sakit

“M..maaf Sensei..
mungkin maaf aku kambuh” keluh Elaine kesakitan

Semua member sontak mengerumuni Elaine yang kesakitan, sekedar untuk menanyakan keadaannya

“Ci Elaine kenapa ? tanya Sofia khawatir

“Emangnya tadi belum makan ?” tanya Melody

“Kalo gakuat, gausah ikut latihan Ci” kata Beby

Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan dari member lain yang bernada perhatian terhadapnya

“Yaudah, untuk hari ini, kamu boleh gaikut latihan, untuk besok, jangan lupa bawa obat dan makan teratur” perintah Sensei sambil memegang bahu kanan Elaine

“I..iya Sensei, makasih atas pengertiannya

“Sofia, kamu temenin Elaine gih buat pulang, rumah kalian kan deket”

“Iya Sensei” ucap Sofia patuh

Elaine dan Sofia pun berhenti latihan dan pulang lebih cepat dari member-member lainnya

“Cii.. cici naik apa ?” tanya Sofia begitu mereka sudah sampai keluar dari mall

“Emmh.. tadinya sama supir, tapi..
barusan dia sms katanya ga bisa jemput soalnya ban mobilnya kempes di jalan” kata Elaine cemberut

“Kamu biasa pulang naik apa Sof ?” lanjut Elaine bertanya

“Naik angkot Ci” jawab Sofia

Elaine hanya mengangguk-anggukan kepala

“Yaudah, aku naik angkot bareng kamu” ujar Elaine
“Yaudah Ci, yuk” ajak Sofia

Elaine dan Sofia memutuskan untuk naik angkutan umum.

Waktu terus berjalan, hari sudah semakin larut, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam saat itu..

Elaine dan Sofia sudah turun dari angkot..

Rumah mereka berada di dalam gang, kurang lebih 5 menit jalan kaki

“Duuuh Sof.. ” ucap Elaine merasa tidak enak

“Kenapa Ci ?” tanya Sofia

“Aku punya feeling buruk” jawab Elaine

“Maksud Cici ?” Sofia bingung

“Emmh..entah” Elaine mengangkat kedua bahunya

Tak lama kemudian, benar saja prasangka buruk Elaine terjadi..

Ada sekelompok preman yang mendekati kearah mereka berdua

“Haai cewek..
ngapain malem-malem berduaan, mendingan sama kita-kita ya engga” ucap preman yang berbadan kekar

“Iya, bener neng..” preman yang lainnya sudah berusaha mencolek pipi Elaine maupun Sofia

Keduanya sudah sangat diliputi rasa takut saat itu..

“Emmh.. maaf bang, kita mau pulang” ujar Sofia berusaha tetap sopan

“Pulang ? hahaha” preman itu malah tertawa bersamaan

“Kalian gabisa pulang, sebelum ‘bermain’ dulu sama kita” goda preman itu

Elaine dan Sofia menyadari hal buruk yang akan menimpa mereka jika tidak bisa kabur dari preman-preman hidung belang itu..

Sofia memikirkan suatu cara agar bisa lolos dari mereka

“Ci.. dalam hitungan ketiga kita kabur” bisik Sofia pelan

“E…eh.. i..iya Sof”

Disaat preman itu lengah karena tengah mengobrol dengan temannya
“Ci.. siap-siap..
1.. 2.. 3..” Sofia dengan cepat menarik tangan Elaine untuk segera berlari sebelum preman itu mengejar

Sofia dan Elaine berlari sekuat tenaga agar dapat segera mencapai rumah masing-masing

“Waah sialan, mereka kabur Bos” ucap  preman itu yang menyadari bahwa targetnya kabur

“Ya kejarlah bego, jangan diem aja” perintah orang yang mereka panggil bos itu

“Oke Bos” tiga preman mengejar kedua wanita di depannya

“Haah haah haah Ayo cii buruan, nanti mereka ngejar” ujar Sofia sambil berlari, nafas mereka berdua sudah ngos-ngosan

“Iya Sof.. tapi, kaki aku sakit.” Elaine berusaha tetap berlari meskipun agak sedikit pincang

Sofia tetap tidak melepaskan pegangan tangannya terhadap Elaine..

“Awww..” Elaine tersandung oleh batu di jalan, lututnya menghantam aspal cukup keras sehingga menimbulkan luka di lututnya

“Ciii.. cici engga apa-apa ?” tanya Sofia khawatir

“Engga apa-apa, cuma sedikit luka” jawab Elaine

“Soff.. kamu pergi aja !! tinggalin aku disini” lanjut Elaine menyuruh Sofia untuk pergi meninggalkannya

“T..t..tapi Cii..”

“Udah buruan.. aku gapapa, cepeet !!” Elaine mengorbankan dirinya sendiri demi Sofia agar ia bisa kabur

Sofia dengan berat hati meninggalkan Elaine yang masih terduduk kesakitan memegang lututnya

Preman itu semakin lama memangkas jarak dan mendekati Elaine

“Ahahaha, yang satu kabur Bos, lumayanlah dapet yang ini” preman itu sudah berada di belakang Elaine

“Haha oke, lumayan kita culik, kayaknya orang kaya.. bisa minta tebusan yang banyak” kata Bos mereka

Baru saja preman itu ingin menyentuh tangan Elaine..
Tetapi tiba-tiba ada tangan seseorang yang menghalangi..

“Beraninya cuma sama cewek ? pengecut” ucap pria dengan hoodie hitam yang menutupi kepalanya

“Heeh siapaa lu ? berani-beraninya sama kita.. nyari mati lu” balas preman itu mengancam

Si pria itu hanya tersenyum tipis sambil tangannya mengepal..

“Booss, nyari gara-gara dia sama kita”
                              
“Hajaar” perintah Bos mereka tak lama kemudian

Ketiga preman anak buah bos itu langsung menyerang si pria misterius

Dengan lihai, pria itu menghindari
serangan-serangan membabi buta para preman..

Setelah menghindar dari pukulan-pukulan mereka, si pria balik menyerang dengan pukulan dan tendangan-tendangannya.

Hasilnya, ketiga preman itu terpental kesana kemari akibat pukulan dan tendangan pria itu..

“Cuma segitu doang kemampuan lu ? udah keroyokan, beraninya sama cewek, kumpulan pengecut” ucapnya dengan dingin

Si preman menolak menyerah, kali ini preman tersebut mengeluarkan pisau lipat dari masing-masing saku celana mereka

“Hajaarr” dengan membabi buta preman itu melayangkan pisaunya
kesana kemari..

Si pria berhasil menghindar dengan tenangnya meskipun sesekali terkena sabetan kecil di lengannya

Dia balas menyerang, dan dengan mudahnya ia menjatuhkan preman-preman itu

Elaine hanya melihat pertarungan di depannya sambil masih terduduk di aspal..

Bos para preman itu hanya tercengang melihat anak buahnya dihajar habis-habisan oleh si pria misterius..
Dia hanya bisa melihat saja tanpa bisa bertindak apa-apa

“Booss, dia gabisa dikalahin” keluh salah satu preman sambil mengerang kesakitan
“Gaada jalan lain, kabuuur” komplotan preman itu lari terbirit-birit bak tikus yang dikejar kucing

Kini tinggal si pria misterius dan Elaine yang berada di jalanan sepi itu.

“Lu gapapa?” tanyanya sambil menawarkan tangannya untuk membantu Elaine berdiri

Elaine meraih tangan pria itu dan berhasil berdiri akibat tarikan tangannya..

“I..iya, makasih ya” ucap Elaine ragu-ragu

Si pria tetap memakai tudung kepalanya yang membuat wajahnya tidak begitu terlihat, apalagi di saat suasana malam yang begitu pekat

“Yaudah, gw pergi” ucapnya dingin

“Ee..eh tunggu” Elaine menahan pria itu dengan menahan lengannya

Si pria berhenti dan menoleh kearah Elaine

“Nama kamu siapa ?” Elaine bertanya
“Mario” jawabnya tetap dingin

“Oh.. Mario, salam kenal..
makasih sekali lagi udah nolongin” Elaine sedikit membungkukkan badannya untuk berterimakasih

“Sama-sama, lain kali.. jangan sendirian kalo malem, selalu waspada dijalan” ucapnya mengingatkan

Elaine hanya mengangguk..

“Oiya, kenalin nama aku..”
“Elaine” potong Mario dengan cepat

“E..eh.. kamu kok tau nama aku?” tanya Elaine setengah tidak percaya

Mario tidak lama kemudian akhirnya membuka tudung kepalanya..

Terlihatlah kedua mata yang tajam menawan, kulit putih oriental, rambut yang sedikit berantakan namun makin membuat kesan keren pada dirinya

Elaine untuk sesaaat terpana akan tampang pria di depannya itu, ia hanya wanita normal, yang akan terpana jika melihat cowok yang keren dan cool

“Jelaslah gw tau, lu kan idola terkenal” balasnya

“Eh ? sebegitu terkenalnya kah aku ?” Elaine menggaruk kepalanya yang tidak gatal

“Pikir aja sendiri” balasnya masih dengan sikap dingin

Elaine hanya bisa memasang tampang polosnya

“Eh, sini luka lu gw obatin, nanti infeksi” Mario menarik tangan Elaine

“Eh ??! gausah, aku bisa obatin sendiri” ucap Elaine mengelak

“Udaah!! pokoknya ikut gw aja, gw ga niat macem-macem kok” tanpa disangka, wajah Elaine berubah menjadi merah

“Kita mau kemana ?” tanya Elaine lagi

“Ke kost an gw, deket kok dari sini” jawabnya masih dengan menarik tangan Elaine
Sesampainya mereka disana..
Terlihat rumah yang tidak terlalu besar dengan pagar berwarna hijau, bahkan bisa dibilang sangat kecil..

“Ayok masuk, gw obatin lukanya” Mario membuka pagar dan mempersilahkan Elaine masuk

~

“Awww” erang Elaine ketika sedang diberikan obat luka di lututnya

“Tahan dikit, emang agak perih.. tapi nanti udah engga lagi kok” ujarnya sambil tangannya memperban luka di lutut Elaine

“E..mmh.. kamu tinggal sendiri disini ?” Elaine bertanya di sela-sela ia mengobati

“Iya” jawabnya singkat

“Orang tua kamu kemana ?” tanya Elaine penasaran

“Meninggal sejak gw dari kecil” jawabnya lagi

“E..Eh maaf, aku ga bermaksud” Elaine merasa tidak enak

“Gapapa kok”

“T..terus, kamu tinggal sendiri ?” Elaine sepertinya mulai tertarik dengan kehidupan pria bernama Mario itu

“Iya” ucapnya irit

“Ga ada anggota keluarga lain ?” lanjut Elaine bertanya

“Sebenernya ada tante gw, tapi dia tinggal di Bandung, jadi dia yang nafkahin gw supaya bisa kuliah dan
ngekost di Jakarta” Elaine mengangguk-anguk mendengar cerita Mario

“Ooh gitu, kamu hebat yaah bisa mandiri” puji Elaine

“Iya kah ?” tanya Mario heran

Elaine membalas dengan anggukan

“Aku tuh kadang nyesel sendiri, padahal udah keluargaku lengkap, hidup berkecukupan dan lain sebagainya, tetapi tetap saja kadang aku masih mengeluh akan sesuatu hal yang belum tercapai” ungkap Elaine dalam ceritanya

Mereka berdua terus berbicara satu sama lain, selama kurang lebih 15 menit, hingga akhirnya Elaine memutuskan untuk pamit pulang setelahnya

“Ehmm.. Mario”

“Emm ?”

“Makasih ya, aku pamit pulang dulu” Elaine melambaikan tangannya

“Iya, sama-sama” balasnya masih saja dingin

“Mau gw anterin sampe rumah lu ?” lanjutnya bertanya

“Gausah, udah deket kok, aku bisa sendiri” tolak Elaine

“Yaudah, hati-hati” Elaine pun berlalu dari rumah Mario

“Huuh, kenapa sih.. dia masih aja dingin” batin Elaine dalam hati

Elaine berjalan pulang menuju
rumahnya, sepanjang perjalanan..
pikirannya tidak bisa lepas dari si pria misterius bernama Mario tadi

“Maamaahh, aku pulang” teriak Elaine di depan rumahnya

Mama nya dengan cepat berlari keluar menengok anak bungsunya

“Eh.. kok baru pulang sih sayang ? kata sensei, kamu izin latihan dari jam 9 tadi” kata Mamanya khawatir

“Iyaa Maah, perut aku tiba-tiba sakit pas di tengah latihan tadi”

“Terus ? kenapa kamu bisa pulang sampe larut begini ?” tanya Mamanya lagi

Elaine berpikir keras untuk menjawab, tidak mungkin kan jika ia menceritakan bahwa ia diganggu preman tadi dan
juga mampir ke rumah seorang cowok yang baru ia kenal..

Bisa dibayangkan Mamanya pasti akan marah sekali, terlebih Mamanya itu overprotective terhadap anak  bungsunya

Belum sempat Elaine menjawab, Mamanya melontarkan pertanyaan lain

“Eh ? itu lutut kamu kenapa diperban sayang ? kamu jatuh ?” tanya Mamanya lagi dengan wajah khawatir

“Eh..i..itu.. i..iyaa Maa, Ilen jatuh tadi pas latihan hehe” Ia terpaksa berbohong terhadap Mamanya

“Terus, abis pulang.. aku kerumah Sofia dulu Maah, sambil ngobatin luka aku ini” lanjut Elaine beralasan
Mamanya hanya manggut-manggut tanda mengerti..

“Tapi kan.. kamu bisa telepon atau sms Mama dulu kan tadi ? biar Mama ga mikirin kamu”

“I..itu dia Maah, HP Elaine lowbat.. jadinya gabisa ngabarin Mama..
aku juga lupa bawa powerbank” untuk hal ini, Elaine tidak berbohong..
memang baterai HP nya mati sejak ia pulang dari latihan tadi

“Oh… iya udah, lain kali.. jangan ulangin hal kaya gini lagi ya ? bikin Mama khawatir tau ga” ucap Mamanya dengan nada meninggi

“Iyaa Maah.. maafin Ilen maah” Elaine menunduk menyesal.

“Yaudah, kamu mandi gih sana.. abis itu makan terus istirahat” perintah
Mamanya

“Iya Maah” Elaine menjalankan semua perintah dari Mamanya

Waktu demi waktu terus berlalu..
UTS di kuliah Elaine pun berlangsung, tetapi nasib buruk nampaknya sedang menghampiri si gadis pecinta bebek itu.

Ya, kini dirinya tengah terbaring di rumah sakit, karena penyakit tifus yang ia derita akhir-akhir ini..
Kondisi badannya menurun, terlebih karena sering membagi waktu antara kuliah dan JKT48, ia menjadi gampang lelah.

Dokter menyarankan agar ia off sejenak dari kegiatan idolnya di JKT48,  dan sialnya juga dia terpaksa tidak mengikuti UTS dikarenakan harus dirawat inap di rumah sakit tersebut
Kurang lebih selama seminggu ia dirawat di rumah sakit, hingga keadaannya benar-benar pulih seperti sedia kala. Ia berdoa setiap hari kepada Tuhan supaya penyakitnya dapat disembuhkan dan ia bisa beraktivitas seperti biasa..

Kedua orangtuanya menyarankan agar dirinya keluar dari JKT48 dalam waktu dekat, walaupun Elaine mencoba menolak untuk menghargai perasaan fansnya, tetapi orangtuanya tetap bersikukuh agar anak bungsunya fokus kepada pendidikan di kuliahannya dan meninggalkan grup idol yang sudah membesarkan namanya selama 2 tahun terakhir.
Itu semua juga demi mimpi dan kebaikan Elaine di masa depan nantinya

~~
Elaine akhirnya keluar dari rumah sakit, dirinya sekarang tengah berada di kampusnya untuk mengikuti Ujian susulan..

Dalan satu hari ia harus melaksanakan dua ujian mata kuliah, berat memang.
Namun semangat Elaine lah yang membuat semua yang mustahil menjadi mungkin. Ia bertekad dan belajar dengan sungguh-sungguh selama di rumah sakit untuk mengikuti Ujian susulan di kampusnya.

Karena disibukkan dengan ujian susulan, jelas “dunia” nya yang satu lagi harus vakum untuk sementara waktu. Elaine tidak mengikuti segala kegiatan JKT48 baik itu Theater ataupun kegiatan off air on air di media. Beruntung Manajemen JKT48 dapat mengerti akan hal itu, ia diberikan cuti selama dua minggu hingga kembali beraktivitas di akhir
Februari untuk mempersiapkan Request Hour yang mungkin merupakan konser terakhir baginya.

~~

“Oke semuanya..
jadi hari ini kita semuanya tampilin yang maksimal, kaliannya harus senyum.. ga ada yang tegang, ga ada yang bete, kalian harus berani untuk nampilin sebaik mungkin seperti yang udah kita lakuin pas latihan-latihan kemarin” Bu GM alias Melody tengah menyemangati member-member lainnya tepat sebelum konser Request Hour dimulai

Lalu setelah koordinasi yang dipimpin Melody dan member-member senior lainnya,
Mereka semua termasuk Elaine dan Sofia memulai yel-yel khas mereka sebelum konser atau perform
“J… Joyful…. K…. Kawaaii…. T… Try to be the best.. JKT48 Yeaaay !!!” seluruh member dari 4 generasi berkumpul menjadi satu untuk tampil di depan ribuan fans dalam konser bertajuk Request Hour

Request Hour adalah konser yang berbeda dari konser-konser lain kebanyakan, konser ini menjadi spesial karena lagu-lagu yang akan dinyanyikan merupakan hasil dari voting para fans JKT48 di seluruh Indonesia bahkan dunia..
Mereka akan membawakan Top 30, atau 30 lagu teratas pilihan para fans

Setelah semuanya siap..

Overture mulai terdengar, lightstick sudah bertebaran di mana-mana..
Konser dimulai pukul 8 malam, hingga berlangsung selama 4 jam setengah, dan selesai pada tengah malam.

Konser Request Hour itu merupakan konser paling lama di dalam sejarah konser JKT48 selama mereka berdiri di akhir tahun 2011

“Fyuuuh, akhirnya selesai juga konsernya.. waa seru bangeet” seru Sofia di backstage kegirangan

Member-member yang lain juga ikut larut dalam kegembiraan…

“Cii.. Congrats ya Ci.. lagu Value tadi masuk di peringkat 5” ucap Sofia memberikan selamat dan pelukan

“Ahahaha.. Iyaaa..
makasih Soof, aku juga ga nyangka kalo lagu itu bisa nembus 5 besar” balas Elaine tak kalah gembiranya

Selepas konser Request Hour, tersisa satu event yang lumayan penting di
dalam idol group JKT48, acara itu akan dihelat pada pertengahan bulan depan, yaitu “Beginner Handshake Festival”..

Acara Handshake merupakan acara dimana para fans bisa bertemu bahkan berjabat tangan dengan idola-idola mereka secara langsung, selain acara jabat tangan, ada juga booth-booth makanan dan juga mini konser pada penutupannya..

Elaine jelas tidak akan melewatkan momen besar seperti itu, mungkin saat Handshake itu adalah momen terakhir dirinya bersama JKT48

~~

Waktu, definisi dari waktu adalah keberlangsungan dari suatu peristiwa..
Kita hanya mempunyai waktu satu detik di dalam hidup kita untuk menentukan pilihan dalam hidup.
Satu detik dapat mengubah segalanya, satu detik dapat berarti banyak dan besar bagi sebagian orang yang menggunakannya dengan baik.

Sama seperti Elaine, ia kini dihadapkan oleh sebuah pilihan yang sulit..
Dimana ia harus menentukan ingin mengikuti nasehat orangtuanya dengan keluar atau bahasa mereka “lulus” dari JKT48 dan fokus kepada pendidikannya, atau tetap bertahan disana dan menjalani kuliah dan JKT48 secara bersamaan ?

It’s all about the choice.
Life is simple, you make choice.. and you don’t look back

“Cii.. cici kenapa akhir-akhir ini sering bengong sendirian ? Cici masih sakit ?’ tanya Sofia penuh perhatian di sela-sela mereka latihan
“Emmh.. ga kok Sof, udah ga sakit hehe” Elaine menutupi kebimbangannya

“Lah terus, kenapa Cici kaya gak fokus gitu ?” tanyanya lagi..

“Em.. aa..aa duuh gimana ya?” Elaine bingung apakah ia harus menceritakan hal itu kepada Sofia

“Kenapa Ci ? cerita aja ke aku, siapa tau aku bisa bantu”

“Emmh.. ja..jadi gini, tapi, kamu jangan kaget..”

Sofia mengangguk

“A..a..apa grad ?” tanya Sofia setengah tidak percaya sambil teriak

“Sssst.. duuh Soff, jangan kenceng-kenceng dong ngomongnya?!”
keluh Elaine sambil menutup mulut Sofia dengan jari telunjuknya

“E..eh.. i..i..iya Ci.., etapi itu beneran ?” lanjut Sofia bertanya

Elaine mengangguk

“Kok bisa samaan ?” ujar Sofia pelan, namun masih bisa terdengar oleh Elaine

“Maksud kamu samaan ?” kini gantian Elaine yang bingung terhadap gadis penyuka warna pink itu

“Eh..ehmm.. aku juga udah mikirin ini mateng-mateng, aku juga sama kaya Cici, aku ingin keluar dari JKT48” ucapnya pelan, takut terdengar member lainnya

Kini gantian Elaine yang terkaget, tapi ia tidak teriak seperti Sofia tadi..

“Seriusan Sof ?”

“Iya Ci”

“Eh tapi aku pikir, masa depan kamu masih panjang disini.. jadi, tolong pertimbangin lagi Sof..” ucap Elaine meyakini Sofia

“Kamu masih bisa berkembang dan belajar lagi disini” Elaine sangat menyayangkan jika Sofia mengikuti jejaknya untuk lulus dari JKT48

“Engga Ci, ini udah keputusan aku.
Aku rasa, aku udah cukup belajar di sini, aku ingin meraih mimpi aku diluar sana, lagian.. Mama aku bilang ke aku supaya fokus ke pendidikan, terlebih lagi bulan depan ada Ujian Semester di sekolah” jelas Sofia panjang lebar

Mereka terus berbicara selama jeda
latihan, mengutarakan isi hati mereka masing-masing selama di JKT48, keputusan mereka sudah bulat..
Dalam waktu dekat, mereka berdua akan mengumumkan untuk lulus dari JKT48.

Bukannya mereka menolak untuk berusaha dan menyerah dalam dunia peridolan, tetapi memang dalam hidup, kita harus memilih salah satu dari berbagai pilihan yang ada. Dan mereka berdua memilih pendidikan untuk diperjuangkan, itu bagus.
Terlebih, mereka sudah merasa cukup belajar di JKT48. Kini waktunya mereka belajar di luar JKT48..

Theater No Megami, 13 Maret 2016

Di akhir setlist…
Elaine dan Sofia mengumumkan untuk lulus dari JKT48, sontak suasana menjadi campur aduk antara sedih
kecewa, senang semua bercampur menjadi satu

Sedih, jelas dirasakan member JKT48 yang lain bahkan fans mereka pun mengalami hal yang bernama sedih..

Kecewa, ada beberapa fans yang kecewa dan tidak menghargai keputusan mereka berdua. Elaine dan Sofia yang merupakan generasi ketiga dianggap tidak serius di dalam JKT48.

Senang, senang karena semuanya akan dimulai.
Ya, Elaine dan Sofia yang merasakan rasa itu. Karena menurut mereka, itu semua bukanlah akhir, melainkan awal perjuangan mereka untuk berjuang dan meraih sukses di luar sana.

Beberapa member terlihat memeluk baik Elaine maupun Sofia, mereka semua diliputi rasa haru yang amat
sangat..
Anggota Tim J semakin berkurang..
Daftar generasi ketiga yang lulus semakin bertambah..

“Maaf semuanya, aku ingin mengejar cita-citaku diluar sana dan ingin fokus di pendidikan, aku harap kalian semua bisa mengerti” ucap Elaine kepada para fans yang hadir

Kedua bola matanya sudah dibasahi air mata

Tak berbeda jauh dengan Elaine, Sofia juga mengatakan hal yang sama dengan Elaine, yaitu ingin fokus di dunia pendidikan..

Sontak, berita kelulusan Elaine dan Sofia menyebar begitu cepat hingga hashtag “#TerimakasihElaineSofia” menjadi trending topic di Indonesia
Keesokan harinya, Elaine memposting sesuatu di G+ nya yang berisi :

“Halo, mungkin kemarin agak kurang mengenakkan ya ?
Iya, aku memutuskan untuk lulus dari JKT48..
Aku tau banyak dari kalian yang support aku dengan tulus, dan pasti ada juga yang mempertanyakan kenapa aku lulus dari JKT48..

Mari kita mulai..
Hidup.. Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan, sadar atau ngga hal-hal kecil seperti mau makan apa ? Atau mau pergi kemana ? Itu semua merupakan pilihan. Manusia..
Manusia terikat ruang dan waktu, manusia tidak bisa ada di 2 tempat sekaligus. Manusia di dalam hidupnya pasti harus memilih dan ketika seseorang dihadapkan pada pilihan A atau B, mereka tidak dapat memilih
keduanya, Saat seseorang memilih A, ia akan kehilangan B, begitu sebaliknya

Ternyata teori opportunity cost berlaku juga ya di kehidupan ? Kemarin saat aku memikirkan hal ini, aku sadar. Ketika dihadapkan pada pilihan-pilihan, kita harus memilih salah satunya.
Teori ini juga menyadarkanku ketika kita menghadapi sesuati, reaksi yang kita keluarkan juga merupakan pilihan. Contoh, ketika kita memilih untuk marah, kita kehilangan kesempatan untuk bahagia, dan sebagainya.

JKT48 merupakan tempat aku belajar. Kuliah juga tempatku belajar. Hal yang dipelajari tentu berbeda. Aku merasa beruntung ketika aku masih bisa berkuliah yang semua berkat kerja keras orangtuaku.

Ketika semua berjalan beriringan,
semua terasa mudah. Aku dapat membagi waktuku meski tetap ada yang dikorbankan yaitu kehidupan di luar sana, kesempatan untuk bermain, waktu bersama keluarga, dan kesempatan2 lainnya, dan aku tidak menyesalinya.

Namun semua hal tidak bisa berjalan selalu sesuai keinginan kita, bukan ? Di usia tertentu, di situasi tertentu, dan aku rasa saatnya telah tiba ketika keadaan yang memaksaku untuk memilih. Impian itu selalu muncul. Ketika kita telah mencapainya, akan ada impian baru lagi. Bisa dikatakan impianku di JKT48 sudah hampir semua terpenuhi, dan aku sangat bersyukur di waktu 2 tahun ini kalian sudah membantu aku untuk meraihnya.
Sekarang, aku harus mencapai impianku di tempat lain, yaitu aku ingin menjadi anak yang membanggakan
orangtuaku.
Gimana caranya ? Pertama harus cari tau dulu kan gimana orang tua bisa bangga sama kita ? Untuk orangtuaku, mereka bangga ketika aku bisa lulus kuliah dengan nilai yang baik, dan punya usaha sendiri. Untuk itu aku harus kuliah dengan serius dan mulai mempersiapkan usahaku bukan ?

Semua tidak mudah. Bukan aku menganggap JKT48 tidak penting. Tetapi kembali lagi, harus ada yang dikorbankan.
Nah, sekarang aku sudah mengungkapkan apa yang aku rasa perlu kalian ketahui

Nah, sekarang aku sudah mengungkapkan apa yang aku rasa perlu kalian ketahui.
Jadi apa pilihan kalian ? Menikmati sisa waktu selagi kita bersama atau ingin membuang waktu yang ada
dengan bersedih ?
Aku sih merekomendasikan mari kita menikmati sisa waktunya 🙂

Kwek kwek kwek kwek”

-Elaine Hartanto-

*The En…

belum deng :v

Beginner Handshake Festival, 19 Maret 2016

Baik Elaine dan Sofia tengah mengikuti kegiatan terakhir mereka sebagai Idol.

Mereka sudah berada di bilik mereka masing-masing..

Satu persatu fans mengucapkan selamat perpisahan kepada keduanya, bahkan tak jarang banyak yang
memberikan gift atau sebuah hadiah yang dibungkus oleh kertas kado yang cantik..

“Terimakasih Kaak.. dadahh” Elaine baru saja selesai bersalaman dengan salah satu fans

Masuklah orang berikutnya..

Dan betapa kagetnya Elaine, ia hanya mematung karena melihat pria di depannya

“Heei kok bengong, Len..
ayo handshake.. waktu kita cuma semenit” ucap pria itu

“M..ma.. mario ?!?” ucap Elaine setengah tidak percaya

“Iya, ini gw” dia masih saja tidak berubah, dengan sikap dinginnya itu
Mulailah Elaine menjabat kedua tangan Mario, sontak perasaannya terasa aneh, jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya

“Eh..hm.. k..kamu apa kabar ?” tanya Elaine membuka percakapan

“Baik” jawabnya singkat

Situasi nampaknya berbalik, malah sang idol yang gugup di depan fans bukannya sebaliknya

“Kamu fans JKT48?” tanya Elaine

“Kurang lebih begitu”

“Ehmm.. o..oshi kamu.. a..aku?” ucapnya memberanikan diri, karena jujur ia merasa penasaran tentang siapakah member yang ia sukai

“Shani” jawabnya singkat

Elaine hanya tersenyum getir setelah mendengarnya..

“O..oh Shani.. heheh, terus kamu udah Handshake sama dia?” tanya Elaine

“Belum, dan ga akan”

“L..loh kok gitu ?” Elaine bingung bukan main

“Shani itu oshi gw..
tapi dulu.. dan sekarang, oshi gw adalah orang yang dihadapan gw sekarang” ujarnya yang sukses membuat pipi Elaine memerah

“Sukses diluar sana ya Len, gw menghargai keputusan lu buat keluar dari JKT48, jadi tetap semangat” Mario memberikan kata-kata pembangkit semangat bagi sang idol
“Ehm..i..i..iya, makasih” ucap Elaine berterimakasih

“Maaf gw ga bisa ngasih gift kaya yang fans lain kasih ke lu, gw cuma bisa kasih support dan doa gw ke lu..
jadi, jangan pernah merasa sendirian, gw dan Elainelastic lainnya masih disini buat lu” ucap Mario yang sukses membuat Elaine meneteskan air mata

“Yaudah segitu aja, semoga jika Tuhan mengizinkan, kita bisa ketemu lagi” ujar Mario menyudahi percakapan

Perlahan-lahan, tangan mereka berdua terlepas

“Maaf, waktu habis” ujar penjaga bilik handshake

“Aku ga akan ngelupaiin kamu, semoga kita bisa bertemu lagiii” teriak Elaine kepada Mario yang sudah pergi
Entah dia mendengar atau tidak, yang penting Elaine sudah mengatakan apa yang ingin ia katakan terhadap pria itu

“This is not the end, this is the beginning”

*The End*

Cuap-cuap author :

Fyuuuh, selesai juga cerita khusus Elaine Sofia..
Semoga kalian suka dengan cerita gw, maaf kalo masih ada typo atau hal lain yang kurang mengenakkan..

Satu lagi, terimakasih untuk Elaine dan Sofia. Bicara tentang mereka berdua, Elaine merupakan salah satu member favorit gw, jadi cukup sedih pas ngedenger dia grad ;'( kalo Sofia, meskipun gw kurang tau dia, tapi gw yakin dia akan sukses di luar sana..

Dia member yang baik dan bisa berkembang selama di JKT48, buktinya dia bisa promosi dari trainee gen 3 ke Tim J.. Wow, prestasi yang hebat bukan ?

Terimakasih buat semua readers yang mau baca coretan gw ini, kritik dan saran diperlukan demi membangun coretan gw agar lebih baik..

Last but not least, tungguin karya-karya gw berikutnya, dan kayaknya ada juga cerita khusus buat Grace sama Chika yang grad 3 hari setelah Elaine Sofia grad..

Tungguin aja.. baca juga cerbung “Wrestling & Love” *hehe promosi

Thank You ^^

Created by : @KelvinMP_WWE

Iklan

3 tanggapan untuk “Pinky Duck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s