Pengagum Rahasia, Part 34

“kayaknya bakalan lama den,” ucap pak budi

“Macet yah pak?” ucap aldo

“iya,” balas pak budi

“Gak apa-apa, asal kita selamat sampai ke tujuan,” ucap aldo

~oOo~

“Duh, udah jam setengah 9. Gimana nih dev?” tanya ihza

“Seharusnya gw yang bilang gitu,” ucap deva

“Kak melody ya,” ucap ihza

“yups,” ucap deva

“Nih bocah udah tidur lagi,” ucap ihza melihat ke arah windy

“udahlah sabar aja, mungkin sebentar lagi dia dateng,” ucap deva

“Mungkin…,” ucap ihza

“eh za, gw pinjem handphone lo dong. Gw mau ikut nelpon,” ucap deva

“Nelpon siapa?” tanya ihza

“Ya kakak gw lah,” ucap deva

“Oh, oke-oke lah,” ihza pun memberikan handphonenya

~oOo~

“den aldo tidur juga gak apa-apa,” ucap pak budi

“iya pak,” balas aldo

“uh…,”

“Eh!?”

Aldo melihat ke arah yupi yang mulai sadarkan diri.

“em,” yupi memegang kepalanya

“um den, bapak sambil dengerin lagu gak apa-apa ya,” ucap pak budi

“Oh, I-iya pak. Silahkan,” balas aldo

Pak budi terlihat memasangkan earphone itu di telingannya.

“umm, A-aldo…,” ucap yupi

“eh yup,” ucap aldo sambil melihat wajah yupi

Yupi pun bersandar lemas pada tubuh aldo.

“Eh…emm,” aldo hanya terdiam

“A-aku minta maaf ya, lagi-lagi aku…,”

“udah, jangan ngomong itu lagi. kamu gak nyusahin kok,” ucap aldo memotong

“emm,” ucap yupi

Yupi terlihat sangat nyaman pada posisinya sekarang.

Kemudian yupi mengangkat kakinya ke kursi mobil itu lalu berselonjoran dengan tidur di atas paha aldo.

“yee malah tidur kamu,” ucap aldo

“A-aku gak mau ngelupain momen-momen terkahirku sama kamu al,” ucap yupi

“Eh!?” ucap aldo

“aku tau kok kalau kamu mau pindah,” lanjut yupi

“Eh, jadi kamu udah tau yah,” ucap aldo

Yupi mengangguk pelan.

Lalu yupi kembali memejamkan matanya.

Tiba-tiba…

“Eh!?” yupi membuka matanya ketika merasakan rambutnya di usap-usap oleh seseorang

“Aldo!?” ucap yupi

“Ya kenapa?” tanya aldo

“Kamu ngusap-ngusap rambut aku?” ucap yupi

“Ya,” balas aldo singkat

“Eh…,” wajah yupi menjadi memerah

“Jujur, kalau lagi gini, kamu keliatan cantik banget yup,” ucap aldo

“EH!?” jantung yupi berdebar tidak karuan

Tangan aldo kini berpindah pada pipi kanan dan kiri yupi, lalu mulai mencubitnya perlahan.

“Hehe…,” aldo tersenyum

Perasaan yupi semakin tak karuan, dan jantungnya berdetak semakin cepat.

“Kamu gak apa-apa?” tanya aldo

“Em…engg…nggak al,” ucap yupi

“hmm,” aldo terus mencubit pipi yupi

“emm, J-jangan al. aku gak mau kalau viny marahin kamu karena aku,” ucap yupi

“udah-udah, lagipula viny itu bukan pacar aku lagi,” ucap aldo

“HAH!” yupi sangat terkejut

“T-tapi Kenapa!?” ucap yupi

“ya gak kenapa-kenapa, hehe…,” aldo kembali tersenyum

Yupi pun bangun dan memeluk aldo dengan erat.

“Al, maafin aku! kamu putus pasti gara-gara aku kan!” ucap yupi

“ya ampun mulai lagi deh, udah cukup! Kamu ini selalu aja menyalahkan diri sendiri,” ucap aldo

“Eh!?” yupi terdiam tapi masih tetap memeluk aldo

“A-aku juga minta maaf kalau aku sering banget bikin kamu risih, dan juga aku minta maaf kalau aku sering meluk kamu kayak gini,” ucap yupi

“Pffttt…,” aldo seperti menahan tawa nya itu

“Tapi, ini semua…,”

“Ehem…,”

“AH!”

Betapa terkejutnya yupi sekaligus tidak menyangka bahwa aldo akan membalas pelukannya itu. Pelukan yang sangat hangat yang belum pernah yupi rasakan sebelumnya.

Yupi pun semakin erat memeluk tubuh aldo.

“I Love You,” bisiknya

“EH! A-apa!? K-kamu tadi bilang apa!?” ucap yupi

“I…Love…You…,” ucap aldo

“Hah!” yupi melepaskan pelukannya dan sedikit menjauhi aldo

“Kayaknya aku udah bikin kaget kamu,” ucap aldo

“Ah!? Eng…nggak kok, Say…EH!” yupi langsung menutup mulutnya

“Sa-yang?” ucap aldo

“Emm…,” yupi mulai menempelkan kedua jari telunjuknya

“Ok, biar aku yang mulai yah,” ucap aldo

“EH!?” batin yupi

“Yup, kamu mau gak jadi pacar aku?”

DEG!

Suara detak jantung itu…

Raut wajah yupi tiba-tiba berubah.

“I-iya! Aku mau!” yupi kembali memeluk aldo

“Eh hei, kamu ini…” ucap aldo

DUG! DUG!

“Loh-loh! Kok goyang mobilnya!? Padahal jalannya mulus,” ucap pak budi

Kemudian pak budi pun melihat ke belakang dan…

“Ekhem…ada apa yah pak?” tanya aldo

Mereka duduk bersebelahan dan sangat rapih.

“Kalian tadi ngerasa mobilnya goyang gak?” ucap pak budi

“Eh, nggak tuh. Mungkin perasaan bapak aja,” ucap aldo

“Oh, mungkin den aldo bener,” pak budi kembali memasang earphone itu

“Huft, makanya kalau meluk jangan nafsu gitu, sayang…,” ucap aldo

“Eh S-siapa juga yang nafsu, Huh! Eh! T-tunggu-tunggu…tadi kamu bilang, S…sayang!?” ucap yupi terbata-bata dan seperti tidak percaya

“Loh kenapa? Bukannya udah resmi? Hahaha…,” ucap aldo

“Eh…hehe…,” yupi hanya tersenyum

“Oh iya sayang…,” ucap yupi

“Dih, udah berani bilang sayang-sayangan juga, HAHA,” aldo tertawa

“Hehe…,” yupi hanya tersenyum

“Haha-hehe-haha-hehe…, sekarang terserah kamu aja deh. asal kamu seneng haha,” ucap aldo

Yupi hanya tersenyum.

“Tadi kamu mau ngomong apa?” tanya aldo

“Soal kepindahan kamu,” ucap yupi

“Oh, ya kenapa?”

“Kamu serius mau pindah sekolah?” tanya yupi

“yah, lagipula ini semua aku lakuin untuk keluarga aku,” ucap aldo

“emm, aku ngerti sekarang. keluarga itu emang segalanya,” ucap yupi

“aku minta maaf,” ucap aldo sambil menatap wajah yupi

“Eh!?” yupi seperti membuang mukanya

“Loh!? Kenapa!?” tanya aldo

“J-jangan gitu liatnya, A-aku suka gugup,” ucap yupi

“Wahahaha…kok bisa yah?” pikir aldo

“udah lupakan,” ucap yupi

“Ciee…yang marah,” ucap aldo

“Gak!” ucap yupi membelekangi aldo

“emm, masa sih,” aldo pun mendekati yupi, kemudian ia memeluknya dari belakang

Lalu, yupi memegang kedua tangan aldo dan bersandar.

“Katanya marah,” ucap aldo

“em, Cuma kamu yang bisa bikin kemarahan aku ilang,” ucap yupi

“Aduh, alay banget kamu,” ucap aldo sambil mencubit pipi yupi

“IH! S-sakit!” ucap yupi

“Dih, pelan juga,” ucap aldo

“Kamu mau nyobain!? Nih! Nih!” yupi membalasnya

“Eh-eh! Jangan!” ucap aldo

Semua canda tawa itu tidak akan pernah yupi lupakan.

Tanpa terasa mereka telah sampai di kediaman yupi.

“Nah sampai juga,” ucap aldo

Yupi turun dari mobil.

“Pak budi tunggu disini ya,” ucap aldo

“Ok den,” ucap pak budi

Yupi dan Aldo pun masuk ke dalam rumah.

Ceklek!

“Eh…,” yupi terdiam ketika melihat adiknya tertidur di sofa

Bukan hanya adiknya, terdapat deva dan juga ihza disana.

“Mereka tidur,” ucap yupi

“em,” ucap aldo hanya melihatnya

“Aku bangunin yah,” ucap yupi

“Eh, gak usah,” ucap aldo

“kenapa?” tanya yupi

“udah gak usah di bangunin. Lagipula aku harus cepet-cepet pulang kerumah sekarang,” ucap aldo

“umm,” yupi tampak murung

“Loh, kok malah diem?” ucap aldo sambil memegang kedua pipi yupi dan menatapnya

“Mulai besok…kita bakal ngejalanin hubungan LDR kan,” ucap yupi

“yah. Aku memang kurang ahli dalam hal seperti ini, tapi aku percaya sama kamu kok,” ucap aldo sambil tersenyum pada yupi

Raut wajah yupi berubah, dan ia mulai tersenyum.

“Jujur, aku pertama kalinya ngejalanin hubungan kayak gini, hihi…,” ucap yupi

“Maaf yah kalau aku amatir,” lanjut yupi

“Buset, amatir gimana. ada-ada aja kamu,” ucap aldo

Yupi pun menatap tajam wajah aldo.

Sebaliknya, aldo pun menatap wajah yupi.

Kemudian tangan kiri aldo berpindah pada pinggang yupi dan tangan kanannya menyentuh pipi kanan yupi.

Yupi pun mulai memejamkan matanya sambil melingkari lengannya pada leher aldo. Disaat itu juga aldo pun mendekatkan wajahnya pada yupi, dan…

“Ekhem!”

“EH!?” yupi membuka matanya

“Jangan mesra-mesraan di depan gw ye,” ucap seseorang

“Heh,” aldo melihat ke arah sumber suara

“Eh-eh, T-tadi itu…umm…emm,” yupi seperti malu dan menjadi salah tingkah

“Ciee, yang udah jadian. Eh, bener kagak nih?”

“Deva!” ucap yupi

Aldo hanya tertawa kecil.

“Katanya lu gak mau ngejalanin hubungan LDR al?” tanya deva

“ya lu emang bener. Gak mau itu bukan berarti gw gak suka kan? tidak ada salahnya kalau gw coba jalanin, haha…,” ucap aldo

“Huh, jadi si viny bijimane? Kalau gw tanya nih yah, lu lebih milih viny atau yupi?” tanya deva

“Ih deva! Pertanyaan apaan sih itu!” ucap yupi

“Haha, biar gw jawab. Viny, yupi…mereka berdua sama-sama baik menurut gw, tapi…,” ucap aldo menggantung

“Eh!?” ucap yupi

“Yupi punya sesuatu hal yang gak dimiliki oleh viny. Dan kalau boleh jujur, viny itu orang yang sangat possesif,” lanjut aldo

“Woh, jadi begitu,” ucap deva

“T-tapi, sesuatu hal yang kayak gimana al?” tanya yupi

“ya banyak…misalnya kayak pipi, poni,” ucap aldo

“HIH!” yupi mencubit aldo

“Aw! Sakit lah!” ucap aldo

“Hahaha…,” deva tertawa

“Eh, udah saatnya gw balik,” ucap aldo

“ya, hati-hati di jalan,” ucap deva

“Jangan lupa mam yah, S…sayang,” ucap yupi

“Cieeee! Aw,” ucap deva

“Diem!” ucap yupi pada deva

“wah udah beda lagi panggilannya, haha,” aldo menggaruk kepalanya

“ya, kalau makan pasti gak akan lupa,” jawab aldo sambil membelakangi mereka

“Lu jaga baik-baik anak bandel ini ya dev,” lanjut aldo

“Huh kamu tuh yang bandel!” ucap yupi

“Hemm,” aldo berjalan perlahan

“Kapan-kapan main ke bandung ya,” ucap yupi

“itu udah pasti,” ucap aldo

Aldo pun pergi.

“Hmm,” ucap yupi

“jangan sedih gitu lah yup, aldo itu orang baik-baik,” ucap deva

“iya aku tau,” balas yupi

“Dan dia itu benar-benar orang yang blak-blakan,” tambah yupi

“Oh iya, ngomong-ngomong…kita ikut yah,” ucap deva

“Ikut? Apaan?” tanya yupi

“Nginep di rumah kamu,” ucap deva

“hem iya deh, seterah,” ucap yupi

“Kita tidur di sini juga gak apa-apa,” ucap deva

“iya-iya, Loh kok!? Windy tidur disini juga!?” ucap yupi

Terlihat windy yang tertidur dan ihza memeluk erah tubuh windy.

“Buset za, parah bener lu,” batin deva

“Ahaha…kayaknya windy kedinginan, sampai-sampai di peluk gitu,” ucap yupi

“Hem, ini mah bukan kedinginan, tapi mencari kesempatan dalam kesempitan,” batin deva

“Loh dev? Kok malah bengong?” tanya yupi

“Eh-eh nggak kok,” ucap deva

“Kalau gitu aku ke kamar dulu yah, mau bobo,” ucap yupi

“ya, selamat tidur,” ucap deva

“Oh iya soal pertandingan besok…,” ucap yupi menggantung sambil membelakangi deva

“Eh!?” ucap deva

“Aku udah siap seratus persen,” lanjut yupi

“Huh, Ok!” ucap deva

BERSAMBUNG…

Author : Shoryu_So

Iklan

6 tanggapan untuk “Pengagum Rahasia, Part 34

      1. Maksudnya tuh gini Min. Kalo semisal, Aldo dalam cerita itu punya Secret Admirer. Yang nngak tau kan cuma Aldo. Nah sedangkan semisal author kalo pake sudut pandang orang ketiga, Kita bisa tau Secret Admirernya itu siapa. Gue masih bingung di sini. Di satu sisi gue nyangka kalo SAnya itu Yupi, tapi di satu sisi pas part berapa gue lupa, ada hubuunganya sama Andela. Tepatnya pas percakapan Andela sama Elaine. Nah di situ gue bingungnya, dilema kali yak. Segitu aja makasih ^^~

        Suka

  1. Tepat sekali, SA bkn cuma satu org di FF ini. Mungkin lebih jelasnya di part2 selanjutnya xD.
    Lagipula masih bnyk character yg blum keluar, tapi sedikit info, ff ini kemungkinan cuma smpai part 39/40 han 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s