Wizards and Warriors, part1

Perkenalkan nama gua Rio, gue tinggal di kota kudus,jawa tengah yg belum kenal sama kota gue mari gue kenalkan sama kalian semua. K3? K3 itu kepanjangan dari kudus kota Kretek. Kota gue terkenal karenal karena di kudus ada dua makam penyebar agama islam di jawa tengah khususnya di kota gue sendiri kota kudus,jawa tengah kedua sunan yg gue maksut itu adalah sunan kudus sama sunan muria. Kenapa kota gue di panggil kota kretek karena kota gue terpampang jelas pabrik-pabrik rokok terbesar di indonesia Seperti Djarum dan beberapa perusahan rokok kecil lainnya seperti pamor dan nojorono. Soal kuliner dan wisata alam di kota kudus juga ada makanan khas yg berupa jenang kudus,kripik pare,garang asem dan masih banyak lain yg gak bisa gue sebutin satu persatu-satu ke lo semua.

Kalau soal wisata alam adanya di daerah dawe dan colo. Wisata air terjun dan pemandangan yg masih alami tanpa di campur tangani oleh tangan manusia. Gak kalah sama puncak bogor,kalau di puncak kan ada yg namanya tempat esek-esek tuh di kota gue juga ada tapi bukan sepenuhnya milik kota gue,karena tempat malam itu dibuat oleh kota pati tapi di tempatkan di kota gue,dan pengunjungnya bukan dari warga kota gue sendiri,pengunjungnya dari luar kota kudus. Oh iya di kota gue itu juga ada monumen selamat datang termegah se asia tenggara nggak kalah dari jembatan Suramadu sama lainnya. Tempatnya itu di perbatasan kota demak dan kota kudus,jika kalian lewat jalur pantura pasti kalian akan melewati kotaku itu kok. Kalau malam masqoute kota gue sangat bagus sekali. Udah ya perkenalannya dan info-info soal kota gue mari kita kembali ke cerita saja.

-0-

Pada saat aku sedang melintasi area perkebunan pisang yg sangat luas dan lebat juga tentunya. Aku melihat seorang bapak-bapak berpakaian rapih itu masuk kedalam ke perkebunan pisang milik tetanggaku yg udah lama gak pernah di urus lagi sama tetanggaku. Katanya banyak warga yg mendengar suara jeritan seorang cwe dari dalam kebun milik tetanggaku itu setiap malamnya dan memang bener pada saat aku sedang ngeronda malem-malem sama temen, aku memang mendengar sendiri rintihan kesakitan dari dalam kebun pisang milik tetanggaku itu. Banyak mitos tersebar di masyarakat katanya kebun pisang tetanggaku itu di jadikan pembuangan makhluk astral dan semacamnya lah. Tapi ya ada benarnya juga sih,kan biasanya pohon pisang itu tempat persembunyiannya pocong ya panteslah kalau setiap malem warga tempat gua tinggal jarang ada yg lewat di depan perkebunan pohon pisang milik tetanggaku itu. Pagi harinya aku yg udah wangi akan gebyuran parfume merek Casanova  langsung berangkat ke sekolah menggunakan sepeda kesayanganku ini. Sesampaiinya aku di parkiran sekolah aku langsung di hampirin adik kelasku yg manisnya kayak gulla dan imutnya lebih imut dari pada marmut.

“Iya yupi. Ada apa?”

“Kak bantuiin yupi ngerjaiin soal ini donk” kata Yupi sambil memperlihatkan soal Ekonomi yg susah di pahamin nya itu.

“Iya nanti aku ajarin tapi kalau bisa ya” balasku sambil berjalan merangkul yupi kearah koridor kelas kami yg kebetulan bersebelahan.

“Yah!!!…”

Pada saat yupi dan aku sedang jalan bareng menuju ke koridor kelas kami, kakinya yupi di selengkrang oleh seseorang dari belakang. Alhasil yupi terjatuh kelantai.

“Aduhh!!!..” rintih yupi sambil bangun dari lantai dan langsung membersihkan roknya.

“Kamu nggak apa-apa yup?” tanyaku.

“Nggak apa-apa kok kak”

“Heh lo maksut lo apa ngejatuhin adek kesayangan gue kayak gitu hah” Aku sambil mencengkram kerah baju cwo yg ngejatuhin yupi tadi.

“Oopp…oppp..Woles santi bro nggak usah emosi lo,santai aja kayak di pantai” kata cwo itu sambil melepaskan cengkramanku di kerah bajunya.

“Kak udah kak udah,kakak jangan bertengkar kak,lebih baik kita pergi aja kak…Ayoo…” yupi sambil menarik-narik tanganku.

“Awas lo,kalau lo masih berani gangguin dia lagi. Lo abis sama gue!!” kataku sambil ngedorong itu cwo kebelakang.

“Santai aja donk lo, nggak usah pakek ngedorong-ngedorong gue kayak gini kalik” cwo itu sambil ngelempar botol bekas kaleng minuman bersoda kearah gue.

Klotakk!!!

Botol kaleng bekas minuman soda yg di lemparkannya tadi kena kepala gua, gue yg pada saat itu sudah emosi luar biasa langsung memukuli cwo yg gayanya tengil banget kayak tadi. Hingga cwo yg gue hajar itu membalas menghajarku, anak-anak yg melihat gue bertengakar hanya asik menonton saja dan menyoraki  kami itu. Yupi yg pada saat itu panik langsung berlari ke ruangan guru BP dan seperti biasanya jika ada perkelahian di kawasan sekolah hukumannya adalah Drop Out dari sekolahan. Dan sialnya lagi yg Di DO dari sekolahan itu aku bukan cwo yg cari gara-gara sama aku tadi dan tadi gue dapet info dari anak-anak kalau cwo yg gue hajar itu adalah anaknya pemilik yayasan sekolahanku itu.

Emang hari yg menyesalkan buatku, jam 10 pagi aku pulang ke rumah dengan rute yg sama dengan melalui perkebunan pisang milik tetanggaku itu dan seperti biasanya juga aku melihat bapak-bapak berpenampilan rapi masuk kedalam perkebunan pisang milik tetanggaku itu. Aku yg penasaran dengan bapak-bapak yg berpenampilan rapi itu langsung masuk aku ikuti bapak itu secara diam-diam dari belakang. Di dalam tengah-tengah kebun pisang, aku sudah tidak bisa lagi melihat kemana perginya bapak-bapak tadi yg aku ikuti itu. Karena aku lost contact dengan bapak-bapak berpakaian jas rapi yg masuk ke dalam kebun pohon pisang tetanggaku itu. Aku memutuskan untuk pulang saja dari pada aku merinding ketakutan di dalam tengah-tengah perkebunan pisang tetanggaku itu. Setibanya di rumahku, aku langsung menyalakan DVD Film kesukaanku itu. Saat aku sedang asik menonton DVD suara ketukan pintu dari luar terdengar.

“Eh yupi,ayo masuk dulu yuk” ucapku sambil membukakan yupi pintu depan.

“Makasih kak…”,

“Kak maafin yupi ya,gara-gara yupi kakak di DO dari sekolahan” kata yupi sambil menundukan kepalanya.

“Udah kamu nggak usah sedih gitu,lagian kamu nggak salah kok yup. Kakak aja yg salah kenapa kakak tadi kepancing emosinya anak pemilik sekolahan” balasku, mendangakan kepalanya yupi sambil menyeka air matanya menggunakan kedua ibu jariku.

“Tapi yupi tetep salah kak,kenapa yupi tadi pagi pakek jatuh segala” kata yupi lagi.

“Udah kamu nggak usah bahas-bahas itu lagi..” aku sambil memeluk yupi dari samping.

“Iya kak,oh iya kak tadi pagi kan kakak belum ajarin yupi soal materi ini kan?. Sekarang ajarin yupi ya kak” pinta yupi, memperlihatkan buku catatan ekoniminya yg tadi pagi .

“Iya-iya adek kakak yg paling manis sendiri,uuu gemes deh kakak. Sekarang kamu ganti baju dulu gih sana cepet,baru nanti kakak ajarin kamu ” kataku sambil nyubit kedua pipinya yupi.

“Huft.. Apaan sih kak pakek narik-narik pipi aku deh,sakit tau kak” ketus yupi sambil manyun.

Ya walau pun yupi itu bukan adik kandung aku sendiri tapi aku udah anggep yupi itu seperti adik kandung aku sendiri, bahkan mamanya yupi kalau main kerumah aku suka bawa baju gantinya yupi dan di titipkan keaku karena yupi itu anaknya nggak suka diem kalau main dirumah bikin berantakan rumah aja, anak kecil yg luar biasa padahal umurnya baru 16 tahun tapi sifatnya masih kayak anak kecil aja. Iya sih gua mirip kayak beby sister tapi kalau baby sisternya seorang Cindy yuvia mah aku tak apalah. Toh juga anaknya imut dan mengemaskan juga tentunya lucu dan cantik lagi. Setelah yupi menganti pakainnya yupi langsung aku ajariin cara menjawab semua pertanyaan yg ada di buku tugas ekonominya .

itu.   “Sekarang kamu udah paham belum?”

“Yupi udah paham kak,makasih kak” balas yupi sambil senyum

Bersambung…..

Created:@lastwota

Iklan

2 tanggapan untuk “Wizards and Warriors, part1

  1. Boleh komen ya!
    Rio, di blog ini gw udh sering liat cerpen/cerbung lo di posting. Gw cuman mau ngasih saran nih.
    Kalo bisa (tapi emang harus sih), Nama orang, dan tempat itu awalnya Pake huruf kapital.
    Dalam dialog usahain lo pake Titik atau koma (Tergantung unsur ‘siapa bicara’ di belakangnya). Contoh: (“Eh Yupi, masuk dulu yuk,” Ucapku sambil membukakan pintu) pake ‘koma’ karena pake unsur ‘Ucapku’ yang bicara.
    Narasi kalo bisa pilih salah satu gaya bercerita naratornya, (Aku, Gue, atau Gua), ga usah di campur.
    Segitu dulu kali ya? Gw juga masih belajar buat paham betul sama ‘aturan’ dalam nulis cerita. Ga ada niat lain selain ngasih saran doang supaya yang baca juga enak/nyaman baca cerita lo.
    Btw, untuk ceritanya gw belum ngerti ide-nya kaya gimana, Masih part-1 soalnya.
    Lanjut bro… Thanks!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s