Lost and Back, Part58

wpid-wp-1440503288877.jpeg

BLARRRRR

Kumpulan plasma peledak diselimuti tornado sukses mengenai Sinka.

“Bagus.”gumam Lidya.

“Yeayyy….”sorak Viny kegirangan.

Kemudian Naomi menghampiri mereka berdua.

“Terima kasih atas bantuannya.Kalian hebat.”ucapnya.

“Ah..tidak juga.”ucap Viny.

Kepulan debu mulai menghilang.Posisi Sinka yang sudah terkapar semakin jelas.

“Apa dia sudah mati?”tanya Lidya.

“Belum,dia tidak akan mati semudah itu.Lagipula,aku tidak ingin membunuhnya.”jawab Naomi.

“Ehh..??Memangnya kenapa?Bukankah dia selalu membuat masalah?”tanya Viny.

“Aku tau.Tapi,bukan itu masalahnya.Dia adalah temanku,uhh..tidak,dia adalah teman kita.”ucap Naomi.

“Teman kita?Maksudmu?”tanya Lidya.

Naomi berjalan mendekati Sinka.Lalu Lidya dan Viny mengikutinya.

“Astaga..!!”

“Sin..Sinka..??!!”

Naomi hanya diam menatap Sinka yang sudah tak sadarkan diri.Di samping tubuhnya terdapat pecahan topeng yang semula ia kenakan.Itulah sebabnya Lidya dan Viny tidak mengenalinya saat bertarung tadi.

“Bagaimana mungkin?”tanya Lidya.

“Entahlah,aku juga tidak mengerti.Saat pertama mengetahuinya,aku juga terkejut.”ucap Naomi.

“Sinka..tidak kusangka anak itu adalah orang jahat.”ucap Viny.

“Tidak,aku yakin dia bukan orang jahat.”sangkal Naomi.

“Lantas,kenapa dia menyerang kita di sekolah?Dan sekarang dia membuat onar di penjuru kota.”

“Dia hanya salah memilih jalan.Ada orang lain di balik semua ini.Dan orang itu berhasil mempengaruhi Sinka untuk berbuat kejahatan.”jelas Naomi.

“Tapi….”

SYUUUUTTT

“Awass..!!”

Tiba-tiba bayangan hitam muncul dari dalam tanah.Untung saja Naomi menarik Lidya dan Viny agar menjauh.

“Apa itu?”tanya Viny.

Bayangan itu menyelimuti tubuh Sinka hingga akhirnya membentuk sebuah bola raksasa.

WUSSSHHH

Tiba-tiba bola itu melesat dengan cepat dan menghilang.

“Itu kekuatan dari orang yang kuceritakan tadi.”ucap Naomi.

“Siapa dia?”tanya Lidya.

“Nanti saja kuceritakan.Sekarang,ayo pergi.Ada yang harus aku temui.”

SYUUUTT

Sayap Naomi kembali muncul.Ia mengulurkan kedua tangan dan diterima oleh Lidya dan Viny.

WUSSSSHH

~o0o~

“Hossshh..hossshh….”

Minato tampak terengah-engah.Tenaganya berkurang drastis setelah bertarung melawan Jiro.

TAP

Yuuto menghampirinya.

“Kau tidak apa-apa?”tanyanya.

“Aku tidak apa-apa.Hanya saja….”

BRUGKKK

Minato terkapar.

“..aku sangat lelah.Hosh..hoshh….”ucapnya.

“Kau ini….”

BRUGKKK

Yuuto ikut berbaring di sebelahnya.

“Kau pikir aku tidak?Huffftt….”ucapnya sambil melepas topeng.

WUSSSHH

Angin berhembus,cukup memberikan hawa segar untuk mereka.

“Hmmm..jadi begitu ya?Dia juga menang.”ucap Yuuto.

“Dia?Siapa?”tanya Minato.

TAP

Hentakan di tanah membuat Minato menoleh ke kiri.

“Kalian??”ucapnya.

“Sudah kuduga,kau pasti tidak akan kalah.”ucap Naomi seraya melepaskan topengnya.

“Kau..Minato kan?”tanya Lidya.

“Hahaha…ternyata aku cukup terkenal ya?Kau bahkan tau namaku.”ucap Minato.

“Ck.Dasar.”

Lalu Minato bangun.

“Ehh..dia….”

Kepulan debu mulai hilang.

“Ternyata..dia itu manusia?”

“Iya.”jawab Yuuto.

“Apa dia mati?”

“Belum.Dia tidak selemah itu.Dan kau pasti kenal orang itu.”

“Ehh..??Aku..??”

Yuuto mengangguk.Lalu Minato berjalan perlahan mendekati Jiro.

“Jiro..??!!”

Minato sangat terkejut.

“Kenapa?Kenapa dia….”

“Sebenarnya,sejak dulu aku sudah merasakan keanehan pada dirinya.”ucap Yuuto seraya bangun.

“Dan kusarankan,mulai sekarang,berhati-hatilah dengannya.”tambahnya.

“Tapi..kenapa.??Bukankah dia teman satu team kita?”tanya Minato.

“Aku tau itu.Tapi,untuk saat ini,dia adalah teman yang berbahaya.Jadi berhati-hatilah.”

“Jiro….”batin Minato.

Ia mengepalkan tangannya.

SYUUUTT

“Huhh..??!!”

“Minato..menjauh!!”seru Yuuto.

Sama halnya yang terjadi pada Sinka.Bayangan hitam menyelimuti tubuh Jiro.Kemudian melesat dan hilang.

“Sepertinya,saat ini dia tidak bergerak.”ucap Naomi.

“Ya.”

Yuuto menoleh ke belakang.

“Tapi,sepertinya dia tidak akan menghentikan mereka.”ucapnya.

“Ayo,kita pergi.”ajak Naomi.

“Tunggu,mau kemana kalian?”tanya Minato.

“Ada yang harus kami lakukan.”jawab Yuuto.

“Makhluk-makhluk itu?”tanya Lidya.

“Kalau begitu ayo kita lakukan bersama.”ajak Minato.

“Ya,ayo.”ucap Viny.

“Kalian….”gumam Naomi.

Lalu ia menatap Yuuto dan Yuuto pun mengangguk.

~o0o~

“Terlalu banyak.”

Hanna tampak dikepung oleh puluhan makhluk-makhluk aneh.

“Cih..sepertinya aku juga harus menggunakan fisikku.”

Ia menyarungkan senapannya.

“GRRRRRR….”

BUAGKKKK

Karena sisa peluru yang ia miliki tinggal sedikit,Hanna bertarung dengan tangan dan kakinya.

JRUATTTT

“Arghhh..menjijikkan.”

Darah makhluk itu mengenai wajah Hanna ketika ia memukul tepat di mulutnya.

BUAGKKKK

“Hoshh..hoshh….”

Hanna mulai terlihat kelelahan.

“Sial..mereka terus berdatangan.”

SRETTTT

“Arghhh….”

Tak disangka makhluk itu mencakar lengannya hingga berdarah.

BUGKKKK

Dan akhirnya Hanna tersungkur karena terkena pukulan.

“Gawat..!!”

Makhluk-makhluk itu mengerumuninya.

“GRRRRRR….”

BRUAGKKK
BRUAGKKK
BRUAGKKK

Tiba-tiba makhluk-makhluk itu jatuh.

“Uhhh..ada apa?”

Lalu ada sebuah bola menggelinding di samping Hanna.

“Bola?”

Ia mendengar langkah kaki dan langsung menoleh ke belakang.

“Kau tidak apa-apa?”

“Kau…Minato??”

Ternyata itu Minato.Ia pun membantu Hanna berdiri.

“Kau terluka.Sebaiknya kau istirahat dulu.”ucap Minato.

“Tidak,aku tidak apa-apa.Arghhhh….”bantah Hanna.

“Kau yakin?Sepertinya kakimu juga terkilir.”

“Hmmm..baiklah,aku tidak punya pilihan lain.”

Hanna mengeluarkan senapannya.

“Gunakan ini.Tapi..pelurunya tinggal sedikit.”ucapnya.

“Tidak,aku tidak membutuhkan itu.”ucap Minato seraya mengambil bolanya.

“Ini sudah cukup.”

Ia melempar bolanya setinggi dada lalu menendangnya.

BRUAKKKKK

Makhluk-makhluk itu terlempar sangat jauh.

“Itu tadi..bagaimana bisa…??”tanya Hanna.

“Nanti saja kuceritakan.Aku harus selesaikan ini dulu.”

Minato kembali menyerang mereka.

~o0o~

BUGKKK…

“Katsu..!!Aku menang!!”teriak Viny.

“Hey,jangan terburu-buru.Mereka masih banyak.”ucap Lidya.

“Hehehe…maaf.”

Mereka berdua melawan makhluk-makhluk itu.

“Hyaahh….”

BUGKKK
BUGKKK

Lidya menjatuhkan 2 sekaligus.

“Lidya..!!”tiba-tiba Viny berteriak.

Lidya langsung merespon dengan mengangkat badan Viny lalu memutarnya.

BRUAGKKKK

Salah satu makhluk terpental.

“Yeahhh….”

Benar-benar kerjasama yang bagus.

“Bagus,kita memang team yang hebat.”ucap Lidya.

“Tentu saja.”sahut Viny.

Namun tiba-tiba..

“AAAAAAAA….”

Dari kejauhan nampak seorang anak kecil berteriak.Di depannya sudah ada makhluk aneh itu.Lidya dan Viny langsung berlari.

“Gawat..kita terlalu jauh.”ucap Lidya.

BRUAGKKK

“Eh..??”

Tiba-tiba makhluk itu terjatuh.

“Dimana ibumu?”

Seorang laki-laki berjongkok di depan anak itu.

“Anakku….”

Tiba-tiba ada seorang wanita berlari sambil berteriak.

“Ibu….”

Anak yang sudah menangis itu langsung memeluk ibunya.

“Bawa anakmu pergi dari sini.Cepat.”ucap laki-laki itu.

“Baik.Terima kasih.”

Wanita itu pun membawa pergi anaknya.

“Kau..!!”

Laki-laki itu menoleh.

“Apa yang kau lakukan disini?”tanya Lidya.

Ternyata laki-laki itu adalah Rein.

“Perlukah ku jelaskan?”

“Cih..lebih baik kau jangan menambah masalah.”ucap Lidya.

“GRRRRR….”

Mereka kembali bertarung dengan makhluk-makhluk itu.

~o0o~

WOARRRR

Yuuto membakar semua makhluk aneh di depannya.

“Sial..berapa orang yang sudah mati di kota ini?”

Ya,makhluk-makhluk itu terus berdatangan tanpa henti.

“Hanzai benar-benar keterlaluan.”ucap Naomi.

“Orang itu memang selalu merepotkan.”ucap Yuuto.

Yuuto membuat puluhan bola api.Lalu Naomi menghempaskannya ke semua arah dengan tornado.

BLARRR
BLARRR
BLARRR

“Sepertinya di sekitar sini sudah tidak ada.”ucap Naomi.

“Ayo pergi.”

 

* To be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s