“Haunted Villa”

Pagi hari yang cerah mengawali hariku.Terdengar suara yang selalu mengusikku,tapi entah kalau suara itu tidak ada pasti sunyi juga dunia ini.

“Reza!!! Dendhi!!! Ayo bangun! Udah jam berapa,ntar telat sekolah”kata ibuku membangunkanku dan kakakku.Ya pasti kalian ingin tau mengapa aku dan kakakku kesiangan.Oke gini ceritanya…

Aku dan kakakku semalem main PS sampai malem dikamarku.Yah kami sangat suka bermain Winning atau pun PES karena memang kami hobi main bola juga sih.Oke semalem kita taruhan,siapa yang menang ke sekolah pake mobil kalau yang kalah ke sekolah jalan kaki.Tapi hasilnya kami draw hehehe menyakitkan tapi gak terlalu buruk juga.Aku juga tidak terlalu suka naik mobil,aku lebih suka naik motor.Oke pagi ini aku dan kakakku hendaknya berangkat sekolah dengan terburu-buru.Dengan separuh nyawa yang sadar aku menjawab panggilan ibu

“Iya Bu sebentar! Ini aku sama kakak udah bangun”kataku

“Kak Den,ayo bangun udah jam 6 nih”kataku menggoyangkan tubuhnya

“Iya,kamu aja yang mandi duluan”jawab kak Dendhi

Aku langsung mandi hanya sekitar 10 menit lah.Setelah itu kak Dendhi juga ikut mandi *aku udah keluar dari kamar mandi -_-*.Oke kenalin nama ku Ahmad Fahreza tapi kalo di sekolah panggilanya Rezalical (Ical dalam bahasa jawa disingkat Cah Ilang ‘anak ilang’).Gak tau juga kenapa,temen-temen bilang karena aku datang gak diantar, pulang gak dijemput. Dan kakak ku namanya Dendhi Yoanda.Kakak yang baik,pokoknya temen main lah di rumah tapi kadang-kadang usil banget. Aku duduk di kelas X dan kakakku di kelas XI di SMA JKT48. Abis mandi, kami pake seragam dan sarapan bareng di ruang keluarga sambil berbincang.

“Kak,sekolah kita kayaknya beberapa hari lagi atau mungkin besok libur” kataku

“Oh iya ya,ini masih event tahun baru juga.Sekolah juga pasti masih ada rapat kepengurusan dana BOS sama Kurikulum 2013” kata kakakku menenggak segelas susu

“Gimana kalo kita liburan aja gimana?” ajaku

“Boleh juga,pikirin nanti aja deh.Yuk ke sekolah ntar telat” kata kakakku

Setelah aku dan kakakku siap,kami langsung bergegas ke sekolah. Aku naik motor ninja kawasaki RR berwarna merah dengan corak putih, dan kakakku dengan mobil Innova hitamnya.

Setelah sampaidi sekolah, kami parkir dan menuju kelas masing-masing.Gak usah di ceritain ya pelajaranya kayak gimana, pasti membosankan puff banget. Fisika sama Matematika selama 4 jam bikin aku amnesia kayaknya. Kalo kakak ku mah enak,hari ini dia pelajaranya Cuma bahasa Indonesia sama Penjas. Bel istirahat pun telah berbunyi pertanda istirahat, aku bergegas ke kantin bersama temanku namanya Rusdi. Kalo Kalian pengen tau orangnya pasti nyesel, cek aja profilnya di @RusdiMWahid di twitter and semoga Kalian nyesel kalo kenal.Pas di kantin, aku ketemu kakak ku

“Kak,kita jadi liburan kan?” tanyaku

“Iya jadi,tapi kemana?” tanya kakakku

“Hey cowok-cowok,boleh gabung gak?” tanya seorang Vedadari tanpa sayap*terlalu lebay

“Lagi bahas apa sih?” kata Melody disusul Yupi ,Nabilah, dan Naomi

“Ini nih,kita lagi bahas liburan,tapi kemana?”kataku. Tak terduga tiba-tiba ada selembar kertas yang tiba-tiba aja terbang dan mendarat tepat di wajahku.Aku membaca kertas tersebut…

“Datanglah berlibur di villa Nusa Bandung Ang…*brosur sobek* fasilitas lengkap, villa mewah, dan perkebunan teh yang bisa anda jelajahi. Bukan hanya itu,hamparan gunung dan sawah di halaman belakang villa ikut menghiasi keindahanya. Selamat Datang!!!

Bandung,Cirebon (Dekat desa Mis*brosur sobek*)”

“Wah villa!, keren juga tuh Zal” kata Rusdi manggil aku dengan nama Zal

“Oh kalian mau liburan, keren tuh kayaknya tempatnya”kata Kak Ve

“Iya,kita ikut dong”kata Yupi dengan wajah imutnya

“Iya dong”timpal Naomi dan Nabilah

“Gimana kak?”tanyaku

“Yaudah,besok kita berangkat.Kumpul di rumahnya Reza.Yang bawa mobil harus 2,yang satu aku satunya lagi siapa?”kata kak Dendhi

“Mobil aku aja Den”kata kak Ve

“Oke fix besok kumpul dirumahku jam 8 pagi ya”kataku

“Oke!”jawab semuanya

Sekolah akhirnya liburan dan malam ini aku sedang membereskan barang-barang untuk besok ke villa Bandung Ang… apalah itu.Aku melihat kak Dendhi yang merenung sambil memegang brosur itu

“Kak ngapain?” tanyaku yang spontan membuat lamunan kak Dendhi tersadar

“Oh nggak Cuma ngeliat brosur tadi sama liat fasilitas villanya” kata kak Dendhi

“Yaudah daripada ngelamun, mending bantuin aku siap-siap barang buat besok” kataku

“Yaudah yuk”kata kak Dendhi

“Kayak ada hal yang aneh sama villa ini,terus kelanjutan brosur sobek ini… mencurigakan” batin kak Dendhi dalam hati.Setelah semua barang selesai,kami berdua tidur menunggu besok pagi.

Keesokan paginya

“Ayo kak bangun,kita siap-siap.Temen-temen udah nungguin di depan tuh” kataku

“Yaudah,mending kita mandi dulu dan sarapa dikit lumayan buat ganjel perut” kata kak Dendhi dan aku melakukan semua perintahnya.Setelah mandi dan sarapan,aku dan kakak menemui teman-teman yang sudah menunggu di depan

“Oke semuanya udah siap?” tanyaku

“Udah”jawab semuanya

“Eh tunggu,kita bagi jadi 2. Mobilnya kak Dendhi yang nempatin aku,Yupi, Kak Naomi sama kak Melody,dan kak Dendhi yang nyetir.Mobilnya kak Ve yang nempatin Rusdi,kak Ve,sama Nabilah yang nyetir Rusdi aja deh”kataku menjelasakan.

Kami akhirnya berangkat menuju ke daerah Bandung, Cirebon.Saat perjalanan kami asyik berbincang dan bercanda ria di mobil masing-masing.Karena kurang tau arah,di tengah perjalanan kami bertanya pada salah satu warga Bandung.

“Pak,tau alamat ini?”tanyaku sambil menunjukan brosur villa tersebut

“Oh ini,tau mas.Deket kok tinggal sekitar 5 km lagi.Tapi saya saranin mending mas pulang lagi aja”kata bapak itu

“Lah kenapa pak???” tanyaku heran

“Sudah mas dan teman-teman pulang saja,saya tidak bisa menceritakanya.Maaf saya permisi” kata bapak itu dan berlalu pergi.Aku hanya heran dengan perkataanya tadi.Ah sudahlah,mungkin jangan ke sana gara-gara tempatnya rame,makanya disuruh pulang.

Setelah 5 km akhirnya kami menemukan sebuah desa,sepi sekali.Setiap perjalanan hanya jalan tanah yang dilewati.Rumah-rumah gak terlalu banyak dan hampir tidak ada satu orang pun yang ada dan bisa ditanyai. Kami masih asik bercanda sedangkan kak Dendhi tidak.Eksresinya menunjukan ketakutan dan kekhawatiran, tapi aku tidak menghiraukanya. Akhirnya kami menemukan seseorang nenek tua dengan tongkat sedang berjalan bungkuk.Aku bertanya pada nenek itu

“Nek permisi,villa ini dimana ya?” tanyaku. Nenek itu hanya menunjukan tongkatnya ke sebuah arah tanpa menjawab pertanyaanku.Aku mulai merasa ganjil di sini.Sudahlah,aku pun menyuruh kak Dendhi mengikuti arah yang ditunjukan nenek tadi.

Benar ternyata terdapat sebuah villa yang bertuliskan “Villa Bandung Anggraeni”, oh ternyata Ang di brosur kemarin itu Anggraeni.Villa yang besar dengan hamparan kebun teh di depan. Tak lupa juga hamparan sawah dan gunung di belakang villa ikut mewarnai indahnya.Kami pun masuk ke dalam vila tersebut untuk mencari pemilik villa, ya untuk menyewa villa ini.Aku mengetuk pintu villa tapi sudah sekian lama tidak ada orang yang keluar, aku memutuskan untuk masuk.Saat masuk, villanya gelap dan hawanya cukup dingin padahal aku sudah menggunakan jaket.Tiba-tiba

“Selamat datang” ujar pria paruh baya, yang mengagetkan aku dan teman-temanku

“iii…iya pak” balas Yupi

Seketika kakakku melihat orang itu

“wajahnya orang ini kayak ada luka sayatan” bisik kakakku ke aku

“Selamat datang di Villa Bandung Anggraeni, semoga betah di sini” ujar penjaga villa itu sambil tersenyum kepada kak Ve

“Senyumnya orang ini beda, Kayak senyum penjahat aja” bisik Yupi ke kakakku

“Kalau perlu apa-apa, silahkan panggil bapak ya, rumah bapak persis di samping Villa ini” ujar orang itu

“Oh iya, nama bapak pak Asep” ujar orang itu.

“Iya pak, makasiiih ya” balas kakakku

Orang itu kemudian pergi, lalu aku, Rusdi, dan kakakku langsung masuk ke dalam villa,

Sedangkan Yupi dan kak Ve sedang duduk di ayunan. Melody, Nabilah, dan Naomi sedang duduk di depan Villa ini

“Enak banget ya di sini” ujar Nabilah

“Iyaa… hawanya enak banget, nggak kayak di Jakarta” balas Naomi

“Iyalah, kalo di Jakarta kan hawanya udah panas, banyak asap, pokoknya nggak enak banget deh” balas Melody

Sedangkan aku, Kakakku, dan Rusdi langsung naik ke lantai dua, melihat ruangan demi ruangan. Ketika masuk ke salah satu ruangan, tiba-tiba kak Dendhi kaget. Dia langsung mundur beberapa langkah dan sukses menabrak ku

“Apaan sih kak?” kataku

“Kamu nggak liat? Itu ada ibu-ibu di sana lagi berdiri persis di depan pintu kamar ini” bisik kakakku. Aku hanya tertegun. Ya, kakak ku memang memiliki ‘Sesuatu’ yang nggak di miliki oleh semua orang, yaitu kakak ku bisa melhat makhluk gaib

“Woiii… ayo masuk” Ujar Rusdi mengagetkan kita

“Mana barangmu, aku bawain, kamu ngomong aja ya ke cewek-cewek, kamar nya di lantai dua, di sebelah kiri” ujar kak Dendhi

Aku pun langsung turun ke depan, sesampainya di depan

“eh lads.. kamar kalian di lantai dua ya, di pojok kiri” kata ku

“oke deh” ujar Melody

“cal, aku bisa ngomong sebentar” Tanya kak Ve

“Bisa kak, emangnya ada apa?” tanyaku

Kak Ve langsung menarik tanganku menjauh dari kawannya

“Dendhi itu sukanya apa sih?” Tanya kak Ve

“Hmmm… dia itu suka ngegame, sama makan, kenapa kak? Jangan-jangan…” ucap ku menggantung

Kak ve Hanya mengangguk pelan, ku lihat pipinya memerah

“Tapi kak Dendhi nggak terlalu peka orangnya kak” balasku

“jangan bilang ke dia ya” kata Kak Ve lagi

“Oke deh” ujar ku, ku lihat kak Ve mulai kembali ke kawannya, sedangkan aku hanya menikmati pemandangan gunung dan sawah, dan tiba-tiba…

“Za kamu ngapain? Kamu nggak tau kalo ada orang ngikutin kamu?” Tanya orang itu yang ternyata kak Dendhi

“Nggak kak” jawabku singkat

“Aku ngerasa gak enak sama Villa ini Za” Balas Kak Dendhi

Tiba-Tiba

“KYAAAAAAA” suara terakan cewek terdengar

“Ayo kita ke sana Za” ajak Kak Dendhi

Kita pun bergegas menuju ke tempat tidur cewek yang ada di lantai dua, di sebelah kamar cowok, tepatnya. Sesampai nya di sana aku melihat Yupi tengah di peluk oleh Melody, keliatannya dia shock banget

“Ono opo toh iki?” Tanya kak Dendhi

“Kamu ngomong apa sih Den? Aku nggak tau” balas Kak Ve

“Oh iya, kalian kan nggak bisa bahasa jawa ya” Kak Dendhi hanya terkekeh

“Ada apa ini?” Tanya kak Dendhi mengulang pertanyaan nya

“Ini kak Den, aku tadi kan lagi ngaca, tiba-tiba di belakang aku ada cewek, muka nya ancur banget kak” balas Yupi yang tengah terisak

Lalu kak Dendhi melihat ke arah cermin yang ada di lemari.

“Shit, itu orang wajah nya ancur banget” kata Kak Dendhi dalam hati

“Ya udah deh, ntar makan di sekitar sini yuk” ajak kak Dendhi

“Tadi si Perempuan itu nunjuk ke arah meja, kira-kira ada apa ya di meja” Tanya kak Dendhi dalam hati.

“Eh rek, jangan  ada yang ngelamun ya” kata kak Dendhi kepada semua nya

‘Kenapa sih bro? jangan bikin parno deh” balas si Rusdi

“Iya, kenapa sih?” Tanya Ve

“Udah lah, jangan kepo deh” balas Dendhi

Lalu kak Dendhi pergi ke meja yang keliatannya sih udah tua banget. Dia buka laci yang ada di meja itu, dia nemuin Diary yang udah nggak pernah di buka. Lalu dia pergi keluar. Hari udah beranjak malem, aku sama Kak Dendhi, dan semuanya udah siap buat cari makan.

Nggak butuh waktu lama, kami pun akhirnya sampai di sebuah warung (tadinya sih mau ngetik rumah makan, tapi di desa kayaknya nggak ada rumah makan, akhirnya ya udah, nulisnya warung aja :v)

“Mbak, pesen nasi sama Mie instan delapan, minum nya teh hangat ya” kata kak Dendhi

“Jangan panggil mbak, panggil aja kinal, kita kan seumuran” balas penjaga warung makan itu

“Aku teh nggak pernah liat kalian, kalian pendatang?” Tanya orang itu lagi

“Iya, kita pendatang” balas Melody

“Kalian teh dari mana?” Tanya Kinal lagi

“Kita dari Jakarta” balas Yupi

“Tapi dua orang ini asal nya dari Jogja” balas Nabilah sambil nunjuk aku sama Kak Dendhi

“Kalian nginep nya di mana?” Tanya Kinal itu sembari dia memasak Mie instan yang sudah kita pesan

 

“itu di Villa Bandung Ang… apa sih, susah amat namanya” balas Rusdi

“Kalian nginep di Rumah Bandung Anggraeni itu?” Tanya bapak-bapak yang nongol

“Iya pak” balas Yupi

“Kenapa emangnya pak?” Tanya ku

“dulunya ada keluarga yang nginep di sana, Cuma mereka nggak keliatan, mobilnya pun ngilang, dan semenjak itu, banyak penampakan Makhluk Astral di villa itu, warga sini mah nggak ada yang berani yang lewat sana, apalagi kalo jam dua belas selalu ada bau wangi bunga Melati sama bunga Kamboja” kata bapak-bapak itu lagi

“Kalo bisa kalian malam ini cari villa yang lain, apalagi ini malam jum’at kliwon” kata Kinal lagi.

“Hmmm… ya udah deh, besok pagi aja teh kita pulangnya, sekarang udah malem banget” kata ku

Setelah membayar semuanya, kita langsung pulang ke Villa lagi, sesampainya di villa wajah kak Dendhi sama Yupi yang awalnya gembira langsung berubah.

“Siapa anak cewek itu? Dia tiba-tiba nongol di ruang tengah Villa itu” kata Kak Dendhi

“Cewek? Di mana Den?” Tanya Kak Ve

“masa kalian tadi nggak liat dia sih? Dia tadi duduk di sini, sambil ngeliatin kita” kata Kak Dendhi yang menunjuk tempat di mana (Katanya) sih cewek itu ada

“Kak, kalo ngantuk bilang dong” kata ku

“Kampret kowe, aku iki ora ngantuk cal” kata kak Dendhi dalam bahasa jawa.

“Ya udah, mending kita tidur, ini juga udah jam sebelas” kata Naomi

“Baru besok nya kita pulang” tambahnya

“ya udah deh” balas semua nya

Lalu villa itu tadi berubah jadi sepi banget, karena penghuni nya udah pindah ke kamar semua, sesampainya di kamar, karena ngantuk dan lelah, aku pun langsung tidur, namun tidak dengan kakakku ini, dia membuka diary yang tadi ada di kamar Yupi

“Diary ini udah lama nggak di buka” kata kak Dendhi pelan

Ketika kak Dendhi melihat ke arahku, sosok cewek yang tadi hancur banget mukanya tiba-tiba muncul dari jendela Villa itu sambil ngeliatin dia, lalu dia ngilang. Ketika ngilang, lalu dia ngeliat ke tempa tidur, ada pemandangan yang nggak enak banget

“Kampet, kayaknya adikku ini udah kelamaan ‘Jomblo’ deh, sampe meluk si Rusdi segala” kata kak Dendhi dengan ekspresi wajah dat Face

*DENDHI’S POV*

Setelah ngeliat pemandangan yang nggak enak banget aku lalu pergi ke ruang tengah di villa itu, aku mau baca semua tulisan yang ada di Diary itu. Namun tiba-tiba ada yang memegang pundakku

“Kak, masih belum tidur?” Tanya suara itu

Bulu kuduk ku mulai merinding, karena ini malam jum’at kliwon, dengan berat aku menoleh ke belakang, dan ternyata….

“Kampret kamu Yup, ngagetin aku aja” jawabku sebal

“hehehe… maaf kak” ku lihat dia hanya tertawa cengengesan

“Kamu belum tidur juga?” tanyaku

“nggak bisa tidur kak, kakak bisa liat begituan ya?” Tanya dia

“Hmmm… bisa, aku dari lahir bisa liat begituan” balasku

“Kak, lagi bawa apa tuh? Kayaknya buku itu udah lama banget nggak di buka” balas Yupi

“Ahhh.. ini buku diary yang tadi ada di laci meja di kamarmu Yup, masih inget kan tadi yang pas kamu teriak histeris itu” tanyaku

“Iya kak, mending kita baca bareng-bareng” Yupi menjawab perkataanku

Aku pun lalu membaca Diary itu bersama Yupi, di bagian awal dari diary itu, tertulis nama “Andela Yuwono”

“Hmmmm.. berarti dia pemilik Diary ini” kataku dalam hati

Bandung 12 Oktober 2004

Dear Diary

Hari ini aku seneng banget bisa liburan bareng keluarga ku. Waktu tempuh dari Solo ke Bandung yang lama banget jadi kendala, papi ku harus berhenti. Mungkin tiga kali papiku harus berhenti buat Istirahat.

Bandung 13 Oktober 2004

Ada yang beda dari papiku, malam ini dia mabuk berat.

Seketika ada bau minuman keras tercium memenuhi ruangan di Villa ini, ku lihat Yupi memegang erat tanganku, mungkin dia ketakutan, aku pun melanjutkan nya

Papiku masuk ke dalam kamar mamiku, mengunci kamarnya dan mereka bertengkar hebat, aku yang tak berani melihat mereka, hanya bisa diam di kamarku

Sontak terdengar keributan hebat terdengar dari kamar cewek-cewek, mungkin itu tempat di mana kedua orang tua itu bertengkar.yang lalu terdengar gedoran pintu dari balik kamar itu.

“Bukain dong” teriak Melody

“Jangan main-main woy.. lu pengen gak selamet apa?” teriak Nabilah juga

“Siapapun tolong bukain” teriak Ve

“Kak, kita tolong mereka. Cepet kak” ajak Yupi

Kita pun langsung menuju ke kamar cewek-cewek itu, ketika ku coba, memang sepertinya kamar itu di kunci. Tanpa pikir panjang, aku langsung mendobraknya. Mereka lalu keluar.

“kalian kenapa?” Tanya Yupi penasaran

“Kita tadi pas tidur, tiba-tiba denger orang teriak-teriak di kamar kami, semula sih aku ngiranya itu Nabilah, tapi ternyata ada suara bapak-bapaknya” jawab Ve.

Aku pun tak menghiraukan obrolan mereka, dan meneruskan kegiatanku membaca Diary itu

Dan tiba-tba

 

*To Be Continued*

Karya : @Dendhi_yoanda & @Rezalical

Iklan

12 tanggapan untuk ““Haunted Villa”

  1. wohohoho… akhirnya ada yang horor juga. ini karya duet ya? bagus kok, cuma… gue ngerasa agak kurang aja efek merindingnya, semoga next part bisa buat bulu kuduk berdiri ya…

    Suka

  2. AAAAAAAA.!!!! toloooooongggg!!!” eh bang duo author, kapan nih lnjutannya?? gila penasaranny gw.. knpa lgi seru2nya mlah TBC??
    cepetlanjutlah…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s