Cinta & Sepak Bola, Part 34

2016-01-28_17.21.21

” Lu kenapa, ngelamun teruss..?? ” tanya Aangk heran
” Eh lu Angk, bikin gue kaget aja.. gak gue gak ngelamunnin apa-apa ” jawab Riyan

Aangk pun duduk di sebelahnya

” Udalah Yan, kita ini udah temenan sejak kecil, jadi gue tau kalau lu lagi ada masalah. ” kata Aangk

Riyan mengangkat kepalanya dan melihat langit yang penuh dengan bintang-bintang

” Entahlaaah, gue juga bingung kenapa?? ” kata Riyan

” Lu cerita aja sama gue, barang kali gue bisa bantu ” kata Aangk

” Akhir-akhir ini gue ngerasa ada yang aneh sama perasaan gue, ” kata Riyan

” Maksudnya?? ” tanya Aangk heran

” Gue juga gak ngerti, mungkin kayaknya gue lagi jatuh cinta ” jawab Riyan

” Hhmm… gue tau.. pasti sama Sinka ya?? ” tebak Aangk

Riyan hanya tersenyum kecil setelah itu

” Kalau lu bener-bener Cinta sama Sinka, mending lu cepet-cepet ungkapin perasaan lu ” kata Aangk

” Emang kenapa?? ” tanya Riyan

Aangk pun tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya

” Lu tau sendirikan Sinka itu gimana orangnya, dia Manis, baik, perhatian, dan yang pastinya banyak lelaki yang suka sama dia ” jawab Aangk

Aangk pun memegang pundak Riyan

” Menurut gue, lu cepet ungkapin perasaan lu ke dia sebelum Sinka di ambil orang lain ” kata Aangk

” Tau aah..!! Mungkin perasaan gue salah ke dia ” kata Riyan

” Inget yah Yan, hati itu gak pernah salah. ” kata Aangk

Aangk pun berdiri dari tempatnya

” Itu sih terserah lu aja, ya kalau saran gue lu harus cepet ungkapin perasaan lu sama dia, sebelum semuanya terlambat ” kata Aangk

” Gue masuk dulu ” tambahnya

Setelah itu Aangk berjalan masuk ke dalam rumah kembali

” Mungkin bener kata dia, gue harus ungkapin perasaan gue sebelum terlambat ” pikir Riyan

~oOo~

Keesokan harinya, Sinka sengaja ikut Riyan jogging

” Kak aku ikut yah joggingnya ” kata Sinka

” Emang lu gak sekolah? ” tanya Riyan

” Kakak gimana sih, sekarangkan tanggal merah ” jawab Sinka

” Ouh iya yah, gue lupa ” kata Riyan

” Ya udah ayok, ” ajak Sinka

Karena jam masih menunjukan pukul 05.30 pagi, jadi udara terasa dingin

Riyan menyadari kalau Sinka mulai kedinginan.

” Dingin yah? ” tanya Riyan

” Iya kak. ” jawab Sinka

” Lagian lu pakaiannya kayak gitu, ya jelas dingin lah ” kata Riyan

Memang saat itu Sinka hanya mengenakan baju lengan pendek dan celana pendek, itu membuatnya kedinginan

” Ya udah nih bake aja jaket gue ” kata Riyan melepas jaket yang di kenakannya

” Tapi, nanti kakak juga kedinginan ” kata Sinka

” Udah pake aja, gak usah mikirin gue. Lagian gue kan pake baju lengan panjang, jadi gak masalah ” kata Riyan

” Makasih ya kak ” kata Sinka

Sinka langsung memakai jaket yang di berikan Riyan itu

” Kak Riyan sekarang perhatian banget sama aku jadinya ” kata Sinka dalam hatinya sambil tersenyum kecil

Setelah itu mereka melanjutkan jogging kembali, sampai tak terasa matahari sudah memunculkan cahayanya

” Kak kita istirahat dulu yah, aku cape nih.. ” kata Sinka mulai kecapean

” Ya udah, kita istirahat di depan ” kata Riyan

Mereka berdua beristirahat di bangku yang tersedia di pinggir jalan

” Nih minum, gue tau lu gak bawa air minum ” kata Riyan memberikan botol minuman yang di bawanya

” Iyaa, makasih kak ” kata Sinka dan langsung menengguknya

” Baru sebentar aja udah cape. ” kata Riyan

” Wajarlah kak, akukan cewek kalau kak Riyan kak cowok terus pemain bola lagi, jadi bedalah fisiknya ” kata Sinka

” Iya, iya, gue mah ngalah aja lah sama cewek bawel kayak lu tuh ” kata Riyan

” Iih siapa lagi yang bawel, aku gak bawel tau ” kata Sinka

Setelah dari situ mereka berdua pergi menuju ke lapangan dimana dulu menjadi tempat latian Riyan seorang diri

Di sana Riyan mencoba memulihkan cideranya dengan mengasah kekuatan otot bahunya dengan cara push up dan angkat badan di tiang gawang

Sedangkan Sinka hanya duduk menemaninya berlatih

” Ternyata kak Riyan itu lebih baik dari apa yang aku kira, ” kata Sinka sambil memegang jaket Riyan yang masih di pakainya

” Mungkin benar yang kata Yupi, kalau aku ini menyukainya, gak.. aku gak suma sama kak Riyan, tapii… aku mencintainya.. ” kata Sinka memandang ke arah Riyan

” Hati itu gak pernah bohong dan gak bisa di bohongin ” katanya lagi

Setelah itu Riyan berjalan menghampirinya, karena dia sudah merasa lelah dan ingin beristirahat sejenak

” Cape ya kak? ” tanya Riyan

” Yaa lumayan lah ” jawab Riyan sambil duduk di sampingnya

” Oh iya kak, aku boleh tanya sesuatu gak?? ” tanya Sinka

” Hmm.. ” jawab Riyan sambil menengguk air minumnya

” Tapii.. sebelumnya aku minta maaf mungkin pertanyaan ini agak tidak sopan ” kata Sinka

” Iya, gak apa-apa ” kata Riyan

” Hubungan kak Riyan sama kak Viny apa masih berlanjut?? ” tanya Sinka

Riyan cukup terkejut mendengarnya

” Soalnya kak Aangk pernah bilang kalau kak Riyan itu udah punya pacar, namanya kak Viny, tapi sekarang kak Viny ada di jepang buat ngelanjutin studynya ” kata Sinka

Riyan terdiam sejenak sambil memandang langit

” Ntah lah, gue bingung… dia pergi udah lama banget, dan sampai sekarang gak pernah ngasih kabar atau sebagainya ” jawab Riyan

Sinka menatap wajah Riyan

” Tapi.. kalau kak Viny balik ke Indonesia, apa kak Riyan bakal balikan lagi sama dia?? ” tanya Sinka lagi

” Mungkin iya, mungkin gak ” jawab Riyan

” Kok gitu?? ” kata Sinka bingung

” Karena saat ini, gue udah jatuh cinta lagi sama seorang gadis, gadis yang begitu perhatian sama gue ” kata Riyan sambil menatap kedua mata Sinka

Riyan menatapnya dengan penuh perasaan

” Kenapa tatapan kak Riyan berbeda? ” pikir Sinka

Perlahan-lahan wajah Riyan mulai mendekati wajah Sinka

Sinka pun mulai menutup matanya dan… CUUPSS….

Bibir mereka saling bersentuhan.

Tak begitu lama adegan itu berjalan, dan perlahan-lahan Riyan melepaskan ciumannya

” Sorry… ” kata Riyan pelan

Sinka pun terdiam mematung setelah kejadian itu

” Sebaiknya kita pulang, mungkin Naomi udah buatin sarapan buat kita ” kata Riyan mengalihkan pembicaraan

Riyan pun berdiri dan berjalan pergi duluan dari lapangan itu

Sedangkan Sinka masih melamun sambil memegangi bibirnya

” Barusan ituu… ” pikirnya memegangi bibirnya

Sinka pun tersenyum, kemudian dia berdiri lalu menyusul Riyan yang sudah berjalan jauh di depannya

~oOo~

Sesampainya di rumah, handphone milik Sinka bergetar

” Mamah.. ” kata Sinka mengetahui kalau mamahnya telfon

” Hallo mah.. ” kata Sinka

” Hallo sayang… gimana kabar kamu di sana ” balas mamahnya

” Aku baik di sini, kak Naomi juga sehat. ” jawab Sinka

” Syukurlah kalau begitu. ” kata mamahnya

” Kalau mamah gimana kabarnya? ” tanya Sinka

” Mamah alhamdulillah baik. ” jawab mamahnya

” Papah baik juga kan? ” balas Sinka

” Iya, papahmu juga baik di sini, kami semua sehat wal’afiat ” jawab mamahnya

” Syukur deh.. maah aku kangen banget sama mamah. ” kata Sinka

” Iya mamah juga kangen sama kamu dan kakak kamu ” balas mamahnya

” Mamah ada rencana kan main ke sini? ” tanya Sinka

” Iya, mamah bakal main ke situ nanti kalau ada waktu luang ” jawab mamahnya

” Ouh yah, mamah denger katanya kalian tinggal sama Farhan? ” tanya mamahnya

” Ouh iya mah, aku sama kak Naomi satu rumah sama kak Aangk ” jawab Sinka

” Ya sudah, mamah titip salam aja buat Farhan, bilangin selamat gitu karena kemenangnya kemarin ” kata mamahnya

” Iya mah, nanti aku sampein sama kak Aangk ” balas Sinka

” Ouh yah, kakak kamu mana?? Papah sama mamah ada yang mau di omongin sama dia?? ” tanya Mamahnya

” Sebentar ya mah, aku panggil dulu.. ” jawab Sinka

Sinka menemui kakaknya yang sedang memasak di dapur bersama Andri

” Kak.. mamah nelfon nih, katanya ada yang mau di omongin sama kakak.. ” kata Sinka memberikan handphonenya

Naomi pun mengambilnya

” Hallo mah.. ” kata Naomi

Naomi pun berjalan pergi dari dapur karena ada yang harus di bicarakan dengan orang tuanya

Sedangkan Sinka mengahampiri Andri yang sedang sibuk memasak

” Aku bantuin ya kak.. ” kata Sinka saat melihat Andri sedang memasak

” Iya boleh. ” balas Andri

Sinka membantunya membuat sarapan buat pagi ini

Andri melihat ada yang berbeda dari Sinka.
” Itu jaket yang lu pake bukannya punya Riyan?? ” tanya Andri

” Iya kak. ” jawab Sinka

” Kok bisa sama lu ” kata Andri

” Soalnya tadi pagi kita habis jogging, terus aku kedinginan deh karena pakai baju pendek, jadi kak Riyan minjemin jaketnya ke aku ” jelas Sinka

” Waahh udah bisa di tebak kayak gini mah.. ” kata Andri

” Maksudnya kak?? ” tanya Sinka heran

” Riyan itu suka sama lu, masa gak ngerti?? ” jawab Andri

” Ah masa..? ” kata Sinka gak percaya

” Gue itu udah temenan lama sama dia, jadi gue tau betul sifatnya kayak gimana?? ” jelas Andri

Sinka pun terdiam sesaat.

” Apa cewek yang di cintainya itu aku?? Kalau iya? kenapa kak Riyan gak ngungkapin perasaannya ke aku,” pikir Sinka

Sinka pun melamunkan hal itu

” Tapi ciuman tadi pagi ituu… mungkin itu bukti kalau kak Riyan memang mencintai aku ” pikir Sinka dalam lamunannya

Andri yang melihatnya melamun pun mengagetkannya

” Wooyy!! Malah bengong..!! itu liat masakannya gosong.. ” bentak Andri

” Eh..?! ” Sinka tersadar dari lamunannya

Karena melamun, jadi masakan yang di masaknya jadi gosong

” Yaah kak, gosong deh masakannya.. ” kata Sinka

” Lagian lu sih, orang lagi masak malah bengong ” kata Andri

” Iya maaf.. ” balas Sinka cemberut

Tak lama kemudian, Naomi datang kembali, tapi sekarang dengan wajah yang cemberut

” Lu kenapa Mi?? Ada masalah?? ” tanya Andri

” Akuu… ” jawab Naomi terhenti

Kelihatannya Naomi telah mendengar kabar yang buruk baginya

” Gak, aku gak apa-apa ” kata Naomi

Andri tau kalau ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Naomi

” Ya udah, lebih baik kita siapin sarapan dulu ” kata Naomi
Setelah itu mereka pergi ke ruang makan untuk sarapan pagi.

Di sana sudah ada Yupi, dan lainnya termasuk juga Riyan yang sekarang sudah gabung bersama mereka

” Aku seneng deh sekarang kita sudah kumpul lagi. ” kata Yupi

” Iya, kak Riyan sama kak Yusuf udah ada sekarang, jadi lengkap deh sekarang ” kata Sinka

” Ya udah, sebelum kita sarapan, lebih baik kita berdoa dulu. ” kata Naomi

” Kalau gitu gue yang pimpin. ” kata Andri

Mereka salang berpegangan tangan.

” Berdoa mulai. ” kata Andri

Setelah berdoa mereka langsung melahap makanan yang sudah di siapkan Naomi

” Tunggu apa lagi.. sikaaatt.. ” kata Andri

Dia langsung mengambil piring dan mengambil nasi goreng buatan Naomi

Melihat itu, Yupi juga dengan cepat menyerobot dengan mengambil sendok nasi yang di pegang Andri

” Aku duluan yang ambil nasi gorengnya, kalau kak Andri duluan bisa langsung abis ntarnya, nanti kalau abis Yupi gak sarapaan. ” celetuk Yupi

” Hahaha… ”

Mendengar itu semua yang ada di ruang makan tertawa melihat tingkahnya.

Tak lama kemudian, handphone milik Yusuf bergetar

” Pelatih.. ” kata Yusuf

” Siapa Suf? ” tanya Andri

” Pelatih nelfon nih. ” jawab Yusuf

” Ya udah angkat Suf,  barangkali ada sesuatu yang penting ” kata Aangk

” Iya ” balas Yusuf

Yusuf pun mengangkat telfon dari Pelatih

” Hallo pelatih ” kata Yusuf

” Yusuf, tolong kamu beritahu semua rekan-rekanmu, nanti sore kalian harus kumpul di lapangan jam 16.00 sore ” balas Pelatih

” Memang ada apa pelatih?? ” tanya Yusuf

” Ada hal penting yang harus saya beritau kalian semua. ” jawab pelatih

” Baik kalau begitu Pelatih, nanti saya beritau semuanya. ” balas Yusuf

” Ya sudah, saya tunggu ” kata pelatih

” Iya pelatih. Terima kasih banyak ” kata Yusuf

Yusuf pun menutup telfon dari pelatih.

” Ada apa Suf? ” tanya Aangk

” Kata pelatih kita suruh kumpul di lapangan nanti sore. ” jawab Yusuf

” Emang ada apaan? ” tanya Andri

” Gak tau, katanya ada hal penting yang harus kita ketahui ” jawab Yusuf

” Ya udah, lu BBM yang lain. ” kata Andri

” Iya. ” balas Yusuf.

~oOo~

Sore harinya para pemain Indonesia sudah berkumpul di lapangan tempat biasa mereka berlatih

Tak lama setelah mereka berkumpul, pelatih pun datang menghampiri mereka

” Selamat sore semuanya.. ” sapa Pelatih

” Sore pelatih. ” balas para pemain

” Saya minta maaf karena menganggu waktu istirahat kalian ” kata pelatih

” Iya tak apa pelatih, memang ada hal penting apa yang ingin pelatih sampaikan ” kata Yogi

” Saya ingin kasih tau kalau lawan kita di final nanti itu Jepang. ” jawab Pelatih

” Jepang !! ” kata para pemain cukup tercengang

” Ya.. kalian harus tau titik kelemahan Jepang, nanti kita akan bahas besok.. ” kata pelatih

” Dan ada satu hal lagi, tetaplah melatih fisik kalian, karena stamina yang harus di utama.. ” kata pelatih

” Baik pelatih ” balas para pemain

Setelah mendengar berita itu, para Pemain Indonesia akan lebih giat berlatih, terutama ketahanan fisik

Karena timnas jepang akan lebih kuat 3x lipat dari Kamboja.

Saat Aangk, Andri Yusuf dan Riyan akan kembali pulang, Pelatih melihat Riyan sudah kembali bergabung

” Riyan ” panggil pelatih

Riyan menoleh ke arah Pelatih.

” Iya pelatih. ” balas Riyan

” Kamu sudah pulih? ” tanya Pelatih

” Belum sepenuhnya pelatih, mungkin baru 80% , soalnya bahu kanan saya masih sering terasa sakit ” jawab Riyan

” Kamu harus banyak istirahat, agar bahumu cepat pulih 100% ” kata pelatih

” Baik pelatih. ” balas Riyan

” Kalau begitu saya duluan ” kata pelatih

Pelatih berbalik badan dan berjalan pergi

” Pelatiih?? ” panggil Riyan

Pelatih pun menoleh

” Iya. ” balas pelatih

” Di final nanti, apa pelatih bisa memasukan saya untuk ikut bertanding?? ” tanya Riyan

” Kita liat saja kondisimu kedepannya, kalau makin membaik, saya jamin kamu akan masuk skuat Indonesia saat di final nanti ” jawab pelatih

” Baiklah, terima kasih pelatih ” kata Riyan

Pelatih kembali berjalan, dan Riyan pun menyusul teman-temannya yang sudah berjalan duluan

~SKIP~

Sudah 3 minggu berlalu, dan 2 hari lagi pertandingan Final akan segera di mulai

Riyan juga sudah mengikuti latihan bersama timnas Indonesia lagi

Dan sore itu Aangk dan 3 temannya baru saja selesai latihan

Saat sampai di rumah, Riyan melihat Sinka duduk Sendirian di taman belakang rumah

Riyan pun berjalan mendekatinya.

” Lu kenapa?? ” tanya Riyan

Riyan duduk di sampingnya, tapi Sinka tidak menjawabnya

” Dari pada lu ngelamun gak jelas, mending lu ikut gue ” ajak Riyan

” Kemana?? ” tanya Sinka

” Udahh ikut aja. ” jawab Riyan

Riyan langsung menarik tangan Sinka dan mengajaknya pergi ke suatu tempat.

TO BE CONTINU

BY : @Gue_Nawan123

Iklan

3 tanggapan untuk “Cinta & Sepak Bola, Part 34

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s