Apa itu cinta…

Sebelumnya gua mau sharing-sharing dikit tentang membaca fanfiction yg baik dan benar ke kalian semua pengunjung blog paling mutakhir ini. Dalam membaca fanfiction kalian tidak hanya di tuntut saja dalam membacanya tapi kalian juga harus meresapi setiap perkata yg ada di dalam fanfiction yg kalian baca itu. Contoh kecilnya saja, kalian sedang membaca fanfiction yg genrenya romantis mellow. Kalian harus memahai dan mendalami setiap kata yg kalian baca di fanfiction tersebut, bukannya gue mau sok kepinteren atau gimana-gimana nih. Jika kalian baca sebuah cerita tapi tidak meresapi kalimat dan perkatanya, kalian tidak akan bisa menemukan geer nya cerita tersebut. Demikianlah tips membaca fanfiction yg baik dan benar menurut gue, kalau ada perkataan gue atau sifat gue yg songgong di atas tadi. Gue minta maaf sama kalian semua.

____________________________________________________________________________________

Perkenalkan nama gue Rio, gue tinggal di kota kecil yg bernama kudus kota kretek. Banyak dari kalian mungkin belum kenal sama kota gue ini. Kota gue terletak di sebelah timur kota Demak,Jawa tengah, kota gue ini terkenal akan pabrik-pabrik rokok yg berdiri di setiap sudut kotaku. Tapi ada salah satu pabrik rokok yg paling terbesar berdiri di kota kudus yaitu Djarum. Yapps..Pabrik Djarum,Asalkan kalian tau semuanya mayoritas pekerja pabrik rokok itu adalah Ibu-Ibu rumah tangga sekabupaten kudus. Kalian nggak percaya sama yg gue omongin ini? Kalau kalian nggak percaya coba saja kalian datang langsung ke kota gua itu.

Di pagi hari nan cerah ini aku terbangun dari atas tempat tidurku, matahari telah menunjukan sinarnya di celah-celah hordeng jendela kamarku. Dengan sangat malasnya aku mencoba untuk bangun dari atas tempat tidurku yg empuk dan rasanya nggak pengen aku beranjak darinya. Tapi aku harus buru-buru bangun karena hari ini aku harus menghantarkan ayah sama mamaku ke bandara. Karna kedua orang tuaku sedang ada proyek bisnis di luar negri bersama salah satu perusahan besar milik sahabat ayahku. Aku adalah anak satu-satunya di keluarga ini, memang ayahku itu orangnya baik sama aku tapi terkadang juga kalau aku buat kesalahan. Ayah juga terkadang sering memarahiku karna kesalahanku itu, dan ibu. Ibuku itu orangnya baik banget sama aku, apa-apa yg aku minta pasti aku di kasih. Contoh kecilnya saja,bulan kemaren pas bertepatan dengam hari jadiku yg ke-16 tahun. Aku minta mobil sport langsung di turuti sama mami gua itu. Ya maklumlah kalau gue di manja seperti itu namanya juga anak satu-satunya. Gue bersekolah di salah satu sekolah ternama yg ada di kota kudus,jawa tengah. Gue sekarang tinggal sendirian di rumah yg cukup besar ini. Walau pun muka gue nggak jelek-jelek amat mau pun nggak juga ganteng-ganteng amat tapi gue punya pacar, gue sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA. Pagi hari ini gue langsung jemput pacar gue di rumahnya yg letaknya tak jauh dari perkomplekanku.

“Udah nungguin lama ya sayang?”

“Udah tau nanya, buruan jalan..” ketus dingin Sonia sambil duduk di sampingku.

Setibanya kami di sekolahan nan elit ini. Aku langsung membukakan pintu mobil buat pacar yg paling aku sayangi itu.

“Silahkan keluar tuan putri..” Aku sambil membungkuk, tanganya Sonia aku pegang dan langsung aku cium. Ya emang tipe-tipe gue ini nggak romantis orangnya tapi kenapa Sonia mau sama gue yg mukanya pas-pasan ini ya? Gue juga heran sendiri.

“Tolong bawaiin tas aku ke kelas” ucap Sonia sambil nyelonong jalan ke arah kelasnya. Aku langsung mengambil tasnya Sonia yg berada di belakang mobilku itu, dan langsung menyusul Sonia ke dalam kelasnya yg letaknya bersebelahan dengan kelasku.

Di dalam kelasnya Sonia, Sonia sedang asik ngobrol-ngobrol dengan teman-temannya di belakang kelas. Aku yg udah nyampe di dalam kelasnya Sonia langsung meletakan tas nya di tempat duduknya.

“Sayang, kamu bawa minum nggak. Aku haus nih?” kataku.

“Nggak, udah kamu pergi aja sana beli di kantin” balas nya tanpa melihat ke arahku.

“Oh yaudah kalau gitu, aku pergi ke kantin dulu ya sayang”

“Ya..” balas Sonia cuek.

“Tega amat lu Son, masa pacar lo sendiri lo judesin kayak gitu nggak kasian apa lo sama itu anak?” kata Temennya Sonia.

“Nggak, lagian itu orang nggak romantis banget sih sama gue” balas Sonia.

“Kalau lo udah tau itu anaknya nggak romantis, kenapa lo pacarin juga itu anak?” kata Temen Sonia lagi.

“Gue macarin itu anak karna gue manfaatin harta orang tuanya itu anak aja, lagian gue juga nggak suka juga sama itu, ngapain gue harus pacaran sama orang yg mukanya pas-pasan gitu nggak level buat gue” kata Sonia.

“Etdah bujug lo son, tega amat lo jadi orang..”

“Biarin, suka-suka gue, lo diem aja jangan ikut campur urusan gue” kata Sonia Dingin ke temen nya sendiri.

“Iya-iya buu, gue nggak akan ikutan campur urusan lo ini”

“Diem luu, orangnya jalan ke sini tuh” kata Sonia bisik-bisik ketemennya sama ngelihatin gue jalan ke arahnya lagi.

“Nih buat kamu..” Aku sambil mengasihkan Sonia Sandwicht sama Air mineral.

“Makasih loh sayang, emm aku boleh pinjem kartu debit kamu nggak?”

“Kamu mau pinjam kartu debit aku, emang mau kamu buat apa sayang?” tanyaku.

“Keperluan sekolah aku habis nih sayang, dan aku juga belum di transfer sama papa. Jadi aku nggak punya uang deh sekarang buat ngebeli perlengkapan sekolah aku yg habis” kata Sonia sedih.

“Duh kasian banget sih pacar aku ini. Nih sayang kartu debit ATM aku tapi jangan di habisin ya isi saldonya” Aku sambil mengeluarkan Kartu Debit ATM dari dalam dompet dan langsung menyerahkannya ke tangannya Sonia.

“Aelah perhitungan banget sih lo sama pacar sendiri juga”

“Dah sekarang kamu balik ke kelas kamu gih, lagian sebentar lagi juga bel masuk berbunyi” Usir Sonia ke gua.

“Iya sayang..”

“Hahaha… Son..Son… Sadis amat lo sama pacar lo itu” kata Temennya.

“Diem lo,habis pulang sekolah anterin gue ke mall ya. Gue mau shoping sepuasnya pakek kartu debit ini” balas Sonia.

“Iya-iya bawel..”

Jam pulang sekolah berbunyi sekian lama aku menunggu Sonia di depan gerbang sekolah tapi Sonia belum keluar-keluar juga dari dalam sekolah. Pas aku sedang berdiri di depan mobilku, Sonia mengagetkanku dari belakang.

“Ngagetin aja kamu sayang, habis dari mana kamu kok keluar kelasnya lama banget?”

“Maaf aku tadi habis ngerjaiin tugas aku dulu di perpus sama Tata. Sayang kayaknya hari ini aku nggak bisa pulang bareng sama kamu deh, Si Tata ngajakin aku shoping-shoping nih maaf banget ya.” kata Sonia dengan nada manisnya.

“Iya nggak apa-apa sayang, lain kali kita pulang bareng kan bisa” balasku sambil masuk ke dalam mobil.

“Itu sih kata lo, kata gue mah ogah. Toh gue juga akan nguras isi saldo ATM lo,hahaha” kata Sonia Dalam hati sambil melemparkan senyum palsunya ke arah kaca spion mobil.

Setibanya aku di rumah, aku langsung saja masak di dapur tanpa ganti baju telebih dahulu, karena perutku sudah mulai keroncongan sedari tadi siang pas jam terakhir pelajaran. Nasi goreng serta ayam goreng adalah menu yg special buatku karena hanya memu itu yg bisa aku masak, emang aku anaknya itu nggak pandai dalam hal masak-memasak padahal nyokap gue itu adalah bos di semua restoran cepat saji yg tersebar luar di seluruh pelosok indonesia. Sebenarnya juga sih kalau aku mau makan di restorannya nyokap aku sendiri sih bisa tapi aku nggak mau, karena aku bosen dengan masakan restoran yg itu-itu saja. Bokap gue itu adalah Direktur utama di salah satu perusahan terbesar yg ada di Indonesia. Gue hidup berkecukupan sampai-sampai gue mau apa-apa malas tapi aku nggak boleh bersikap malas seperti itu. Toh ada pepatah mengatakan Jika lo malas maka harta lo akan habis dimakan waktu. Maka dari itu gue mau hidup sederhana seperti hal layaknya seorang pengemis jalanan yg setiap harinya mencari nafkah buat makan sehari-hari.

“Apa lo yakin Son, belanja segini banyaknya?” ucap Tata.

“Iya, lagian juga yg bayarin itu pacar aku kan, kita cuman belanja seperluanya aja, toh lagian lo juga di belanjaiin sama pacar gue kan?” kata Sonia.

“Terserah lo aja deh son, gue capek ngomong sama lo yg keras kepala kayak gini” balas Tata.

Di sekolahan, aku di hampiri Sonia sama Tata pada saat aku sedang makan siang di kantin bersama yg lainnya.

“Nih kartu ATM kamu, aku kembaliin, makasih udah mau minjemin” kata Sonia langsung balik badan dan langsung berjalan ke arah koridor kelasnya.

“Iya sama-sama..” kataku.

Pada saat aku sedang mengecheck isi saldo ATM ku tinggal berapa, alangkah terkejutnya gue ketika lCD ATM menunjukan angka 00000,09.

“Astaufirallahaladzim Sonia kamu keterlaluan banget, masa kamu habisin semua uang jajan aku selama satu tahun dalam sehari kayak gini” ucapku dalam hati sambil menblak dadaku sendiri.

Gue sebenarnya nggak mau marahin cwe yg gue sayang itu tapi kalo kelakuannya keterlaluan kayak gini ya pantes lah dapat marahan. Sehabis dari ATM aku langsung menarik tangannya Sonia menjauh dari teman-temannya.

“Apa-apaan sih kamu, main tarik-tarik aja tangan aku kayak gitu” ketus Sonia sambil melepas pegangan tanganku.

“Kamu keterlaluan banget jadi cwe, masa kamu habisin semua uang jajan aku setahun dalam satu hari kayak gini. Kamu seharusnya nggak boleh keterlaluan kayak gini, kalau minjem kartu debit ATM ya secukupnya aja eh ini malah kamu habisin semua isinya kayak gitu. Itu bukan milik kamu, itu milik aku tau nggak kamu” aku membentak Sonia sambil menasehatinya.

“Aelah gitu aja di permasalahin, jadi cowok tuh jangan perhitungan gitu kenapa sama pacar sendiri juga” kata Sonia.

“Tapi lain kali kalau kamu mau pinjem kartu debit aku jangan kamu habisin lagi, tadi aku dimarahin sama mami aku gara-gara uang jajan aku kamu habisin semua gitu” ucapku.

“Iya-iya, tapi kamu di transfer lagi sama nyokap kamu kan sayang?”

“Nggak sayang, kedua orang tua aku bangkrut sayang, semua aset-aset kekayaaan orang tuaku di sita semua oleh pihak bank dan sebentar lagi juga mobil aku di ambil sama pihak bank. Maaf ya kalau sekarang aku udah nggak bisa ngebahagiaiin kamu lagi” kataku.

“Iya nggak apa-apa sayang..” kata Sonia sinis.

“Yah udah gembel nih, saatnya gue harus ngebuang lo yg nggak berguna ini” ucap Sonia dalam hati.

“Gue ikutan sedih ya yo, atas kebengkrutan kedua orang tua lo” kata Tata.

“Iya ta,gue nggak apa-apa kok, toh gue sekarang udah bahagia kok kalau dia ini masih ada sama gue” Aku sambil memeluk Sonia dari samping. Aku sengaja panggil sopir tetangga rumah aku buat menyamar sebagai pegawai bank yg menyita mobil sportku. Kalau misi ini berhasil aku langsung bayar sopir tetanggaku itu. Saat mobil sportku sudah di bawa pergi oleh sopir tetanggaku pulang, aku langsung berjalan kembali ke dalam kelasku. Pada saat jam pulang berbunyi, aku lihat sonia sedang duduk berduaan dengan seorang cowok ganteng di pinggir lapangan basket sekolah.

“Hai kamu sayang, gimana kamu udah berhasil meras anak kaya itu?” tanya cwo di sebelahnya itu.

“Udah donk sayang, tapi kayaknya aku harus putusin dia deh toh sekarang rio juga udah miskin gara-gara perusahan nyokap/bokapnya udah bangkrut.” balas Sonia sambil menyenderkan kepalanya di bahu cowo itu.

“Bagus sayang bagus,Itu baru namanya Sonia yg aku kenal selama ini.” ucap cowo itu sambil mencium sonia. Aku yg mendengar perkataanya Sonia dengan Cowo yg tadi manggil sayang-sayangan sama sonia itu. Aku sangat merasa sakit hati karena cintaku di permainkan oleh Sonia seperti itu, sebelum pulang sekolah aku memutuskan untuk datang ke kantor kepala sekolah yg kebetulan pada saat itu staf Tu, kepsek dan para guru-guru belum pada pulang semua karena lagi ada rapat di sekolahan. Aku meminta surat izin pindah sekolah gara-gara aku udah terlalu sakit hati melihat sonia itu.

Setibanya aku di rumah, aku menelphone nyokap gue dan menceritakan semua kejadian hari ini sama orang tua gue, dan kedua orang tua ngebolehin gue untuk pindah sekolah dan rumah. Aku pindah sekolah di SMA N 48 Jakarta dan aku juga di titipkan nyokap gue ke rumahnya adiknya alias tante gue yg berada di Jakarta. Tante gue itu tinggal di Jakarta Semenjak di tinggal pergi suaminya ke Jepang dan sampai saat ini suami dari Tante gue itu nggak pulang-pulang ke rumah. Ada desasdesus kalau Suami dari tante gue itu selingkuh, dan emang benar kenyataannya pas tanteku sedang berbelanja di mall. Tanteku itu pernah memergoki suaminya itu jalan bareng dengan wanita jepang yg lebih muda umurnya dari umur tanteku sendiri. Sampai saat ini tanteku itu nggak mau kawin lagi karena trauma di sakitin laki-laki lagi.

“Yo, kamu tidur di lantai dua ya?” kata Tante Desy sambil membantuku membawa semua koper-koperku masuk kedalam rumah.

“Iya tante…” ucapku, sambil membawa naik semua koper-koper ku yg berisi semua baju-bajuku itu.

Setelah aku selesai membongkar semua isi koper-koperku, aku disuruh tante desy buat makan siang bareng di dapur.

“Iya tante, rio bentar lagi turun kok” kataku dari lantai atas.

Setelah gua dan tante desy selsai makan siang bareng, gue di anterin tante desy buat mengurusi semua surat-surat kepindahanku di sini. Pagi hari pun datang, dengan rasa gugupnya plus deg-degan juga karna mau bertemu dengan teman-teman baru disni. Keringet panas dingin bercucuran keluar dari dahi gue, aku lap keningku pakek tisuu sebelum wali kelasku yg baru akan menuyuruhku masuk kedalam kelas.

“Selamat pagi semua, hari ini kalian kedatengan teman baru pindahan dari kota kudus. Ibu harap kalian semua bisa berteman baik dengan anak yg akan ibu panggil ini. Silakan masuk nak..” kata wali kelasku menyuruhku masuk kedalam kelas XI.

“Hai semua, perkenalkan nama aku Rio edy waluyo. Kalian bisa panggil aku Rio seperti teman-temanku dulu, aku pindahan dari SMA N 1 Kudus. Aku harap kalian bisa berteman baik denganku, Trimakasih.”  Aku sambil membungkuk di hadapan semua teman-teman baruku di depan kelas.

“Baik nak rio, kamu boleh duduk di bangku yg kosong itu” ucap wali kelasku sambil menunjuk kearah tempat duduk kosong yg paling belakang sendiri.

“Iya bu,makasih..”

Aku sambil berjalan gontai ke arah tempat duduk yg kosong yg di samping tempat duduk gua itu ada cewek cantik sekali yg duduk sendirian. Aku langsung duduk di tempat duduk itu sambil terus memperhatikan guru yg sedang menerangkan di depan kelas.

“Hai aku Rio, kalau kamu siapa?” aku mencoba akrab dengan temen cwe yg duduk di sebelahku itu.

“Hai juga, aku Michelle kamu bisa panggil aku le” balas cewek yg duduk di sebelahku itu.

“Wah namanya unix ya,hihihi” ucapku.

“Unix?”

“Iya unix, masa cewek kok di panggil le, kata le di daerah aku itu artinya mas(kakak laki-laki) gitu,haha” kataku.

“Hah.. Baru tau aku kalau itu artinya hehe” balas Michelle terkejut.

“Eh yo, kamu nanti bisa anterin aku ke perpus nggak buat pinjam buku pas istirahat nanti?” ucap Michelle.

“Iya boleh, lagian sekalian kan aku tau dimana letak perpus sekolahan ini” balasku.

“Eheem…eheemm.. ”

“Apaan sih lo kak, gue nggak ngemodusin dia kalik, lagian gue juga minta bantuannya aja buat ngebantuiin gue buat bawa buku paket yg berat-berat itu aja” kata Michelle.

“Iya dah le, gue udah tau semua isi otak lo itu” balas Shani.

Bel istirahat telah berbunyi, selayaknya zombie yg sedang kelaparan. Semua murid langsung berjalan ke arah kantin yg sekarang penuh sesak oleh siswa dan siswi yg sedang kelaparan. Aku yg tadi sama Michelle buat ngebantuiin dia buat membawakan buku yg di pinjamnya dari perpus pun langsung aku bawakan ke dalam kelas XI-Ips.

Pada saat aku sedang membawa tumpukan buku yg sangat dan berat pula, aku tidak sengaja menyenggol badan seorang siswi dan menyebabkan tumpukan buku yg aku bawa langsung jatuh kelantai semua begitu juga dengan cewek yg aku tabrak tadi.

“Sini aku bantuiin kamu berdiri..” Aku sambil menjulurkan tanganku ke cewek yg aku tabrak tadi, setelah cewek yg aku tabrak tadi aku bantu bangun dari lantai. Aku langsung meminta maaf kepadanya karena aku yg salah tadi ngetabrak dia sampai jatuh sampai gitu.

“Maaf ya, aku tadi nggak sengaja, lagian aku tadi juga nggak tau kalau ada kamu jalan di depanku kok” kataku meminta maaf sambil membuat alasan kecil yg terlalu hebat.

“Iya nggak apa-apa..” balas cewek yg aku tabrak itu ramah sambil membantuku memungguti buku-buku yg berceceran di atas lantai itu. Saat aku mau mengambil sisa buku yg tinggal satu di atas lantai itu, aku tidak sengaja menyentuh tangan sebelahnya cewek itu yg pula juga mengambil buku yg masih tersisa itu dari atas lantai. Kami saling bertatapan satu sama lain tanpa aku sadari pipi cewek yg ada di hadapanku itu memerah merona.

“Eh maaf ya..”

“Iya..” balas Cewek itu sambil menyerahkan buku ke aku dan langsung meninggalkan gue sendirian di depan toilet siswa dan siswi. Aku langsung membawa buku yg sangat berat itu kedalam kelasku dan di dalam kelas sudah ada Michelle sama Shani yg sedang asik makan-makanan ringan sambil minum air.

“Taruh di setiap meja yo, bukunya” kata Michelle.

“Iya chell..” balasku, sambil meletakan satu persatu buku paket di meja setiap siswa dan siswi. Di dalama kelasku jumlah murid memang sedikit sekitar dua lima orang saja, tapi berisiknya itu yg ngalahin kelas sebelah yg jumlah muridnya lebih banyak dari pada kelasku tapi di kelas sebelah nggak berisik kayak di kelas gue ini. Setelah selesai menaruh setiap buku paket di atas meja siswa masing-masing, aku langsung kembali duduk di mejaku sambil memasang earphone ke telingaku.

“Hai yo kamu mau nggak ini?” Ucap Michelle menawariku makanan ringan tapi aku tolak dengan cara melambai-lambaikan tanganku.

“Oh yaudah kalau nggak mau kamu..” Balas Michelle sambil lanjut makan-makanan ringannya.

“Cari muka bener lo le, sama dia, lo suka ye sama itu anak?”

“Ah nggak tuh, siapa juga yg suka sama dia toh juga aku baru kenal dia. Ya kalik aku suka sama dia” kata Michelle.

“Alah ngeles aja lu le-le, udah tau gue dari tingkah laku lo yg aneh itu saat deket-deket dengan rio itu” kata Shani.

“Bodo lah..” Balas Michelle sambil main handphonenya.

Aku yg sedari lihat Michelle dan Shani yg sedang berdebat, entah berdebat apa mereka berdua, aku hanya tertawa geli di buatnya. Saat jam pulang sekolah, aku langsung mengambil kendaraanku di parkiran sekolah. Michelle dan Shani yg melihatku menaiki mobil impian itu terpukau.

“Wah nggak nyangka gue ternyata itu anak tajir juga ye” kata Michelle ke Shani.

“Iya, gue juga terkejut tadi le, ngelihat itu anak naik lamborghini galardo” balas Shani sambil masuk kedalam mobilnya Michelle.

Setibanya aku di rumah, tante aku tidak sedang di rumah jadi aku iseng-iseng main game playstation 3 di ruang tamu. Padahal aku sudah di larang sama kedua orang tuaku buat main games tapi aku tetap saja ngebandel dengan aku curi-curi kesempatan main games di rumah kalau-kalau kedua orang tua gue sedang pergi ke rumah. Mungkin juga tante Desy sudah di pesanin sama nyokap gue buat ngecegah gue main games. Kalau gue udah keasikan main games, gue udah lupa apa yg ada  di sekitaran gue. Ini real story yg gue alami sehari-harinya.

“Oh gini ya kelakuaan kamu, main games secara diem-diem seperti ini. Aku aduiin kamu sayang sama ibu kamu loh, kalau kamu main games di rumah tante”, kata Tante desy sambil menarik telinga sebelah.

“Aduuh tante, ampun tante. Jangan aduiin sama mama, papa ya.” Ucapku sambil bangun dari atas karpet.

“Bilangin nggak yah?” kata tante desy.

“Jangan bilangin sama mama papa ya tante, emang tante nggak sayang apa sama aku. Kalau tante aduiin sama mama papa soal aku ngelangar langgarannya itu. Tante nggak aku anggap lagi sebagai tante aku pokoknya” ucapku.

“Nggak akan tante aduiin sama orang tua kamu keponakan tante yg ganteng” Tante Desy sambil mengelus-elus rambutku.

“Yee makasih tante desy..”

“Iya sayang, eh kamu udah makan siang belom tadi?” kata tante desy.

“Udah kok tante..” ucapku.

“Yaudah kalau kamu udah makan siang tadi, eh gimana hari pertama kamu masuk sekolah tadi, enak nggak ?”

“Enak kok tante, temen-temen aku pada lucu-lucu semua kayak gitu sampai-sampai aku tertawa geli di buatnya”

“Wah enak ya kamu, kamu punya temen yg bisa buat kamu tertawa gitu, beda sama masa-masa sekolah tante dulu. Masa sekolah tante dulu, banyak temen-temen tante sama kakak tante alias mamah kamu itu sekarang. Yg menjauhi tante sama mama kamu gara-gara tante dan juga kakak tante dulu itu anak orang miskin yg tak mampu, banyak cibiran dan caci makian dari temen-temen yg tante terima sama mama kamu setiap harinya. Sampai akhirnya sekarang nasib tante dan mami kamu berubah, sekarang banyak orang yg menghormati tante sama mami kamu gara-gara tante sudah jadi pejabat suksek di DPR.” kata tante desy. Aku yg mendengarkan ungkapan dari tanteku itu sangat sedih, aku berpikir sejenak untuk mengubah nasibku menjadi seorang anak miskin yg tersisihkan di masyarakat seperti kisah nyokap sama tanteku dulu.

“Eh yo,kenapa kamu bengong gitu, ada yg lagi kamu pikirin ya?” Tante desy membuyarkan lamunanku.

“Eh tante, nggak kok tante” kataku tersadar dari lamunanku.

Sepagi harinya aku langsung berangkat kesekolah menggunakan motor vespa butut yg baru aku beli tadi malam sesuai persetujuan dari tanteku itu. Tanteku heran kenapa aku beli motor vespa butut seperti itu, setelah aku jelaskan semuanya sama tante desy, akhirnya tante desy menyetujui kalau aku membeli motor vespa butut seperti itu. Setibanya aku di sekolah, aku langsung memakirkan sepeda motorku di belakang sekolah.

“Loh kenapa itu anak bawa motor butut nan jelek seperti itu, bukannya kemaren itu anak naik lamborghini ya?” pikir Michelle dan Shani yg melihatku baru turun dari atas motor.

Pada saat aku melintas di koridor kelas X, aku melihat cewek kemaren sedang di bully oleh kakak-kakak kelasnya. Aku yg nggak tega melihat seorang cewek di bully habis-habisan sama kakak kelasnya seperti tante desy sama mama, aku langsung hampiri mereka yg sedang membully gadis di bawah umur di dekat toilet siswi.

“Hei kalian hentikan semua ini. Kalian nggak boleh ngebully dia, apa salah dia hingga kalian membuatnya nangis seperti ini”

“Jangan sok jadi pahlawan deh lo anak baru, lo nggak tau urusannya apa, lebih baik lo pergi sana jika tidak…” ucap salah satu dari mereka aku potong.

“Jika tidak apa?. Kalian mau membully ku juga gitu, silahkan saja kalau kalian mau membullyku” ucapku.

“Songgong ye lo anak baru, lo itu anak baru di sini jadi sok jadi pahlawan kesiangan lo” kata mereka yg aku ketahui pimpinan dari Genk kampungan seperti itu adalah Sagha Van Hotten, ketua Genk Sekolahan SMAN 48 Jakarta yg slalu bikin ulah sama anak-anak STM 48 Japan.

“Emang gue songgong anaknya lo mau apa kalau gue songgong hah?” ucap gue nyolot ke mereka semua.

“Banyak bacot lo anak baru…”

BUGGZZZ!!!

Aku di pukul mereka semua sampai babak belur, emang gue ini tidak pandai dalam bertarung tapi gue ini pandai kalau nge gombalin cwek eh hehehe.

“Ayo guys kita pergi dari sini sebelum ada guru Bp, kita tinggalin saja dua anak kampung ini” kata Sagha sambil menendangku dan muladahiku pada saat aku tersungkur lemas di lantai.

“Kamu nggak apa-apa kan?” tanya cewek yg berada di depanku sambil membantuku bangun dari atas lantai.

“Iya aku nggak apa-apa kok, makasih” kataku sambil bangun dari atas lantai.

“Kenapa sih kamu tadi bantuiin aku dari mereka semua, toh juga kamu juga nggak kenal siapa aku, mereka semua itu berbahaya tau. Mereka semua itu anak-anak yg paling di takuti di sekolahan ini tau, kamu jangan cari gara-gara sama mereka semua kalau nasib kamu nggak pengen seperti kakak kelas aku dulu yg meninggal dunia gara-gara di bully habis-habisan sama mereka” kata Cewek yg sedang berbicara di depanku itu sambil mengobati bekas luka lebam di mukaku dengan obat mereka.

“Iya emang aku itu nggak kenal siapa kamu, tapi asalkan kamu tau ya. Aku paling nggk tegaan kalau aku lihat cewek di bully seperti itu” balasku meringis kesakitan karna obat merah menyentuh bekas luka lebam akibat kena pukul The Kings, genk bentukannya Sagha Van Hottens.

” Nah sekarang luka lebam kamu sudah aku obati semua, sekarang kamu balik gih ke kelas kamu, mau masuk jam pembelajaran pertama nih” ucap cwe itu sambil meninggalkanku di dalam UKS sekolah. Jam pembelajaran pertama telah di mulai tapi aku tetap saja masih di dalam UKS sambik berpikir akan tindakan gue hari ini.

“Eh Shan kemana tuh anak, kok itu anak nggak ikutan pembelajarannya guru BP ya” kata Michlle ke Shani.

“Udah le ga usah lo pikirin lagi tuh anak, lagian tuh anak miskin nggak kaya apa yg lo harapkan kemarin” balas Shani

“Gue yakin itu anak ga miskin shan gue yakin banget”  ucap Michelle ngotot.

“Ya deh apa lo ucap aja deh le..” kata Shani.

Saat jam pulang sekolah berbunyi, pada saat aku sedang keluar dari kawasan sekolah. Aku lihat cewek yg tadi pagi itu sedang jalan kaki pulang ke arah rumahnya. Aku berantusias untuk mengantarkan pulang, karena aku mau mengajaknya berteman juga dan sebagai tanda makasih karna sudah mau mengobati luka-luka lebam di mukaku tadi pagi.

“Pulang sendirian nih, nggak ada yg jemput ya?” Aku sambil menghentikan sepeda motorku di depannya.

“Iya nih..” balasnya.

“Mau pulang bareng nggak?, lagian jalur rumah kita searah juga”  ucapku.

“Nggak ngerepotin nih aku?”

“Nggak, udah ayo naik cepat keburu ujan nanti” kataku sambil menyetater motor bututku.

Saat di pertengah jalan pulang menuju rumahnya cewek yg sedang aku bonceng ini yg aku ketahui namanya adalah Yansen indiani, si Cewek Chubby yg slalu bikin gemes orang yg melihatnya. Di pertengah jalan pulang kami berdua kebasahan gara-gara kami di guyur hujan yg sangat deras pas saat aku sedang melintas di depan halte bus Transjakarta dan pada saat itu juga jalanan menjadi sepi dan sunyi landai karena hujan yg sedari tadi siang sampe malam nggak juga tak kunjung reda juga. Aku dan cansen yg sudah mengigil kedinginan langsung aku paksa buat lanjutin jalan ke rumahnya cansen yg sudah deket dengan halte bus yg kami teduhi tadi. Sesampainnya aku di rumahnya cansen, alangkah terkejutnya aku ketika melihat rumahnya cansen yg begitu seadannya dengan ukuran rumah yg tidak begitu besar dan disertai dengan ornamen-ornamen genteng bocor setiap sudut rumah. Aku yg melihat keadaannya cansen sangat sedih, aku yg tercukupi hidupku oleh kedua orang tuaku itu aja terkadang masih merengek untuk di belikan ini itu. Sedangkan cansen yg telah lama di tinggal pergi orang tuanya dari SMP kelas 9 aja udah kuat menjalani pahitnya kehidupan seperti ini.

“Nih kak diminum dulu teh nya, maklum seadannya aja ya” kata Yansen sambil menyuguhkan teh hangat kepadaku.

“Iya makasih yansen..” balasku sambil menyeruput teh hangat buatannya Yansen.

Karena udah jam 8 set, aku memutuskan untuk berpamitan pulang kepada Yansen, toh aku juga nggak enak sama tetangganya cansen, kalau aku terlalu berlama-lama di rumahnya cansen takut ada fitnah nantinya.

“Iya kak rio, hati-hati ya” balas Cansen sambil mengantarkanku sampai di depan rumahnya saja.

“Shan lo lagi dimana sekarang?” tanya Michelle menelphone Shani pada saat Michelle sedang mengemudi di saat Hujan sedang mengguyur ibu kota.

“Gue lagi di rumah le, emang kenapa lo nelphone gue. Ada apa?” balas Shani.

“Nggak shan, gue tadi lihat rio habis nganterin Anak miskin itu pulang ke rumahnya, sekarang gue lagi ngikutin si rio pulang” kata Michelle.

“Wah yg bener lo Le, dimana posisi lo sekarang, biar gue susul lo sekarang?”

“Ntar gue smsin posisi gue sekarang ke lo yg penting lo stand by aja” ucap Michelle.

Setibanya aku di kontarkanku yg besarnya tidak terlalu besar, aku langsung melepas semua baju ku dan menggantinya dengan baju hangat dan secangkir coklat panas buat menghangatkan badanku.

“Itu benar le, rumahnya si rio?” tanya Shani ke Michelle.

“Iya shan, gue yakin bener kalo itu rumahnya rio. Tadi gue lihat Rio masuk kedalam rumahnya itu” balas Michelle.

“Ah emang benar-benar anak miskin tuh orang, kemaren pas baru masuk pertama ke sekolah bawa lamborghini pas hari kedua masuk sekolah eh malah bawa vespa rongsokan seperti itu” kata Shani.

“Iya shan, gue juga udah nyesel suka sama itu orang, mendingan gue tembak aja si Sagha toh juga dia juga anaknya orang kaya, pemilik lahan kebun teh yg ada di bandung lagi” balas Michelle.

“Ya,lagian sih gua dulu kan dah pernah bilang sama lo buat jadian sama sagha tapi lo apa? Eh lo malah nolak si sagha karna sagha gak selevel sama lo, lo kan yg jadinya malu sekarang gara-gara lo akan nembak sagha” kata Shani.

“Hehehe… Yuk ah kita pergi aja dari sini, lagian gue juga udah mengigil kedinginan nih” ucap Michelle sambil masuk kedalam mobilnya dan langsung pergi dari depan jalan kost-kostanku.

Di pagi hari ini, aku berniat untuk mengajak berangkat bareng yansen ke sekolah tapi aku masih sedikit ada grogi kalau aku ngajak cansen ngobrol.

“Eh rio, ada apa ya?”Tanya nya

“Berangkat ke sekolah bareng yuk?” ajak ku ke cansen, tapi cansen masih mikir-mikir dua kali, tanpa basa-bask aku langsung tarik tangannya cansen buat naik ke atas motor vespaku.

“Casen lo kok manis banget ya, sumpah gue suka banget sama lo tapi gue takut kalau gue ngomong langsung sama lo, gue takut kalo lo tersinggung sama kata-kata gue nantinya” ucapku dalam hati sambil ngelirik ke spion.

“Yo, kok lo baik banget sama gue ye?. Lo pasti ada maksut tersembunyi deh sama gue tapi gue gak tau apa maksut lo semua ini.” ucap Yansen dalam hati, sambil terus berpegangan di pinggir jok vespa.

“Sen…kamu mau nggak kalau setiap hari kita pulang dan berangkat bareng ke sekolah kayak gini?” tanyaku.

“Emm gimana ya?” Dengan Ekspresi wajah lucu nya, Yansen berpikir sejenak.

“Iya deh aku mau…” balasnya.

Dalam hati sih gue sangat senang sekali ketika menjawab gitu, tapi kalau aku semakin deket-dekat dengan cansen lama kelamaan aku bisa jatuh hati padanya. Aku udah janji juga sama kedua orang tuaku pada saat Sonia nyakitin perasaan aku itu. Aku udah berjanji sama nyokapku kalau aku nggak akan pacaran lagi tapi hatiku ini tidak bisa di bohongi, lama kelamaan rasa sayang dan cintaku ke cansen semakin tumbuh dikit demi sedikit. pagi hari ini sekolahanku mengadakan tour ke kota kudus, buat mempelajari hal-hal unix lainnya yg ada di kota aku, salah satunya berkunjung ke makan sunan muria sama syekh jafar sodiq dan juga berkunjung ke air terjun kajar,dawe. Mumpung aku lagi ada di kota kelahiranku, aku mampir dulu ke rumahku dulu secara diam-diam tanpa mereka semua sadari pada saat teman-temanku dan juga guru-guruku semua lagi pada asik berwisata di daerah kajar,dawe. Rencananya sekolahanku akan bermalam di villa kurnia kajar itu sehari semalem jadi aku masih punya waktu buat menengok rumahku itu. Saat aku sedang pergi menengok rumah aku yg ada di kudus, Yansen menanyakanku pada temen-temenku dan semua teman-teman bilang mereka tidak tau keberadaanku.

“Oh yaudah kalau nggak tau, Trimakasih.” Yansen sambil meninggalkan teman-temanku yg sedang asik main sendiri di air terjun di daerah kajar.

“Kemana sih kamu kak, aku tanyaiin sama teman-teman kakak tapi mereka semua jawab nggak tau. Aku takut sendirian kak disini” ucap Yansen dalam hati.

“Hai mobil kesayanganku, lama aku udah nggak pulang kesini nih. Kamu kangen aku ya? Yuk aku ajak jalan-jalan bentar kamu mau nggak?” Aku sambil memeluk mobilku sambil aku nyalaiin mesin mobilku yg udah lama aku tinggal di garansi, dan alhamdulilah sekian lama aku tinggal di rumah aku di kudus, mesin mobilku ternyata masih bagus dan suaranya masih mulus gilak. Aku bawa mobil porche ku berkeliling-keliling kota kudus bentar tapi aku sengaja nggak lewat daerah kajar. Saat mau siang tiba, aku langsung balik ke daerah kajar buat bermain air bersama teman-temanku.

“Dorrrrr…!!!!”

“Eh kakak, ngagetin aja sih kak. Aku kan jadinya kaget nih, gimana kalau tadi aku jantungan, kakak mau tanggung jawab apa?” Ketus Yansen sambil mengeplak pundak ku pada saat aku mengejutkan dia saat dia tadi sedang melamun di pinggir jurang yg sangat dalam.

“Ngapain kamu ngelamun disini?, bahaya tau disini itu.”

“Aku duduk disini tuh sedang menikmati pemandangan kak, lagian hawa udaranya sejuk dan segar banget sih” kata Yansen.

“Tapi nggak di tepi jurang kalik menikmatin ke indahan alam di kota aku ini” balasku.

“Hehehe…Eh tadi kakak habis dari mana aja?, kok aku cariin nggak ada, sampe-sampe aku tanyaiin ke temen-temen kakak eh kata mereka ga lihat kakak”

“Ciee yg kangen ciee,hahaha. Aku tadi habis kebelakang cantik, biasalah kalau pagi-pagi gini pasti bawaannya perut bermasalah gitu hehehe” balasku bohong.

“Oh, tapi kalau kebelakang kok lama amat?”

“Oh itu, habis dari belakang aku langsung turun gunung buat cari makanan nih aku bawaiin soto khas kota aku, cobaiin deh” kataku sambil mebuka kotak makanan.

“Wow kelihatannya enak deh kak, aku cobaiin ya?” ucap Yansen

“Ya silahkan, aku beliinnya kan buat kamu, lagian aku bosen makan ini terus” balasku.

“Wah kakak sombong ya ternyata..ahaha, jangan gitu kak, kakak harus tetap ngelestariin makanan khas daerah kakak, jangan kakak gituiin ya.”

“Iya cansen cantik..” kataku sambil mencubit pipinya yansen.

“Ih apaan sih kak, main cubit-cubit pipi orang aja, malu tau kak di lihatin orang kayak gitu tuh” ketus Yansen sambil memarahiku.

“Maaf deh maaf…”

Saat Yansen sedang makan siang yg aku baru beliin tadi, aku hanya bengong di buatnya. Yansen memang cantik dan baik orangnya tapi sayang banyak temen-temen aku yg suka membully nya habis-habisan kayak gitu. Aku terkadang juga ikutan di bully juga ketika aku ngebelaiin Yansen.

“Ak….kak, buka mulut kakak, dari tadi ngelihatin aku sedang makan kayak gitu amat. Kakak mau ya nih..” Yansen sambil menyodorkan sendoknya ke arahku dan aku langsung menyambut suapannya Yansen itu. Sungguh nikmat sekali jika kita di suapin oleh orang yg kita sayang seperti ini.

“Enak ya kak?” tanya yansen.

“Iya enak banget..” balasku.

“Kakak mau lagi?”

“Udah buat kamu aja sen, lagian aku udah kenyang kok”

“Yaudah kalau kakak nggak mau lagi, aku habisin ya kak?” kata Yansen sambil melanjutkan makan siangnya.

“Iya…”

Malam pun datang, sungguh sangat dingin sekali suasana malam hari ini. Aku yg udah pakai jaket tebel-tebel saja masih mengigil kedinginan di pinggir jendela kamarku. Walau pun aku telah berbohong kepada teman-temanku bahwa aku adalah anak nya orang miskin tapi aku nggak menyesali perbuatan bohongku.hehehe

“Kak, aku boleh masuk ngga?” Tanya yansen dari luar kamarku.

“Masuk aja yanse, kamar aku nggak di kunci kok”

Di dalam kamar yg aku tempati bareng salah satu teman aku, yansen membawakanku secangkir kopi hangat yg baru saja di seduh nya di dapur. Aku langsung saja menyeruput kopi panas buatannya itu. Tanpa aku berpikir jernih kalau kopi yg sedang aku minum itu panas.

“Kak itu kan panas kak, emang kakak nggak kepanasan apa itu” Yansen mengingat kan ku.

“Wadaw… Panas-panas-panas. Haaaah…haaaah..” Aku langsung buru-buru minum air es.

“Hah lega…” ucapku lega sambil mengipasi sekujur badanku dengan kipas tradisonal kotaku yg di sebut iler. Asalkan kalian tau aja ya. I-ler itu adalah anyaman kipas dari bambu ya, bukan air ludah loh. Yansen yg lihat tingkah aku sedari tadi hanya ketawa lepas sampai-sampai temen satu kamar aku yg sedari tadi tidur kebangun gara-gara yansen berisik. Yansen juga kena omelan dari si Rega juga, aku membawa yansen kedepan villa sambil aku ajak ngobrol-ngobrol santai di depan villa.

“Sen, kamu kok malam hari ini cantik banget ya” pujiku.

“Ah kakak gombal deh, mana ada aku ini gendut tau kak, nggak cantik lagi” katanya.

“Huss..kamu nggak boleh berbicara seperti itu, kamu itu cantik dan manis tau terkadang aku juga ketawa sendiri kalau aku ngebayangin kamu tau” ucapku.

“Ah kakak bisa deh buat aku malu gini…” Yansen sambil menundukan kepalanya, karna malu aku puji-puji.

Dari atas villa, sagha and the genks yg melihatku sedang berduaan sama yansen langsung mendapatkan pikiran kotor buat mengerjaiku pada saat aku tidur.

“Gimana bos, ide gue, bagus kan?” ucap ical.

“Iye ide lu cemerlang banget..” kata Sagha.

*-*

Saat jam 12 set malam, pada saat aku sedang terlelap tidur. Anak buahnya sagha langsung mengangkat badanku yg pada saat itu aku sedang terlelap tidur di atas kasur. Aku di pindahkan anak buahnya sagha ke gudang belakang. Hari ini semua siswa,Siswi dan semua guru-guru ku pada balik lagi ke jakarta. Jam 8 set kami semua balik ke jakarta, aku yg di kunci di gudang belakang villa hanya terus memikirkan bagaimana aku bisa berada di dalam gudang yg kotor ini. Untung saja ada penjaga villa yg mendengar teriakan dan gedor-gedoranku dari dalam gudang.

“Kenapa kamu bisa di dalam gudang ini mas?” tanya penjaga villa.

“Aku sendiri juga nggak tau pak, kemaren kan aku tidur eh pas aku bangun tau-tau aku sudah terkunci di dalam gudang seperti ini” kataku.

Pas aku balik lagi kedalam kamarku, semua barang-barangku sudah tidak ada semua, kata penjaga villa kurnia, semua rombonganku sudah meninggalkanku sejak tadi pagi jam 8nan. Aku yg pada saat itu merasa di kecohkan langsung pulang ke rumahku yg letaknya tak jauh dari daerah dawe, aku langsung mengambil mobil porche ku dan aku langsung balik ke jakarta dengan kencangnya tanpa aku menghiraukan keselamatanku sendiri.

“Hahaha.. Mampus tuh anak, makannya jangan sok jadi jagoan di sekolahan ini. Itu anak bakalan membusuk di dalam gudang…” ucap sagha ketawa terbahak-bahak. Yansen yg mendengar ucapannya Sagha itu pun langsung marah, yansen memarahi sagha habis-habisan seisi bis mendengar perkelahian mereka berdua tak kecuali pacarnya sagha sendiri Michelle, Michelle juga memarahi habis-habisan Yansen.

“Heh dengar ya lo cwek gendut, lo itu nggak suka hah kalau anak miskin kayak lo itu di kurung di gudang sama my boy” bentak Michelle  ke Yansen sambik menarik rambutnya Yansen. Yansen hanya bisa menangis ketika di bully habis-habisan oleh Michelle. Setibanya aku di jakarta aku langsung balik dulu ke kostanku buat mengambil motor vespa butut kesayanganku, setelah itu akau langsung balik di sekolahan. Alangkah terkejutnya sagha van hottens ketika aku sudah berada di sekolahan duluan.

“Hah.. Bagaimana bisa itu anak nyampe duluan di sekolah, bagaimana sih kerja kalian semua. Dasar bego kaliam semua” kesal sagha sambil menampar semua anak buahnya itu.

“Tapi bos kami sudah mengunci orang itu di gudang, ya nggak ga?” kata Ical.

“Iya bos,kami nggak bohong bos”

“Dasar kalian semua nggak berguna, gitu aja nggak bisa, dasar nggak pecus kalian semua” Sagha langsung menghampiriku dan langsung memukulku di hadapan cansen dan lainnya. Guru yg melihatku hanya diam saja tanpa berbuat apa pasalnya Sagha adalah anak pemilik dari sekolahan SMA N 48 Jakarta. “Lo itu emang anak sialan, udah gue bilangin jangan sok jadi pahlawan di sekolahan ini tapi lo tetap aja sok jadi pahlawan” kata Sagha terus memukuliku. Yansen yg melihatku di pukuli habis-habisan oleh sagha di tengah lapangan itu terus menangis dan memohon kepada guru Bp untuk melerai pertengkaran gua sama sagha itu tapi tetap aja Guru Bp hanya diam dan melihat kedepan lapangan basket saja. Pada saat melayangkan pukulan ke arahku  aku langsung tangkap dan langsung aku banting sagha ke tanah.

Bruakkss!!

“Lo denger ya, gue bukannya sok mau jadi pahlawan kesiangan atau gimana-gimana, tapi gue ingin membela orang yg sedang lo tindas seperti itu. Camkan kata-kata gue tadi” aku sambil melepaskan pukulanku langsung ke mukanya. Sagha pada saat sagha bangun, sagha menyuruh semua anak buahnya buat menghabisiku. Dengan sangat cepatnya aku menghindar dan mengkis semua pukulannya anak buahnya Sagha.

Kreeek!!!

Buaakkss!!!

Terkadang aku juga memelintir tangan anak buahnya Sagha, pada saat sagha menyerangku dari belakang, memang aku kena tendangannya tapi aku nggak jatuh ke lantai.

“Akan gue habisin lo..” kata Sagha dengan semangatnya terus menyerangku membabi buta dari segala sisi, tak kala anak buahnya sudah terkapar semua ke tanah gara-gara kena pukulannya sagha ke gue yg meleset semua.

“Katanya mau ngehabisin gue, nyentuh gue aja lo kagak bisa” ledek ku sambil menangkis semua pukulan dan tendangannya sagha.

Bruakk!!!

Aku langsung tendang saja Sagha ke belakang, sekarang giliranku untuk membalas pukulannya yg tadi, tapi aku di hentikan Yansen yg tiba-tiba datang ke tengah-tengah lapangan untuk menghentikan perkelahian kami semua.

“Hentikan kalian semua, kalian ini udah dewasa kenapa sih kalian harus ribut-ribut kayak gini, lo juga Rio, kenapa lo bales mereka biarin aja mereka bully aku sepuasnya tapi jangan sampe lo ngebales mereka semua kayak begini” kata Yansen sambil nangis.

“Tapi…” ucapku terhenti.

“Nggak ada tapi-tapian sekarang kalian berdua baikan sana, dan buat lo sagha dan yg lainnya nih khususnya. Emang kita berdua ini orang miskin tapi kalian ga boleh semena-mena menginjak kami seperti lalat” kata Yansen menarik tanganku dan tangan nya sagha. Para guru dan semua teman-teman kami semua itu terdiam sesaat ketika yansen menceramahi kami seperti itu tadi.

“Maafin gue ya bro, gue emang salah sama lo” kata sagha sambil berjabat tangan denganku.

“Iya bro sama-sama,gue juga minta maaf kalau gue tadi nge hajar lo dan yg lainnya sampe segitunya” balasku meminta maaf ke mereka semua.

“Nah gini kan enak dilihatnya…” kata Shani dari pinggir lapangan basket.

“Maafin aku ya cansen,aku udah buat kamu nangis gini, maafin aku..” Aku sambil membungkuk di hadapannya dan di lihat oleh yg lainnya.

“Iya kak, jangan di ulangi lagi ya. Aku cemas tau kak, kalau kakak sampe kenapa-kenapa gimana, kan hanya kamu yg bisa membuat aku tersenyum setiap harinya kak” kata Yansen sambil membangunkan dan langsung memeluk ku.

“Iya yansen, kakau aku boleh jujur sama kamu, aku sebenarnya mau mengungkapkan ini semua ke kamu tapi aku malu mengatkannya. Tapi mungkin ini lah saatnya aku mengatakan yg sejujur-jujurnya sama kamu…”

“Sebenarnya aku ini bukanlah anak orang miskin seperti apa yg kamu duga saat ini, aku sebenarnya adalah anak dari orang kaya. Aku bohong sama kamu dan yg lainnya itu agar aku dapat melihat sifat asli kamu yg gak matrealitis seperti mantan pacar aku dulu yg macarin aku cuman buat nguras harta orang tua ku saja. Dan aku tau bahwa kamu itu adalah cewek yg menurutku baik buat aku kelak, mau kah kamu jadi pacar aku?. Kalau aku nerima aku sebagai pacar kamu, kamu boleh memeluku, kalau menolak ku kamu boleh memukul,menampar bahkan memukulkan stick golf ini ke kepalaku.” kataku. Saat orang-orang mendengar ucapan ku itu. Mereka hanya tersenyum sendiri nggak jelas, aku lihat mata yansen berkaca-kaca, seketika itu juga yansen menampar, memukul dan juga memeluk ku di hadapan semua orang.

” iya aku mau pacaran ssma kamu kok, lagian kamu juga orangnya baik sama aku, perhatian juga, terkadang bisa menghiburku kalau aku sedang sedih seperti pas di kota kamu itu. Dan kalau aku boleh jujur sama kamu, aku juga udah suka kamu sejak kamu menabrak ku di koridor kelas dulu?” kata Yansen menangis di pelukanku. Aku juga terharu mendengar ungkapan dari yansen.

“Oh so sweeet!!!!…” semua orang yg berada di pinggir lapangan basket seketika itu bicara bersamaan. Pada saat kami berdua sedang asik berpelukan tiba-tiba ada suara berdehem dari ke jauhan.

“Ehemm…. Ehemm…”

Suara mobil sport membisingi kami semua, dua mobil sport ngedrive di tengah-tengah lapangan basket. Aku yg merasa ketakutan itu langsung memeluk erat badan Yansen. Mobil sport merk lamborghini dan Sebuah Ferari mengelilingi kami berdua, pada saat kedua mobil itu berhenti dan keluarlah sang pengemudinya, dan ternyata itu adalah kedua orang tuaku dan tante desy yg sedari tadi mengikutiku dari kost-kostanku.

“Mama, papah, tante ngapain kalian ada di sini, pakek buat bising aja. ” Aku sambil melepas pelukannya Yansen.

“Mama, papa dan tante khawatir sama kamu, saat jam 9 pagi kemaren itu alarm dan vidio cam yg di pasang papa kamu itu bunyi dan mama melihat kamu dengan tampang emosi yg sedang melaju dengan ke cepatan penuh itu. Makanya papa dan mama nyusulin kamu kesini, begitu juga tante kamu ini” kata Nyokap gue.

“Aku nggak apa-apa kok mah, lagian aku bisa jaga diri kok. Kan aku ini master of taekondow, mama papa lupa ya?” balasku.

“Mah pah, tante kenalin ini Yansen Indiani calon istri rio kelak mah pah” kataku.

“Hai om tante, aku cansen om sama tante..” ucap yansen sambil mencium tangan kedua orang tuaku.

” hai juga sayang, yo nanti pas pulang sekolah, ajak teman-teman kamu semua ke rumahnya tante buat pesta barbequnan ya” kata Tante desy.

“Baik tante,nah kawan-kawan gimana kalian mau nggak kerumah tanteku?” ucapku, dan semua teman-temanku langsung menjawab dengan semangat. Setelah aku lulus dari SMA begitu juga dengan Yansen, aku langsung ajak yansen pindah ke Jepang buat menempuh pendidikan S1 kami disana bersama kedua orang tua kami itu. Dan Soal Sagha, Michelle dan Juga Shani, mereka bertiga melanjutkan kuliahnya di Amrik bersama-sama.

999-The Ends-999

Cuap-cuap sedikit tentang cerita di atas nih. Pasti kalian udah nebak-nebak siapa pacarnya Sonia yg nggak aku sebutin namanya itu. Perusak hubungan nomer satu di indonesia dan juga si Jomblo akut yg tidak perlu kita sebut namanya pasti ya kalian udah tau lah siapa dia.  Definisi tentang Cinta menurut gue itu? Cinta tidak memandang kasta bahkan harta seseorang. Cinta itu hanya memandang kenyamanan dan rasa saling suka sama lain.

Maaf kalau cerita di atas masih jelek, namanya juga cerpen gagal.hahaha.

Jangan lupa saksikan Sinetron terbaru gue yg akan segera tayang di RCTI segera. SELIR SEPUH!!! Cooming soon.. Maaf juga kalau di atas ada masih ada yg menggangu seperti itu.

 

Created by:@lastwota

Iklan

2 tanggapan untuk “Apa itu cinta…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s