Kimi no Senaka

Seorang pemuda tengah duduk di sebuah stasiun. Dia pasti menunggu, dibundaran depan stasiun. Di tempat yang seperti biasa. Aku saja penulisnya tidak tahu apa yang dia lakukan, aku hanya bisa mengamatinya. Dan sambil melihat jam… dia pasti sedang mencari jawaban di tengah keramaian. Jangan suruh aku untuk menceritakannya oke. -__- Baiklah aku akan menceritakannya tapi dengan sudut pandangku, sudut pandang seorang penulisnya oke (y)

[FLASHBACK ON]

Di tempat lain…

Seorang gadis sedang bercanda tawa dengan temannya. Kalian ingin tahu siapa temannya kan?

Aku beri sedikit clue kalau temannya itu laki-laki. Baiklah-baiklah akan kuceritakan siapa dia sebenarnya. Kita mulai dari gadis itu oke. Gadis itu bernama Cindy Yuvia. Gadis cantik,lolli,imut, dan sempurna. Itu menurutku, tapi kalian bisa menilainya sendiri. Semua orang pasti punya pendapat berbeda kan. Oh aku hampir lupa dengan temannya yang laki-laki. Namanya adalah Rezalical, jangan panggil dia Reza. Pemuda itu lebih suka dipanggil Ical oleh Yupi. Kenapa? Karena kebiasaannya yang suka menghilang. Bahkan mungkin sulit untuk mencarinya di mana pun ia berada. Sedekat apa pun, dia seperti mencari celah untuk menghilang. Entah itu dari pandangan Yupi, bahkan mungkin dari tempat mereka sedang asyik bercanda.

Aku akan menceritakannya dari mulai pertemuan mereka. Mereka sebenarnya adalah sahabat dari kecil. Tidak pernah berpisah dari mulai bermain, sampai tidur sekali pun. Jangan berpikir yang tidak-tidak karena saat itu mereka masih sangat kecil. Masih anak kecil berumur 5 tahun yang polos. Jangan tertawa mendengarnya, tapi jujur aku sekarang sedang tertawa mengingatnya. Back to Story teman-teman. Sebenarnya orang tua mereka dari mereka kecil sudah berteman dekat. Rumahnya pun bersebelahan. Bahkan mungkin ingin menjodohkan mereka saat mereka sudah dewasa. Kita mulai dari saat mereka berumur 5 tahun. Saat itu, mereka sedang asyik bermain petak umpet di taman saat sore hari. Senja menemani keseruan mereka saat itu.

“Hom pim pah alaihum gam…breng”

“Haha Yupi, kamu yang jaga sekarang” ucap Ical

“Ih… iya deh iya” Yupi mendengus kesal

“1..2..3..4..5..6..7..8..9..10.. Udah belom?” Kata Yupi meyakinkan

“Udah!!!” kata Ical yang sedang bersembunyi

Lama sekali Yupi mencari Ical hingga matahari mulai menunjukkan semburat jingga keemasan cahayanya. Lebih lama lagi hingga akhirnya cahayanya itu berubah menjadi gelap. Yupi yang masih mencari Ical mulai ketakutan karena hari mulai menjelang malam dan Ical belum ia temukan. Terdengar suara

GHUK…!!! GHUGHUK GHUK!!!

Suara burung hantu di menjelang malam taman itu membuat Yupi sangat ketakutan hingga tak sadar ia jatuh dan kakinya terbentur batu.

“Aww… Huuu….huuu hiks… huhuhu” tangis Yupi saat itu. Tiba-tiba seseorang seperti bayangan datang. Yupi yang ketakutan hanya bisa membenamkan wajahnya sambil menagis ketakutan dan kesakitan.

“Hei, bangun! Kamu kenapa?” orang itu mendekat

“Huuu pergi kamu, aku takut!!!” tangis Yupi menjadi-jadi

“Hei lihatlah dulu sini” orang itu mendekatkan wajahnya

“Ish… kamu dari mana aja sih??? Hiks… Aku cariin kemana-mana kok nggak ketemu huftyup…” orang itu ternyata adalah Ical. Yupi mendengus kesal dan memanyunkan bibirnya

“Kamu aja yang gak liat, orang aku sembunyi di atas pohon itu kok” Ical menunjukan tempat ia bersembunyi

“Yaudah yuk pulang, bisa jalan kan?” tanya Ical mengajak Yupi pulang

“Kamu ini jahat banget sih? Kaki aku sakit tauk huhuuu… hiks” darah kembali keluar dari lututnya itu

“Yaudah sini” Ical berjongkok

“Ayo naik, kita pulang” katanya dan Yupi hanya mengangguk. Di perjalan, Yupi masih terus menangis. Ya biasalah, anak kecil apalagi perempuan pasti sukanya nangis kalo jatuh apalagi kalo mainannya di ambil.

“Hey sudahlah jangan nangis terus, untung yang luka cuma kakimu” kata Ical menenagkan

“Ical jahat!!! Huuhuu.. hiks.. hiks…” katanya masih menangis. Ical hanya menggumam hingga akhirnya mereka tiba di rumah Yupi. Alhasil Yupi dan Ical dimarahi karena pulang terlalu malam dan karena kaki Yupi yang lebam terluka itu. Lucu sekali melihat ekspresi wajah mereka berdua saat itu.

“Berceritalah dengan benar wahai penulis!!!”

Iya, iya aku minta maaf Cal hehehe. Setelah kejadian itu, mereka selalu menurut dengan perkataan orang tua mereka masing-masing. Tapi tetap saja Ical masih sering menjahili Yupi. 7 tahun berlalu, Ical dan Yupi memasuki Junior Highschool. Ah! Lebih gampangnya SMP lah. Saking dekatnya Yupi dan Ical, teman-teman sebayanya selalu bertanya apa mereka berdua itu pacaran.

“Eh Yup, kamu pacaran ya sama Ical? Kok nempel mulu kayak perangko tuh” ucap Viny

“Ih…! mamah Dino enggak tauk. Aku kan emang dari kecil udah sama dia terus huh!!!” kata Yupi mengelak. Hampir lupa mengingat bahwa Yupi selalu memanggil Viny dengan sebutan mamah Dino

“Kalia jadian aja gih sana. Lagian cocok kok” kata Melody memanas-manasi yang membuat Yupi dan Ical salting *salah tingkah

“Ish… ya enggak lah, kita kan emang udah temenan dari kecil. Ya wajar aja kalo kita barengan terus” kata Ical membela diri

“Inget loh. Sahabat bisa jadi cinta” kata Shania yang baru saja datang dan ikut memanasi suasana

“Ah taulah kalian” kata Yupi pergi

“Iya nih nggak asik” Ical juga pergi tapi ke tempat yang berbeda dengan Yupi. Teman-temannya hanya bisa memandang mereka.Semenjak kejadian itu, Ical dan Yupi sedikit menjaga jarak karena takut hal itu akan terjadi lagi.

3 tahun di SMP telah berlalu, kini Yupi dan Ical sudah menginjak masa-masa paling indah yaitu Highschool. Lebih mudahnya SMA lah. Tidak tahu mengapa tapi orang tua mereka selalu menuntut Yupi dan Ical bersekolah di sekolah yang sama. Mereka berdua telah tumbuh menjadi remaja yang bisa dikatakan menjadi maskot dan pusat perhatian di sekolah mereka. Yupi telah tumbuh menjadi wanita yang cantik, apalagi sekarang ia telah menjadi kapten tim Cheerleader di sekolahnya. Jangan lupakan Ical, dia sekarang sudah menjadi pemuda yang tampan dengan tubuh yang bisa dikatakan sixpect ideal lah. Dia menjadi kapten tim basket di SMA nya. SMA nya Yupi juga SMA nya Ical -__-

Banyak sekali pria yang mendekati Yupi tapi tak satu pun yang berhasil menjadi pacarnya mulai dari kalangan adik kelas hingga kakak kelas. Seperti anak kecil yang berebut lollipop yang sangat besar dan manis. Begitu juga dengan Ical, dari kalangan adik kelas sampai kakak kelas selalu berusaha mencuri-curi pandang saat di dekatnya bahkan tak jarang banyak sekali yang mencari perhatian padanya. Berbagai usaha lah pokoknya mulai dari sandiwara kalo kakinya jatuh lah, sakit lah, minta bantuin ngerjain tugas lah, bahkan ada yang to the point mengajak Ical jalan atau pun dinner. Ical menanggapi semua itu dengan tulus walaupun ia tahu resiko dari perbuatannya itu adalah di cap ‘Playboy’ di sekolahnya. Sama halnya dengan Yupi, dari sekian wanita yang dekat bahkan mengajaknya pacaran, Ical tidak pernah menerimanya. Tapi Yupi selalu kesal kalau ada yang mendekati Ical. Mereka saja bukan pacar tapi Yupi selalu cemburu. Saat itu mereka sedang berjalan di koridor. Tiba-tiba, ada yang menghadang mereka

“Cal, jalan yuk nanti malem. Mau ya ya ya???” kata Naomi. Dia adalah kakak kelas yan selalu cari perhatian dengan Ical. Entah mengapa Yupi sangat kesal sekali terlebih lagi pada Naomi. Apalagi saat Naomi melontarkan kedipan genitnya pada Ical. Rasanya Yupi ingin sekali menjambak rambutnya, membuat Naomi menyesal dengan apa yang telah ia lakukan.

“Maaf kak. Tapi kakak pasti bakalan nemuin yang lebih baik daripada aku. Aku udah punya seseorang di hati aku. Aku ingin dia mengerti akan perasaanku dan menyadarinya. Maaf aku telah banyak menyakiti hati dan memberikan harapan palsu untuk semua wanita” kata Ical. Karena terlalu kesal, Yupi meninggalkan Ical saat itu seketika. Ical yang menyadarinya langsung saja mencoba mengejar Yupi. Menarik tanganya hingga dia didekapannya membuat Yupi kaget dan wajahnya memerah didekapannya Ical. Yupi hanya bisa mematung dengan yang diperbuat Ical, reflek Yupi mendorong Ical.

“Kamu pergi aja sana, jangan gangguin aku. Urus aja cewek-cewek kamu dasar PLAYBOY!” kata Yupi berlari pergi meninggalkan Ical. Yah Ical tidak tahu harus berbuat apa. Ia ingin berbuat sesuatu tapi takut salah dan melukai perasaan Yupi. Akhirnya dengan berat hati Ical membiarkan Yupi pergi. Ia hanya menatap punggungnya dari kejauhan

Dengan kesal sekali, Yupi berjalan dengan gontai. Dia berlari hingga tak sadar…

TIN!!! TIN!!! TIN!!!

“Awaaasssss!!!…..”

Sebuah mobil dengan cepat menghantam seorang pemuda. Yupi tengah terpental ke sisi jalan akibat dorongan dari pemuda itu. Yupi dangan cepat bangkit dan memeriksa hal itu. Sudah tergeletak seseorang berlumuran darah di kepala hingga sekujur tubuhnya. Tangisnya pecah seketika melihat itu, ia hanya bisa mencoba memangku kepala pemuda tersebut

“Cal!!! Bangun Cal! Ini aku Yupi huhu… hiks…hiks” Sia-sia saja. Para warga mulai berdatangan mengerumi di tempat kejadian. Suara sirine mendekat. Mobil Ambulance kini sudah datang dan langsung saja membawa Ical. Yupi hanya terus menangis dan berdoa untuk keselamatannya. Bahkan saat di rumah sakit Yupi memaksa untuk ikut masuk ke ruang UGD. Tapi banyak orang yang mencegahnya. Sang dokter bilang ini akan baik-baik saja. Kata-kata itu berhasil membuat Yupi tenang. Setelah beberapa saat, Ical tidak apa-apa. Dia hanya mengalami sedikit benturan yang membuatnya agak shock. Ical saat ini sudah siuman. Kalau kalian ingin tahu, Yupi sudah menunggu Ical selama 18 jam dengan terus memegangi tanganya. Berharap Ical bisa cepat sadar. Seteleh lama, akhirnya Ical bangun.

Di sisi lain…

Yupi sedang menangis saat ini. Tidak tau kenapa ia kesal dan cemburu. Tapi di sisi lain dia juga cemas,khawatir,dan gelisah dengan keadaanya Ical sekarang. Inikah yang dinamakan cinta? Tidak mungkin sahabat menjadi seorang pasangan. Takut sekali rasanya jika ia mengungkapkan itu malah akan memperburuk keadaan. Itu malah membuat mereka tambah menjaga jarak, bahkan mungkin selalu menghindar tiap kali bertemu atau pun berpapasan. Ah sudahlah terlalu pusing memikirkanya. Memang dasar cowok itu nggak peka. Mereka tidak tahu kalau perasaan seorang wanita itu sangat sensitif. Mudah senang, mudah juga untuk menangis. Setelah kejadian itu, Yupi memutuskan untuk pergi ke taman belakang sekolah. Taman yang indah dipenuhi bunga dan juga sebuah danau yang memperindah tempat itu

“Ical bodoh!!! Nggak peka banget sih jadi cowok! Hiks…” Yupi mengeluarkan semua amarahnya,perasaannya,keluh kesahnya di tempat itu

“Kita masih teman kan…???” seseorang datang yang membuat Yupi menoleh dan menghapus air matanya. Ia kesal sekali dengan orang itu.

“Tau ah…” acuh Yupi

“Loh kok kamu ada di sini? Kamu kan lagi sakit” Yupi khawatir dengan pemuda di depannya

“Hey cuaca di sini panas loh. Ini untukmu…” pemuda itu memberikan sebuah eskrim corong kepada Yupi tapi dia tetap mengacuhkan pemuda itu.

“Nggak mau? Yaudah aku makan aja…. Aaa…” pemuda itu hampir memakan eskrimnya

“Aaammm….”

“Hahaha kamu kalah lagi. Aku tau semua kelemahan kamu” pemuda itu tersenyum

“Biarin :p” Yupi malah memakan eskrim itu dengan lahapnya. Lucu sekali seperti anak kecil yang  merengek ingin eskrim.

“Udah kamu pergi sana Cal… Hus… hus…” Yupi mengusir pemuda itu yang ternyata adalah Ical

“Ishhh kamu ini, liat tuh makannya belepotan” Ical langsung saja membersihkan sisa eskrim di bibir mungil Yupi. Mata mereka berpandangan satu sama lain. Seperti menatap jutaan bintang di langit malam, pandanga mereka tidak bisa lepas. Ingin selalu memandang satu sama lain seperti berkata “jangan pergi”. Cukup lama hingga Yupi reflek dan memegang tangan Ical lalu menyuruhnya menyingkirkan tangannya dari wajahnya. Terlihat sekali wajah Yupi yang memerah karenanya

“Yup kamu kenapa? Sakit? Kok wajah kamu merah sih?” ucap Ical lalu menempelkan tanganya di kening Yupi. Memeriksa panas atau tidak. Yupi sangat salting waktu itu terlebih lagi wajahnya Ical juga ikut mendekat

“Ih udah kamu sana ah lagian yang sakit itu kamu” kata Yupi mengusir karena terlalu salah tingkah

“Yup, sebenernya aku pengen ngomong sesuatu. Ini penting banget Yup, jadi please kamu dengerin aku” kata Ical dan Yupi yang tadinya ingin mengusirnya hanya bisa mengangguk mendengar hal itu

“Ngapain sih si Ical? Apa jangan-jangan dia mau nembak aku ya? Ah Yupi fokus-fokus” batin Yupi mencoba mengusir semua khayalannya.

“Gini Yup sebenernya…

Aku bakal dipindahin ke luar negeri sama orang tuaku karena aku harus berkuliah di sana. Tepatnya di Inggris” kata Rizal

DEG…

Rasanya hancur sekali Yupi mendengar hal tersebut. Mana mungkin dia bisa berpisah dari orang yang selalu bersamanya dari kecil, orang yang selalu melindunginya,dan kenangan baginya kini harus pergi? Tidak adil sekali dengan semua ini. Yupi hanya ingin ini semua berjalan dengan baik seperti biasanya. Ingin rasanya Yupi menghentikan waktu saat Ical dan Yupi masih bersenang-senang bersama.

“Kamu jahat Cal!!! Aku nggak mau ketemu kamu lagi…!!!” Yupi berlalu pergi. Ical hanya memandang kepergianya

“Maaf ya Yupi kalo nggak kasih tau kamu yang sebenarnya. Ini demi kebaikan kita” batin Ical

Hari semakin berlalu. Bukan seperti jalanan dengan kendaraan yang berlalu-lalang melainkan beberapa hari telah terlewati. Tiba harinya Ical harus pergi, dia berniat pamit pada Yupi dengan mengunjungi rumahnya.

“Permisi tante, Yupi nya ada?” tanya Ical pada wanita paruh baya yang adalah ibunya Faisal

“Masuk aja nak Reza” kata ibunya Yupi. Oh aku hampir lupa kalau ibunya Yupi selalu memanggil Ical dengan Reza. Terlihat kamar Yupi terkunci dan tertutup rapat

“Yup, aku pamit dulu. Selamat tinggal dan semoga kamu bahagia. Aku titipkan sebuah surat ini untukmu di sini” Kata Ical dan akhirnya berlalu pergi menuju stasiun keberangkatanya.

Di sisi lain, Yupi yang dikamarnya hanya diam membisu. Dia masih menangis di kamarnya karena kepergian Ical. Di sisi lain, Ical sudah pergi menuju stasiun. Kemacetan kota tidak menghalangi kepergiannya.

Dalam kerumunan… yang mengarah stasiun

Menunggu lampu merah… di perempatan jalan

Yupi masih menangis di kamarnya berharap ini hanya sebuah mimpi buruk. Ada yang membuatnya tergerak. Spucuk surat yang diselipkan Ical lewat lubang pintu bawah kamar Yupi. Yupi mengambilnya berharap ada sesuatu di sana. Tanganya mulai membuka amplop yang dibalut corak lollipop dan hati tersebut. Dia mulai membacanya…

Hai Yupi!!! Kamu masih nangis? Jangan sedih lagi dong, kalo kamu nangis aku juga ikut-ikutan sedih. Aku ingin terus melihat senyum kamu. Senyum yang selama ini menemani hari-hariku dari aku kecil sampai sekarang ini. Mungkin kalau kamu baca surat ini, aku sudah pergi ke Inggris untuk kuliah. Aku punya alasan Yup. Ayahku kemarin diberitahukan telah tiada. Sakit sekali rasanya mendengar hal itu. Saat perjalanan pulang ke Indonesia, pesawat yang ayahku tumpangi terkena badai angin topan yang membuat pesawatnya oleng. Ayah ditemukan sudah tak bernyawa di kabin peawat yang jatuh di kota Malaysia. Aku gak tau harus berbuat apa setelah kepergian ayah. Untungnya aku masih punya Ibu.

Saat aku sedang menangisi kepergian ayahku dimakamnya bersama ibuku, ibuku bilang Ayah menitipkan sesuatu untukmu.Sebuah surat wasiat. Di wasiat itu dikatakan aku harus mengurus semua perusahaan ayah. Tapi aku harus kuliah dulu di Inggris. Sampai segini aja ya Yup, aku harus pergi demi amanah ayah. Tetap tersenyum mau aku disamping kamu atau pun tidak. Ada yang ingin kusampaikan saat di taman kemarin. Sebenernya aku cinta sama kamu Yup. Aku sayang dan suka sama kamu. Aku ingin terus melindungi kamu. Terima kasih selama ini udah  menemani aku. Aku janji kita pasti akan ketemu lagi kok. Dan satu lagi, aku ingin kamu memanggilku Reza. Tapi sebenarnya nama Ical itu…

Aku suka

Rezalical          

Dan surat… cinta… ia berikan…

Katanya… beritahu perasaanmu…!!!

Tangis Yupi pecahh seketika akan hal itu. Semakin kencang ia berteriak

“Ical bodoh!!!” teriaknya dengan sangat keras

“Iya aku harus nyusul dia sekarang” Yupi tersadar dari tangisnya dan mulai bergegas pergi ke stasiun. Ia mencari kunci mobil tapi tidak ketemu

“Mah kunci mobil di mana? Cepetan!” Yupi mulai tak sabar

“Kunci mobil tadi di bawa papah nak. Kamu mau kemana kok cepet-cepet kayak gitu?” tanya Mamahnya Yupi

“Aku hiks… mau nyusul Ical sekarang…” Yupi langsung saja berlari meninggalkan rumahnya. Pilihan lain, dia lebih memilih menaiki bis umum karena taksi yang tak kunjung lewat. Suasana saat itu sudah sore, jadi banyak sekali orang kerja pulang mungkin bisa dilihat dari kemacetannnya. Yupi gelisah sambil terus menangis jikalau tidak bisa bertemu Ical mungkin untuk yang terakhir kalinya. Karena sudah tak tahan dengan kemacetan ini, Yupi nekat turun dari bis dan berlari menerobos kemacetan untuk sampai di stasiun

Larilah diriku dengan sekuat tenaga!!!

Saatnya turun… dari bis di kemacetan

Larilah diriku demi cinta ini!!!

Menyeberangi jalan…

Hembusan nafas yang masa muda…

Tak peduli dengan semuanya ia terus saja berlari. Peluh keringat telah membasahi pelipisnya. Poninya yang basah menutupi wajah cantiknya.

Di stasiun

TING NONG TING NONG

“Panggilan kepada peumpang kereta no. 07 silahkan memasuki kereta karena kereka sebentar lagi akan berangkat”

“Mungkin… aku memang harus pergi. Selamat tinggal semuanya, selamat tinggal Jakarta, dan…

Selamat tinggal Yupi…” Ical menghembuskan nafas panjangnya dan hampir memasuki kereta itu.

Seseorang telah sampai di stasiun dengan penuh keringat dan terlihat sangat kelelahan. Ya itu adalah Yupi. Dia mencari ke sana-sini orang yang ingin dijumpainya. Matanya beredar ke seluruh stasiun mencari sosok tersebut.

“Ketemu!” senang sekali wajahnya ketika melihat seseorang berjaket hoddie dengan kupluk.  Seingatnya, Ical sering sekali memakai jaket hoddie itu. Langsung saja Yupi menarik tangan sosok tersebut

“Cal jangan pergi…” Yupi menarik tanganya

“Eh maaf mbak siapa ya?” tanya orang itu

“Oh maaf saya salah orang” kata Yupi. Senyumnya mulai memudar lagi

Saat harapanya hampir putus, ia melihatanya. Pemuda itu mulai membawa kopernya dan hendak memasuki kereta

“Ical…..!!!” Yupi berteriak memnaggilnya

Aku menyadari… keberadaanmu…

Tapi kau tak menyadari… tatapan ini…!

Semua orang di sekitar…terlihat banyak saingan

Bagi dirimu aku… Tak bisa maafkan

Pemuda itu masuk pergi dengan kereta. Yupi hanya bisa memandang punggung miliknya yang mulai memudar di tengah keramaian. Terlambat sudah Yupi mencegahnya.

Punggungmu itu selalu saja…

Jauh dan tidak bisa kucapai…

Hanya bisa menunggu… kamu berbalik…!!!

Walau aku memanggilmu pasti…

Yang terhapus oleh keramaian…

Perasaan sayang ini…

Kehilangan tujuannya

Dia hanya menangis di sana dan berharap dia kembali. Berkali-kali ia memanggilnya tapi tetap tidak terdengar. Tubuhnya lesuh sekali. Perasaan cinta, sayangnya telah kehilangan tujuannya. Dengan berat hati, Yupi pulang dengan masih terus mengangis.

Semenjak kejadian itu, Yupi selalu mengurung diri di kamarnya. Mamahnya saja sampai tidak bisa membuatnya ceria lagi. Mungkin ia hanya menginginkan pemuda itu. Orang yang selalu di sampingnya,menjaganya,dan melindunginya.

[FLASHBACK OF]

3 tahun kemudian…

Yupi sudah bisa menjalani aktivitasnya seperti biasa. Kini ia sudah menempati bangku perkuliahan di semester 4. Sebenarnya Ia masih terus berpikir bagaimana keadaan Ical di sana. Mungkin ia juga sudah kuliah semester 4 sekarang. Ia selalu menangis jika mengingat masa kelamnya bersama Ical. Bahkan sesekali ia mengunjungi stasiun tempat terakhir kali ia tidak bisa mencegah Ical pergi. Berharap Ical turun dari kereta, menemuinya dan memeluknya dengan hangat. Tapi itu hanyalah sebuah harapan dan khayalan.

Sore ini, Yupi kembali mengunjungi stsiun itu. Dia menyempatkan waktunya setelah pulang kuliah. Dia suka sekali duduk di budaran depan stasiun itu. Di tempat yang seperti biasa ia berharap Ical kembali. Kali ini terasa berbeda. Saat ia ingin menuju tempat itu, terlihat seorang pemuda juga duduk di sana. Biasanya hanya Yupi yang duduk di sana. Yupi tidak menghiraukan pemuda itu dan tetap melangkah untuk duduk di tempat itu. Yupi tidak bisa melihat wajah peuda itu karena pemuda itu menutupi wajahnya dengan kupluk hoddie. Pemuda itu berbicara

“Sedang apa?” tanya pemuda itu

“Aku hanya menunggu seseorang, kamu…?” tanya Yupi balik

“Aku juga sedang menunggu seseorang. Bisakah kamu menceritakan orang yang kamu tunggui itu?”

“Tidak apa-apa kalau kamu tidak menceritakannya. Semua orang berhak punya privasi” tambah pemuda itu

“Enggak kok nggak papa. Mungkin dengan ini aku bisa lebih tenang” Yupi mulai menceritakan semuanya. Hingga cerita tersebut berakhir pada penyesalan. Pemuda itu hanya tersenyum menanggapinya

“Aku juga ingin bercerita tentang gadis yang sedang menungguiku. Dia cantik,lolli,imut, dan baik. Dia sebenernya ngeselin sih, tapi aku suka. Dia sangat suka sekali dengan eskrim. Dia cantik sekali dengan poninya” pemuda itu berkata

DEG

“Terus? Kenapa kamu berpisah?” tanya Yupi

“Itu karena dia salah paham. Belum mengerti tentang apa yang kujalani waktu itu. Seingatku, aku menitipkan sepucuk surat padanya. Berharap ia membacanya, ah mungkin dia membuangnya” Lanjut pemuda itu.

“Ah tidak mungkin, dia pasti mengerti tentang keadaanmu kok” Yupi meyakinkan pemuda itu

“Ya terima kasih sudah menghiburku. Maaf aku harus pergi, sudah ditunggui jemputan” pemuda itu berpamitan

“Seharusnya aku yang harus berterimakasih padamu karena telah menghiburku” Yupi tersenyum

“Iya. Baiklah sampai jumpa” pemuda itu ditunggui sebuah mobil Mercedez Bens mewah bak sebuah limosir

“Pak Reza, silahkan masuk. Semuanya sudah menunggu anda” kata seorang bodyguard yang membukakan pintu mobil itu

“Ya terima kasih” pemuda itu masuk ke mobilnya

“Reza…??? apa mungkin? Ah sudahlah itu hanya khayalanku”Yupi menyadarkan lamunannya. Tiba-tiba ada notifikasi di Hpnya. Itu dari Viny

“Yup, kita jalan-jalan ke mall yuk. Barenga anak-anak kampus lainya” pesan dari Viny

“Iya, kamu tunggu dimana?” balas Yupi

“Di cafe tempat biasa” pesan itu hanya dibaca oleh Yupi. Dengan segera, ia pergi ke mall dua huruf itu. Ya itu adalah mall F(x) Sudirman di Senayan Jakarta. Dengan taksi, ia menuju mall itu. Setelah sampai, ia masuk dan mencari kafe itu. Setelah menemukan kafe, ia melihat teman-temannya melambaikan tangan tanda menunjukan mereka berada di sini. Ia langsung saja menuju tempat duduk itu

“Hai guys maaf aku telat” Yupi baru saja datang

“Iya, kamu dari mana aja baby Dino?” tanya Viny

“Tadi dari stasiun kayak biasa kok mamah Dino” Yupi membalas dan memesan makanan. Yupi melihat teman-temanya yaitu Viny,Melody,Ve,Shania,Rona,Kinal,dan Haruka saling melirik satu sama lain. Apa maksudnya (?)

“Sebenernya kami ngajak kamu ke sini….

Happy Birthday to You!!!

Happy birthday to You!!!

Happy birthday! Happy birthday!

Happy birthday Baby Dino!!!”

Tiba-tiba sebuah kue dengan angka 18 sudah ada dihadapannya. Teman-temanya bernyanyi merayakan ulang tahunnya. Ya ini adalah tanggal 14 Januari, tepat tanggal ulang tahun Yupi yang ke 18. Saking meriahnya jadi hastag #Pencur18irthdayCindyYuvia. Lucu sekali ya kan?.

“Make a wish dulu dong” ucap Kinal

“Semoga aku bisa ketemu sama Ical” batin Yupi lalu meniup lilinya

“Yeay…!!!” kata semuanya. Mereka semua mulai memakan kuenya. Setidaknya itu bisa membuat Yupi terhibur. Setelah semuanya selesai mereka semua pulang ke rumah masing-masing. Tidak dengan Yupi yang masih ditemani Viny di kafe itu.

“Vin udah malem nih, anterin aku pulang yuk” kata Yupi

“Aduh maaf Yup aku masih ada urusan. Kamu pulang sendiri aja ya” ucap Viny kemudian pergi meninggalkan Yupi di kafe itu. Yah terlihat dari wajahnya, ia sangat gelisah malam ini. Tapi rasa gelisah itu dapat ia sirnakan karena mengingat perayaan ulang tahunnya tadi.

Yupi keluar dari kafe itu. Saat berjalan, ia merasa menginjak sesuatu. Saat ia lihat ke bawah ternyata ada sebuah kertas. Terdapat tulisan “Masuk ke taksi” dan terlihat sebuah anak panah. Dia melihat ternyata benar ada taksi yang di tunjukkan anak panah itu. Tapi taksi itu berbeda. Dipenuhi dengan pernak-pernik lampu dan juga bunga. Aneh sekali ada taksi seperti itu. Awalnya Yupi ragu-ragu. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin ini salah satu kejutan di hari ulang tahunnya (^_^) Dia melangkah menuju taksi itu. Membuka pintunya. Terlihat seseorang dengan menggunakan jaket di tempat duduk depan. Mungkin itu supir taksinya.

Taksi itu berjalan dengan cukup kencang. Hening, itulah suana dalam taksi itu hingga Yupi sampai di rumah. Taksi itu juga pergi meninggalkan Yupi yang masih berdiri di depan rumahnya. Ia melihat ada keanehan (?). Lampu rumahnya mati semua sedangkan tetangga tidak. Mungkin ini ada konslet listrik. Ia mulai berjalan masuk ke halaman rumah. Membuka gerbang dan menutupnya kembali. Menakutkan, itu adalah suasana yang tepat saat ini. Dia mulai membuka pintu rumahnya. Gelap yang hanya bisa ia lihat saat memasuki rumahnya

“Mah? Pah? Dek? Ada orang di dalem?” Yupi makin melangkah masuk ke dalam rumahnya. Rasa takut mulaimenjdai-jadi karena

DAKKK!

Suara benda sepertinya jatuh

“Hei kalian di mana…???” Kata Yupi memperkeras suaranya. Mencoba untuk ada yang mendengarnya. Tiba-tiba…

 

“Selamat Ulang Tahun Yupi yang ke 18…!!!” Ucap semuanya saat itu. Mulai dari keluarga,saudara, hingga teman kampusnya berdiri di sana. Menyambut hari yang spesial untuknya. Kue berbentuk hati dengan pocky rasa strawberry mengelilinginya.

“Aaahhh…!!! kalian bikin aku takut aja deh huftyup” Yupi memanyunkan bibirnya

“Tapi ini kan surprise buat kamu baby Dino” kata Viny

“Iya, kita semua bikin ini loh. Gak lupa juga denga orang tua,saudaramu, dan… orang spesial untuk kamu” ucap Melody

“Wah anak papah sama mamah udah gede nih. Pacarnya mana?” goda mamahnya

“Ish mamah gak asik ah” kata Yupi

“Semoga panjang umur,sehat selalu, dan tambah sukses ya nak” ucap papahnya memeluk Yupi

“Iya, buru-buru dapet pacar kak, hehehe” ucap Windy adiknya Yupi

“Makasih papah,mamah,temen-temen, sama adekku yang bawel. Aku sayang kalian semua” Yupi menghampiri mereka satu persatu dan memeluknya

“Yang dibelakang kamu nggak diucapin makasih juga?” ucap Viny

“Dibelakang…???”

“Happy birthday ya. Makin cantik dan sehat selalu. Panjang umur juga. Ini adalah hari yang spesial ya” kata seorang pemuda membawa kue dengan bentuk hati

“Ical…!?!?!?” Yupi berbalik dan mendapati pemuda itu. Orang yang selama ini ia nantikan setelah lama kepergiannya.

“Kamu nggak mimpi kok” kata Ical mencubit pipi Yupi. Yupi langsung saja memeluk Ical dan membenamkan wajahnya di bahunya Ical. Tangisnya pecah pada orang yang selama ini ia rindukan.

“Ical jahat! Bodoh!” ucap Yupi

“Yang penting aku menepati janjiku kan? Kita pasti ketemu lagi?”

“Iya, ini adalah hari penantian aku” ucap Yupi menyeka air mata bahagianya

“Dengan malam indah ini…” kata Ical menundukan badan dan memegang tangan Yupi

“Maukah kamu menjadi pacarku? Bukan, maksudnya menjadi pendamping hidupku?” Ical mempererat tanganya.. Yupi kembali menangis.

“Kok nangis sih?” Ical heran

“Iya aku mau…” Yupi langsung memeluk Ical. Menumpahkan segala kebahagiaanya saat itu di malam yang indah ini. Hari di mana ia bisa bertemu dengan yang selama ini ia nantikan. Orang selalu mengisi hidupnya, membuatnya tertawa dan tersenyum, dan melindunginya dari apa pun.

“Hei? Mau lihat foto kita saat di stasiun?” tanya Ical pada Yupi yang masih menangis

“Foto? Foto apaan?” Yupi heran

“Kamu nggak ngenali pemuda itu?”

“Pemuda yang mana?”tanyanya semakin bingung

“Pemuda yang duduk di bundaran depan stasiun itu” ucap Ical tersenyum

“Apa mungkin…” ucapnya terpotong

“Itu aku. Ternyata kamu masih belum berubah ya. Masih polos seperti dulu. Tapi aku suka” ucap Ical menahan tawa

“Kamu jahat banget sih!!!” Yupi memukul-mukul bahu Ical pelan

“Ya aku mau ngetes aja” katanya menyeringai

“Tau ah” Yupi marah padanya dan memanyunkan bibirnya

“Hahaha sudahlah. Jangan manyunkan bibirmu seperti itu atau aku akan…

CUPZ

…Itu akibatnya” ucap Ical

“Cie…!!!” sorak semuanya serempak

“Iiihhh Ical…!!!” Yupi marah sekaligus malu dan salah tingakah di depan semuanya.

“Ya maaf-maaf. Dengan ini kita akan selalu bersama”

“Kamu janji nggak ninggalin aku lagi” Yupi mengacungkan jari kelingkingnya, mengkode Ical untuk membuat janji kelingking dengannya.

“Janji!!!” jawab Ical mantap

Setelah semua berlalu, mereka akhirnya bersatu kembali. Kesedihan,tawa,canda,luka,tangis,senyum dan semua kenangan telah mereka lewati bersama. Sebenarnya Ical saat itu sudah menjadi pengusahawan muda kaya raya dengan menjalankan perusahaan ayahnya. Ia kembali ke Indonesia hanya untuk Yupi. Orang yang dia cintai,sayangi,dan ingin ia lindungi. Yah cukup sekian yang bisa kuceritakan…

-The End-

Yo what’s up guys? Wah semoga suka ya. Coba-coba aja bikin fanfic romance nih. Mulai dari yang one shoot dulu hehe. Yah sebenernya fanfict ini pengganti selingan ff “The Legend of Dragon Knight” gue. Ya gue bukan Cuma bikin fanfict fantasy, gue juga pengen nyoba-nyoba yang romance nih. Sorry kalo jelek dan buat yang udah baca, gue punya 1 permintaan. Kalau misalnya ada yang baca fanfict one shoot gue ini tolong sebutkan kesimpulannya ya. Gak disebutin jomblo seumur hidup *eh nggak deng bercanda. Haha yosh… gue nggak berhenti fanfict romance di sini aja. Gue punya rencana bikin fanfict romance yang berpart-part. Ditunggu rilis fanfict baru gue. Oke guys see you bye-bye…!!!

rezalical-

 

 

 

                      

Iklan

3 tanggapan untuk “Kimi no Senaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s