Lost and Back, Part 57

“GROAAAARRHH..!!!”

Jiro telah berubah ke mode monster.

“Bagus.”gumam Yuuto.

“Akan kubuat kau menyesal.”ucap Jiro.

Jiro melesat cepat ke arah Yuuto.

BUGKKKK

Yuuto menahan pukulan Jiro dengan tangan apinya yang memanjang.

“Hhhh…ternyata kau tetap lemah dalam mode itu.”ucap Yuuto.

“Diam kau..!!!”

SRATT..SRATTT….

Jiro menembakkan duri-duri tajam.

WOARRRR

Tetapi dengan mudahnya Yuuto membakar semuanya.

SYUUUTT

Yuuto melilit Jiro dengan apinya yang memanjang.

WOARRR..WOARRR….

Tiba-tiba terbentuk 2 sayap di punggung Yuuto.

WUSSSHH….

Langsung saja ia membawa Jiro meluncur tinggi.

“Rasakan..!!”

WUSSHHH

Dengan kecepatan tinggi Yuuto meluncur kembali ke tanah.

JDUMMM

~o0o~

TRANKKKK

Naomi dan Sinka beradu pedang.

SRETTTT

Mereka sama-sama mundur dan mengambil ancang-ancang.Dan akhirnya mereka saling menyerang lagi.

“Huh..??!!”

Tetapi tiba-tiba Naomi menghilang.

“Kemana dia??”pikir Sinka.

CEGG

“Cih..sial..!!”

WUSHHH

BRAGKKKK

Tiba-tiba Naomi berada di belakang Sinka,mencengkeram pakaiannya dan kemudian melemparnya.

~o0o~

Permukaan tanah yang tadinya rata,sekarang menjadi banyak retakan dan membentuk cekungan yang cukup dalam.

“Hmmm….”

Yuuto berdiri tegak.Sementara Jiro tergeletak masih dalam mode monster.

SYUUUTT

Kedua sayap api di punggung Yuuto menghilang.

“Sudah selesai,sekarang tinggal Hanzai.”gumamnya.

Baru saja ia hendak berbalik,

BRAGKKK

SYUUUTTT

Tiba-tiba ekor Jiro muncul dari dalam tanah dan melilit Yuuto.

“Hmmm…rupanya kau masih punya tenaga.”ucap Yuuto.

“Hehehe…sudah kubilang jangan remehkan aku.”ubah Jiro seraya bangun.

“Tapi..dengan cara apapun kau menangkapku,itu akan sia-sia saja.”ucap Yuuto.

“Benarkah?”

WOARRRR

Api di tubuh Yuuto membesar dan membakar ekor Jiro yang melilitnya.

“HAHAHA….!!!”

Tetapi Jiro malah tertawa keras.

“Hehh..??!!Kenapa..dia tidak terbakar..??!!”pikir Yuuto.

“Hahaha…aku tau kau pasti melakukan itu.”ucap Jiro.

“Sial..bagaimana bisa..??”tanya Yuuto.

Lalu ia memperhatikan ekor Jiro baik-baik.

“Basah..Cih,sial..!!”batin Yuuto.

Lalu ia menatap tajam Jiro.

“HAHAHA..!!”Jiro kembali tertawa.

Ya,ketika ekornya masuk ke dalam tanah,ia membasahinya dengan air di dalamnya.Walaupun warna tubuhnya hitam,tetapi Jiro juga berelemen tanah.Jadi tak sulit baginya untuk menyerap air.

“Dan sekarang….”

Jiro bersiap menembakkan duri-duri tajam.

“MATILAH KAU..!!”

~o0o~

Sinka tertunduk setelah dilempar oleh Naomi.

“Sinka,kuminta hentikan semua ini!”ucap Naomi.

“Hehh..memangnya siapa kau memerintahku seperti itu?”

Sinka mencoba bangkit.

“Aku tidak akan berhenti sebelum mengalahkanmu..!!”

Sinka berlari menuju Naomi.Tetapi Naomi tetap diam di tempat tanpa respon apapun.

“HYAAA..!!”

Tetapi ketika serangan Sinka hampir mengenai Naomi,tiba-tiba sepasang sayap Naomi menghembuskan angin yang kencang.Alhasil Sinka kembali terlempar dan membentur pohon.

“Menyerahlah,Sinka.Jangan sia-siakan kekuatanmu hanya untuk membela orang jahat seperti Hanzai.”ucap Naomi.

Sinka yang telah tersungkur mengarahkan telapak tangannya ke Naomi.

“Huhh..??”

Tiba-tiba benda hijau melilit tubuh Naomi.

“Se..sejak kapan..??”pikir Naomi.

Lalu Sinka bangun.

“Hehh..meskipun kau mempunyai penglihatan dan pendengaran yang tajam,tapi kau punya kelemahan pada indera perabamu.”ucapnya.

“Indera peraba?”

Naomi melihat telapak tangannya sendiri.

“Cih….”

Terdapat bercak-bercak  hijau menyala.Ternyata itu pemicu dari benda hijau yang melilitnya.

“Dan sekarang…,”

Sinka membuat plasma peledak.

“..bersiaplah untuk mati..!!”

~o0o~

SRATTT

JLEBB..JLEBB….

“Huhh..??!!”

Duri-duri tajam dari Jiro tertancap.Bukan di tubuh Yuuto,melainkan di tanah.

“Huuufftt…untunglah….”gumam Yuuto.

Ia bisa menghindar karena ternyata ekor Jiro telah terpotong.

“GRRRRR…siapa yang melakukannya..??!!”geram Jiro.

Kemudian terlihat sebuah bola menggelinding tak jauh dari mereka.

“Bola itu….”gumam Yuuto.

Lalu ia menoleh ke kiri.

“Mi..Minato..???”

WUSSSHH…

“GRRRRR…!!”

Minato menendang bolanya yang satu lagi.

BRAGKKKK

Jiro bisa menahannya.Tapi sepertinya ia tetap terdorong.

“Minato..??Bagaimana….”pikir Yuuto.

“Kau tidak apa-apa,Yuuto?”tanya Minato.

“Aku tidak apa-apa.Tapi,bagaimana kau bisa….”

“Nanti saja aku ceritakan.Sekarang,kita urus dulu monster jelek itu.Kau masih bisa,kan?”potong Minato.

“Tentu saja.Walaupun tanpa api,ayo kita lakukan!”seru Yuuto.

Ya,saat ini Yuuto belum bisa menyalakan apinya lagi karena tubuhnya masih basah terkena air dari ekor Jiro.

~o0o~

JDUMMM

“Apa..??!!”

BLARRRR

Tanpa diduga,tiba-tiba plasma peledak Sinka berbalik mengarah ke dirinya sendiri.

“Sial..untung saja aku sempat menghindar.”gumam Sinka.

Sementara itu,

DUGG

“Ehh..??”

KRTKK..KRTKKK….

TARRRRR

Tiba-tiba benda hijau yang melilit Naomi hancur.

“Aaaarghh…ternyata masih sakit.”

Terdengar ucapan seseorang di belakang Naomi.

“Berarti kau masih kurang latihan.”ucap orang yang di depan Naomi.

“Lidya..??Viny…??”tanya Naomi.

“Hehehe…kami tepat waktu,kan?”ucap Viny.

“Ya..sebelumnya terima kasih.Tapi,bagaimana kalian bisa….”

“Soal itu tidak penting.Ayo kita urus orang itu.”ucap Lidya.

“Tunggu dulu.Ada yang harus kuberitahukan.Jangan sampai kalian menyentuh ataupun tersentuh olehnya.Atau kalian menjadi seperti aku tadi.”ucap Naomi.

“Hahh..??Lalu,bagaimana cara melawannya?Sedangkan aku hanya bisa bertarung dengan jarak dekat.”ucap Lidya.

“Aku tau itu.Jadi,kita gunakan cara ini….”

~o0o~

“Terima ini..!!”

Minato menendang bolanya ke arah Jiro.

“GRRRRR….”

Jiro menghindar,namun..

JDUMMM..

“AAARRRGHH….”

Tendangan bola Yuuto dari belakang telak mengenainya.

“Kurang ajar..!!!”

Jiro menghentakkan tangannya ke tanah.

KRAKKK..KRAKKK….

JDUMMMM

“Arghhhh….”

Tiba-tiba permukaan tanah di bawah Minato menonjol ke atas dan membuatnya terpental.

BRUGKKK

Minato jatuh terkapar.

“Minato..!!”seru Yuuto.

“A..aku..tidak apa-apa.”ucap Minato seraya bangun.

“Rasakan ini..!!”

Jiro membuat gumpalan tanah yang sangat keras dan melemparnya ke arah Minato.

JDUMMM

BRUAGKKK

Yuuto menendang bolanya dan mengenai gumpalan itu sehingga berbelok arah.Tetapi itu membuat bolanya ikut kempes.Lalu Yuuto berlari ke arah Minato.

“Terima kasih.”ucap Minato.

“Sama-sama.”

WUSSSHH..WUSSHHH….

Tiba-tiba benda-benda kecil seperti peluru menghujani mereka.

“Awas..!!”

~o0o~

DOR..DOR..DOR….

“Cih..darimana mereka berasal?”

JDUGKK

Hanna memukul kepala makhluk aneh di depannya dengan gagang senapan.

“Hihhh….”

Kepala makhluk itu berputar 180°.

“Menjijikkan..pergilah kalian..!!”

DOR..DOR…

Hanna menembaki makhluk-makhluk itu.Seperti sebelumnya,makhluk-makhluk itu tergeletak,berubah menjadi asap hitam lalu menghilang.

“Yuvia..kalau kau bertemu mereka,apa yang akan kau lakukan??”pikir Hanna.

~o0o~

K.O

“Yeaahh..aku menang lagi.”seru Acha.

“Hmmm…hanya keberuntungan yang berulang.”ucap Mirai.

“Hehhh…terima saja kalau Kakak ini payah.Hahaha….”

“Apa kau bilang..??!!”

TOK..TOK..TOK….

“Ehh..siapa itu?”tanya Mirai.

“Entahlah,coba Kakak buka.”

Lalu Mirai menuju ke depan.Baru saja ia membuka pintu..

“MIRAI..JANGAN DIBUKA…!!!”

Tiba-tiba Yuvia datang sambil berteriak.

“Memangnya kenapa?”Mirai tetap membuka pintu.

Setelah ia menghadap ke depan,

“GRRRRRR….”

“AAAAAAAA…!!!”

Mirai tiba-tiba berteriak.Ia terkejut melihat orang bertaring dan wajah berlumuran darah di depannya.Spontan ia menendang kaki orang itu.

“Arrghhh….”

Tetapi malah kakinya sendiri yang merasa sakit.Alhasil ia terjatuh.

“GRRRRRRR…”

Orang itu mendekat dan tangannya mrengarah ke Mirai.

“Kakaakk…!!!!”teriak Acha.

“AAAAAA..!!!!”

BUAGKKK….

Yuvia memukul orang itu dengan gagang sapu.

“Pergi kau makhluk jelek…!!!”ucapnya.

Tetapi pukulan itu seakan tidak terasa olehnya.

“GGGRRRRR….”

“Aaaaa….”teriak Yuvia.

“Kak Yuvia…serang titik lemahnya!!”seru Mirai.

“A..aku tidak tau titik lemahnya.”ucap Yuvia panik.

“Arrghh…dasar..!!!”

Mirai bangun dan..

BUGKKKK

“GRRRR….”

Makhluk itu tersungkur.Sedangkan Yuvia melongo tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Disitulah titik lemahnya.”ucap Mirai.

“Ja…jadi….”ucap Yuvia.

Ternyata yang diserang Mirai tadi adalah bagian kemaluan dari makhluk itu.

“GRRRRRR….”

“Eh..ayo masuk dan tutup pintunya!!”ajak Yuvia.

Mirai mengangguk dan menuruti perkataan sepupunya itu.

“Kau bilang disitu titik lemahnya??!!”ucap Yuvia.

“Setidaknya itu bisa menghentikannya walaupun sementara.”

~o0o~

“Huhh…???”

Rupanya sayap api Yuuto melindungi dirinya dan Minato dari hujan peluru Jiro.

“Bagus.”gumam Yuuto.

Api di tubuh Yuuto sudah bisa menyala lagi.

“Aaarghh…api..api….”

Api Yuuto sedikit membakar baju Minato di bagian pundak.Untungnya ia bisa memadamkannya.

“Huuffftt….”

“Hehehe…maaf.”ucap Yuuto.

Minato hanya menatapnya dengan tatapan yang…lupakan.

“Apiku sudah kembali.Jadi,ayo kita selesaikan.”ucap Yuuto.

“Baiklah,tapi jangan sampai apimu membakarku lagi.”ucap Minato.

“Iya-iya,”

WOARRRRR

Yuuto meluncur cepat ke arah Jiro.

“Tidak akan semudah itu.”

BRAGKKKK

Jiro menghentakkan tangannya di tanah dan terbentuklah dinding raksasa di depannya.

JDUMMM..

BRUAGKKK….

“Apa..??!!”

Dengan mudahnya Yuuto menghancurkan dinding itu.

JDUMMMM

“Arrghhh….”

Jiro terpental sangat jauh karena ditubruk oleh Yuuto dengan sangat keras.

CEGG

“Huhh…???”

Tiba-tiba Yuuto sudah berada di belakang dan mencengkeramnya.

WUSSHHHH….

Yuuto melempar Jiro.

“MINATO…!!!”teriak Yuuto.

“Yaa….”

Ternyata Minato sudah bersiap dengan bolanya yang sudah dilapisi api oleh Yuuto.

BLARRRR….

~o0o~

“Kami mengerti.”ucap Viny.

Ia,Lidya dan Naomi menghadap ke Sinka.

“Kuserahkan pada kalian.”ucap Naomi.

WUSHHH

Naomi menghilang.

“Huhh..apa yang dia rencanakan dengan meninggalkan mereka berdua?”pikir Sinka.

“Kau mau mencobanya?”Tanya Lidya.

“Tentu saja.”jawab Viny.

Lidya mengambil batu lalu melambungkannya setinggi dada.

“Huhh..???”

PRAKKKK

Sinka menghancurkan batu yang ditendang oleh Viny yang mengarah padanya.

“Dasar..!!!”

Sinka membuat plasma peledak yang cukup banyak dan melemparkannya ke arah Lidya dan Viny.

“Ini dia….”

BUGKK..BUGGKK..BUGGKKK….

Mereka berdua menendangi plasma peledak itu dan berniat mengembalikannya ke Sinka.Namun tak ada satupun yang kena.

“Kalian terlalu buruk untuk melawanku.”ucap Sinka sambil terus melempari plasma peledak.

Tapi Lidya dan Viny tidak menanggapi ucapanya itu.

“Sampai kapan kalian bisa bertahan…???”

WUSSHHH

BLAARRR..BLARRR….

”Hehh…akhirnya mereka tidak sanggup lagi menangkis dan memilih untuk menghindar.”batin Sinka.

Ia pun berhenti menembakkan plasma peledak.

“Kenapa kau berhenti?”Tanya Lidya.

“Apa kau kewalahan menghadapi kami?”tambah Viny.

“Tidak.Kalianlah yang sudah kewalahan.”ucap Sinka.

“Benarkah?Ya…kuharap rencana kami tidak sia-sia.”ucap Viny.

“Rencana..??Rencana apa..??”

WUSSSHHHH

“Rencana seperti ini.”

“Huhh..???!!”

Sinka menoleh ke belakang.Ternyata Naomi sudah bersiap dengan puluhan plasma peledak yang di balut tornado kecil.

“Se..sejak kapan..???!!!”

“Sudah kubilang,indra pendengaranmu itu buruk.Dan sekarang kita lihat,mampukah kau menahan kekuatanmu sendiri?”Tanya Naomi.

WUSSHHH….

BLARRR….

 

 

* To be continued

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s