My Love Senpai, Part19

Keesokan harinya, Saat aku dan aldy sedang berada di sisi lapangan. Aldy menyenggol-nyenggol bahuku dan menunjuk kearah dua wanita yang sedang berjalan kearah gerbang.

“Lah itu Kak Naomi sama sinka, Kak Naomi udah masuk? Perasaan gua gak lihat dia hari ini, kirain gak akan masuk karena kemarin.” Fikirku saat melihat Kak Naomi yang berjalan dengan Sinka menuju gerbang gerbang sekolah.

“Tumben lu gak nyamperin Kak Naomi, dia udah sendirian tuh sikat aja…” celetuk Aldy.

“Ehh… sendirian?”

“Btw gua kira lu tau Kalau Kak Naomi udah jomblo.”

“Sejak kapan?”

“Kemarin sore, pas pulang sekolah. Dia mutusin si Reva gara-gara si Reva punya selingkuhan.”

“Pantesan. Kak Naomi hujan-hujanan, matanya merah kaya habis nangis. Jadi gara-gara ini.” Fikirku.

“Yaelah masbro, Udah langsung sikat aja… gak usah mikir lagi.”

“Ada Cinta dua Senpai di hati gua!”

“Selain Kak Naomi Kan ada Kak Lidya….” Ucapnya.

“Yaudah Dy Gua balik duluan ya, kasihan Kak Kinal tadi pas istirahat dia sms gua. Kalau dia sendirian di rumah jadi gua harus cepat-cepat pulang.”

*SKIP*

Setelah menaruh motor masuk ke dalam garasi, aku langsung masuk ke dalam rumah.

Setelah mengucap salam, aku langsung masuk keruang tengah. Dasar Kak Kinal, dia emang selalu jahil. Katanya dia sedang sendirian di rumah ternyata dia lagi ngemil sambil nonton Televisi bersama Kak Ve.

“Katanya sendirian, mangkannya aku buru-buru pulang.” Ucapku dan langsung duduk menghadap Kak Kinal.

“Ya kan Kakak gak tau kalau Ve akan main ke sini, lagian tadi Kakak beneran sendirian kok!”

“Iya, tadi Kakak Kamu sendirian kok Ram. Ya aku main aja ke sini, Sekalian lewat habis dari toko buku.” Ucap Kak Ve.

“Yaudah Kak, aku ke kamar dulu ya mau ganti baju. Oh iya… Kak Ve nanti mau aku anter pulang?”

“Kayanya gak perlu deh, Nanti aku telfon Shania aja biar jemput aku.” Aku hanya manggut, Dan langsung melangkan menuju kamarku yang berada di lantai dua.

Setelah mengganti seragam ini dengan baju ya yang cukup rapih, aku turun lagi menuju ruang tengah.

“Kak Ve udah pulang?” Tanyaku ke Kak Kinal dan langsung duduk di sampingnya.

“Baru aja…” Jawab Kak Kinal tanpa memalingkan wajahnya dari televisi.

“Kalau orang lagi ngomong, di lihat wajahnya!” Kak Kinal langsung menatapku.

“Nah gini kan baru sopan, dan juga aku jadi bisa lihat wajah Kakak ku yang cantik ini.”

“Dasar gombal!” Kak Kinal langsung mencubit hidungku, dengan refleks aku memegang tangannya yang berada di hidungku.

“Udah ah! Nanti hidung Aku malah panjang.” Perlahan Aku menurunkan tangan Kak Kinal dari hidungku.

“Oh iya Kak. Mamah pergi kemana?”

“Tadi sih pas Kakak Pulang kuliah, Mamah pergi sama Papah ke cirebon gak tau ngapain…”

“Oh gitu, Kakak udah makan?”

“Belum sih, baru ngemil-ngemil doang.”

“Cari tempat makan di luar yuk Kak? Udah lama kan kita gak makan bareng di luar.”

“Boleh deh, Kakak ganti baju dulu ya?” Kak kinal langsung beranjak, dan pergi menuju kamarnya.

Lama menunggu Kak Kinal dan akhirnya dia keluar juga… Yaampun Kak Kinal cantik banget, jadi ini kenapa dia lama, tapi tumben dia kaya gini. Dandan terus pakai dress hitam selutut, padahal cuma mau cari makan bukan jalan-jalan.

“Kak, dandan cantik gini buat siapa? Lagian kita kan cuma mau cari makan!”

“Sekali-kali kan Kakak kaya gini! Lagian di sesuai juga sama kamu, Kamu aja Rapih. Masa Kakak Enggak!”

“Iya sih, tapi kan….”

“Udah ayo jalan, Kakak udah mulai lapar.” Kak Kinal langsung meraih tanganku dan menarik ku keluar rumah.

“Naik mobil Kak?” Tanyaku saat kami berdua sudah berada di garasi rumah.

“Iyalah. Udah Cantik gini masa naik motor!” lalu dia memberikan kunci mobilnya kepadaku.

Kami berdua masuk kedalam mobil. Setelah memanaskan mesin mobil kami langsung keluar dari rumah. Ehh tapi gerbangnya siapa yang nutup?

“Kak gerbangnya… eheheh.” Dia langsung menatapku tajam, dan turun dari mobil untuk menutup gerbang rumah. Setelah beres, dia langsung masuk lagi kedalam mobil dan kami melanjutkan perjalanan.

Sepanjang jalan dan terus mencari tempat makan yang cocok, akhirnya kami menepi kesebuah restoran sea food. Tadinya aku sempat menolak karena takut alergi Kak Kinal malah kambuh lagi saat makan-makanan laut. Tapi Kak Kinal terus meyakinkan ku dan ya akhirnya aku luluh juga.

Kami masuk kedalam restoran itu, dangan tangan Kak Kinal yang terus menggandengku sejak dari parkiran.

Setelah menemukan tempat yang cocok, Aku langsung memesan salah satu menu yang terdapat di buku menu, dan Kak Kinal pun begitu. Tapi saat dia ingin memesan makanan berbahan dasar udang aku sangat keras melarangnya. Akhirnya dia memesan Cumi goreng tepung dengan saus tomat.

“Padahal kan aku mau makan udang…” Ucapnya sembari memanyunkan bibirnya.

“Aku ngerti Kakak mau, Tapi Kakak harus ingat! Dulu Kakak keserang alergi karena makan udang. Aku takut Kak, itu akan terulang lagi kalau Kakak Makan udang!!”

“Makasih.. kamu selalu perhatian sama Kakak.” Ucapnya, dan langsung menggenggam tanganku.

“Itu sudah kewajiban aku bukan? Untuk ngejaga Kakak aku yang cuma satu ini ehehe..” Kak Kinal hanya tersenyum. Dan setelah itu Pasanan kamipun sudah sampai di atas meja.

Selesai makan kami langsung menuju toko buku karena ada yang ingin di beli Kak Kinal.

Sampai di Toko Buku, Kak Kinal langsung masuk duluan sedangkan aku belakangan. Karena harus memakirkan mobil ini dengan benar, mobil sudah terparkir dengan benar aku langsung menyusul Kak Kinal masuk ke dalam.

Saat aku melewati rak buku pertama di Toko ini, aku bertubrukan dengan seorang wanita yang sedang membawa empat buah buku, dan alhasil buku itu jatuh dan berserakan di lantai Toko.

“Maaf saya gak sengaja, biar saya aja yang beresin…” Tanpa di perintah, aku langsung membereskan buku-buku yang di bawa olehnya dan aku langsung memberikannya.

Alahkah terkejutnya aku begitupun wanita itu. Ya dia tidak lain adalah Kak Lidya, lucuk juga melihat ekspresi dia yang kaget itu hihihi.

“Ehh ternyata kamu, Pantes aja aku gak asing sama suaranya.” Ucap Kak Lidya.

“Ehehehe. Kesini sama siapa Kak?”

“Sama Kakak aku, Tapi orangnya malah nunggu di mobil. Jadinya aku buru-buru deh…”

“Oh iya, sekali lagi maaf ya Kak eheh..”

“Udah santai aja kali, yaudah aku ke kasir dulu ya? Soalnya aku buru-buru nih. Kakak Aku lagi rese soalnya, Bye sampai ketemu besok di Sekolah…” Aku hanya manggut kemudian Kak Lidya pergi menuju kasir, dan aku mulai mencari Kak Kinal di Toko Buku yang lumayan Besar ini.

Setelah melewati beberapa rak buku, Akhirnya ketemu juga sama Kak Kinal yang lagi asik memilih-milih novel. Aku sempat aneh sih, tumben banget Kak Kinal mau beli novel.

“DORR…” Saat aku mengagetkannya tapi Kak Kinal sama sekali tidak kaget. Aku menaikan alisku sebelah pertanda aku merasakan keanehan dari Kakak ku ini.

“Jangan sok-sok ngagetin deh, Kakak udah tau!” Ucapnya yang masih fokus memilih-milih novel.

“Lho! Tau darimana?”

“Tuh Cermin samping Kakak…” Astaga aku baru tahu pantesan Kak Kinal gak kaget.

“Ayo Kak cepetan, aku udah mau istirahat.”

Kemudian Kak Kinal mengambil dua buah novel yang entah apa judulnya, Kami langsung melangkahkan Kaki Menuju Kasir.

Setelah beres membayar novelnya, Kami langsung pulang karena hari esok sudah menanti.

*BERSAMBUNG*

@ramboy99_

HOLLAAAA~ Ahahaha, Apa kabar kalian? Alhamdulillah udah bisa lanjut lagi ngepost ff sayah ini.

Oh iya.. Selamat Untuk Blog KOG ciee udah 2jt Hits ahah, semoga berlanjut sampai 10jt ? Amin.

Mungkin gitu aja ya, Selamat menikmati Part ini!

Iklan

Satu tanggapan untuk “My Love Senpai, Part19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s