Announcement

Ditujukan untuk para penulis yang menitipkan cerbungnya ke KOG.

Akhir-akhir ini jadwal posting cerita sedikit berantakan, atau mungkin berantakan banget kayanyanya yak. Ga sesuai dengan jadwal aslinya atau sebelumnya.

Maka dari itu, untuk para penulis yang menitipkan cerbung ke blog ini, mohon konfirmasi ceritanya di posting hari apa. jika ada yang sama-sama lupa, bisa milih untuk di posting di hari apa setiap minggunya. Tulis aja cerita apa diposting hari apa, atau yang mau rubah jadwal postingan tulis aja ceritanya apa, minta dirubah hari apa.

Konfirmasinya bisa komen dibawah, atau line ke admin >>> rizalical7

Mohon kerjasamanya, thankyou :)))

V and V, (PART 4)

12

*~~~~~~*

Bayu POV

Hoamz….

Akhirnya gue bangun juga dari tidur gue yang nyenyak dengan mimpi indah di kemarin malam, hahaha lebay ya ? bodo amat. Kenalin nama gue Vicente delaruma panggil gue Vicente *oke gue becanda* nama gue Afriadin Bayu bisa dipanggil Bayu, Afbay, Qoben. Buat nama panggilan yang terakhir aneh ya ? itu nama panggilan gue di tongkrongan *asik anak tongkrongan* abaikan. Ganteng ? kaga, gue mah apa atuh*becanda* gue biasa aja kok bahasa kerennya standard edition . Gue tinggal di Bandung sama nyokap gue, bokap gue kerja diluar negeri lebih tepatnya di Jakarta *becanda mulu*. Gue udah kuliah sekarang di Universitas ternama kota Bandung, jurusan psikolog yang jurusannya berhubungan dengan ……? ahh lupa gue hahaha, maklumin ya. Oke sampai disitu aja perkenalannya kalo gue kasih tau diri gue lebih dalam lagi takut lo semua muntah. Lanjutkan membaca “V and V, (PART 4)”

Iklan

Killer Clown, Part2

a

17+

Bagi yang belum cukup umur dilarang keras membacanya. Karna cerita ini mengandung kekarasan, pembunuhan, kata-kata kasar, dan perbuatan-perbuatan dewasa.

Cerita ini hanya cerita karangan dan bukan berdasarkan cerita asli. Buat para pembaca tidak diperbolehkan meniru semua perilaku dalam cerita ini.

HAPPY READING…

*~~~~~~*

“Mah, mamah sayangkan sama aku”.

“Ya sayang dong, masa sama anak sendiri gak sayang”.

Aku tersenyum mendengar percakapan singkat antara ibu dan anaknya. Sekarang aku sedang berada di sebuah cafe menunggu temanku datang, namun sudah hampir setengah jam dia tak juga kunjung datang. Sial, padahal dia yang membuat janji. Ahh iya, ngomong-ngomong soal ibu aku sudah tidak punya. Ibuku wafat saat aku baru menginjak sekolah menegah atas atau yang kita sering sebut ‘SMA’. Sedih, sudah pasti, siapa yang tidak sedih bila orang yang dia sayang pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Menjadi tanda tanya besar untukku, siapa yang tega membunuh ibuku. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan kucari sang pelaku yang telah merenggut nyawa ibuku. Ya, aku berjanji ? Ayah, hahaha apa itu ayah aku tak tau, entahlah dia kemana aku sama sekali tidak peduli dengannya bahkan wajahnya seperti apa aku tidak tau, mau dia hidup atau mati sekalipun aku tidak peduli. Lanjutkan membaca “Killer Clown, Part2”

Absurd Squad : Ready!

Pulang sekolah. Di area lapangan basket yang berada dibelakang salah
satu sekolah SMA di jakarta. Kini terlihat ada sepuluh orang saling
berhadapan. Lima merupakan murid perempuan dan lima sisanya adalah
murid laki-laki dengan seragam sekolah yang masih mereka kenakan.
Mereka saling menatap tajam satu sama lain.

” pada berani ga?” Lanjutkan membaca “Absurd Squad : Ready!”

Filosofi Tai, Part1

PicsArt_05-20-08.24.02

Semua orang punya momen tai mereka sendiri. Momen dimana hal-hal yang gak diinginkan terjadi, gak pantes untuk diingat, torehan buruk dalam sejarah hidup sendiri. Sebuah momen yang pengen kita kubur dalam-dalam supaya orang lain gak tau. Tapi itu gak mudah, seperti layaknya tai, meskipun kita gak ngeliat, selalu ada hal yang mengingatkan kita pada benda tersebut, bau yang familiar misalnya. Lanjutkan membaca “Filosofi Tai, Part1”

“Saat Cinta Merubah Segalanya2” Part 26

Shania berjalan menuju ke sebuah pemakaman. Ia berjalan masuk ke dalam area pemakaman, menelusuri makam-makam yang ada di sana. Langkah Shania terhenti ketika sudah sampai pada tujuannya, sebuah makam yang batu nisannya bertuliskan Veranda. Shania berjongkok, lalu menaruh sebuket bunga di atas makam Ve.

Shania tersenyum getir menatap batu nisan Ve. Air matanya dengan mudahnya lolos dari matanya mengalir di pipinya. Lanjutkan membaca ““Saat Cinta Merubah Segalanya2” Part 26”